
Mark terlihat kesal sekali ketika dia melihat laporan yang diberikan oleh anak buahnya tentang Elena yang sedang bertemu dengan seorang pengusaha yang merupakan teman dari Mark sendiri.
" Aku tidak mengira kalau ternyata dia berani bermain di belakangku. Pantas saja dia langsung menerima keinginanku untuk mengirim Elena ke Perancis, jadi dia sendiri mempunyai agenda tersendiri rupanya? Hanya saja, sejak kapan Diego memiliki hubungan sedekat ini dengan Elena?" tanya Mark mulai merasa pening kepalanya.
Itulah sifat dasar dan keegoisan seorang laki-laki. Padahal dirinya sendiri berselingkuh dan memiliki istri lain di luar rumah. Tetapi dia sangat marah ketika melihat Elena yang saat ini sedang makan malam bersama Diego di Prancis.
Diego adalah seorang CEO yang sekarang menggunakan jasa Elena sebagai brand Ambassador untuk mengiklankan produk-produknya.
Perusahaan Diego yang bergerak di bidang perhiasan mahal. Dia membutuhkan Elena sebagai foto modelnya untuk dapat membantu mempromosikan produk-produk terbarunya yang mentargetkan wanita kalangan menengah atas sebagai segmen pasarnya.
" Terima kasih Elena. Berkat kerja kerasmu produk-ku sekarang sudah menempati rangking penjualan nomor satu! Memang tidak salah kalau aku mendatangkanmu ke Perancis untuk menjadi brand Ambassador produkku!" ucap Diego sambil mencium telapak tangan Elena sebagai ucapan terima kasihnya.
Bagi orang-orang boleh mencium telapak tangan seperti itu adalah hal lumrah dan tidak harus selalu memiliki hubungan spesial di antara keduanya.
Akan tetapi Mark yang saat ini sedang live memperhatikan semua adegan yang ada di restoran itu. Saat ini darahnya sangat mendidih dan bersiap untuk terbang ke Prancis mengejar Elena yang menurut dia sedang dalam bahaya.
Mark sangat mengenal reputasi seorang Diego sebagai seorang Casanova kelas kakap yang selalu memanfaatkan para modelnya untuk kepentingan ranjangnya.
Mark langsung mematikan ponselnya ketika dia melihat Manda yang mulai terbangun dari tidurnya dan mendatanginya dengan wajah khas bangun tidur.
" Apakah sudah datang pesanan makanannya sayang? Oh aku lapar sekali!" ucap Manda sambil bergelayut manja di dada Mark yang masih polos saja.
Mark yang saat ini hatinya sedang panas karena dibakar api cemburu. Setelah tadi dia melihat Elena yang bersama dengan Diego di restoran mewah yang ada di Prancis. Dia langsung bangkit dari tempat duduknya dan pergi ke kamar mandi bersiap untuk meninggalkan apartemen Manda.
Manda yang kebingungan melihat sikap Mark yang tiba-tiba dingin kepadanya. Akhirnya hanya bisa pasrah dan pergi ke meja makan. Manda mempersiapkan makanan yang sudah datang, yang tadi diantarkan oleh kurir langganan Mark ketika dia menginap di apartemen itu.
Setelah menyiapkan semua makanan di atas meja. Manda pun kemudian membereskan sayuran dan daging-daging yang tadi hendak Dia masak tetapi tidak jadi, gara-gara perbuatan Mark yang usil dan terus saja mengganggunya memasak.
" Kenapa dia lama sekali mandinya? Padahal aku sudah sangat lapar!" ucap Manda dengan pelan sambil terus melihat ke arah pintu kamar menunggu kedatangan Mark.
Karena sudah tidak sabar menunggu Mark yang terlalu lama di kamar mandi, Manda pun kemudian masuk ke dalam kamarnya dan mencari keberadaan Mark.
" Sayang! Apa kau masih lama mandinya? Aku benar-benar sangat lapar!" teriak Manda di depan pintu kamar mandi.
