
Begitu sampai di Jakarta, Andika mengajak jalan-jalan Adrian dan melakukan apapun yang Adrian inginkan selama dia merasa bahagia.
"Pah! Bagaimana kalau kita setelah ini main ke rumahnya Nenek? Pasti Nenek akan senang!" ucap Adrian penuh dengan kebahagiaan.
"Ya sudah, ayo kalau kamu mau ke rumah nenekmu. Waktu kita juga sempit. Papa harus segera kembali ke Dubai, Sayang! Banyak pekerjaan yang harus tertunda karena menjemputmu!" ucap Kesya berusaha menjelaskan kepada Adrian.
"Iya kita cuma berkunjung saja. Setelah itu kita kembali ke Dubai!" ucap Adrian dengan sumringah. kecil itu betul-betul sangat bahagia karena segala keinginannya dituruti oleh kedua orang tuanya saat ini.
Setelah melakukan perjalanan sekitar setengah jam. Sampailah mereka di rumah Neneknya dan neneknya sangat merasa terkejut dengan kehadiran mereka bertiga tanpa pemberitahuan sampai sekali.
"Assalamualaikum, Nenek!" ucap Adrian memberikan kejutan kepada neneknya.
"Waalaikumsalam, ya Allah! Cucu Nenek!" ibunya Kesya tampak saat bahagia melihat cucu dan anak mantunya kini berdiri di depan pintu rumahnya.
"Kenapa kalian mau datang kesini tidak bilang-bilang dulu? Kalau tidak, nenek akan mempersiapkan makanan enak untuk kalian!" ucap ibunya Kesya sangat senang melihat kehadiran cucunya.
"Nek, kenapa nenek tidak mau ikut bersama kami saja di Dubai? Jadi kan kalau rindu tidak sejauh ini!" ucap Adrian di pangkuan neneknya.
"Tidak sayang, nenek tidak mau. Nenek ini sudah tua, nenek tidak mau meninggal di negeri orang. Nenek ingin dikuburkan di samping kuburan kakekmu!" ucap neneknya Adrian dengan mata berkaca-kaca.
"Tapi Adrian jadinya kesusahan kalau rindu dengan nenek?" ucap Adrian manja.
"Kita bisa teleponan sayang! video call banyak cara sekarang untuk melepaskan Kerinduan kita?" ucap neneknya.
"Bagaimana keadaan Mama sehat-sehat saja kan?" tanya Andika sambil menyalami Ibu mertuanya yang kini sudah semakin tua saja.
"Alhamdulillah! Mama sehat, semuanya sehat!Terima kasih karena kalian sudah perduli dan memberikan semua fasilitas dan mama tidak kesepian di sini, dengan dua orang pembantu yang bekerja di sini menemani mama!" ucap ibunya Kesya sambil tersenyum.
"Syukurlah kalau Mama sehat dan tidak kesepian. Kami merasa sangat senang sekali!" ucap Kesya.
Mereka akhirnya Pergi ke makam ayahnya Kesya dan berziarah di sana. Setelah selesai memberikan doa kepada ayahnya. Mereka pun berpamitan untuk segera terbang ke Dubai. Karena pekerjaan Andika banyak yang terbengkalai karena telah selama 7 hari di Indonesia.
Adrian sangat bahagia sekali, karena kini mereka dalam perjalanan menuju rumah mereka di Dubai. Dan akan bertemu dengan kakek dan neneknya yang lain serta Kakak dan adiknya.
"Mah nanti Adrian ingin sekolah bersama dengan Kak Amanda. Biar nanti kami bisa berangkat bersama-sama!" ucap Adrian.
"Tidak bisa sayang! Kelas kalian kan berbeda kakakmu sekarang sudah mau SMA sementara kamu kan masih kelas lima SD!" ucap Kesya. Adrian cemberut.
"Perbanyaklah belajar. Belajar di manapun sama saja Adrian. Gak usah cemberut begitu!" Andika mencoba untuk menasehati anaknya yang tampak sedih.
"Istirahatlah Adrian! Kamu seharian ini banyak sekali aktivitasnya apa tidak merasa lelah?" ucap Kesya sambil mengelus rambut Adrian.
Adrianpun menurut dan akhirnya tidur di kamar yang tersedia di pesawat itu. Andika dan Kesya pun menyusul Adrian karena mereka pun sama-sama lelah.
Setelah mereka sampai di Dubai, pramugari pun membangunkan ketiganya. Untuk segera bersiap-siap menggunakan seatbelt karena Pesawat akan segera mendarat, demi keamanan bersama.
