Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
51. Siapa Manda?



Pov Manda


Aku sangat sedih, karena Pak Andika tidak mengingat siapa aku. Kenapa pria itu jahat ya? Setelah waktu yang pernah kami lalui ketika beliau mabuk dahulu? Sehingga terlahir Amanda di antara kami. Hatiku sakit rasanya.


Perkenalan, namaku Manda Amelia. Tujuh tahun lalu, aku adalah sekretaris Pak Andika. Itu adalah saat pertama kali beliau menginjakkan kakinya ke Indonesia dan memulai kepemimpinan beliau di salah satu cabang perusahaan Abimana Group.


Saat itu kondisinya tidak baik. Karena di tinggalkan oleh kekasihnya yang bernama Elena.


Saat-saat itulah. Kisah kami di mulai.


flash off


"Pak, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Manda yang kebetulan hari itu adalah hari pertama kerjanya. Andika tampak mabuk malam itu, seharian Andika dia perhatikan sangat murung, saat jam kerja selesai, bukannya pulang, malah mengurung diri di ruangannya dan minum seorang diri. Hingga berakhir mabuk.


"Pak, apa bapak baik-baik saja?" Manda mencoba sekali lagi membangunkan Andika. Tetapi Andika malah memeluknya erat dengan air mata berderai.


"Elena, kenapa kamu tega sekali meninggalkan aku? Aku sangat mencintaimu! Aku bahkan rela memaafkan kamu yang sudah mengkhianati aku dengan Orlando. Kenapa kamu tega ninggalin aku? Hiks hiks!" Andika terus terisak dan menangis dalam pelukan Manda.


"Pak, semuanya akan baik-baik saja. Ayo saya antar bapak pulang!" Manda membujuk Andika, namun sialnya, bukannya bangun, Andika malah mencium dirinya dengan penuh nafsu dan amarah. Sepertinya rindu dendam yang lama dia pendam keluar malam itu.


Manda yang berpakaian seksi. Seketika membuat Andika berpikir dia adalah Elena. Andika sangat merindukan Elena, makanya hal malam itu terjadi.


Andika mengambil kehormatan Manda tanpa dia sadari. Manda langsung membereskan semua bekas percintaan mereka berdua. Hingga tidak berbekas. Oleh karena itu, Andika tidak mengingat siapa Manda. Karena sejak hari itu, Manda resign dari sana dan pindah ke Jakarta.


flash on


"Mamah!" teriak seorang balita berusia 6 tahun. Manda tersenyum saat melihat anak perempuan itu, ya, hasil perbuatan Andika malah itu telah membuat Manda memiliki Amanda Abimana. Singkatan dari Andika dan Manda. Manda memberi nama Andika sebagai nama ayah gadis kecil cantik tersebut.


"Sayang, ayo kita ke sekolah, apa kamu siap?" tanya Manda sambil menelisik penampilan putrinya tersebut. Manda mencium Amanda dengan sayang, ya, hanya Manda yang selama ini menguatkan dirinya.


"Mamah, besok hari orang tua. Kata Bu guru, aku harus datang bersama ayah ibuku!" Manda meneteskan air mata sedihnya.


"Maafkan Mamah sayang!" ucap Manda.


'Papah kamu ada di sini sayang, tapi Mamah ragu apakah akan memberitahu keberadaan kamu atau tidak. Papah kamu kelihatannya sudah punya anak dan istri. Mamah bingung harus bagaimana!' bathin Manda sambil mencium Amanda yang sangat menggemaskan tersebut.


"Kita pergi berdua saja, sayang!" ucap Manda.


"Gak mau! Amanda mau ayah!" teriak Amanda sambil menangis pilu.


"Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan?" Manda sungguh dilema luar biasa.


"Amanda ingin ayah! hiks hiks!" dia menangis makin keras. Manda sampai hilang akal menenangkan gadis kecil itu.


"Baiklah sayang, ayo kita temui ayah kamu!" Manda akhirnya memutuskan akan mempertemukan anaknya dengan ayah biologis Amanda. Andika Abimana.


Setelah sampai di rumah sakit, Manda membawa Amanda ke tempat terakhir dia melihat Andika. Tapi tidak ditemukan. Manda lalu bertanya kepada suster tentang Andika.


Manda lalu mengikuti Mamahnya Andika. Di sana, Andika tampak lesu dan kelelahan. Manda jadi tidak tega mau memberitahu tentang Amanda saat ini. "Sayang, kita ketemu ayahnya nanti saja, ya? Papah kayanya lagi sedih!" Manda mencoba membujuk Amanda.


