
Setelah melihat Ayana tidur. Humairoh kemudian meninggalkannya sendiri di sana.
" Aku harus menghubungi Mas Rahmat. Jangan sampai nanti dia merasa marah karena kepergianku yang terlalu lama!" ucap Humairoh. Dia pun kemudian masuk ke dalam kamarnya dan mencari ponsel miliknya.
Humairoh langsung menghubungi Rahmat untuk mengetahui kondisi di Jakarta. Dia benar-benar penasaran dengan keadaan Agus saat ini. Setelah kepergian Ayana yang tanpa pamit kepada suaminya.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, suamiku tercinta!" WhatsApp Humairoh mengucapkan salam kepada Rahmat ketika laki-laki itu mengangkat teleponnya.
" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh! Bagaimana keadaan Ayahnya di sana mah?" tanya Rahmat karena dia benar-benar penasaran dengan keadaan keponakannya yang pernah menjadi majikannya selama bertahun-tahun lamanya.
" Mas sekarang ada di mana?" tanya Humairoh.
" Saat ini Mas sedang ada di rumah sakit. Karena sedang menunggu Agus yang sedang di rawat. Kemarin di bandara dia pingsan!" ucap Rahmat sambil melirik kepada Agus yang saat ini sedang menatapnya.
" Apa kau ingin bicara dengan Agus, sayang?" tanya Rahmat kepada istrinya.
Humairoh terdiam sejenak dia ingat dengan pesan dari Ayana yang memintanya untuk merahasiakan keberadaan dan keadaannya saat ini dari Agus.
" Tidak usah biarkan Agus untuk beristirahat. Aku hanya ingin memberitahukan kepadamu bahwa aku belum menemukan Ayana aku mati butuh waktu untuk mencarinya!" ucap Humairoh setelah mungkin agar suaminya tidak curiga kepada dirinya.
" Baiklah tidak apa-apa. Kau lakukanlah sayang. Karena saya pun di sini sangat sibuk untuk mengurus Agus. Kasihan dia tidak ada yang mau menjenguknya selama dia berada di sini!" ucap Rahmat sambil sekali-kali melirik ke arah Agus.
" Baiklah karena di sini sudah malam aku harus beristirahat Besok aku harus mencari Ayana kembali!" ucap Humairoh berusaha untuk mengeraskan hatinya agar suaminya tidak curiga bahwa dirinya sedang berbohong.
" Baiklah sayang. Kau hati-hatilah. Kalau sudah bertemu dengan Ayana. Pulanglah sayang! Karena aku sudah merindukanmu!" ucap Agus kepada istrinya.
" Baiklah selamat malam!" ucap Humaira.
Agus langsung menutup panggilan teleponnya. Setelah Humairoh berpamitan dan memberikan ciuman jauh untuknya.
" Bagaimana Om? Apakah ada kabar tentang Ayana?" tanya Agus kepada sahabatnya yang sekaligus Om dari istrinya.
" Belum ada Gus! Tadi bibimu menelpon untuk mengabarkan bahwa dia membutuhkan waktu lebih lama di Australia untuk mencari keberadaan Ayana!" ucap Rahmat menyampaikan kembali apa yang tadi dikatakan oleh Humairoh kepadanya.
Walaupun sebenarnya di hati Rahmat merasakan kejanggalan tentang istrinya. Tetapi dia tidak memiliki pilihan apapun selain mempercayai Humairah.
Sementara itu Humairoh yang saat ini sedang terbaring di atas kasurnya tampak dia berpikir dengan sangat keras.
" Aku harus menyembunyikan keberadaan Ayana di Australia. Besok aku akan mengurus identitas baru untuknya agar Agus maupun keluarga Sugandi tidak bisa melacak dia!" ucap Humairoh.
" Ya Allah ampunilah dosaku yang telah berbohong kepada suamiku. Satu buah kebohongan akan menghasilkan kebohongan yang lain. Untuk menutupi kebohongan itu dan semoga hal ini tidak terlalu lama aku lakukan dan tidak terlalu sering. Karena bagaimanapun aku harus melindungi putriku dan juga cucuku!" ucap Humairoh bermonolog dengan dirinya sendiri.
Setelah menemukan solusi untuk masalahnya. Humairoh memutuskan untuk tidur. Karena besok pagi dia harus ekstra keras untuk membuat identitas baru dan juga mengenalkan Ayana ke dalam lingkungan perusahaannya.
Humaira tidak merasa takut dengan ditemukannya Ayana di perusahaan itu. Karena perusahaan itu adalah perusahaan rahasia yang dia dirikan tanpa sepengetahuan keluarga besar Sugandi maupun suaminya.
