Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
253. Gak apa-apa



Kesya menatap suaminya yang berbaring di sampingnya. Terrbit senyum di. Bibirnya ketika melihat sang suami yang memeluknya dengan begitu.


" Kamu sudah bangun?" tanya Andika sambil mengecup kening Keisha yang sedang tersenyum kepadanya saat ini.


" Apakah aku sudah lama berada di kamar ini sayang?" tanya Kesya merasa tidak tega dengan Andika yang tampak kegerahan di kamar tersebut.


" Aku sudah lama di sini, tapi gak tega membangunkan kamu." ucap Andika.


" Maafkan aku karena aku memesan kamar standar begini. Kau pasti tersiksa kan?" tanya Kesya merasa tidak enak kepada Andika.


Kesya mendekati Andika dan menarik tangan suaminya agar memeluknya.


" Aku tidak apa-apa. Tidak masalah kita di kamar ini. Aku yakin kamu pasti punya alasan untuk memesan kamar ini!" Kesya merasa senang mendengar apa yang di katakan oleh Andika kepadanya.


" Aku sebenarnya hanya ingin mengecek saja kualitas kamar standar seperti apa. Bukankah banyak rakyat biasa yang menggunakan kamar type ini? Mungkin dengan kita pernah tinggal di dalamnya kita bisa meningkatkan layanan kualitasnya agar tidak terlalu membuat tidak nyaman para pelanggan," ucap Kesya menjelaskan kepada suaminya alasan dia memilih untuk tinggal di kamar tersebut.


" Bagaimana menurutmu setelah kau tinggal di kamar ini?" tanya Kesya sambil menatap sang suami.


" Yah lumayan sesuai dengan harga. Kau tahu kan sayang, ada harga ada rupa. Aku rasa untuk harga kamar standar kualitas seperti ini sudah layak dan sesuai dengan apa yang mereka bayarkan terhadap hotel." Ucap Andika sambil mencium bibir sang istri dengan lembut.


" Oh ya sayang. Bagaimana dengan urusanmu? Apakah sudah selesai?"


" Semuanya sudah selesai. Makanya aku bisa kembali ke kamar dan menemuimu. Baiklah sayang. Ayo kita jemput Amanda. Takutnya kalau terlalu lama malah akan menjadi masalah untuk mereka berdua!" ucap Andika sambil bangkit dari tempat tidur dan bersiap untuk pergi ke kediaman Manda untuk menjemput Amanda dan juga ayahnya yang sedang menemani putrinya bertemu dengan ibu kandungnya.


" Baiklah sayang. Kau tunggulah sebentar. Karena Papa akan mandi dulu." ucap Andika sambil pergi ke arah kamar mandi.


Ketika Andika berada di kamar mandi tampak air kran yang macet dan tidak mau keluar.


" Sayang! Apakah aku bisa menghubungi petugas Hotel? Airnya tidak mau keluar!" teriak Andika di dalam kamarnya.


Kesya yang sebetulnya masih malas dan tidak berniat untuk bangun pun, akhirnya dengan terpaksa dia pergi keluar kamar dan mencari petugas hotel untuk bisa menyelesaikan masalah di kamar itu.


Setelah petugas Hotel membereskan semua permasalahan di kamar itu. Andika langsung mencari manajer yang dipercayakan olehnya untuk mengelola hotel tersebut.


" Bisa-bisanya masalah seperti ini terjadi di hotel Abimana grup! Apa saja sebetulnya yang dilakukan oleh bagian perawatan hotel. Benar-benar mengecewakan sekali!" sungut Andika merasa kesal.


" Sabarlah sayang. Semua hal masih bisa dibicarakan dan semua hal bisa dirapatkan. Kita bisa mengevaluasi kinerja hotel dengan melakukan inspeksi mendadak seperti ini. Jangan gunakan emosi seperti itu yang sayang. Emosi gak akan menghasilkan apapun malah berdampak buruk untuk Hotel kita ke depannya!" ucap Kesya sambil mengelus punggung tangan sang suami yang sedang kesal.


" Sayang apa kau bisa menjemput Amanda dan Papa dulu? Karena aku harus membereskan masalah di hotel ini dulu, sayang. Bagaimanapun juga hal ini tidak bisa dibiarkan berlama-lama karena pasti akan merusak citra dari hotel milik kita ke depannya." ucap Andika meminta pengertian kepada Kesya agar bisa menjemput Amanda dan ayahnya, hanya sendiri tanpa dirinya yang akan menemani seperti rencana semula.


" Tidak apa-apa sayang. Aku bisa ngerti kok. Tenang saja. Kau selesaikanlah masalah di hotel ini dan aku akan menjemput Amanda dan papa agar bisa menginap di hotel ini bersama baru besok kita akan kembali ke Dubai!" ucap Kesya sambil tersenyum kepada suaminya yang merasa sangat beruntung karena Kesya Selalu bisa memahaminya.


" Baiklah sayang. Aku akan mengatur rapat dulu dengan para staf hotel ini. Engkau akan kuantarkan sampai lobi hotel agar sopir hotel mengantarkan sampai rumah Manda!" ucap Andika sambil tersenyum kepada istrinya.


" Baiklah sayang. Aku bukan anak kecil lagi. Walaupun aku sudah lama tidak tinggal di Indonesia tapi aku masih hafal jalan-jalan di sini. Aku bisa mencari sopir taksi sendiri di luar!" akan tetapi Andika tidak mengizinkan istrinya untuk pergi naik taksi karena dia benar-benar merasa khawatir dengan sang istri kalau pergi tanpa pengawasannya.


Akhirnya demi sang suami agar bisa tenang melaksanakan tugasnya dengan baik, akhirnya Kesya menuruti apapun yang di katakan oleh Suaminya.


