
Setelah menjual apartemen dan menarik uang dari kartu yang diberikan oleh Mark, Manda kemudian meninggalkan Jerman dan pergi ke Prancis. Karena Manda berniat untuk menemui putrinya yang sudah sangat dia rindukan selama bertahan-tahun lamanya.
" Untuk sementara aku akan tinggal di sini sampai menemukan alamat Amanda. Aku harap putri ku mau menerima kehadiranku dan mau tinggal bersamaku. Aku bukan lagi Manda yang miskin dan tidak memiliki apapun. Sekarang aku udah kaya raya dan memiliki perusahaan sendiri yang aku bangun dari uang yang aku ambil dari Mark." ucap Manda bermonolog sendiri.
Manda membeli sebuah apartemen mungil yang cukup untuk ditempati sendiri sambil menunggu dirinya bertemu dengan Amanda.
Ketika Manda menghubungi putrinya, putrinya mengatakan kalau dia sekarang sedang berada di Dubai. Karena sedang liburan bersama dengan keluarga Andika Abimana.
Sehingga mau tidak mau Manda akhirnya harus menunggu kedatangan putrinya.
" Semoga saja Mark tidak marah ketika dia tahu bahwa aku telah menjual apartemen itu dan juga mengambil uangnya. Aku rasa uang yang aku bawa dari Jerman merupakan kompensasi yang cukup untuk diriku selama bertahun-tahun menjadi istri simpanannya! Aku cukup tahu diri untuk tidak menampakan wajahku di hadapan Elena yang sombong itu!" Ucap Manda yang mulai emosi ketika dia mengingat tentang kelakuan Elena ketika dulu Elena bersama dengan Mark pergi ke Prancis.
Selama satu minggu Mark di Prancis, Manda menunggu kabar dari Mark tetapi ternyata tidak ada iktikad apapun dari Mark. Sehingga akhirnya membuat Manda nekat untuk menjual apartemen dan juga mengambil uang 1 M dari kartu yang di berikan oleh Mark untuk kebutuhan dirinya sehari-hari.
Perasaan dibuang dan tidak dibutuhkan oleh orang yang kita cintai itu benar-benar telah membunuh secara diam-diam. Itulah yang dirasakan oleh Manda ketika selama hampir 1 minggu Mark tidak pernah menghubunginya maupun menemuinya lagi.
Bahkan setelah dia menjual apartemen dan menarik uang yang begitu besar dari rekening Mark, sama sekali tidak ada panggilan untuk dirinya itu membuat Manda benar-benar merasa telah dibuang oleh suami sirinya sesuai dengan apa yang di katakan oleh Elena bahwa dirinya sudah tidak dibutuhkan lagi oleh Mark. Setelah Elena meninggalkan dunia modeling dan waktunya fokus hanya untuk merawat keluarganya saja di rumah.
Dengan perasaan hancur lebur, Manda meninggalkan Jerman dan melangkahkan kakinya menuju Prancis. Untuk meninggalkan jejaknya, Manda menggunakan paspor dan visa palsu sehingga tidak akan bisa dilacak oleh Mark maupun anak buahnya.
Manda mempelajari semua itu dari Elena yang telah mengajarkan dia banyak hal. Manda berterima kasih sekali karena Elena telah mengenalkan seorang Mark yang sangat luar biasa kedalam hidupnya yang selalu membosankan. Manda akui kalau dia mencintai Mark dengan tulus.
Yang menjadi alasan kenapa Manda sampai tega mengambil uang milik Mark dalam jumlah besar, hanyalah agar membuat laki-laki itu datang mencarinya. Tapi ternyata dia menelan pil kekecewaan karena Mark tidak pernah datang atau menghubunginya.
Siang itu Manda tampak berjalan-jalan di jalanan Prancis yang terkenal sebagai negara mode dan sambil menunggu kedatangan Amanda, Manda belajar Bahasa Prancis dengan kursus bahasa di sana.
Manda benar-benar melakukan banyak usaha untuk bisa bertahan hidup di Prancis demi putrinya yang sudah sangat dia rindukan.
