
Setelah mereka berdua membeli apa yang mereka butuhkan di pasar malam itu, Fathu dan Adrian langsung mendatangi Kyai Ilham dan juga Qanita yang sedang bermain bersama dengan Syifa di arena permainan.
" Apakah kalian sudah selesai membeli kebutuhan kalian? Kalau sudah, Mari kita pulang Ini sudah malam!" ucap Kyai Ilham sambil menggendong Syifah yang tampak sudah terlelap dalam tidur. Setelah kelelahan bermain sejak tadi.
" Sudah Pak Kyai, kita bisa pulang sekarang!" ucap Fathu dengan wajah berbinar.
" Baiklah! Mari kita pulang dan beristirahat. Ingatlah besok kalian harus belajar untuk setoran besok pagi!" ucap Kyai Ilham mengingatkan Fathu dan Adrian.
Adrian dan Fathu kemudian langsung masuk ke dalam mobil dan kembali ke pondok pesantren.
****
Sementara itu Andika dan Kesya yang sudah berada di Prancis untuk melakukan honeymoon, tampak sangat berbahagia dengan perjalanan mereka.
" Setelah kembali ke Dubai akan banyak pekerjaan yang harus ditangani olehku dan kita akan sangat sulit untuk melakukan hal romantis seperti ini." ucap Andika.
Kesya tambah tersenyum mendengarkan perkataan suaminya.
" Hampir setiap hari kita selalu bersama sayang dan melakukan banyak hal berdua. Kenapa kau mengatakan bahwa kita kesulitan untuk melakukan hal romantis? Ayolah sayang! Apa sebenarnya yang bisa dikatakan dengan romantis? Bagiku setiap hari bisa bersamamu adalah hal yang paling romantis dan membahagiakan dalam hidupku," Andika tersenyum mendengarkan perkataan istrinya yang selama ini selalu memberikan kedamaian untuknya.
Saat mereka berdua berdua berjalan kaki di jalanan Paris, tiba-tiba saja ada seseorang yang mendekati mereka berdua.
" Hello Andika? Ini kamu kan ya?" ucap wanita cantik itu kepada Andika.
Andika yang merasa tidak mengenal perempuan itu pun hanya bisa menggelengkan kepala karena malas berurusan dengan orang asing.
" Ya ampun sedihnya kau tidak mengenaliku lagi!" ucap wanita itu tampak murung wajahnya.
Kesya menatap suaminya seperti bertanya apakah dia mengenal wanita itu atau tidak.
" Sayang kau mengenalnya atau tidak?" tanya Kesya sambil menatap Andika yang mengedikkan bahunya.
" Aku Serda! Temanmu dari Turki. Apa kau tidak mengingatku? Dulu kita bertemu ketika kau melakukan perjalanan bisnis ke Turki," ucap wanita cantik itu sambil terus menatap Andika yang masih memeras otaknya untuk mengingat tentang wanita itu.
" Maafkan aku tapi aku benar-benar tidak mengingatmu!" ucap Andika bingung sambil mengenggam tangan Kesya dan berniat untuk meninggalkan perempuan itu.
" Sedihnya kalau kau tidak mengingatku lagi. Tapi ya memang wajar sih, kita sudah lama sekali tidak bertemu. Dulu kita bertemu di Bodrum. Kau mungkin lupa karena memang sudah lama sekali kejadiannya. Waktu itu mobilmu mogok di jalan. Akulah yang menolongmu ketika itu!" ucap Serda menatap Andika yang masih berusaha untuk mencari memori tentangnya di masa lalu berdasarkan clue yang diberikan olehnya.
" Oh ya ampun, kamu adalah Serda itu?" ucap Andika yang merasa surprise karena akhirnya dia bisa mengingat tentang perempuan itu.
Seorang perempuan cantik yang berusia sekitar 35 tahun dengan penampilan yang lumayan seksi dan juga paras yang begitu eksotis khas wanita timur tengah.
