Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
12. Silvia berulah



Setelah acara pernikahan selesai, rombongan mempelalai pria kembali ke kediaman masing-masing. Begitu pula keluarga Ilham, Abah dan Umi tidak kembali ke Jawa timur, tetapi kembali bersama Ilham ke Tanggerang.


Pernikahan Ilham dan Kesya sebentar lagi, hanya tinggal menghitung hari, walaupun semua persiapan sudah Fix 100% tetapi rasanya semua masih harus di cek ulang, jangan sampai ada kesalahan.


Kaki Kesya yang kram langsung dapat penanganan dari tukang pijit yang kebetulan salah satu dari tamu Kiai Hamid, Kesya dan Ilham mengganti pakaian mereka dengan pakaian Zahra dan Rasyid.


Kesya semobil dengan Ilham, Ilham kekeuh minta Kesya semobil dengannya. Abah dan Uminya jadi kehabisan kata-kata melihat Ilham yang berulah lagi. Pernikahan mereka tinggal satu Minggu lagi, tapi mereka tampaknya semakin lengket saja, sangat sulit untuk di lepaskan. Akhirnya Abah dan Umi menyerah dengan kemauan anaknya.


" Ingat, jangan macam-macam Ilham " Umi mengingatkan Ilham kembali. Walaupun dia percaya pada putranya, tapi kalau pasangan hanya berdua saja, biasanya yang ketiganya pasti adalah setan.


" Iya Umi, jangan takut. Ilham pasti jagain Kesya, gak macam-macam juga, janji deh" Ilham menatap wajah Kesya dengan penuh kasih sayang dan cinta. Apalagi Ilham sudah melihat sendiri wajah Kesya yang tanpa cadar. Sungguh mengalahkan bidadari rasanya.


Mereka kembali ke Tanggerang dengan perasaan yang sangat bahagia. Senyum di bibir Ilham terus berkembang. Kesya yang memang sudah lelah. lebih memilih untuk tidur saja. Ilham menyetir dengan pelan, karena kwatir kalau cepat sampai, nanti malah cepat berpisah dengan calon istrinya tercinta.


Saat masuk ke area jalan tol yang sudah memasuki area Jakarta, Ilham merasakan ada yang tidak beres dengan mobilnya, walaupun dia menyetir dengan kecepatan standar, tetapi saat sampai ke tikungan tajam, mobilnya sulit untuk dikendalikan, dan akhirnya menabrak pagar pembatas, Untung saja mobil Abah dan Uminya tepat di belakang mobil Ilham, melihat kecelakaan tersebut mereka langsung menolong sepasang calon pengantin tersebut.


Ilham masih setengah sadar waktu dirasakan badannya ada yang menarik keluar, dia juga melihat kalau Kesya ada yang menarik keluar juga dari mobilnya, Ilham pikir itu adalah team penyelamat, sehingga dia hanya diam saja ketika melihat Kesya di bawa keluar dari mobilnya. Tak lama setelah Ilham dan Kesya keluar dari mobil, mobil Ilham langsung meluncur ke dalam jurang dan Ilham jatuh pingsan.


Abah dan Umi datang ketika mobil Ilham jatuh terjun bebas ke jurang. Mereka sangat panik sekali, Umi dan Abah langsung mencari kebenaran Ilham dan Kesya. Tetapi di sana hanya ada Ilham, kemana Kesya?


Mereka memanggil ambulans dan segera membawa Ilham ke rumah sakit, Ilham pingsan jadi tidak bisa ditanyai tentang keberadaan Kesya. Polisi setempat menyisir daerah setempat dan mencari keberadaan Kesya. Mobil Ilham yang di jurang juga sudah di amankan, dan ternyata di dalam mobil itu terdapat satu jenazah perempuan, menggunakan pakaian yang Kesya gunakan namun wajahnya rusak, sehingga polisi mengalami kesulitan untuk identifikasi jenazah tersebut.


Mamah Kesya yang mendengar kabar kecelakaan tersebut segera mendatangi rumah sakit dimana Ilham di rawat. Mereka belum mengabarkan kejadian itu pada Rasyid, mereka memutuskan untuk menunda dulu, karena mereka baru saja melangsungkan pernikahan, jangan sampai nanti mengganggu perasaan pengantin baru tersebut.


