
Dengan penuh keyakinan dan kemantapan hati. Ayana melangkahkan kakinya dengan ringan, menuju kediaman Firman untuk bertemu dengan Laila.
"Aku pasti bisa meyakinkan dia dan membuat Dia merasakan ragu tentang cinta Firman akan ku buat dia meninggalkan Firman dengan sukarela!" ucap Ayana dengan senyum liciknya yang membuat wajah cantiknya menjadi menakutkan.
Laila yang saat itu sedang berjemur bersama dengan Yuke di teras rumah miliknya. Laila seketika mengerutkan keningnya ketika melihat Ayana yang tiba-tiba sudah ada di hadapannya.
'Mau apalagi Ayana datang ke sini? Apakah belum cukup, kemarin dia hampir saja membuat keributan antara aku dan mas Firman? Aku penasaran Sebenarnya apa yang direncanakan baiklah kita lihat Apa yang kau inginkan dariku!' batin Laila penuh tanda tanya tentang niat Ayana yang selalu berusaha untuk mendekatinya.
"Halo Laila! Apa kabar? Senangnya pagi-pagi sudah berjemur dengan si cantik!" ucap Ayana dengan senyum sumringahnya. Sambil memeberikan pelukan dan ciuman kepada Laila dan juga Yuke, anak Firman dan Laila.
"Kabarku baik! Bagaimana denganmu? Oh iya, kenapa kau kemarin meninggalkan rumahku begitu saja tanpa berpamitan padaku? Aku sampai terkejut ketika melihatmu tidak ada lagi di sini, padahal jue yang kita bikin belum selesai!" ucap Laila berusaha sangat keras untuk tetap ramah dan juga menyapa Ayana dengan baik.
'Ketika menghadapi wanita licik seperti ular berbisa, kita pun bolehlah untuk lebih licik dari dia. Karena hanya kelicikan yang bisa melawan ular berbisa semacam dia yang akan menyemburkan racunnya kemana-mana dan mengakibatkan perselisihan antara aku dan mas Firman!' bathin Laila sambil melirik sekilas kepada Ayana yang tampak asik bermain dengan putrinya.
"Kau tidak berangkat ke kantor Ayana? Bukankah ini jam kantor?" tanya Laila dengan matanya terus menatap interaksi antara Ayana dan Yuke. Laila terus waspada terhadap Ayana, jangan sampai dia berusaha melakukan hal yang buruk terhadap putrinya.
"Aku tadi mau berangkat ke kantor, tetapi ketika melintas di depan rumahmu, tiba-tiba aku ingat dengan Yuke. Aku merindukannya, karena itu aku sengaja Mampir ke rumahmu!" ucap Ayana sambil mencium Yuke yang begitu cantik dan juga menggemaskan.
'Kalau dulu aku tidak menggugurkan janin itu mungkin anakku juga akan secantik dia dan sekarang mungkin dia sudah besar!' bathin Ayana dengan mata yang berkaca-kaca. Ketika dia mengingat masa lalunya yang begitu kelam dan penuh penderitaan yang disebabkan oleh kecerobohan Firman.
Laila mengerutkan keningnya ketika melihat ayahnya yang kini mulai meneteskan air mata ketika dia mencium pipi Yuke, putrinya.
'Kenapa tiba-tiba Ayana menangis begitu? Apakah dia mengingat sesuatu?' batin Laila ketika melihat Ayana bahkan kini memeluk Yuke dengan erat dengan air mata yang terus menetes di kelopak matanya yang cantik.
Yuke menangis karena dia merasa terganggu dirinya dipeluk dan dicium oleh orang asing sehingga membuat Laila langsung mengambil Yuke dari tangan Ayana yang kini terisak semakin dalam.
"Maaf ya Ayana, tampaknya Yuke tidak senang dipeluk dan dicium olehmu. Mungkin karena dia belum terbiasa denganmu. Kamu jangan tersinggung ya?" ucap Laila memohon maaf kepada Ayana, karena Yuke yang kini menangis histeris gara-gara dipeluk oleh Ayana dengan erat.