Walaupun dengan ngantuk-ngantuk, mereka pun akhirnya duduk di kursi mereka masing-masing. Dan memasangkan seatbelt kembali karena pesawat siap mendarat.
"Kau bisa bertemu dengan mereka kalau sudah sampai di rumah. Tenanglah!" ucap Andika. Adrian hanya tersenyum.
Setelah sampai di bandara, pesawat pun akhirnya mendarat. Dan sebuah mobil sudah menunggu mereka bertiga dan mengantarkan mereka ke kediaman keluarga mereka.
Begitu sampai di kediaman Mereka pun langsung beristirahat. Sangking lelahnya begitu panjang perjalanan yang telah mereka lalui dari Jawa timur hingga ke Dubai.
Rencananya baru besok mereka akan mengunjungi kediaman utama. Dan menemui kakek neneknya Adrian di sana.
"Adrian mandilah! Setelah itu turunlah untuk makan malam oke?" ucap Kesya.
"Mah Adrian mau langsung tidur saja, karena masih mengantuk!" ucap Adrian.
"Mama tidak mau ya, Adrian membantah perintah Mama. Cepat sekarang mandi dan kemudian turun untuk makan malam!" perintah Kesya tanpa mau dibantah.
Akhirnya dengan berat hati Adrian pun mengikuti perintah ibunya. Setelah selesai mandi, Adrian langsung ke bawah dan menemui adiknya yang sangat dirindukan.
Di sana juga sudah hadir kakek dan neneknya serta Amanda. Kakak tirinya Adrian. Adrian langsung berlari memeluk kakek dan nenek yang sudah sangat dia rindukan.
"Assalamualaikum, kakek, nenek Apa kabar kalian semua?" tanya Adrian sambil memeluk keduanya dan mencium tangan keduanya.
"Waalaikumsalam, cucuku! Alhamdulillah kami berdua baik-baik saja. Senang sekali bisa bertemu lagi dengan kamu, Nak!" ucap neneknya sambil mengelus rambut Adrian dengan penuh kasih sayang.
Adrian memang termasuk anak yang beruntung, karena begitu disayangi oleh semua orang yang mengenalnya.
Selain karena hati Adrian yang baik, dan juga tidak pernah mempunyai niat jahat terhadap orang lain. Adrian juga selalu berusaha untuk memiliki empati terhadap orang lain.
Selama di pondok Adrian selalu banyak dipuja oleh para santri putri, yang melihat wajah tampan Adrian yang luar biasa.
"Bagaimana kabarmu Adrian? Apakah kau merindukan kakakmu ini?" tanya Amanda yang kini sudah mulai beranjak remaja.
"Alhamdulillah Adrian baik-baik saja kak. Tentu saja Adrian sangat rindu dengan Kak Amanda!" Mereka pun saling berpelukan melepaskan rindu. setelah sekian lama tidak bertemu.
"Kenapa kau pulang? Bukankah sekolahmu tanggung, tinggal setahun lagi dan kelulusan!" tanya Amanda sambil melirik ke arah Adrian yang kini malah meringis menatapnya.
"Adrian merasa cemburu karena Om Ilhamnya sudah menikah. Dan lebih memperdulikan istrinya daripada dirinya!" ucap Kesya sambil tersenyum dan melirik Adrian.
"Adrian hanya kehilangan saja. Maklumlah kan 5 tahun lebih Adrian hanya tinggal bersama Om Ilham. Om Ilham selalu baik padaku tapi setelah Om Ilham punya istri Jadi tidak ingat lagi padaku!" ucap Adrian sedih.
"Kan dulu kamu yang menjodohkan mereka berdua. Kenapa sekarang malah kamu yang cemburu!" ledek Andika terhadap putranya.
"Kalau Adrian akan tahu, setelah menikah Om Ilham jadi tidak peduli padaku. Maka dulu aku tidak akan pernah menjodohkan Om Ilham dengan Ustadzah Qonita!" sengit Adrian.
"Ya sudah enggak usah membicarakan lagi Om Ilhammu. Biarkan Om Ilhammu sekarang hidupnya bahagia bersama istri dan anaknya. Sekarang Adrian kan sudah kembali ke keluarganya Adrian. Mulailah hidup baru. Jadilah anak yang mandiri Jangan manja terus!" ucap Kesya sambil mencubit hidung Adrian. Sehingga Adrian meringis kesakitan.