
Saat ini Elena sedang menghadapi Mark yang sedang menetap tajam kepadanya dengan penuh kemarahan.
" Apa maksudmu menyerang perusahaan Abimana Group? Apakah kau masih belum merasa cukup dan belum merasa puas memberikan banyak kerugian kepada perusahaan Clarkson? Hanya untuk membalaskan dendam dan sakit hatimu karena cintamu yang ditolak oleh Andika?" Elena tampak terkejut mendengar penuturan dari Mark. Bagaimana mungkin suaminya bisa mengetahui hal itu?"
" Apa yang kau katakan sayang? Aku ingin menghancurkan perusahaan Abimana. Itu semua hanya karena mereka yang dulu telah menghancurkan keluargaku dan kejayaan perusahaan keluargaku!" ucap Elena masih berkelit tentang kejadian yang sesungguhnya.
Akan tetapi Mark langsung menggebrak meja yang ada di hadapannya sehingga membuat Elena terkejut bukan kepalang.
" Hentikan semua aku mau kosongmu itu Elena! Karena aku sudah mengetahui semua kebenaran yang ada di balik dendammu itu!" ucap Mark dengan mata berapi-api seperti siap untuk membakar semua yang ada di hadapannya karena emosinya yang saat ini begitu besar terhadap sang istri yang selama puluhan tahun telah memanfaatkannya hanya untuk membalaskan dendam pribadinya terhadap sang mantan kekasih.
" Apa maksudmu Mark?" tanya Elena dengan mata kelincinya yang seakan tidak berdosa.
Akan tetapi Mark yang sudah mengetahui segalanya. Dia sudah membulatkan tekad dan hatinya untuk tidak terpengaruh lagi dengan air mata buaya yang selalu ditunjukkan oleh Elena di hadapannya. Ketika membujuk dirinya untuk menghancurkan perusahaan Abimana grup.
Karena merasa muak dengan akting Elena yang dinilai sangat buruk oleh Mark. Mark pun kemudian meninggalkan wanita yang sudah menjadi istrinya lebih daripada 15 tahun. Ah sungguh sakit hati sekali Mart dengan semua waktu yang sudah dia lewati hanya untuk memenuhi ambisi Elena membalas dendam kepada Andika.
Mark merasa sebagai laki-laki paling bodoh di dunia yang mau saja di peralat oleh Helena menghancurkan Abimana grup.
Terbayang kembali semua usaha dan emosi yang pernah dia curahkan untuk memenuhi terhadap Andika.
Mark yang saat ini sedang berada di ruang kerjanya tampak menggebrak mejanya untuk melampiaskan emosi di hatinya yang sangat luar biasa.
Untuk usaha Elena kali ini, dalam rangka memberikan masalah kepada Abimana grup, perusahaan Clarkson telah menggelontorkan dana hampir 1 satu juta Euro hanya untuk membahagiakan ambisi dan obsesi Elena yang ternyata masih belum bisa move on dari seorang Andika Abimana yang dahulu pernah dia cintai tapi tidak di restui orang tua Andika.
Mark kemudian menelpon sekretarisnya untuk memutuskan semua hak Elena yang ada di dalam perusahaan keluarganya. Dia juga telah memutuskan untuk mengambil alih semua saham yang dimiliki oleh Elena di dalam perusahaannya. Sehingga Elena tidak lagi bisa memiliki suara ataupun hak di dalam rapat dewan direksi maupun rapat pemegang saham.
Semua saham yang selama ini atas nama Elena, telah dipindahtangankan oleh Mark kepada Martha dan Steven. Sehingga mereka berdua memiliki komposisi saham yang sama di dalam perusahaan Clarkson.
Elena hanya bisa menyesali dirinya sendiri. Setelah semua fasilitas dan juga haknya di dalam perusahaan maupun keluarga yang telah dicabut total oleh Mark. Sehingga dia tidak memiliki kekuatan apapun sekarang untuk mengobrak-abrik perusahaan Abimana Group.
" Kurang ajar! Siapa yang sudah berani sekali membocorkan kepada Mark, masalah masa lalu aku dengan Andika?" tanya Elena yang merasa marah sekali dengan semua yang dilakukan oleh Mark kepadanya.
