
Arman memegangi tangan ibunya yang berusaha untuk menghajar Ustaz Fahri yang saat ini sedang fokus untuk menghadapi makhluk-makhluk yang ada di dalam Wifiq tersebut. Fahri tampak mengeluarkan keringat di dahinya.
Ustad Fahri tidak hentinya mengucapkan dan melafalkan ayat-ayat suci Alquran yang mempunyai fungsi untuk menghancurkan pertahanan para makhluk gaib yang tidak terlihat dan selalu mengganggu manusia yang lemah iman dan mau bersekutu dengan mereka.
"Hentikan! Apa yang kau lakukan? Cepatlah dia membaca ayat-ayat bodoh itu! Cepat hentikan! Oh, tidak, ini sangat panas!" ibunya Arman terus berteriak kesakitan.
Dia bahkan hampir berlari ke kamar mandi untuk mencemplungkan badannya yang saat ini sangat kepanasan. Gara-gara ustadz Fahri yang terus membaca ayat-ayat rukyah di dalam kamar itu.
"Kau anak yang durhaka! Bisa-bisanya kau membawa dia untuk mengganggu ibumu! Aku akan mengambil ibumu! Akan kubawa dia sehingga kau tidak akan pernah bertemu lagi dengan ibumu! Ibumu harus membayar mahal atas perjanjian yang sudah kami buat! Dia harus membayar semuanya secara lunas dengan nyawanya! Hahaha!" ibunya Arman terus merancau tidak karuan, membuat Arman sudah merinding tidak karuan.
"Bagaimana ini Ustad? Ibu semakin tidak terkendali, Ustadz! Tolong saya, ustadz!" ucap Arman meminra pertololongan kepada Ustadz Fahri yang masih fokus menyerang mahluk di dalam wifiq tersebut.
Arman terus berusaha keras untuk terus memegangi tubuh ibunya yang kini sedang berusaha untuk membenturkan kepalanya ke tembok. Berkali-kali hingga kini kepala Ibunya mulai mengeluarkan darah segar.
Matanya ibunya Arman sudah memerah dia terus tertawa dan menangis saat bersamaan.
Arman terus menangis sambil memegangi tubuh ibunya yang bahkan kini mulai menegang dan gemetar di dalam pelukannya.
"Ibu harus melawan makhluk itu Bu! Ibu harus berjuang! Ibu nggak boleh menyerah! Ibu harus ingat dengan Arman Bu! Tolonglah, ibu! Ibu harus berjuang demi Arman Bu!" Arman terus berteriak di telinga ibunya.
Arman terus memanggil ibunya dan dia terus membacakan ayat-ayat rukyah yang dia tahu di telinga sang ibu. Sampai ibunya menangis dan memeluk putranya.
"Arman, Ibu sudah tidak kuat lagi! Tolong kau ikhlaskan ibu Nak! Tolong kau lepaskan Ibu! Biarkan Ibu ikut dengan mereka, ibu akan menerima hukuman Ibu karena Ibu telah berbuat musyrik kepada Allah! Dengan bersekutu bersama jin dan setan!" ucap ibunya Alman menangis.
Ibunya Arman merintih sambil mengelus wajah Arman. Arman Sudah menangis dan menciumi wajah ibunya yang saat ini semakin pucat karena darah semakin banyak mengalir dari lukanya saat dia membenturkan kepalanya di tembok tadi.
"Hahaha! Akhirnya aku akan berhasil membawa ibumu untuk ikut bersamaku. Hahaha kalian manusia-manusia lemah tidak akan kau berhasil melawanku! Hahaha! Ayo cepat sini kau, kalau berani kau ambil ibumu dari tanganku!" Ibunya Arman terus tertawa dan menangis di saat bersamaan. Membuat Arman sudah tidak sanggup lagi melihat penderitaan ibunya.
Tiba-tiba Ustad Fahri sudah berada di belakang Ibunya Arman dan memukul tengkuk ibunya Arman sambil membaca ayat suci Alquran.
Ustad Fahri terus membacakan ayat-ayat Rukyah sambil terus memukul-mukul tubuh ibunya Arman menggunakan tongkat yang dia pegang di tangan kanannya. Sampai ibunya Arman menjerit kesakitan.
