Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
268. Pernikahan kembali



Setelah semua persiapan pernikahan mereka selesai Agus dan Ayana pun mengucapkan kembali ijab kabul mereka berdua di hotel milik keluarga Agus.


Pesta resepsi pernikahan dilangsungkan Pada malam harinya di ballroom hotel tersebut. Semua kolega bisnis Agus diundang dalam acara resepsi tersebut tidak terkecuali Firman dan Laila yang merupakan teman dan juga rekanan bisnis dari Agus.


Firman tampak terkejut ketika dia mengetahui bahwa ternyata Ayana adalah istri dari Agus sahabatnya.


" Selamat atas pernikahan kalian berdua. Semoga akan selalu langgeng dan bahagia!" ucap Firman ketika dirinya naik ke atas pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada Ayana dan Agus.


Ayana tampak gemetar ketika melihat Firman berada di antara tamunya.


" Terima kasih bro atas kedatangan kalian! Bagaimana apakah putrimu juga di bawa ke mari?" tanya Agus tersenyum.


" Tentu saja lah. Putriku tidak pernah mau jauh-jauh dari ibunya!" ucap Firman tampak begitu bahagia.


" Selamat Ayana!" ucap Agus ketika dia berhadapan dengan Ayana.


Keringat dingin sudah bercucuran di kening Ayana dia merasa sangat gugup melihat Firman berada di hadapannya dan tersenyum kepadanya.


" Terimakasih!" jawab Ayana dengan suara yang gemetar.


Firman dan Laila kemudian turun dari pelaminan dan bergabung dengan tamu yang lainnya yang masih merupakan rekanan bisnisnya juga.


Sesekali Firman tampak melirik ke arah Ayana yang tampak tidak nyaman dengan kehadirannya.


Ayana yang masih mengingat masa lalunya bersama Firman. Dia berusaha sekuat tenaga untuk bisa bersikap wajar dan juga normal. Dia berusaha untuk tidak terpengaruh dengan kehadiran Firman di antara mereka.


" Apakah kamu baik-baik saja sayang kenapa wajahmu begitu pucat?" tanya Agus merasa khawatir dengan istrinya.


" Aku tidak apa-apa mungkin karena kelelahan saja. Sejak pagi banyak sekali tamu yang hadir di pernikahan kita." ucap Ayana berusaha untuk tersenyum kepada suaminya.


" Sayang, apa kita masuk ke kamar saja? Agar kau bisa beristirahat di sana. Sayang, aku takut kalau sampai kau sakit!" ucap Agus sambil menggenggam tangan Ayana yang terasa begitu dingin di tangannya.


" Aku benar-benar tidak apa-apa. Sudahlah Jangan pikirkan aku!" ucap Ayana berusaha untuk kuat dan terlihat baik-baik saja.


Walaupun sebenarnya saat ini seluruh badannya terasa panas dingin perutnya terasa mual dan kepalanya sangat pusing. Hingga akhirnya Ayana pun jatuh ambruk dan pingsan dalam pelukan Agus.


Semua orang yang melihat kejadian itu pun panik. Firman dan Laila tampak mendekati Agus yang akan membawa ayahnya ke rumah sakit.


Para tamu undangan pun diminta untuk pulang karena acara dinyatakan selesai.


Ayana dan Agus langsung pergi ke rumah sakit. Firman dan Laila mengikuti keduanya karena mereka merasa khawatir dengan pengantin yang tiba-tiba saja pingsan setelah mereka turun dari pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada mereka atas pernikahan mereka.


' Apakah Ayana merasa tertekan dengan kehadiranku di dalam pesta pernikahan ini sehingga membuatnya tiba-tiba pingsan?' bathin Agus merasa tidak tenang.


Diakui atau tidak, mereka berdua pernah memiliki masa lalu yang sangat erat dan Agus lah yang telah mengambil harta yang paling berharga milik Ayana ketika mereka berdua masih di usia remaja.


" Bagaimana keadaan Ayana?" tanya Firman ketika dia melihat Agus yang keluar dari kamar perawatan istrinya.


" Sayang lebih baik kita pulang ya? Kasihan Yuke. Tampaknya dia sudah mengantuk!" ucap Laila kepada Firman.