" Aku pasti bisa membuat putriku bangga kepadaku. Percayalah Amanda, aku akan membuat kamu lebih mencintaiku dari pada Kesya yang sok suci itu!" ucap Manda kesal.
Manda tahu bahwa Amanda sudah dipasrahi sebuah perusahaan oleh Farhan. Sambil dia kuliah setelah pulang kuliah, Amanda akan kerja dan mengelola perusahaan yang telah dipercayakan kakeknya kepada Amanda.
Farhan benar-benar mendidik seorang Amanda untuk menjadi seorang bisnis women yang sejati yang bisa di banggakan olehnya. Sebagai Abimana sejati.
Manda saat ini sedang jalan-jalan di kampus Amanda. Dia ingin tahu kehidupan semacam apa yang dijalani oleh putrinya selama bertahun-tahun belakangan ini.
" Wow! Sungguh indah sekali tempat kamu kuliah sayang! Keluarga Abimana benar-benar merawatmu dengan sangat baik dan memberikan segala yang terbaik untukmu! Pantas saja kamu tidak mau untuk tinggal bersama Mama kandung kamu sendiri!" monolog Manda merasa cemburu sekali dengan kehidupan Kesya yang menjadi nyonya besar keluarga Abimana grup yang sangat terkenal di seluruh dunia.
" Suatu saat nanti aku pasti bisa memberikan pelajaran kepada Kesya untuk dia bisa merendah sedikit dan tidak terlalu Arogan dalam hidupnya karena menjadi Nyonya besar dari Abimana grup!" ucap Manda dengan mata penuh dendam.
Setelah merasa puas berjalan-jalan di kampus Amanda. Manda pun kemudian kembali ke apartemennya untuk beristirahat.
Saat ini Manda sedang memperhatikan nomor telepon milik Mark. Walaupun dia telah mengganti nomor ponselnya. Tetapi Manda masih menyimpan nomor laki-laki yang dia cintai. Tetapi Manda tidak berani untuk menghubungi Mark. Manda takut laki-laki itu akan membencinya setelah apa yang dia lakukan terhadap Mark saa dia memutuskan untuk pergi dari hidup Mark untuk selamanya.
" Untuk apa juga, aku bertahan di sisimu? Kalau kau ternyata selama ini tidak pernah mengharapkan keberadaanku. Karena kau jauh lebih mencintai istri sah kamu. Aku hanya kau anggap sebagai ban cadangan ketika kau tidak bisa menyentuh istrimu!" ucap mandah bermonolog dengan diri sendiri dengan amarah yang begitu besar ketika dia melihat foto terakhir yang dikirimkan oleh Elena kepadanya saat Mark selesai bercinta dengan Elena.
Perasaan cemburu dan juga sakit hati lebih mendominasi semua perasaan yang saat ini sedang dirasakan oleh Manda ketika dia melihat wajah puas dan bahagia Mark setelah bercinta dengan Elena.
" Aku tahu kalau kau pasti tidak pernah merindukanku. Oleh karena itu sampai sekarang kau tidak pernah mencariku. Aku tahu aku hanyalah sebuah persinggahan di dalam hidupmu dan tidak penting untukmu. Aku yang terlalu percaya diri karena merasa kamu cintai selama ini. Padahal kamu hanya menginginkan tubuhku saja, tidak lebih dari itu!" ucap Manda sambil terus melihat nomor telpon Mark yang saat ini sedang online.
Hampir saja Manda tidak bisa mengontrol dirinya sendiri dan hampir saja dia menghubungi Mark karena sangking rindunya dia terhadap suami sirinya.
Akan tetapi ketika Manda melihat kembali foto yang dikirimkan oleh Elena, membuat hatinya menjadi hancur dan seketika melemparkan ponselnya untuk menjauh dari dirinya sehingga dia tidak jadi menghubungi Mark yang sangat dia rindukan.
Akhirnya Manda memilih untuk menangis dan menyesali jalan hidupnya yang benar-benar berliku dan sangat terjal berduri. Sakit dan penuh dengan luka hati yang paling dalam.