"Tidak mau?! Amanda mau ketemu ayah!" Amanda menangis tersedu-sedu. Membuat keributan, sehingga orang-orang yang ada di depan ruangan Kesya menengok ke arah mereka, begitu juga dengan Andika.


"Itu bukannya perempuan yang kemarin, ya?" tanya Merry agak geram.


"Tenang sayang, kamu lagi hamil muda. Jangan sampai nanti Baby kita kenapa-kenapa," ucap Alvian mengingatkan istrinya.


"Aku gemas sama itu cewek, ko gangguin Mas Dika terus dari kemarin. Apa dia gak tahu, kalau keluarga kita sedang sedih kaya gini?" Merry kesal dan terus melotot melihat Manda yang kini dapat di pastikan semakin dekat ke arah mereka.


"Mau apa lagi, huh?" tanya Merry geram.


Tiba-tiba Amanda berlari dan memeluk Andika.


"Ayah!" Gadis kecil itu menangis dalam pelukan Andika. Yah, selama ini, Manda selalu memperlihatkan foto Andika kepada anaknya dan mengatakan bahwa Andika adalah ayahnya.


"Kamu siapa, sih? Cepat ambil anakmu! Jangan mengganggu anak saya!" Hardik Mamahnya Andika dengan geram.


"Tapi anak saya memang anak Pak Andika. Cucu Anda!" ucap Manda ketakutan.


"Apa kamu gila? Saya bahkan tidak ingat siapa kamu! Pergilah dari sini! Jangan memperkeruh situasi. Kami gak ada waktu dan tenaga melayani kegilaan kamu!" ucap Pak Farhan kesal juga.


"Tapi saya serius. Amanda memang anak Pak Dika. Saya bisa membuktikan dengan Tes DNA!" ucap Manda dengan mantap dan yakin.


"Aku ingat kamu saja tidak, bagaimana aku bisa punya anak dari kamu, huh? Udah pergi sana! Aku lagi pusing, gak sanggup berdebat dengan perempuan gila macam kamu!" hardik Dika kesal.


"Mamahku bukan perempuan gila!" tiba-tiba Amanda menangis tersedu-sedu, sambil memukul badan Andika secara acak.


"Ah, anak sama Mamah sama-sama gak waras!" umpat Merry sangking kesalnya.


Keadaan Kesya saat ini kritis, bisa di bilang Koma! Setelah dilakukan Caesar, Kesya mengalami pendarahan, sampai sekarang masih belum sadar. Oleh karena itu, keluarga Andika saat ini sangat frustasi dan cemas.


Pagi itu hanya ada keluarga Andika, keluarga Kesya sedang pulang karena tadi malam, semalaman mereka berjaga-jaga, menjaga Kesya dan putranya.


Ilham dan Adrian kembali ke pondok, tidak tahu kenapa, Adrian gak mau lepas dari Ilham. Tapi hal itu dianggap bukan masalah bagi Andika, toh Ilham juga baik kepada Adrian. Apalagi situasi Kesya dan bayinya yang lahir prematur masih dalam kondisi kritis,dan menyita perhatian dirinya.


"Tolong jangan ganggu anak saya, kami sedang kena musibah saat ini. Anak mantu dan cucu saya masih kritis di dalam sana. Kalau kamu masih punya hati nurani, tolong pergilah dari hadapan kami. Jangan nambahin masalah dalam keluarga kami!" ucap Pak Farhan sama sekali tidak menanggapi pengakuan Manda.


"Tapi saya serius. Amanda ini memang anak Pak Andika. Waktu itu Pak Dika memang sedang mabuk. Jadi wajar kalau dia tidak ingat siapa saya!" ucap Manda masih ngotot ingin di akui.


"Jangan mengada-ada! Saya tidak pernah mabok! Pergi dari sini! Kalau mau cari mangsa, carilah orang lain! Saya gak dalam kondisi ingin macam-macam!" hardik Dika tambah kesal.


"Alvian! Panggil satpam, dan katakan pada mereka, jangan biarkan wanita gila ini datang lagi ke sini! Atau aku akan pindahkan anak dan istriku dari rumah sakit ini!" ancam Andika hilang kesabaran.


Kalau sampai keluarga Kesya melihat keributan ini, bisa berbahaya bagi rumah tangganya. Terlepas apa yang di katakan oleh Manda benar atau tidak. Setidaknya, itulahyang saat ini ada dalam pikiran Andika.