" Alhamdulillah! Aku seneng sekali, akhirnya kau bisa mengingatku!" ucap Seda sambil tersenyum kepada Andika.
" Sayang perkenalkan lah dia adalah temanku. Ketika aku dulu melakukan perjalanan bisnis ke Turki dan tanpa sengaja mobilku mogok di jalan karena waktu itu kehabisan bensin. Untunglah dia ini lewat dan menolongku untuk mencarikan bensin. Sehingga akhirnya aku bisa selamat dari masalah itu!" ucap Andika mengenalkan Serda kepada Kesya.
" Serda perkenalkan dia adalah Kesya, Istriku yang paling kucintai!" ucap Andika sumringah saat dia memperkenalkan Kesya kepada Serda yang tampak terkejut.
" Istrimu?" ulangnya.
" Ya, istriku. Apa ada masalah?" tanya Andika keheranan melihat ekspresi Serda yang seperti tidak senang.
" Rupanya kau memang benar-benar telah melupakanku. Sehingga kau tidak pernah datang lagi ke Turki. Mungkin kau juga melupakan janjimu kepadaku yang dulu mengatakan akan datang melamarku ketika kau meninggalkan Turki!" ucap Serda sambil menundukkan kepalanya tampak sedih.
" Apakah benar Pah, kalau Papa memiliki janji seperti itu kepada Serda?" tanya Kesya dengan raut wajah terkejut.
" Entahlah sayang. Papa tidak mengingatnya. Maklum saja hal itu sudah sangat lama sayang. Lagi pula janji itu sudah tidak penting lagi sekarang. Kalaupun memang pernah aku membuat janji seperti itu kepadanya. Aku sudah memilikimu sayang dan aku tidak pernah berniat untuk berpoligami!" ucap Andika dengan menata Kesya.
" Bagaimana kalau kita mencari restoran agar kita bisa berbicara secara lebih tenang untuk membicarakan masalah itu?" tanya Kesya.
Keisha ingin masalah suaminya dengan wanita yang bernama Serda itu segera selesai dan tidak menjadi beban pikiran di kemudian hari bagi mereka bertiga.
Setelah mendapat persetujuan dari Andika dan Serda. Mereka pun kemudian mencari sebuah restoran yang tidak terlalu jauh dari tempat Mereka berdiri saat ini.
" Baiklah! Mari ceritakan apa yang sudah terjadi di antara kalian di masa lalu?" tanya Kesya dengan bersikap tenang.
Serda kemudian menceritakan semua kejadian yang pernah terjadi di antara dirinya dan Andika sekitar 15 tahun yang lalu.
" Aku selalu menunggumu untuk datang melamarku tetapi kau tak kunjung datang!" ucap serdah sambil menatap Andika yang sekarang tampak bingung.
" Kejadian itu sudah sangat lama. Kenapa waktu itu kau tidak mendatangi suamiku untuk menagih janjinya? Waktu itu kalau kau datang dan menagih janjinya. Pasti kalian sudah menikah sekarang!" ucap Kesya tersenyum kepada Serda.
" Sampai sekarang Aku masih menunggumu untuk menikah denganku. Kau bisa menceraikan istrimu dan datang padaku untuk memenuhi janjimu kepadaku 15 tahun yang lalu!" ucap Serda dengan menatap tajam mata Andika yang langsung gelagapan mendengarkan perkataannya.
Kesya hanya bisa tersenyum ketika dia mendengarkan perkataan Serda yang sangat diluar nalar baginya.
" Kenapa kau seperti mengejekku begitu?" tanya Serda seperti merasa tersinggung dengan Kesya.
" Maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk menyinggung perasaanmu. Aku hanya merasa heran saja dengan pola pikirmu. Suamiku dulu memberikan janji untuk menikah denganmu. Bisa saja kan kalau dia hanya bercanda atau mungkin saja dia tidak serius ketika mengatakan hal itu. Kalau memang dia serius dia pasti akan datang dan menikahimu. Betul begitu sayang?" tanya Kesya menatap Andika yang saat ini sedang pusing kepalanya gara-gara permasalahan Serda yang datang tiba-tiba ke dalam hidupnya.