"Tolong hentikan! Tolong kau hentikan yang kau lakukan tolong tubuhku sudah mau hancur dan kepanasan, tolong hentikan hentikan!" ibunya Arman terus berteriak-teriak sehingga akhirnya dia jatuh pingsan diperlukan Arman.
Tiba-tiba suasana di dalam kamar itu terasa semakin mencekam. Tiba-tiba terdengar suara bergemuruh dan barang-barang yang ada di dalam kamar itu berterbangan.
"Kalian manusia-manusia yang lemah! Ketika kalian butuh mencari kami. Setelah kalian tidak butuh kalian mengusir kami dengan kejam! Kalian sungguh manusia-manusia yang tidak berguna! Percayalah bahwa kami pasti akan selalu menggoda bangsa kalian! Yang lemah iman dan takwanya. Sehingga kalian terjatuh dan terperosok semakin dalam dalam perjanjian bersama kami! Hahahaha!" kemudian suasana di kamar itu hening sepi dan senyap. Tiba-tiba terdengar suara ledakan yang keluar dari wifiq yang tadi disterilkan oleh Ustad Fahri.
Ibunya Arman masih pingsan di lantai darahnya sudah mulai mengering wajahnya sudah pucat sehingga membuat Arman jadi ketakutan dengan keadaan ibunya saat ini.
"Ustadz! Bagaimana ini dengan ibuku Wajahnya semakin pucat. Saya takut terjadi apa-apa dengan ibuku!" ucap Arman sambil menatap tajam kepada Ustad Fahri yang sekarang sedang menatapnya dengan Sendu.
"Maafkan saya Arman! Ibumu telah bersekutu dengan jin itu lebih dari 25 tahun. Dan dia sudah banyak memberikan tumbal untuk makhluk itu. Lebih dari 10 tahun ini, Ibumu tidak pernah memberikan tumbal kepada mereka. Sehingga mereka telah mengambil ibumu sebagai penggantinya!" ucap Ustad Fahri sambil menepuk bahu Arman.
Arman seketika tubuhnya lemas. Karena dia sedih mendapatkan kenyataan bahwa ibunya telah dibawa pergi oleh makhluk-makhluk yang terkutuk itu.
"Apakah itu maksudnya, bawa ibuku sudah meninggal ustad?" tanya Arman dengan suara yang gemetar. Kini air matanya terus mengalir tanpa henti. Arman terus memeluk tubuh ibunya dengan erat. Tubuh ibunya yang sudah mulai mendingin dan membeku.
"Arman, tabahkan hatimu! Tapi yang jelas, saya pasti akan membantu untuk mengambil roh ibumu dari tangan mereka, agar tidak ditahan oleh mereka. Agar ibumu bisa beristirahat dengan tenang di alam sana!" ucap Ustad Fahri kemudian dia duduk bersila kembali di tempat semula.
"Arman sekarang kau baringkan tubuh ibumu di ranjangnya. Lalu kau segera persiapkan pemakaman ibumu. Saya akan berusaha untuk mengambil roh ibumu agar tidak ditahan oleh makhluk itu! Agar ibumu tidak harus mengabdi kepada mereka sampai hari kiamat!" ucap Ustad Fahri kepada Arman.
Kemudian dia mulai memejamkan matanya kembali dan mulai untuk bertransportasi ke alam dunia lain. Dalam rangka untuk berusaha dan membantu untuk mengambil roh ibunya Arman yang di tahan oleh mereka.
Ustaz Fahri melihat ibunya Arman yang saat ini sedang di dalam sebuah kerangkeng. Kedua tangannya terikat dengan baju-baju keras. Ustad Fahri kemudian berusaha untuk melepaskan baja-baja itu. Tetapi sangat keras sekali dan sangat sulit untuk dilepaskan.
"Percuma kau tidak akan bisa melepaskan baja-baja itu! Karena sesungguhnya baja-baja itu adalah Ambisi dan juga nafsu yang dimiliki oleh manusia itu terhadap dunia!" tiba-tiba ada sebuah suara yang menggema di ruangan itu. Sehingga membuat ustad Fahri menengok mencari sumber suara tetapi di sana hanyalah ruang kosong.