" Assalamualaikum Kiai, mohon maaf, Ilham dan Kesya mengalami kecelakaan sekarang Ilham di rawat di rumah sakit, dia masih pingsan, tetapi kami tidak bisa menemukan Kesya, polisi menemukan satu jenazah di mobil Ilham, yang diperkirakan adalah Kesya, tetapi kami mengalami kesulitan untuk identifikasi karena wajahnya hancur, jadi kami tidak bisa memutuskan apakah itu Kesya atau bukan." Kiai Maulana mengabarkan berita kecelakaan itu pada sahabatnya yang sekaligus mertua dari Rasyid.


Mamah Kesya masih menangis di Pelukan Umi dan belum bisa diajak kerja sama untuk identifikasi jenazah Kesya. Beliau masih sangat syock, tidak percaya kejadian buruk itu menimpa putrinya yang terkasih. Pernikahan mereka tinggal menghitung hari, tetapi sekarang calon mempelalai pengantin malah mengalami kemalangan yang sangat serius.


Ilham sekarang masuk ke ruang operasi, ada pendarahan di otaknya, dan sangat riskan untuk keselamatan nyawanya, jadi operasi tidak bisa dihindari. Beberapa tulang Ilham juga ada yang patah, jadi bisa dikatakan bahwa Ilham saat ini sedang berjuang dengan maut.


" Sayang, ayo kita ke musholla, dan berdoa di sana, agar mereka mendapatkan pertolongan dari Allah dan dihindarkan dari segala mata bahaya" Uminya Ilham mengajak mamahnya Kesya yang masih lemas sekali. Mendengar polisi menemukan satu jenazah di mobil Ilham, sungguh membuat mamahnya Kesya sangat terpukul.


" Umi, saya sungguh tidak percaya kalau Kesya sudah meninggal " tangisnya pecah kembali. Polisi datang untuk meminta keterangan keluarga, butuh juga untuk identifikasi tetapi keadaan mamahnya Kesya sungguh sangat lemah. Kiai maulan tidak bisa memutuskan apakah itu calon menantu nya atau bukan, selama ini Kesya selalu bercadar, beliau tidak pernah melihat wajah Kesya.


" Pak polisi, tunggulah calon besan saya kembali dari Mushola, semoga keadaan beliau menjadi lebih baik dan bisa segera membantu identifikasi " akhirnya Kiai Maulana memutuskan seperti itu. Kasihan juga petugas polisi kalau harus menunggu dengan ketidakpastian.


" Baiklah Pak Kiai, kami akan menunggu, tolong kabari kami apabila beliau telah siap. kasihan jenazah tersebut kalau tidak segera di identifikasi" petugas memberikan kartu namanya kemudian berpamitan kepada Kiai Maulana.


Beliau berusaha tegar, bagaimana pun Ilham adalah putranya satu-satunya, penerus keluarga. Hati ayah mana yang tidak kalut melihat anaknya sampai sekarang masih belum sadarkan diri dan masih berjuang di meja operasi. Nyawanya sungguh di ujung tanduk.


Memikirkan nasib Kesya hatinya jauh lebih sakit, kalau benar jenazah itu adalah Kesya, apa yang akan terjadi pada putranya nya itu? Dia pasti sangat syock dengan berita itu, karena dirinya tahu Ilham sangat mencintai Kesya.


Setelah 12 jam di meja operasi akhirnya pintu operasi terbuka, pimpinan team operasi langsung menemui Kiai Maulana dan melaporkan keadaan putranya.


" Alhamdulillah operasi berjalan dengan lancar, pendarahan juga sudah berhasil kami hentikan. Hanya saja keadaan beliau masih harus kami observasi, sementara ini, beliau kami tidurkan selama tiga hari ke depan, sambil kami pantau terus perkembangannya, kita sama-sama berdoa agar beliau baik-baik saja, dan tidak mengalami kematian otak" Kiai Maulana sungguh syock mendengarkan laporan itu, Umi dan mamahnya Kesya apalagi, Umi sampai pingsan dan mendapatkan perawatan juga.


Keesokan harinya rombongan Kiai Hamid datang juga ke rumah sakit, akhirnya Rasyid dan Zahra yang ke kantor polisi dan mengidentifikasi jenazah yang ditemukan.