" Kenapa lama sekali di kamar mandinya sayang? Kau ngapain aja sih?" tanya Manda cemberut setelah Mark keluar dari kamar mandi hanya dengan handuknya saja.
Mark tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh Manda. Karena saat ini otaknya sedang tidak ada di sana. Mark sedang memikirkan tentang Elena yang berada dalam bahaya berada bersama dengan Diego.
" Kamu kenapa sih sayang? Dari tadi aneh banget ih! Kok diajak bicara dari tadi kamu nggak ngomong loh. Kamu nggak ngerespon apa-apa omongan aku! Apa ada masalah kah dengan kamu?" tanya Manda mulai kesal karena sejak tadi sangat sulit untuk bicara dengan Mark yang sepertinya tidak fokus terhadap dirinya.
Melihat Manda yang mulai jengkel dan marah, sekilas Mark kemudian menatap wajah Manda, yang dari kemari selalu dia rindukan.
" Maafkan aku sayang. Aku harus segera berangkat ke luar negeri sekarang juga. Ada masalah besar tentang perusahaanku. Nanti aku akan menghubungimu lagi ya? Kamu hati-hati di rumah. Kalau kau mau jalan-jalan gunakanlah Card yang aku tinggalkan di atas meja. Kalau kau ingin menengok anakmu di Indonesia atau Prancis, silahkan saja kau lakukan karena aku saat ini ada keperluan yang sangat penting di luar negeri!" ucap Mark berpesan kepada Manda dan dia sudah bersiap untuk keluar dari apartemen.
" Makanlah dulu, dari kemaren kamu belum makan sayang! Aku juga ga mau makan sendiri!" ucap Manda mulai merajuk kepada Mark yang sedang menggunakan sepatunya dan bersiap untuk keluar dari apartemen.
Setelah selesai menggunakan sepatunya, Mark langsung mengulurkan kedua tangannya untuk memeluk Manda dan mencium keningnya dengan lembut.
" Maafkan aku sayang, tetapi aku harus segera pergi sekarang. Kau jaga dirimu baik-baik ya selama aku ga ada di Jerman!" ucap Mark sambil keluar dari apartemen tanpa memperdulikan lagi Manda yang terus memanggilnya.
Yah! Seperti kata pepatah bahwa tidak akan ada pesta yang berakhir. Itulah yang saat ini sedang terjadi kepada Manda dan Mark.
Hati Mark begitu panas terbakar api cemburu ketika dia melihat istrinya yang saat ini sedang makan malam bersama dengan Diego yang selalu berhasil membawa para model nya ke ranjang dia.
Bagaimanapun Mark sangat mengenal sifat Diego yang pernah menjadi Rival bisnisnya dulu. Akan tetapi beberapa tahun belakangan ini mereka telah akur dan menjadi sahabat dan saling menopang satu sama lain.
Jadi Mark saat ini sedang bingung kenapa Diego begitu berani untuk menggoda istrinya. Padahal Diego sangat tahu bahwa Elena adalah miliknya dan menjadi hak patennya untuk selalu bersama dengan Elena.
Dengan amarah yang membuncah di dadanya Mark langsung berangkat ke Prancis dengan menggunakan jet pribadi miliknya malam itu juga. Hati Mark benar-benar sangat kesal dan marah sekali kepada Elina dan Diego yang seperti tidak memandang dirinya.
Sepanjang perjalanan ke Prancis, Mark terus menghubungi Elena dan Diego akan tetapi tidak diangkat juga. Sehingga membuat Mark benar-benar menggila.
Mark kemudian menghubungi anak buahnya yang saat ini sedang mengawasi Elena dan Diego mempertanyakan status mereka berdua saat ini berada di mana.
" Mereka saat ini ada di hotel Tuan?" mendengarkan jawaban itu sontak Mark sangat marah dan memerintahkan kepada pilotnya untuk segera mempercepat perjalanan mereka agar segera sampai ke Prancis malam itu juga.