Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
38. Pernikahan Silvia



Pov Author


Setelah perjanjian ditandatangani, Ilham menarik tuntutannya. Silvia dibebaskan dan mengadakan pernikahan dengan sepupu Silvia yang memang sejak lama sudah menaruh hati kepada Silvia. Tetapi selalu di tolak karena cintanya untuk Ilham.


Pada hari pernikahan Silvia, Ilham dan Kesya bertemu kembali. Tampak kecanggungan dan rasa rindu di mata Ilham. Tetapi Ilham berusaha menahan segala rindu dendamnya. Kesya hadir bersama Andika dan juga Adrian.


"Assalamualaikum, Ustadz ku!" sapa Kesya ramah tampak dia sangat bahagia. Andika tampaknya sangat mencintai Kesya, terlihat dari betapa posesif nya dia memeluk Kesya.


"Waalaikum salam, Kesya!" jawab Ilham pelan. Suaranya aga bergetar, Ilham sekuat tenaga menahan gejolak rasa dalam hatinya. Untung Uminya datang di saat yang tepat. Ilham merasa tertolong dengan situasi canggung tersebut.


"Assalamualaikum, Bu Nyai. Apa kabarnya?" Kesya memeluk Umi Hasanah dengan penuh haru. Mereka menangis satu sama lain.


"Maafkan Kesya, Umi!" Andika tampaknya tidak suka melihat Kesya yang menangis di pelukan Umi Hasanah. Adrian menarik ujung lengan baju Kesya karena ingin diperhatikannya oleh Mamahnya. Kesya langsung menggendong Adrian dan memperkenalkan kepada Umi Hasanah.


"Adrian sayang, kenalkan Bu Nyainya Mamah saat dahulu mondok!" Kesya mengajarkan Adrian untuk mencium tangan Uminya Ilham. Ilham tampak terharu melihat pemandangan tersebut.


Kesya dan Andika berpamitan karena harus mengucapkan selamat kepada pengantin. Mereka berfoto dalam satu frame bersama Ilham dan Uminya. Andika sebenarnya sangat tidak suka, Kesya berdekatan dengan Ilham. Tapi Andika juga tahu diri, tidak mau merusak acara orang lain.


Andika merasa jengah sekali melihat Kesya yang tampak akrab sekali dengan Uminya Ilham. Perasaan cemburu itu terlalu besar di hatinya. Apalagi dirinya melihat Ilham yang menatap Kesya dengan sendu. Terlihat kalau Ilham masih belum bisa move on dari istrinya.


"Sayang, ayo kita pulang. Kasihan Adrian kayanya sudah cape!" ucap Andika sambil menggenggam tangan Kesya. Terlihat sekali bahwa Andika ingin memperlihatkan bahwa Kesya adalah miliknya.


"Kita pamit kepada pengantin dan tuan rumah, Mas!" ucap Kesya yang diiyakan saja oleh Andika. Malas berdebat untuk hal yang tidak penting.


"Selamat ya, Silvia. Semoga pernikahan kalian langgeng dan bahagia." doa tulus untuk Silvia.


"Terima kasih, karena memaafkan kesalahan saya di masa lalu. Kamu wanita yang baik. Sekarang saya paham, kenapa Mas Ilham sangat mencintai kamu!" ucap Silvia ditengah isak tangisnya.


" Ehem" Andika berdegem tidak senang.


"Maafkan, saya terbawa suasana!" Silvia ngeri juga lihat mata Andika yang sudah melotot ke arahnya. Tampaknya tidak suka dengan omongannya barusan.


"Hiduplah bahagia. Belajar move on dari orang yang tidak akan mungkin bisa kamu miliki!" ucap Andika yang cukup keras. Ucapan Andika terdengar juga oleh Ilham dan Uminya. Umi menepuk punggung putranya, berusaha menguatkan. Abah Ilham lebih memilih di pondok, kasihan juga santri kalau di tinggal terus oleh pengasuh mereka.


Kesya melotot ke arah Ilham. Tidak senang dengan sikap suaminya yang terkesan menyindir orang lain. Mereka akhirnya pulang karena Kesya juga khawatir kalau nanti malah ada masalah.


"Mas, kamu bisa gak sih, jangan bersikap kekanak-kanakan kaya tadi?" protes Kesya tidak suka dengan kelakuan suaminya.


"Kamu harus belajar menghargai perasaan orang lain! Mas Ilham dan Bu Nyai berusaha sangat keras untuk kuat. Kenapa Mas harus begitu?"


