
Laila langsung mengajak Firman untuk sarapan. "Makan dulu Mas!" ujar Laila kepada suaminya. dengan senang hati Firman langsung mengikuti istrinya menuju meja makan milik mertuanya.
"Ayo sini Firman! Kita makan dulu. Papamu belum pulang tampaknya belum lama lagi. Tidak apa-apa kalian bisa sarapan duluan. Mama mau nunggu Papah dulu. Katanya mau beli bubur ayam buat Yuke. Kok lama sekali ya?" tanya ibunya Laila. Sejak tadi dia menunggu suaminya tapi tak pulang-pulang.
"Memangnya jauh tempat jualan bubur ayamnya Mah?" tanya Firman kepada Ibu mertuanya.
"Tidak jauh kok tempat jual bubur ayamnya itu cuman sekitar 10 meter dari masjid!" jawab ibu mertuanya Firman.
Firman tampak mengurutkan keningnya seperti berfikir.
"Firman akan menjemput papa. Rasanya aneh juga kenapa sejak tadi tidak pulang-pulang? Tadi Firman bertemu dengan papa di masjid dan beliau sudah siap untuk berangkat ke sana!" ucap Firman merasa heran dengan ayah mertuanya yang tak kunjung datang ke rumah padahal itu sudah lebih dari setengah jam yang lalu.
"Benar Mas? Tadi kamu ketemu sama Papa di masjid?" tanya Laila.
"Iya tadi Mas ketemu sama Papa di masjid kami salat shubuh berjamaah bersama di sana." jawab Firman dengan penuh keyakinan.
Laila dan ibunya saling tatap satu sama lain tampak kekhawatiran di wajah mereka berdua sampai akhirnya tiba-tiba saja ada seseorang mengetuk pintu mereka.
"Ada apa mas?" tanya Laila kepada tamu yang berkunjung pagi ini.
"Itu Mbak Laila! Pak Jamal mengalami kecelakaan di depan masjid. Cepat mbak! Dia butuh pertolongan segera untuk dibawa ke rumah sakit!" ucap pemuda itu dengan nafasnya yang ngos-ngosan tampaknya dia berlari untuk sampai ke rumah Laila.
"Astaghfirullahaladzim! Jadi Papa mengalami kecelakaan?" Ya Allah!" seru Laila dengan terkejut. Kemudian Laila langsung masuk ke dalam rumah dan mencari ibu dan juga suaminya.
"Siapa yang datang Laila? Kenapa kau wajahnya khawatir seperti itu?" tanya ibunya Laila kepada sang putri yang tampak cemas wajahnya.
"Itu Mah! Tadi Badrun ke sini, mengabarkan katanya kalau Papa kecelakaan di depan masjid. Ayo mas Firman! Kita jemput Papa, kita bawa ke rumah sakit sekarang!" ucap Laila kepada Firman untuk segera menjemput ayahnya yang belum tahu keadaannya bagaimana saat ini.
"Kamu di sini saja Laila. Biar Mas yang akan jemput papa dan membawa dia ke rumah sakit kau jagalah Yuke di rumah!" ucap Firman sambil memegang bahu Laila.
"Tidak bisa Mas Laila harus ikut. Kalau tidak, Laila akan khawatir terus tentang keadaan papah!" ucap Laila menolak keinginan suaminya untuk tetap di rumah menjaga Putri mereka.
"Kalau kau ikut dengan Mas lalu bagaimana dan Yuke?" tanya Firman khawatir dengan keadaan putrinya.
"Tidak usah khawatir Den! Biar Nona muda bersama dengan saya. Kalian bisa segera berangkat ke rumah sakit. Kasihan Tuan, jangan sampai nanti terlambat!" tiba-tiba seorang perempuan paruh baya mendekat dengan tergopoh-gopoh dari arah dapur menemui mereka.
"Baiklah Mbok Lasmi tolong jaga putri saya. Kami akan segera ke rumah sakit sekarang!" akhirnya Laila, Firman dan juga ibunya Laila. Langsung masuk ke mobil milik Firman untuk menjemput ayahnya Laila yang saat ini sedang terkapar di jalan karena mengalami kecelakaan mobil.
Ada sebuah mobil yang menabrak ayahnya Laila. Ketika dia dalam perjalanan kembali setelah membeli bubur ayam untuk cucunya.
"Lah itu istrinya Pak Jamal sudah datang bersama dengan Laila dan juga suaminua. Ayo cepat kita bantu Pak Jamal untuk masuk ke dalam mobil agar bisa segera dibawa ke rumah sakit!" ucap salah satu warga yang saat ini sedang menyaksikan kecelakaan.
