
Setelah selama satu minggu menghabiskan waktu bersama di Maldives melawati honeymoon bersama. Firman dan Laila akhirnya kembali ke Indonesia. Bunga cinta di antara mereka kini semakin bermekaran. Firman semakin mencintai Laila. Dan Laila pun tampaknya sudah mulai kembali membuka pintu hatinya untuk Firman kembali hadir dalam hidupnya.
Apalagi setelah Laila tahu, bahwa Ilham sekarang sudah memiliki seorang istri. Istri solehah yang sangat sepadan berdampingan dengan Ilham yang seorang Kyai ternama di Jawa Timur. Laila mulai berusaha untuk memulai lembaran baru kehidupan dirinya bersama dengan Firman. Pria yang selalu membuat dirinya berpikir sebagai wanita yang istimewa dan merasa dicintai.
"Mas hanya antar kamu sampai sini, ya? Kamu istirahat! Besok pagi, Mas akan mampir, sebelum berangkat ke kantor!" ucap Firman sambil mencium bibir Laila.
"Kamu hati-hati, ya!" pesan Laila, lalu masuk ke dalam rumahnya. Laila memang tidak mau memperkerjakan orang lain di rumahnya, karena dia tidak mau terganggu privasinya. Apalagi kalau ingat dengan status dirinya yang hanya seorang istri kedua dari suaminya.
Setelah berpamitan, Firman kemudian pulang ke rumah istri pertamanya. Firman tidak tahu, bahwa akan ada perang besar yang terjadi dalam kehidupan rumah tangganya bersama dengan Syafa.
"Assalamualaikum!" ucap Firman dengan senyum bahagia yang dia persembahan untuk istrinya.
Ketika Syafa melihat Firman yang berjalan ke arahnya dengan wajah yang begitu berseri-seri, hati Syafa sudah panas sekali! Penuh dengan amarah dan rasa cemburu, hatinya yang sakit, seakan terhiris sembilu, yang kini semakin berdarah, melihat suaminya pulang dengan senyum secerah mentari.
Tanpa banyak omong, Syafa langsung menampar pipi Firman sebanyak 2 kali. Melampiaskan segala amarahnya selama satu minggu ini. Firman yang sedang bersiap untuk memeluk istrinya, karena selama seminggu tidak bertemu, merasa sangat terkejut mendapatkan tamparan tersebut. Matanya sudah memerah nyalang, menatap sang istri yang sudah lancang berani menampar dirinya.
"Apakah kau sudah jadi gila, huh? Berani sekali kau melakukan hal ini padaku!" Firman tidak mampu menahan amarah yang bergejolak di dalam hatinya.
Sementara Syafa sekarang mulai berderai air matanya, ketika mengingat perselingkuhan suaminya dengan wanita yang tidak dia ketahui. Tapi yang jelas, Syafa sudah tahu bahwa wanita itu bernama Laila.
"Kamu tega, Mas! Sama aku! Berani-beraninya kamu menikahi perempuan lain di belakangku! Kamu sebetulnya laki-laki atau banci, huh? Kau berani menusuk aku dari belakang! Kamu jahat, Mas!" Syafa terus menjerit histeris dan memukuli tubuh Firman, yang tidak berdaya ketika mendapatkan amarah sang istri, yang sudah mengetahui pernikahan keduanya dengan Laila.
" Dari mana kamu tahu mengenai pernikahanku dengan Laila?" tanya Firman, berusaha memegang tangan Syafa yang mulai tidak bisa dikendalikan lagi.
"Aku melihat kamu, Mas! Waktu kamu akan berangkat ke Maldives bersama perempuan itu! Kenapa kamu tega lakuin ini sama aku, Mas?? Kenapa? Awalnya aku ingin memberikan kamu kejutan dengan mengantarkan kamu pergi ke Amerika! Tetapi ternyata, di sana aku yang mendapatkan kejutan dari kamu! Ketika kamu begitu mesranya menggandeng perempuan itu, yang ternyata adalah istri kedua kamu! Kamu benar-benar laki-laki yang jahat!" Syafa berteriak histeris sehingga membuat Firman hilang akal untuk menenangkan istrinya.
Akhirnya Firman memilih untuk pergi dari rumah itu, dengan membawa mobil pribadinya. Sementara Syafa masih terus berteriak histeris memanggil namanya, tetapi Firman tidak peduli, Firman tidak ingin mencari keributan bersama istrinya tersebut.