Mata Serda tampak membelalak ketika dia mendengarkan perkataan Kesya yang sudah menyakiti hatinya.
" Apakah benar kau hanya bercanda ketika mengatakan akan menikahiku?" tanya Serda kepada Andika.
" Waktu itu aku serius ingin menikah denganmu. Akan tetapi kedua orang tuaku tidak menyetujui pernikahan kita berdua karena jarak yang terlalu jauh dan selain itu kita juga memiliki perbedaan kultur yang pasti akan sangat tidak nyaman untuk dua keluarga melakukan hubungan pernikahan. Waktu itu aku berusaha untuk menghubungimu, tetapi nomormu tidak bisa untuk dihubungi lagi. Sehingga aku tidak bisa mengkonfirmasi bahwa aku tidak jadi datang untuk melamar kamu lagi." ucap Andika menjelaskan segalanya kepada Serda agar wanita itu mengerti tentang posisinya.
" Dulu ponselku dicuri oleh orang lain dan aku kehilangan nomormu. Aku pun tidak mempunyai salinan nomor teleponmu. Sehingga akhirnya kita lost contact begitu lama. Untunglah sekarang kita bertemu lagi. Kau masih mau menikahiku kan? Aku sampai sekarang masih menunggumu. Aku menolak begitu banyak lamaran dari pria Turki karena aku memiliki janji menikah denganmu." ucap Serda dengan wajah serius.
Andika langsung menarik tangannya ketika Serda berniat untuk menggenggamnya.
" Maafkan aku. Karena aku benar-benar tidak bisa melakukan itu. Aku sangat mencintai istriku dan aku tidak berniat untuk berpisah dengannya!" ucap Andika dengan wajah serius dan tidak bisa diganggu gugat lagi.
Tampak Serda menangis tersedu-sedu ketika dia mendengarkan apa yang dikatakan oleh Andika.
" Betapa mudahnya kau mengatakan hal seperti itu. Apakah kau tidak memikirkan tentang pengorbananku selama 15 tahun menunggumu? Sampai orang-orang yang berada di sekitarku selalu mengatakan kalau aku adalah perawan tua, perempuan yang tidak laku, perempuan yang tidak baik karena tidak ada yang mau menikahiku. Padahal aku menolak mereka yang datang dalam hidupku karena aku mempunyai janji kepadamu. Apakah kau tidak bisa mempertimbangkan lagi keputusanmu?" tanya Serda dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya.
Kesya tampak merasa kasihan kepada wanita yang malam ini bertemu dengan mereka berdua yang mengaku memiliki janji pernikahan dengan suaminya 15 tahun yang lalu.
" Sayang ini sudah tengah malam. Bagaimana kalau kita kembali ke Mansion? Aku juga sudah sangat lelah sekali!" ucap Kesya memotong semua pembicaraan di antara mereka bertiga.
" Tetapi pembicaraan kita belum selesai! Bagaimana dengan nasibku? Kau tidak bisa begitu saja menutup mata dengan janji Andika terhadapku!" ucap Serda tampak marah kepada Kesya.
Andika yang merasa tidak senang melihat istrinya dibentak oleh orang lain, dia pun langsung bangkit dan menarik tangan Kesya untuk bangun dari tempat itu.
" Ayo sayang kita pulang saja. Kita tidak usah dengarkan apa yang dia katakannya. Masalah janjiku pada 15 tahun yang lalu. Aku rasa janjiku itu sudah gugur karena sudah berlalu begitu lama. Untuk masalah dia yang tetap menungguku. Saya rasa itu kebodohannya sendiri. Kenapa dia masih mempercayai janji itu setelah aku sangat lama tidak datang untuk melamarnya? Jadi saya rasa itu bukanlah masalah kita biarlah itu menjadi masalahnya sendiri!" ucap Andika tidak mau diintimidasi oleh Serda yang tampak emosi mendengarkan apa yang dia katakan.