"Di mana Papa saya?" tanya Laila begitu dia turun dari mobil. Laila langsung mendekati kerumunan orang-orang yang saat ini sedang khawatir dengan keadaan ayahnya.
"Ayo Mas Mas cepat bantu ayah mertua saya untuk masuk ke dalam mobil kita harus segera membawa beliau ke rumah sakit!" ucap Firman memberi perintah kepada orang-orang yang saat ini sedang berkerumun untuk membantunya menyelamatkan Ayah mertuanya.
Dengan bersama-sama. Mereka kemudian mengangkat tubuh ayahnya Laila ke dalam mobil dan dipangku oleh istrinya.
"Ya Allah Pah! Kamu kenapa banyak sekali darah yang keluar dari dahimu? Firman cepat kita harus segera ke rumah sakit!" ucap ibunya Laila memberikan perintah kepada Firman untuk segera berangkat ke rumah sakit.
"Di mana mobil yang sudah menabrak Papa saya? Saya akan melaporkan dia ke kantor polisi!" tanya Laila dengan geram kepada warga yang ada di sekitar sana.
"Mbak Laila mobilnya sudah kabur. Tadi saya yang pertama kali lihat ketika Pak Jamal ditabrak oleh mobil itu. Mobil itu langsung lari begitu Pak Jamal jatuh di jalan!" ucap salah seorang pemuda yang ada di antara kerumunan orang-orang itu.
"Sayang! Udah cepet kita harus segera ke rumah sakit. Kita selamatkan dulu Papa, jangan sampai nanti terlambat. Biarkan nanti kita urus dengan melaporkannya ke kantor polisi pasti ada CCTV di sekitar sini yang bisa menelisik identitas mobil yang menabrak Papa!" ucap Firman memanggil Laila untuk segera naik ke mobil agar mereka bisa segera ke rumah sakit untuk menyelamatkan Ayah mertuanya yang masih pingsan sejak tadi.
"Mas mas yang menjadi saksi dari Kejadian ini tolong nanti untuk datang ke kantor polisi dan menjadi saksi untuk kasus ini!" ucap Laila sebelum pergi meninggalkan lokasi kejadian dan pergi bersama Firman ke rumah sakit.
"Tenanglah Sayang nanti mas akan laporkan ke kantor polisi dan pasti akan mengusut dengan tuntas pelaku yang sudah menabrak Papa!" ucap Firman sambil mengelus telapak tangan istrinya yang terasa begitu dingin Karena tampaknya Laila sangat gugup dengan keadaan ayahnya saat ini.
"Semoga tidak ada apa-apa dengan papamu Laila. Tadi pagi papamu begitu bersemangat untuk membelikan bubur ayam untuk cucunya. Dia sangat bahagia sekali dengan kedatangan Yuke ke rumah kami!" ucap ibunya Laila dengan berderai air mata sambil mengelus kepala sang suami yang saat ini ada di pangkuannya.
"Kita doakan Papa mah yang terbaik!" ucap Laila menimpali perkataan ibunya.
Tampak mata Laila yang mulai berkaca-kaca sehingga membuat Firman jadi tidak tega untuk melihatnya.
Begitu mereka sampai di rumah sakit, Firman langsung mengangkat tubuh ayah mertuanya untuk segera ditangani di ruang UGD.
"Tenanglah Sayang! Papa sudah ditangani oleh dokter. Nanti kalau ada apa-apa, kita akan bawa ke kota agar Papa mendapatkan perawatan yang lebih baik di sana!" Firman berusaha untuk menghibur Laila yang masih terisak dalam tangisnya.
Ibunya Laila yang saat ini masih ada di pelukan putrinya. Tampak menangis tersedu. Dia khawatir tentang suaminya yang sampai saat ini belum ada kabar dari dokter yang menanganinya.
"Laila Mas akan pergi ke kantor Polisi untuk melaporkan kasus ini. Mas yakin ini adalah tindak pidana kesengajaan. Karena orang itu telah melarikan diri setelah menabrak papa." ucap Firman meminta izin kepada Laila untuk meninggalkannya di rumah sakit.
"Iya Mas kau harus laporkan orang yang menabrak papa. Pokoknya Laila tidak akan membiarkan dia bebas begitu saja!" ucap Laila dengan mata berapi-api tampak Laila begitu marah saat ini.
"Ya Sayang tidak usah khawatir. Mas pasti akan mengurus kasus ini sampai tuntas. Kau temani mama untuk menjaga Papa di rumah sakit. Mas akan segera kembali setelah urusan di kantor polisi selesai!" ucap Firman kemudian dia mengelus wajah istrinya yang masih sembab karena sejak tadi menangis.