Elena mulai hari itu menjadikan Kesya sebagai tujuan hidupnya untuk membalaskan semua rasa sakit di dalam hatinya dengan semua masalah yang ada di dalam hidupnya selama bertahun-tahun karena Andika yang lebih memilih untuk menjadi suami dari Kesya.
" Tunggu saja Kesya aku pasti akan datang untuk menuntut balas semua rasa sakit ini!" ucap Elena dengan semua emosi di dalam hatinya yang bergolak.
Tiba-tiba saja Martha masuk ke dalam kamar Elena dengan tatapan penuh permohonan.
" Mah cobalah untuk mengikhlaskan masa lalu Mama jangan hidup dengan dendam yang tidak akan pernah ada habisnya! Dengan kita mengikhlaskan sesuatu yang bukan menjadi milik kita maka kita akan lebih berbahagia! Hargailah apa yang ada di tangan kita. Hargailah apa yang ada di hadapan kita. Karena sejujurnya itulah rezeki yang diberikan oleh Tuhan untuk kita! Dengan begitu hati kita akan menjadi lebih lapang dan bisa hidup berbahagia!" ucap Martha sambil menggenggam telapak tangan ibunya yang saat ini sedang menangis tersedu-sedu.
Elena sangat mencintai Mark dan juga keluarga kecilnya. Hanya saja, dia tidak merelakan semua masa lalu yang pernah terjadi di antara dirinya dan Andika yang disebabkan oleh kehadiran Kesya. Dendam di hati Elena semua bermuara kepada Kesya yang akhirnya membuat Elena membuat janji bahwa dia akan membunuh Kesya suatu saat nanti.
Di dalam novel author yang berjudul "Terpaksa menikah dengan anak Kyai" pembalasan dendam Elena tercapai dengan terbunuhnya Keisha oleh Manda.
Elena dan Manda bekerja sama untuk melampiaskan rasa sakit hati mereka. Karena merema telah ditinggalkan oleh Andika. Laki-laki yang sangat mereka cintai.
Elena berjanji kepada Manda akan memaafkan kelakuan Manda yang telah bermain api dengan Mark di belakangnya asalkan Manda mau membantunya untuk membalaskan rasa sakit hatinya kepada Kesya.
Hal itulah yang menjadi dasar dan landasan keduanya kemudian bekerja sama untuk menyusun sebuah rencana pembunuhan untuk Kesya, silahkan baca di novel Author yanv berjudul "Terpaksa Menikah Dengan Anak Kyai" untuk lebih jelasnya.
" Kamu tidak tahu Marta. Mama telah menjalani begitu banyak rasa sakit karena orang-orang itu yang selalu berpikir bahwa mereka adalah orang-orang benar dan orang-orang yang hebat. Orang sombong itu, mereka yang selalu menilai bahwa orang lain selain diri mereka sendiri adalah orang salah yang tidak layak untuk mereka dekati. Ataupun sekedar untuk bergaul dengan mereka! Mama tidak suka dengan sikap jumawa mereka yang seakan bahwa merekalah manusia terbaik di dunia ini!" ucap Elena dengan amarahnya.
" Itu karena mama saat ini memiliki rasa sakit di hati Mama sehingga melihat segala sesuatu hanya dari kacamata kebencian bukan dari kacamata kebaikan! Percayalah mah ketika Mama berusaha untuk ikhlas dengan masa lalu Mama Mama pasti akan menemukan kebahagiaan yang tiada taranya. Tolonglah mah Lepaskan Semua kebencian itu dan mulailah membuka lembaran baru hidup Mama bersama dengan kami kami sangat mencintai mama dan juga menyayangi mama!" ucap Martha berusaha menasehai Elena yang hanya bisa menangis dalam pelukan putrinya yang sekarang telah dewasa sehingga bisa menasehati dirinya sebagai ibunya.
Ending
Selamat bertemu dengan novel author lainnya. Jangan lupa dukungan kalian semua ya, atas karya-karya author di Noveltoon.
Thanks you