Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
64. Bercerai dengan Laila



Setelah Yayasan Kanker yang kami dirikan selesai, aku dan keluargaku akhirnya pulang ke Indonesia, Adrian dan Amanda ikut bersamaku juga, mereka akan mondok di pondok pesantren yang aku pimpin. Kesya dan Andika ikut juga mengantarkan anak mereka sampai ke pondok.


"Adrian dan Amanda, gak boleh nakal selama tinggal di pondok. Harus patuh sama Pak Kiai!" pesan Andika sambil mencium kedua anaknya.


"Anak kesayangan Mamah, ayo sini peluk dulu, sebelum kita berpisah!" Kesya lalu memeluk Adrian dan juga Amanda.


"Kakak, harus jaga Adiknya, ok?" pesan Kesya kepada Amanda. "Ya, Mah! Amanda akan menjaga Adik Adrian!" janji Amanda. Ya, Amanda sangat senang karena diijinkan ikut bersama Adrian. Oleh karena itu, Amanda mulai mau menanggapi kasih sayang yang dicurahkan oleh Kesya untuk dirinya.


Sejak awal masuk ke keluarga Abimana, Amanda tidak mau memanggil Kesya dengan Mama, selalu Tante Kesya. Andika sangat senang ketika mendengar Putri kecilnya memanggil istrinya dengan Mamah.


"Anak hebatnya Papah!" Andika lalu mencium Amanda dan Adrian, sebelum akhirnya mereka kembali ke Dubai.


Ya, Kesya sedang sibuk mengurus skripsi dia, dan Andika sangat sibuk dengan pekerjaannya. Tidak bisa berlama-lama di Indonesia.


Keluarga Kesya masih di Dubai, Zahra dan Rasyid serta mamahnya masih betah tinggal di rumah Kesya. Mereka akan kembali ke Indonesia satu minggu lagi, sesuai jadwal awal.


"Baiklah, Mas Ilham, terimakasih sudah mau direpotkan untuk menjaga dua anak kami! Kami harap, apabila pondok pesantren membutuhkan apapun, jangan sungkan untuk menghubungi kami. Bisa juga menghubungi perusahaan cabang disini. Bawa saja Adrian bersama Mas Ilham, nanti Adrian yang akan mengatur segalanya untuk kalian!" ucap Andika.


"Siap jagoan? Ajak Om Ilham ke perusahaan cabang kita di sini, untuk memenuhi kebutuhan di pondok, Ok?" Ucap Andika sambil melirik kepada CEO yang dia tunjuk untuk memimpin cabang Abimana Group yang ada di Jawa timur.


"Siap, Tuan! Apapun yang dibutuhkan oleh pihak pondok, saya pasti akan memenuhi semuanya!"


janji CEO berumur 50 tahun itu.


"Mas Ilham bisa menelpon saya langsung kalau dia mengingkari janjinya hari ini ataupun mempersulit proses apapun, paham?" setelah memberikan banyak wejangan dan pesan, Andika dan Kesya lalu kembali ke Dubai.


"Mas, kita tidak mampir ke Pontianak dulu? menengok keponakan kita dulu!" usul Kesya. Tapi Andika tidak mau. "Aku masih malas bertemu dengan Merry!" hanya itu yang diucapkan oleh Andika. "Mas, jangan terlalu lama menyimpan dendam, apalagi dengan saudara sendiri!" Kesya menyentuh lengan Andika dengan lembut.


"Merry juga belum tentu mau bertemu dengan Mas! Kalau memang anak nakal itu sudah memaafkan Mas, dia pasti ikut Keluarga kita kemarin, waktu akan mengunjungi kita di Dubai!" ucap Andika masih di tekuk wajahnya.


"Baiklah sayang, Terserah kau saja!" akhirnya Kesya mengalah.


"Sayang, bagaimana kalau kita mampir ke Jepang Sebentar? kita bulan madu lagi!" usul Andika yang sukses membuat Kesya merasa geli.


"Sayang, aku sebenarnya merasa cemburu kalau kamu berlama-lama bertemu dengan Mas Ilham! Maafkan aku, ya!" akhirnya Andika jujur juga dengan perasaan dia.


