
Begitu sampai di depan rumah mertuanya. Firman langsung turun dari mobilnya tampak mobil Laila terparkir cantik di garasi mobil milik mertuanya.
"Untung istriku sudah sampai di sini dengan selamat! Ah ini sudah larut malam. Mungkin mereka sudah pada tidur semua!" ucap Firman seakan ragu-ragu untuk mengetuk pintu rumah mertuanya.
"Biarlah, aku tidur di mobil aja dulu!Jangan sampai mengganggu mereka beristirahat. Besok pagi baru aku akan menemui Laila dan juga mertuaku!" ucap Firman bermonolog dengan dirinya sendiri.
"Gimana ini? Aku belum salat Isya lagi. Apa Aku cari masjid saja di sekitar sini ya? Biar aku salat dulu di sana?" akhirnya Firman memutuskan untuk mencari sebuah masjid di sekitar rumah mertuanya.
"Kalau tidak salah, tadi aku melihat ada sebuah masjid di sekitar sini. Biarlah aku sekalian tidur saja di sana. Tidak enak juga kalau tidur di mobil?" ucap Firman kemudian dia langsung melajukan mobilnya menuju masjid yang tadi dilihat.
Setelah sampai di masjid, Firman langsung mengambil air wudhu dan melaksanakan salat Isya. Setelah itu dia bersiap untuk tidur. karena dia sudah lelah sekali setelah hampir 3 jam berkendara.
"Biarlah aku tidur dulu di sini. Besok pagi-pagi baru aku akan menemui Laila dan berbicara dengannya secara baik-baik!" akhirnya Firman membaringkan tubuhnya di lantai masjid yang tampak suram dan terasa seram. Karena hanya Firman sendiri yang ada di sana.
Walaupun agak-agak takut dan merinding. Tetapi Firman akhirnya terlelap juga karena tubuhnya memang yang sudah sangat lelah setelah seharian dia berkeliaran gak jelas mencari Laila. Firman bahkan sampai lupa untuk makan siang maupun makan malam.
Pikiran Firman yang sudah ketakutan dengan kemarahan Laila yang membuat dia jadi lupa bahwa dia tidak makan seharian ini.
Walaupun dengan perut lapar dan perasaan menakutkan. Tetapi Firman bisa tidur dengan nyenyak karena tubuhnya yang memang sudah lelah tingkat Dewa.
Keesokan paginya Firman bangun dari tidurnya, ketika mendengarkan suara adzan subuh dan tampak orang-orang berdatangan untuk salat di masjid.
Firman bangun dan langsung mencuci wajahnya dan sikat gigi kemudian dia mengambil air wudhu untuk salat berjamaah di Masjid bersama dengan jamaah lainnya.
Pada saat Firman akan meninggalkan masjid, ternyata Ayah mertuanya pun salat berjamaah di Masjid itu dan dia menyapa Firman.
"Loh Nak Firman ada di sini? Kenapa tidak ke rumah?" tanya ayahnya Laila tampak sangat keheranan sambil menyalami Firman.
"Iya Pah! Firman datang tadi malam dari Surabaya. Tetapi Firman lihat rumah sudah sep dan gelap. Jadi Firman memutuskan untuk salat dan tidur di masjid ini, Karena Firman takut akan mengganggu waktu istirahat kalian!" ucap Firman sambil menundukkan kepalanya.
"Ya,tidak apa-apa dong! Kalau kamu langsung bangunkan kami. Kemarin ibunya Laila sakit. Jadi dia menelpon Laila untuk datang ke sini dan mengunjunginya. Ibunya Laila katanya rindu dengan Yuke. Makanya Laila datang ke sini!" ucap ayahnya Laila menerangkan kronologis kedatangan Laila ke rumahnya.
"Jadi Laila datang ke sini karena permintaan Papa dan Mama?" tanya Firman seperti mendapatkan angin segar dan dia sangat bahagia sekali.
"Iya Nak Firman! Kalau tidak ditelepon sama Ibunya, mana mungkin Laila mau datang ke sini? Dia kan tidak mau kalau jauh-jauh dari kamu!" ucap ayahnya Laila Sambil tertawa terbahak sehingga membuat Firman jadi salah tingkah di buatnya.