" Tapi kita belum mengetahui keadaan Ayana. Mas hanya khawatir saja sayang. Tadi dia pingsan setelah kita turun dari pelaminan. Padahal sebelumnya kan dia baik-baik saja!" ucap Firman mengatakan kekhawatirannya terhadap Laila.


" Besok siang kita kemari lagi pas jam besuk. Untuk sekarang. Mari kita pulang dulu Mas. Kasihan Yuke dia sudah sangat mengantuk." ucap Laila merasa khawatir dengan kondisi putrinya yang dari tadi itu sudah mulai manggut-manggut dan tampak rewel.


" Pulanglah Firman kasihan putrimu kalau sampai nanti masuk angin karena terlalu lama di luar. Kalau kalian mau besok bisa datang lagi untuk menjenguk Ayana. Nanti aku akan mengabarkan Di mana kamar perawatan Ayana!" ucap Agus.


Akhirnya Firman dan Laila pun kembali ke kediaman mereka selama berada di Jakarta.


Ayahnya Firman sekarang sudah menerima Laila sebagai menantu dan telah resmi menjadi bagian keluarga besar Firman.


Firman sekarang tinggal di kediaman utama keluarga besarnya bersama dengan ayahnya yang sudah mulai menua dan sakit-sakitan.


Dengan telaten Laila setiap hari mengurus mertuanya. Sehingga membuat ayahnya Firman merasa telah berdosa karena dulu menentang pernikahan mereka dengan keras.


Begitu sampai di rumah Laila langsung menidurkan Yuke di dalam kamarnya.


" Apakah Mas kenal dengan istri dari Agus?" tanya Laila ketika mereka berdua sudah berada di atas ranjang.


" Dulu kami satu sekolah sewaktu SMA!" jawab Firman sambil memberikan tubuhnya di samping sang istri.


" Apakah kalian dekat?"


" Maksudnya?" tanya Firman tidak mengerti dengan pertanyaan Laila.


" Maksudku, apakah kalian pernah menjadi sepasang kekasih?" tanya Laila.


" Ya tidaklah! Kekasihku kan dulu cuma kamu seorang! Mungkin kamu lupa dengan Ayana yang dulu adalah adik kelas kita. Dia adalah gadis yang sangat pintar dan selalu menjadi juara di kelasnya. Sudahlah Ayo kita tidur tidak usah membahasnya lagi!" ucap Firman berusaha untuk menghindari pembicaraan itu lebih jauh lagi.


Bagaimanapun juga Firman takut kalau sampai Laila nanti bertanya tentang perbuatan buruknya yang telah mengambil kehormatan ayahnya pada saat dulu dirinya frustasi setelah ditinggalkan oleh Laila pada malam ulang tahun Ayana yang ke-17.


Firman langsung memejamkan matanya dan memeluk Laila dengan erat.


' Sejak kapan Ayana dan Agus saling mengenal dan bagaimana caranya mereka bisa mengenal satu sama lain? Apakah pertemuan kami terakhir kali itu yang dikatakan oleh Agus adalah Ayana?' batin Firman terus memikirkan tentang Ayana dan Agus yang selalu mengganggu pikirannya.


Sementara itu Laila yang masih penasaran tentang hubungan suaminya dengan Ayana. Sebenarnya dia masih penasaran dan ingin bertanya lebih lanjut kepada suaminya tetapi ketika dia melirik kepada Firman suami ternyata sudah tidur lelap.


Laila pun kemudian memejamkan matanya. berusaha untuk tertidur. Walaupun terasa sulit tetapi terus dia usahakan agar bisa tidur.


Namun ingatan ketika berada di resepsi pernikahan itu. Selalu saja mengganggu pikirannya sehingga dia mengalami kesulitan untuk bisa tidur dengan lelap.


' Aku yakin kalau hubungan mas Firman dan Ayana tidak sesederhana itu. aku bisa melihat tatapan Ayana yang seperti hendak menangis ketika dia melihat suamiku hadir di dalam pesta pernikahan itu. Ada hubungan apa mereka sebenarnya? Apa yang sedang disembunyikan oleh suamiku?' banyak sekali pertanyaan di dalam kepala Laila yang sangat mengganggu pikirannya.


Hingga akhirnya, sangking lelahnya Laila dengan pikirannya sendiri memikirkan tentang hubungan suaminya dan Ayana di masa lalu tanpa sadar Laila pun akhirnya sudah terlelap dan masuk ke alam mimpi yang indah.