Keesokan harinya ketika waktu masih pagi Humairoh langsung bangun dan membuatkan sarapan untuk putrinya yang dia sembunyikan dengan identitas keponakan hanya karena dia melahirkan tanpa seorang suami ketika itu.
Setelah selesai membuat sarapan. Humairoh langsung membawa makanan itu ke dalam kamar Ayana. Karena hingga saat ini Ayana belum juga bangun.
" Sayang bangunlah Ayo kita sarapan!" ucap Humairoh sambil membangunkan putri rahasianya.
" Apakah ini sudah pagi Bi?" tanya Ayana sambil menggeliatkan tubuhnya yang terasa kaku.
" Bangun dan salatlah subuh dulu. Setelah itu kita akan sarapan bersama!" ucap Humairoh sambil tersenyum kepada Ayana yang tampak begitu cantik begitu mirip dengannya ketika dia masih muda.
Sebenarnya Rahmat pernah Curiga dengan kemiripan Ayana yang begitu identik dengan Humairoh. Akan tetapi Humairoh bisa menyangkal bahwa dia bukanlah anaknya.
Memang Humairoh telah melakukan begitu banyak kebohongan dalam hidupnya terhadap Rahmat. Akan tetapi Rahmat selama ini selalu memaafkan kesalahan istrinya selama itu tidak fatal.
Rahmat sangat mencintai Humairoh. Terbukti dari dia yang bahkan mau menerima kembali Humairoh setelah menyembunyikan rahasia besar tentang identitasnya yang sesungguhnya yaitu sebagai bagian dari keluarga Sugandi. Keluarga konglomerat yang berada di Indonesia.
" Baiklah!" dengan perasaan malas dan masih mengantuk Ayana pun bangun dari tempat tidur dan pergi untuk mengambil air wudhu.
" Ya ampun Dingin sekali Bi!" keluh Ayana ketika dia sudah dekat dengan Humairoh yang saat ini sedang menatapnya dengan lekat.
" Shalatlah dulu! Setelah itu kita sarapan bersama!" perintah Humairoh kepada Ayana.
Dengan patuh Ayana menurut siapa yang dikatakan oleh Humaira setelah selesai dia pun langsung mendekati Humairoh yang saat ini duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya.
" Bi Bagaimana kalau keberadaanku di Australia bisa tercium oleh keluarga Sugandi?" tanya Ayana sambil menundukkan kepalanya.
" Tenanglah! Bibi akan mengatur semuanya untukmu. Kau cukup bekerja dengan baik di perusahaan itu dan tunjukkanlah bakatmu dan kemampuanmu untuk memimpin perusahaan. Sehingga Bibi tidak kecewa menyerahkan perusahaan itu padamu!" ucap Humairoh sambil menatap kepada Ayana.
" Alhamdulillah semalaman Ayana tidak bisa tidur karena memikirkan ini!" ucap Ayana sambil menikmati sarapan yang dibuat oleh Humairoh.
" Bibi nanti akan membuat kamu identitas baru. Sehingga Keberadaanmu di Australia tidak bisa dilacak oleh siapapun. Tenanglah Ayana Bibi pasti akan membantumu dengan sekuat tenaga bibi. Karena Bibi pun tidak ingin kau mengalami masalah!" ucap Humairoh sambil mengulas senyum kepada Ayana.
" Apa Bibi tahu? Kadang saya berpikir bahwa Bibi lah ibu kandungku. Lihatlah! Mama Tasya bahkan tidak pernah menghubungiku. Padahal aku sudah berada di Australia beberapa hari!" ucap Ayana sambil menatap kepada Humairoh.
Deg
Ucapan Ayana benar-benar mengguncangkan perasaan Humairah saat ini.
" Kau boleh memanggil Bibi Mama kalau kau tidak keberatan! Bibi akan senang sekali Ayana. Kalau kau mau memanggil Bibi dengan sebutan Mama!" ucap Humairoh dengan menatap Ayana.
" Jangan Bi! Nanti Paman Rahmat bisa marah padaku dan juga Mama Tasya pasti akan cemburu kalau aku memanggil Bibi dengan Mama!" ucap Ayana sambil mengulas senyum kepada Humairoh yang langsung menitikkan air matanya yang datang tanpa permisi.
" Tidak apa-apa kau memanggil Bibi Mama saat kita berdua saja Ayana. Kau tidak perlu melakukan itu ketika kita di depan orang banyak. Karena itu pasti akan sangat mengganggumu juga!" ucap Humairoh berusaha untuk menghapus air matanya sekarang, sebelum Ayana bisa melihatnya.
Ayana saat ini sedang menundukkan kepalanya dan fokus dengan makanannya.