Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
323. Amarah Amanda



Amanda pulang dari rumah sakit dengan menahan emosi yang membuncah di dadanya. Setelah dia mengetahui bahwa ternyata ibunya adalah simpanan dari laki-laki yang kemarin mengaku sebagai suaminya.


" Kenapa Mama jahat sekali? Baru saja aku bisa memaafkanmu. Kenapa sekarang kau memberikan lagi luka yang jauh lebih dalam untukku? Hiks hiks! Kenapa sih Mah? Kenapa?" Amanda terus menangis dan mengurung diri di dalam kamarnya. Setelah kepulangannya dari rumah sakit.


Farhan yang waktu itu baru saja pulang dari kantor tampak mencari keberadaan cucunya yang tidak dia temukan di manapun.


" Di mana Nona mu?" tanya Farhan sambil melonggarkan ikatan dasi yang melingkar lehernya yang terasa sangat mencekiknya.


" Non Amanda ada di kamarnya Tuan. Tidak tahu kenapa. Sejak pulang dari luar, Nona sampai sekarang belum juga keluar. Bahkan ketika saya menyuruhnya untuk makan siang pun non Amanda tidak mau keluar sama sekali!" ucap pembantu sambil menundukkan kepalanya di hadapan Farhan.


Farhan tampak mengerutkan keningnya kemudian menyuruh pembantunya untuk mundur dari hadapannya.


" Ada masalah apa lagi dengan anak itu?" tanya Farhan benar-benar penasaran sambil menggelengkan kepalanya.


Farhan kemudian langsung menuju ke kamar Amanda mengetuk pintunya dengan perlahan dan hati-hati.


Farhan sangat tahu sifat cucu perempuannya itu yang sangat sensitif dan sangat mudah tersinggung. Oleh karena itu Farhan selama ini selalu berusaha untuk berhati-hati kalau sudah berhadapan dengan Amanda.


Tok Tok Tok


" Amanda! Apakah kau ada di dalam sayang? Ini Kakek sayang. Kakek ingin bicara dengan kamu nak. Apa bisa kau buka pintunya?" tanya Farhan berusaha sekuat tenaga untuk membujuk Amanda agar mau membuka pintu kamarnya agar dia bisa masuk.


Farhan terdiam sekitar 10 menit memberikan waktu kepada Amanda untuk berpikir.


" Kakek! Hiks Hiks! Mama sangat jahat Kek! Amanda benci sama Mama kek! Hiks hiks!" Farhan terkejut ketika membuka pintu Amanda langsung menubruknya dan menangis terisak dalam pelukannya.


Farhan kemudian membimbing cucunya untuk duduk di sofa yang ada di dalam kamar cucunya yang paling dia sayangi.


" Ada apa lagi Sayang? Kenapa kau menangis seperti ini? Bibi bilang sejak siang kau bahkan belum makan?" tanya Farhan sambil mengelus rambut Amanda dengan lembut.


Amanda yang sejak tadi siang benar-benar membutuhkan kasih sayang kakeknya. Tanpa merasa malu ataupun sungkan. Dia kemudian menangis di dalam pelukan Farhan. Tetapi dia belum mau bercerita tentang sebab musabab air matanya mengalir kembali hari ini.


" Ceritakanlah Pada kakek sayang. Siapa tahu Kakek bisa membantumu ataupun mungkin bisa mengurangi kesedihan di hatimu!" ucap Farhan sambil tersenyum kepada Amanda yang sekarang mulai tenang dan bisa bercerita dengan lancar.


Farhan tampak menganggukkan kepalanya mendengarkan cerita Amanda tentang ibunya yang ternyata adalah seorang wanita kedua dari kehidupan Mark yang kemarin mengaku sebagai suaminya.


" Amanda tidak pernah mengira dan tidak pernah menyangka. Kalau ternyata mamaku adalah seorang pelakor. Hiks hiks. Mamaku, dia__dia__ merebut suami orang lain kek. Bahkan laki-laki itu berniat ingin menceraikan istri pertamanya dan menjadikan dia sebagai istri sahnya. Apakah Mamaku tidak jahat kalau seperti itu kakek?" air mata Amanda kembali menetes Setelah dia mengingat kembali apa yang dia dengar dan Apa yang dia lihat di rumah sakit tadi pagi.


" Itu adalah urusan ibumu Amanda. Kita tidak bisa mencampuri kehidupan pribadinya. Karena bagaimanapun Ibumu juga butuh seorang laki-laki yang akan membuat hidupnya tidak terlalu kesepian di masa tua nya!" ucap Farhan berusaha membujuk Amanda agar bisa mengerti kondisi dan situasi Manda saat ini.