"Ah dasar Firman bodoh! Kau memang sedang cari mati! Kau gali kuburanmu sendiri dengan berbuat cerobos macam itu!"Firman memilih untuk pergi menuju kantornya. Tanpa mempedulikan rasa lelahnya, setelah menjalani penerbangan yang begitu panjang dari Maldives menuju Indonesia.
Ketika Firman sampai di kantor, ternyata di sana Rasya anaknya telah menunggunya. "Papa kapan pulang? Kok sudah ada di kantor?" tanya Rasya sambil mencium telapak tangan ayahnya.
"Kenapa kau siang-siang sudah ada di kantor? Apakah kau tidak sekolah, Rasya? Kau ini masih kecil saja udah belajar membolos mau jadi apa kau?" sengit Firman merasa kesal dengan kelakuan anaknya.
"Papa yang apa-apaan? Pergi menipu Mama! Bilangnya Papa mau pergi ke Amerika untuk urusan bisnis. Ternyata Papa malah pergi ke Maldives untuk honeymoonan! Papa tuh jahat tau nggak sih? Sama Mama, juga sama aku! Pokoknya aku nggak akan pernah maafin Papa. Titik!" Rasya kemudian pergi dari kantor ayahnya tanpa memperdulikan Firman yang berteriak memanggilnya.
"Rasya! Rasya! Kembali kau! Masih kecil, kau sudah belajar kurang ajar sama orang tuamu! Rasya!" Firman terus memanggil nama anaknya. Tetapi Rasya yang sudah pergi dengan taksi sama sekali tidak mau berpaling lagi.
Hati Rasya sangat sakit mengetahui kenyataan bahwa ternyata ayahnya saat ini sudah memiliki istri lain tanpa sepengetahuan Mamanya.
" Papa jahat! Pokoknya Rasya nggak akan pernah maafin Papa!" sepanjang jalan Rasya hanya bisa menangis meratapi nasib pernikahan kedua orang tuanya yang sedang di ujung tanduk. Raaya bingung mau pergi ke mana, karena tidak ada tempat tujuan yang bisa dia tuju.
"Apa sebaiknya aku pergi ke Amerika aja ya? Ketemu sama Oma dan Opah! Mungkin mereka bisa menasehati Papa agar meninggalkan istri keduanya itu!Ya,a benar Papa kan sangat takut sama Omah sama Opa!" setelah merasa mendapatkan solusi, untuk masalah kedua orang tuanya, yang menurutnya terbaik, akhirnya Rasya kembali ke rumahnya, meminta izin kepada Mamanya, untuk pergi ke Amerika mendatangi Kakek dan Neneknya, orang tua Papanya.
"Kamu tuh masih di bawah umur! Kamu nggak bisa pergi ke Amerika sendirian! Lagi pula, kan butuh visa butuh paspor, kamu belum memiliki itu Rasya!" ucap Syafa memperingatkan Putra semata wayangnya.
"Tapi Rasya harus pergi, Mah! Cuma Opa sama Oma yang bisa menyadarkan Papa dari kesalahan yang sudah dia buat! Papa itu paling takut sama Opa! Rasya akan berusaha untuk mengembalikan Papa ke rumah ini, Mah!" Rasya Sudah menangis histeris karena mendapatkan kenyataan bahwa dirinya tidak bisa pergi ke Amerika hanya dikarenakan dirinya yang masih berusia 10 tahun.
"Mama ikut sama kamu! Ayo! Sekarang kita urus semua prosedurnya, supaya kita bisa segera berangkat ke Amerika! dan meminta kepada Opa dan Oma untuk bisa mengembalikan Papa ke sisi kita!" ucap Syafa dengan berderai air mata, hatinya hancur sehancur-hancurnya mengetahui suaminya yang ternyata bermain gila di belakangnya.
"Rasya pasti akan menyelamatkan keluarga ini, Mah! Rasya nggak akan biarin keluarga ini hancur begitu aja! Mama jangan khawatir! Rasya pasti akan berjuang untuk keluarga kita bisa kembali bersatu!" ibu dan anak itu akhirnya menangis pilu. Siapapun yang melihatnya pasti akan ikut bersedih, tidak terkecuali dengan para pelayan yang bekerja di rumah mereka. Mereka pun ikut merasakan kesedihan yang sedang dialami oleh majikan mereka saat ini.
"Kasihan sekali ya, Nyonya dan Den Rasya ,harus mengalami hal buruk seperti ini. Padahal selama ini kan, Nyonya Shafa sudah menjadi istri yang baik. Kenapa ya? Tuan Kok berani sekali! Tega gitu loh!" ucap Mbok Darmi.