"Papa bisa saja! Baiklah Ayo kita ke rumah. Papa mau jalan kaki atau ikut dengan mobil saya?" tanya Firman kepada ayah mertuanya.
"Papa mau jalan kaki saja, itung-itung mau olahraga. Kamu duluan saja Firman, tidak apa-apa. Karena Papa mau beli bubur ayam dulu buat Yuke. Kata Laila, Yuke sangat suka dengan bubur ayam!" Ayah mertuanya Firman dengan senyum mengembang di bibirnya.
"Baiklah Pah saya langsung ke rumah. Karena saya sudah sangat rindu dengan Yuke dan juga istri saya?" ucap Firman berpamitan kepada ayah mertuanya.
Jarak rumah mertuanya Firman dengan masjid hanya beberapa meter saja kalau menggunakan mobil 5 menit sudah sampai kalau jalan kaki bisa sekitar 15 menit.
Begitu sampai di depan rumah kedua orang tuanya Laila. Firman langsung memarkirkan Mobilnya di sebelah mobil yang digunakan oleh Laila ketika datang ke rumah ini.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" Sapa Firman begitu dia melihat ibu mertuanya sedang sapu-sapu di depan.
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh! Eh, Nak Firman? Kok pagi-pagi sudah ada di sini?" tanya ibu mertuanya Firman tampak seperti terkejut melihat kedatangan Firman yang begitu tiba-tiba.
"Iya Mah! Tadi malam Firman sebetulnya datang dari Surabaya. Hanya saja Firman tak tega untuk membangunkan kalian jadi Firman tidur di masjid sekitar sini!" ucap Firman menjelaskan situasi yang sesungguhnya kepada Ibu mertuanya.
Tampak Ibu mertuanya Firman tersenyum dan mengangguk-anggukkan kepalanya. Kemudian dia melihat ke sekeliling rumahnya seperti mencari sesuatu.
"Mama mencari apa?" Firman kepo sambil dia melihat ke sekeliling rumah juga, Firman mengikuti pandangan Ibu mertuanya.
"Mama sedang mencari Laila. Tadi dia bilang katanya mau berjemur dengan Yuke!" ucap ibunya Laila sambil menatap Firman sekilas. Kemudian dia melanjutkan kembali mencari Laila di sekitar rumahnya.
"Nah itu Laila sama Yuke. Mereka ada di taman belakang sana kau samperin!" ucap ibunya Laila sambil mempersilahkan Firman untuk mendekati putrinya dan juga cucunya.
Firman terkesiap ketika menyaksikan istri dan anaknya yang sedang asyik bermain di taman belakang. Mereka berdua tampak sangat bahagia. Laila tidak mengetahui kehadirannya di rumah itu.
Firman mendekati Laila secara perlahan. Dia ingin mengamati interaksi antara Laila dan putrinya. Firman masih takut-takut untuk mendekati Laila. Karena dia merasa bersalah dengan kejadian kemarin.
"Sayang!" ucap Firman dengan suara gemetar Laila tampak menolehkan kepalanya ke belakang mencari sumber suara.
"Loh, Mas Firman kok ada di sini? Datang kapan?" tanya Laila tampak terkejut ketika melihat suaminya ada di depan matanya.
"Mas datang tadi malam sayang! Tetapi karena takut mengganggu kalian iatirahat. Jadi papa memutuskan untuk tidur di masjid dekat sini. Tadi sudah ketemu sama papamu di masjid waktu sholat shubuh. Katanya beliau mau membeli bubur ayam untuk Yuke!" ucap Firman menjelaskann kepada Laila tentang keberadaan dirinya di desa itu.
"Mas sudah makan atau belum? Kalau belum ayo makan dulu di dalam!" ajak Laila kepada Firman. Lemudian Laila menggendong Yuke yang saat ini sedang berjemur di kursi taman.
"Biar Yuke sama Mas saja sayang!" ucap Firman sambil mengambil Yuke dari tangan Laila. Tetapi Laila menggelengkan kepalanya.
"Tidak apa-apa Mas! Pasti Mas Firman kelahan setelah perjalanan jauh. Ayo sarapan dulu nanti kalau mau tidur lagi tidak apa-apa!" ucap Laila mengajak Firman untuk sarapan di dalam rumah kedua orang tuanya.