Bukannya merasa tenang ataupun senang. Amanda malah semakin histeris, membuat Farhan menjadi merasa bersalah karena sudah keceplosan bicara.


" Apakah itu adalah sikap hidup seorang perempuan yang baik Kek? Yang berbahagia di atas derita perempuan lainnya?" tanya Amanda dengan mata berapi-api.


Kemarahan yang tadinya diberikan untuk Manda sekarang tertuju kepada Farhan yang tadi kesalahan bicara.


" Bukan begitu maksud kakek Amanda. Sayang tolong dengarkan kakek dulu!" Ucap Farhan kembali membujuk Amanda untuk mau mendengarkan perkataannya.


" Amanda tidak menduga kalau kakek bisa mengatakan hal-hal seperti itu. Apakah itu artinya kakek tahu kalau Om Mark itu ternyata sudah memiliki istri lain selain mamaku?" tanya Amanda dengan tatapan sengit menatap Farhan yang mulai salah tingkah dan gugup menghadapi kemarahan cucu kesayangannya.


Farhan menarik nafasnya dalam-dalam dia benar-benar bingung harus bicara bagaimana lagi dengan Amanda.


Farhan mengerti kalau Amanda sedang marah dan kesal karena mengingat dirinya juga adalah seorang perempuan yang pasti akan akan sakit hati juga. Apabila dia tahu pasangannya berselingkuh di belakangnya.


" Kakek tahu tentang status mereka berdua. Kakek juga tahu siapa istri pertama dari Om Mark. Kakek juga tahu siapa Om Mark itu yang sebenarnya!" mata Amanda semakin membola saat dia mendengarkan semua Pengakuan dari Farhan.


" Jadi kakek tahu? Lalu kenapa kakek tidak mengatakannya kepada Amanda? Huh? Kenapa kek?" Amanda kemudian bangkit dan menolak untuk duduk bersama dengan Farhan karena dia merasa telah dikhianati oleh Kakeknya sendiri.


Farhan menarik nafasnya dalam-dalam. Jujur saja! Dia sangat frustasi dan kesulitan untuk meyakinkan Amanda yang saat ini sedang marah tingkat dewa.


" Istri pertama dari Om Mark adalah Elena mantan kekasih ayahmu yang dulu kami tolak untuk menjadi istrinya. Kakek juga tidak mengerti kenapa Elena bisa menjadi istri dari Mark dan sekarang ibumu bisa menjadi istri keduanya. Hal ini juga benar-benar sangat membingungkan bagi kakek Armada. Apa kau bisa jangan menghukum kakek untuk sesuatu yang Kakek pun tidak paham dan tidak mengerti Nak?" tanya Farhan berusaha sekuat tenaga untuk membuat Amanda mau duduk kembali dan berbicara baik-baik dengannya.


" Maafkan Amanda kakek. Tapi Amanda tidak bisa menerima pemikiran kakek yang setuju dengan status Mamahku sebagai seorang pelakor. Amanda kecewa sama Kakek! Sekarang lebih baik Kakek pergi saja dan tinggalkan kamarku sekarang. Karena aku ingin sendiri. Aku ingin merenungkan hidupku sendiri!" ucap Amanda sangat kesal sekali.


Kepala Amanda seakan hendak meledak rasanya. Setelah dirinya memastikan bahwa status ibunya benar-benar ada seorang pelakor. Bahkan sekarang laki-laki yang mengaku sebagai pasangan ibunya sedang bersiap-siap untuk menceraikan istri pertama dan meninggalkan anak-anak mereka. Demi menjadikan ibunya sebagai yang pertama dalam hidup laki-laki itu.


" Sialan! Brengsek!" Amanda melemparkan semua barang-barang yang ada di dalam kamarnya dan melanpiaskan semua emosi yang ada di hatinya saat ini.


" Kenapa Mama jahat sekali? Apakah mama tidak sadar kalau mama juga punya anak seorang gadis seperti aku? Bagaimana kalau nanti Karma buruk akan datang ke dalam hidupku juga Mah? Karena perbuatan Mama sekarang yang sudah menghancurkan kehidupan orang lain? Hiks hiks!" Amanda benar-benar sedih dan juga kecewa kepada ibunya yang ternyata tidak benar-benar menyayanginya.


" Kalau mama benar-benar menyayangiku. Mama pasti akan berpikir tentang masa depanku suatu saat nanti! Mama sekarang merebut suami orang lain. Bagaimana kalau suatu saat nanti suamiku pun akan direbut oleh wanita lain? Karma itu selalu berjalan. Menyakiti hati orang lain bayarannya itu adalah kontan di atas dunia. Karena sesungguhnya doa orang yang teraniyaya itu menyentuh langit dan mengguncangkan arsy!" ucap Amanda sedih sekali dengan hidupnya yang tak pernah tenang.