"Mas Ilham sudah punya istri, masih juga di cemburu in, kamu ada-ada aja sih, Mas!" Kesya kini tertawa, merasa lucu dengan suaminya.


"Sayang, Mas Ilham tadi malam, katanya akan bercerai dengan Laila. Katanya sudah tidak cocok lagi. Umy juga sudah tidak nyaman dengan Laila." Kesya tampak kaget dengan berita tersebut.


"Kita jadi berdosa atau gak ya, Mas? Maksud kita mengundang mereka ke Dubai untuk honey moon malah jadinya bercerai!" Kesya tampak merasa bersalah. Andika lalu menarik tubuh Kesya dan memeluknya.


"Kita ke Jepang ya, dua hari saja di sana. Lalu kita ke Korea, kita honey moon ya?" pinta Andika dengan memasang wajah imut yang sungguh menggemaskan bagi Kesya.


"Baiklah, apapun, buat suamiku tercinta!" Kesya akhirnya menyerah juga.


Setelah mendapatkan persetujuan, jet pribadi tersebut akhirnya belok ke Jepang. Dan berhenti di sana selama dua hari.


Kita tinggalkan dulu Kesya dan Ilham yang sedang menikmati honey moon kedua mereka. Ayo kita lihat Ilham yang kini sedang sibuk mengurus surat perceraian dirinya dan Laila.


"Mas, aku mohon Mas, tolong jangan ceraikan aku! Aku mohon maaf kalau bikin kamu marah dan malu selama kita di Dubai kemarin! Aku mohon, Mas! Maafkan aku!" Laila kini sedang memeluk kaki Ilham dengan air mata berderai.


"Maafkan aku, aku tidak bisa lagi menerima kamu sebagai istriku. Kamu carilah pria kaya yang ada adalah khayalan kamu. Aku ini hanya seorang miskin, yang hari-hari hanya sibuk mengajar para santri untuk mengaji. Tidak punya waktu untuk memperkaya diri sendiri! Maafkan aku, aku tidak ingin menahan kamu lebih lama lagi di sisiku." keputusan Ilham sudah bulat dan tidak bisa di ganggu lagi. Ya, Ilham masih sangat ingat, kelakuan Laila yang merayu laki-laki kaya di pestanya Andika saat pesta penyambutan itu. Seakan tidak menghargai dirinya sebagai suaminya. Ilham tidak bisa mentolerir sikap buruk itu. Walaupun dirinya memang salah juga, masih memiliki perasaan untuk Kesya, tapi itu tidak pernah ditunjukkan di depan publik atau saat berdua dengan Kesya.


Ilham menyimpan rapat perasaan itu, tidak pernah sengaja mendekati atau berusaha untuk bersama Kesya. Ilham merawat Adrian murni karena rasa sayangnya pada anak tampak dan cerdas itu.


"Ustadz Rohim, tolong antarkan Bu Laila ke kamar yang ada di ujung sana. Sampai keputusan pengadilan, Dia akan tinggal di kamar itu!" begitu selesai, Ilham lalu masuk ke kamarnya.


"Mas, kamu akan menyesali apa yang kamu lakukan kepadaku hari ini! Aku janji!" ancam Laila.


Ilham berhenti dari langkanya ke kamar, lalu menengok Laila," Ustadz Rohim. Antarkan Laila ke rumah kedua orangtuanya, katakan apa saja yang terjadi di rumah ini dan apa saja yang tadi kamu dengar disini. Itu alasan aku menceraikan dia!" Setelah keputusan pengadilan sah, aku akan datang kesana untuk mengembalikan anak mereka. Katakan saja, aku saat ini masih lelah setelah perjalanan jauh dari Dubai!" Ilham lalu masuk ke kamarnya dan sama sekali tidak menengok lagi.


Itulah kali terakhir Laila melihat Ilham dalam hidupnya. Karena Setelah itu mereka bercerai dan tidak pernah bertemu lagi. Laila menikah dengan pria lain setelah masa iddahnya selesai.


Ilham? Ilham lebih memilih untuk konsentrasi mengurus santrinya, Ilham tidak mau lagi asal memilih istri. Trauma dengan kesalahan yang pernah dia lakukan. Asal mengambil istri dan akhirnya menyesal seumur hidupnya.