"Tidak apa-apa! Aku bisa paham kok. Pasti karena dia merasa asing denganku. Mungkin dia ketakutan padaku. Tolong kau maafkan aku ya? Karena pagi-pagi sudah merusak harimu dengan kelakuan melankolisku! Aku sekarang akan pergi ke kantor. Dan tolong kau maafkan aku, karena sudah membuat Yuke jadi menangis seperti ini!' ucap Ayana kemudian dia berpamitan kepada Laila untuk segera berangkat ke kantornya.
"Kenapa kau menangis ketika memeluk dan mencium Yuke? Apakah kau mengingat sesuatu yang menyakitkan hatimu?" tanya Laila merasa penasaran tentang Ayana yang tiba-tiba saja menangis.
Laila menutup mulutnya, karena dia sangat terkejut ketika mendengarkan pengakuan Ayana. Bahwa dia pernah menggugurkan janin yang dia kandung.
"Ya Tuhan! Jangan-jangan janin itu adalah milik mas Firman?" ucap Laila terkejut.
"Pasti dulu Ayana telah menjalani kehidupan yang begitu berat. Hanya karena kesalahan satu malam, yang telah membuat hidupnya kini hancur berantakan dan tidak pernah merasakan kebahagiaan!" tiba-tiba Laila merasa kasihan kepada Ayana yang telah melewati hidupnya dengan begitu berat. Karena kesalahan satu malamnya bersama Firman suaminya.
"Kalau aku yang melewati hal seperti itu, entah akan mampu melewatinya atau tidak. Ayana adalah gadis yang hebat dan dia Tegar melewati semuanya. Rasanya aku tidak pantas untuk membenci dia!" ucap Laila menyatakan keprihatinannya atas nasib Ayana yang begitu tragis.
"Nanti aku harus memberitahukan Mas Firman kalau ternyata Ayana pernah menggugurkan janinnya. Mungkin mas Firman tidak tahu tentang hal ini!" ucap Laila, kemudian dia membawa Yuke ke dalam rumah. Karena matahari yang terasa semakin panas karena sudah naik tinggi, sudah tidak baik untuk bayinya berjemur di teras rumahnya lagi.
Setelah menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai seorang ibu dan juga seorang istri. Laila kemudian menyiapkan makan siang untuk dibawa ke kantor suaminya.
"Aku akan membawa Yuke, biar nanti kami bisa jalan-jalan sebentar sambil menunggu waktu makan siang!" jawab Laila sambil kemudian dia menyiapkan makan siang untuk suaminya. Laila berangkat dengan diantarkan oleh sopir yang disediakan oleh Firman untuk kegiatan dan mobilitas Laila keluar rumah.
"Kita mau ke mana dulu nyonya?" tanya Sopir itu kepada Laila.
"Jam makan siang masih lama. Kita akan pergi ke mall terdekat dulu. Mall yang dekat dengan kantornya Tuan!" ucap Laila pelan, ketika dia memberikan instruksi kepada sopir pribadinya, yang usianya sebaya dengan ayahnya Laila di kampung halamannya.
"Baik, Nyonya!" supirnya Laila kemudian mengerahkan mobil mereka ke mall yang dekat dengan kantor Firman.
Dengan perasaan bahagia, Laila kemudian menggendong Yuke untuk masuk ke dalam mall yang besar dan mewah itu.
Tetapi alangkah terkejutnya Laila, ketika dia keluar dari mobilnya. Dia melihat Firman sedang berbicara dengan Ayana. Tampak Ayana yang saat ini sedang berada di pelukan Firman. Terlihat Firman mengelus lembut rambut Ayana yang tampak sedang terisak.
"Apa yang dilakukan mas Firman di sini bersama dengan ayahnya dan melakukan hal seperti itu?" Laila kemudian mengambil ponselnya dan membuat beberapa video dan juga beberapa foto untuk menjadi bukti Ketika nanti dia bertanya kepada suaminya.
"Aku akan coba untuk menghubungi Mas firman dan bertanya baik-baik tentang apa yang sedang dia lakukan saat ini!" kemudian Laila mencoba untuk menghubungi nomor suaminya terlihat Firman mengangkat ponselnya.
"Iya Sayang ada apa?" tanya Firman dengan suara gugup.