"Kamu masih cinta sama mantan calon suami aku itu huh?" Andika sudah lepas kontrol.


"Bukan masalah itu, Mas! Kesya hanya minta, Mas jaga perasaan orang lain. Sampai sekarang Kesya masih merasa bersalah karena membatalkan pernikahan begitu saja." suara Kesya mulai pelan, hatinya jadi terasa tercubit. Sakit!


"Kamu nyesel menikah sama Mas?" tanya Andika tanpa tedeng aling-aling. Kesya meraup wajahnya pakai tangan. Menangis tersedu-sedu.


"Kamu harus paham, Mas! Karena batalnya pernikahan kami, Pak Kiai bahkan sampai masuk rumah sakit. Mas Rasyid saja sampai sekarang masih trauma karena perbuatan kamu yang dulu. Apa kamu tidak paham, Mas?" Andika jadi merasa bersalah karena sudah membuat Kesya menangis. Andika mengelus telapak tangan Kesya


"Mas, Kesya hanya minta. Tolong hargai perasaan Mas Ilham dan juga Keluarga nya. Terlepas masalah pernikahan yang batal dahulu, beliau tetap Ibu Nyai, tempat dulu Kesya belajar mengaji. 6 tahun lamanya. Tolong hargai hubungan itu sedikit saja, kalau Mas memang menghargai Kesya sebagai istrimu!" Kesya menatap tajam ke arah Andika. Untung saja Adrian sudah tidur.


"Iya, Mas minta maaf. Mas janji gak akan begitu lagi. Mas hanya cemburu melihat Ilham masih mencintai kamu, sayang!" Andika selalu bisa membuat Kesya luluh hatinya.


"Kesya istri Mas sekarang. Kenapa cemburu dengan Mas Ilham? Walaupun Mas Ilham cinta mati sama Kesya, kami tidak mungkin bersama. Kesya sudah menjadi seorang istri dan Ibu bagi Adrian. Kesya gak akan kecewakan anak kita, Mas!" Andika merasa terharu dengan kata-kata Kesya. Andika mencium pucuk kepala Kesya.


"Terima kasih, sayang! Mas janji akan berusaha jadi suami dan ayah yang baik. Tolong ingatkan, kalau Mas berbuat salah." Kesya hanya mengangguk pelan. Rasa sakit pengkhianatan Andika sudah agak berkurang. Kesya melihat suaminya sekarang benar-benar berubah tidak lagi macam-macam. Kesya bisa rasakan hal itu.


"Sayang, kemaren Mamah menelpon, kita sudah bisa balik ke Dubai. Kamu juga harus berangkat kuliah lagi, bukan?" Kesya diam saja.


"Kesya ingin melanjutkan kuliah di Indonesia saja, Mas! Trauma rasanya tinggal di Dubai. Melihat kamu berselingkuh sama mantan kamu!" ucap Kesya misuh misuh.


"Sayang, Elena sekarang sudah tidak di Dubai lagi. Alvian sudah mengirim Elena entah ke mana. Kita aman di Dubai sekarang!" Andika masih berusaha membujuk Kesya agar mau kembali ke Dubai.


"Hatiku belum siap kembali ke sana, Mas!" Kesya jadi sedih lagi mengingat perselingkuhan suaminya yang lalu.


"Yang penting itu hati kamu, Mas! Kalau hati kamu sudah terkunci sama Elena, jarak bukan jadi masalah. Segala sesuatu yang penting hatinya!"


"Ya, sama kaya kamu sama Ilham, bukan?" Andika jadi kesal mengingat tatapan Ilham yang begitu dalam saat menatap istrinya.


"Aku sama Mas Ilham tidak ada hubungan apa-apa. Kami bertemu juga selalu ramai-ramai. Tidak pernah berdua saja atau berhubungan badan dengan dia. Kamu jangan samakan kami!" Kesya sudah merah matanya. Tidak terima dengan tuduhan Andika.


"Sudahlah sayang, jangan berantem di jalan. Mas lagi nyetir ini. Bahaya tahu!" akhirnya Andika mengalah saja. Dari pada nanti Kesya malah tidak mau kembali ke Dubai lagi bersama dirinya.


Bisnis dan tanggung jawabnya di Dubai tidak bisa di anggap remeh. Oleh karena itu, Andika harus kembali ke sana. Sementara meninggalkan Kesya dan Adrian juga tidak mungkin. Ilham masih merupakan bahaya laten untuk pernikahan nya dengan Kesya. Andika tidak rela melepaskan Kesya untuk Ilham.