Setelah istrinya pergi meninggalkan hotel, Andika pun kemudian langsung masuk ke ruang rapat yang sudah dipersiapkan oleh management hotel yang dia tunjuk.


" Baiklah saya akan langsung memberikan evaluasi untuk kualitas kamar standar. Setelah saya sendiri dan istriku mengalami apa yang terjadi di dalam kamar type itu. Saya sudah mengecek satu persatu kualitas dari kamar tersebut. Hasilnya sungguh sangat mengecewakan. Berbagai permasalahan di dalamnya sangat sulit untuk bisa diterima secara logika. Katakan padaku, apa yang bisa kalian jelaskan kenapa sampai terjadi hal-hal tersebut?" tanya Andika sambil menatap satu persatu peserta rapat mendadak itu.


Aementara itu Kesya yang sedang menjemput Amanda dan juga Farhan di kediaman Manda yang letaknya tidak terlalu jauh dari hotel tempat mereka tinggal sekarang. Kesya sudah berada di hadapan kediaman Manda yang sederhana.


" Aku heran, perasaan dulu kami pernah memberikan sebuah apartemen cantik dan bagus untuk Manda. Kenapa bisa-bisanya dia tinggal di tempat yang begitu kecil seperti ini?" tanya Kesya kepada dirinya sendiri.


Kesya benar-benar heran dengan kehidupan Manda saat ini. Karena semua yang dulu pernah diberikannya kepada Manda seperti menghilang tanpa bekas.


Dulu ketika Manda tidak menyerahkan Amanda kepada keluarga bagaimana grup Keisha pernah memberikan apartemen tabungan serta beberapa properti untuk menunjang kehidupan aman dah sehari-hari tetapi sekarang yang dilihat oleh Kesya hanya ada sebuah rumah sederhana yang bisa dikatakan jauh dari kata layak sesuai dengan pemikirannya.


Kualitas hidup Manda pun tidak terlalu bagus kalau berdasarkan pengamatan Kesya selama setengah hari dia berada di dalam rumah miliknya.


" Sepertinya aku perlu berdiskusi dengan papa Farhan untuk menghadapi masalah Manda. aku tidak bisa membiarkan Amanda pusing karena memikirkan tentang nasib ibunya yang hidup di bawah standar kelayakan!" Kesya pun kemudian langsung membunyikan bel. Dan disambut oleh Amanda yang sudah bersiap untuk meninggalkan rumah itu.


Kesya terkejut ketika melihat Amanda yang seperti habis menangis.


" Ada apa dengan Amanda Pah?" tanya Kesya berbisik kepada Farhan yang hanya bisa menggelengkan kepala.


" Kamu kenapa Amanda? Kenapa matamu bengkak? Apakah kau menangis?" tanya Kesya merasa khawatir dengan Amanda yang seperti tidak bahagia berada di rumah itu.


" Bawalah kami keluar dari rumah ini dan kembali ke hotel milik kita!" Ucap Farhan memberikan perintah kepada menantunya yang masih bingung dengan apa yang sedang terjadi di rumah itu.


Kesya menatap Amanda dengan lekat satu persatu orang-orang yang ada di ruangan itu dia tetap dengan mata penuh penyelidikan.


" Ayolah mah kita pulang Amanda sudah tidak tahan untuk ada di sini lagi!" WhatsApp Amanda yang langsung masuk ke dalam mobil yang tadi dibawa oleh Keisha bersama sopir dari hotel.


" Ada apa sebenarnya ini Manda? Kenapa Amanda seperti habis menangis? Apakah ada sesuatu yang tidak kuketahui di sini?" tanya Keisha benar-benar merasa Penasaran melihat keadaan putrinya yang seperti tidak bahagia setelah bertemu dengan keluarga ibunya yang selama beberapa tahun tinggal di Dubai sangat dia rindukan setiap hari bahkan menjadi semacam mood booster ketika ayahnya menjanjikan akan memberikan tingkat pesawat untuk bisa bertemu dengan ibunya.


" Tidak apa-apa. Amanda hanya merindukan adiknya dan dia sepertinya keberatan untuk meninggalkan adiknya di sini!" ucap Manda menjelaskan semuanya kepada Kesya yang tidak mempercayai apapun yang dikatakannya.


" Sudah lag Mah! Ayo kita pulang kasihan papa kalau harus menunggu kita!" ucap Amanda sambil menarik tangan Kesya untuk segera meninggalkan kediaman ibunya yang selama beberapa tahun kemarin sangat dia rindukan tetapi sekarang rasanya Dia benar-benar tidak tahan untuk berada di rumah itu walaupun sejenak.


Pasalnya suami Manda yang pulang dari luar kota langsung menunjukkan perasaan ketidaksenangannya ketika dia melihat Amanda berada di rumah itu. Dia sama sekali tidak memandang Farhan yang saat ini sedang berkunjung juga di sana.


" Maafkan Mamah Amanda karena tidak bisa menemanimu untuk berjalan-jalan di Jakarta!" ucap Manda ketika mereka hendak berpisah sebelum berpamitan kepada Amanda untuk yang terakhir kalinya.


Setelah pertemuan kali ini. Entah kapan lagi mereka bisa bertemu karena setelah kelulusan sekolahnya. Amanda akan segera berangkat ke Perancis dan kuliah di sana.


Dengan perasaan haru Amanda langsung meninggalkan kediaman ibu kandungnya dan pergi bersama Amanda dan Farhan.


" Sabarlah Amanda ada kami yang selalu bersamamu!" ucap Farhan memberikan semangat kepada Amanda setelah mereka meninggalkan kediaman Manda.