Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
191. Agus Sang Tuan Muda



Agus segera berlari ke tempat Ayana yang saat ini sedang dirawat karena terlalu kelelahan. Sehingga membuat dia pingsan seketika.


Ketika Agus mendekati Ayana. Tampak bahwa Gadis itu sudah membuka matanya dan dia tersenyum kepada Agus saat Agus mendekatinya.


"Apa yang terjadi kepadaku kenapa aku tiba-tiba ada di rumah sakit?" tanya Ayana sambil menatap sekilas kepada Agus yang saat ini sedang mengupaskan sebuah apel untuknya dan memberikan kepadanya.


"Kamu pingsan. Makanya aku membawamu ke rumah sakit. Sokter mengatakan kalau kau terlalu lelah. Jadi kau disarankan oleh Dokter untuk bedrest total.


"Apakah begitu?? Tapi aku merasa bahwa aku baik-baik saja. Hanya saja memang kepalaku agak pusing!" ucap Ayana sambil memegangi kepalanya dengan kedua tangannya.


"Sudahlah kau tidur saja. Tolong kau jangan memaksakan diri untuk mengingat kejadian pada hari itu. Karena itu tidak ada hubungannya denganmu. Lebih baik kau sekarang tidur aku akan menemanimu sayang!" ucap Agus sambil menatap tajam kepada Ayana yang selalu saja khawatir.


"Baiklah nanti kau pun akan tidur Kan? Di mana kau akan tidur sayang?" tanya ayah Nah kepada Agus sehingga membuat Agus sangat terkejut mendengarkan Ayana yang memanggilnya sayang.


"Saya benar-benar tidak mengerti kenapa tiba-tiba kau melakukan semua ini. Apakah harus begini? Walaupun kau tidak melakukan ini. Asalkan kita menikah sesuai dengan keinginan Bibimu maka Bibimu akan menyerahkan sepenuhnya perusahaan itu kepadamu! Bibimu hanya menginginkan yang terbaik untukmu!" ucap Agus sambil menatap kepada Ayana yang kini mulai tampak segar wajahnya setelah menghabiskan satu botol infus di tangannya.


" Jadi bagaimana? Apakah kita akan menikah ataukah akan berpisah?" tanya Agus merasa bingung dengan keinginan Ayana saat ini.


"Kita tentu saja akan tetap menikah. Bukankah pernikahan kita sudah dipersiapkan oleh Bibiku. jangan sampai malu kedua orang tuaku." ucap Ayana.


"Aku berjanji padamu. Aku akan berusaha untuk menjadi seorang istri yang baik dan berusaha untuk menjadi ibu yang baik!" ucap Ayana kepada Agus.


"Aku percaya bahwa kamu pasti akan menjadi seorang istri yang baik dan ibu yang baik pula!" ucap Agus sambil mengelus rambut Ayana


" Jadi bagaimana? Apakah kau menerima lamaranku untuk melanjutkan pernikahan ini!" ucap Ayana sambil menatap ke arah Agus yang masih bingung dengan kelakuan Ayana saat ini.


"Baiklah aku menerima lamaranmu tetapi satu kali kau membatalkan kembali pernikahan kita maka aku tidak akan pernah memaafkanmu lagi!" ucap Agus sambil menatap mata Ayana yang saat ini sangat merasa bahagia. Sehingga kesehatannya semakin cepat membaik dan juga tampak bersemangat karena kini sudah pasti bahwa pernikahannya bersama Agus pasti akan dilanjutkan.


" Aku berharap semoga pernikahan kita akan langgeng dan juga dikaruniai anak-anak yang sholeh dan sholehah!" ucap Agus sambil mengelus kepala calon istrinya.


"HmmmmHMmmm!" ucap seseorang yang tiba-tiba saja datang di antara mereka berdua.


Tiba-tiba saja dari ke balik tembok terlihat Ayahnya Ayana yang memberikan ucapan jempol kepadanya.


"Baggus ya kamu memiliki hubungan dengan seorang laki-laki tapi tidak minta izin kepada ayah mu. Apalagi kalian sudah merencanakan untuk menikahi pemuda itu. Apakah dia memang layak untuk menjadi suamimu?" tanya pria itu dengan nada ketus.