Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
278. Entahlah!



" Sebelum kau menilai orang lain pikirkanlah tentang dirimu sendiri! Bukankah kau juga berselingkuh dari Syafa dan memilih untuk meninggalkan dia? Jadi aku pikir kau juga tahu apa alasannya aku sampai berselingkuh darinya!" ucap Arman Sambil tertawa di hadapan Firman yang menetapnya dengan penuh kebencian.


" Aku berselingkuh dari Syafa bukan karena ada masalah terhadapnya. Tetapi memang aku yang bermasalah. Karena aku kembali menemukan cinta yang selama ini aku cari dari Laila. Perselingkuhanku tidak ada hubungannya sama sekali dengan Syafa yang memiliki kekurangan apapun. Dia adalah seorang perempuan yang sempurna dan menjadi istri dan ibu yang baik. Bagaimana bisa kau tega sekali kepadanya?" tanya Firman sambil menatap Arman dengan kesal.


" Sudahlah Tuan Firman. Kalau Anda cemburu saya bisa kok melayani Anda juga!" ucap Amelia dengan senyumnya yang benar-benar menyebalkan di mata Firman.


" Besok kau harus mengecat perempuan itu atau aku akan menghapusmu dari tender yang diberikan oleh Nyonya Humairoh!" ucap Firman sebelum akhirnya dia meninggalkan Arman dalam kebingungannya.


Amelia benar-benar kesal dengan ancaman dari Firman tadi kepada kekasihnya yang dia sukai. Arman menatap Amelia yang tadi sempat-sempatnya menggoda kakaknya.


" Apakah di mana-mana kau selalu menggoda laki-laki?" tanya Arman dengan emosi.


Tampak Amelia tertawa mendengar pertanyaan dari laki-laki yang baru saja bercinta dengan dia.


" Bukankah kau yang selalu menyuruhku untuk menggoda laki-laki yang bisa bantuin untuk menggoldkan tender yang sedang kau pegang?" tanya Amelia sambil bergelayut manja di bahu Arman.


Arman yang saat ini sedang kesal hatinya dia langsung menyingkirkan tangan Amelia untuk menjauh darinya.


" Sejak tadi siang, aku perhatikan kau selalu menggoda kakakku. Bahkan ketika ada aku di hadapanmu!" ucap Arman dengan menekankan setiap kata-katanya.


" Besok kau tidak usah kembali lagi ke kantor milikku, karena aku memecatmu hari ini juga! Sekarang keluarlah dari kamar ini karena aku ingin beristirahat!" ucap Arman mengusir Amelia dari kamar yang sudah dia pesan.


Amelia tampak protes menawarkan Arman yang mengusirnya begitu saja setelah apa yang mereka lakukan tadi.


" Kau tidak bisa memecat aku begitu saja. Apa kau lupa bahwa aku memegang semua rahasia dari tender yang saat ini sedang kau tangani? Aku bisa saja menjual semua informasi yang aku pegang saat ini kepada pesaingmu!" ancam Amelia dengan amarah di matanya.


Arman langsung mendekati Amelia kemudian Dia meraup wajahnya dengan kasar.


" Dengarkan aku Amelia! Aku memiliki banyak sekali foto-foto dan video-video mesum kamu saat kau bercinta denganku dan juga para klien yang aku suruh untuk kau service di atas ranjang. Kalau kau berani satu kali saja macam-macam dengan perusahaanku, maka bersiap-siaplah namamu booming di internet sebagai artis porno!" ucap Arman dengan mata menakutkan.


" Apa?" tanya Amelia dengan sangat terkejut.


" Jangan Kau pikir aku sebagai laki-laki yang bodoh yang menyerahkan begitu banyak rahasia perusahaanku kepadamu, tanpa memiliki persiapan apapun untuk dapat mengendalikanmu! Hahaha!" ucap Arman sambil tertawa terbahak-bahak dan pergi meninggalkan Amelia yang masih syok.


Amelia sampai terduduk lesu di atas lantai. Setelah dia melihat kepergian Arman meninggalkannya di hotel itu.


" Aku tidak menyangka kalau dia adalah laki-laki yang paling brengsek di dunia ini!" ujar Amelia ketika dia melihat Arman yang tidak kembali lagi ke dalam kamar.


Setelah cape dan lelah menangis, dengan sisa-sisa tenaga yang dia miliki, Amelia kemudian membereskan barang-barangnya dan bersiap untuk meninggalkan hotel.


Apartemen yang diberikan oleh Arman kepadanya karena dia bersedia untuk membantu laki-laki itu mendapatkan banyak tender dari klien-klien penting dengan bantuan tubuhnya yang seksi dan wajahnya yang cantik.


Arman tidak menyadari bahwa dirinya saat ini sedang melakukan hal yang sama yang dilakukan oleh ayahnya terhadap ibunya di zaman dahulu kala.


Bedanya dulu ayahnya Arman menikahi sang ibu dan tetap mengurus ibunya ketika sang Ibu mengandung dirinya.


Dengan perasaan marah Arman kemudian meninggalkan Amelia dan pergi ke rumahnya untuk menemui Syafa.


Arman takut kalau sampai Firman nekat dan mendatangi istrinya dan menyampaikan Apa yang dia lihat di hotel itu bersama dengan Amelia.


" Apakah dia masih mencintai Syafa? Kenapa dia sampai mengamuk begitu gara-gara aku berselingkuh dengan Amelia?" tanya Arman sambil melajukan kendaraannya menuju kediamannya.


Walaupun Arman tidak memiliki hubungan yang terlalu dekat dengan Firman sebagai saudara. Tetapi selama beberapa bulan ini mereka telah berada di dalam satu kapal yang sama dengan Firman untuk menggoldkan proyek hotel yang akan dibangun oleh Humairah dan calon mertua Agnes.


Sedikit banyak mereka telah berinteraksi dan membangun hubungan yang baik antara keduanya.


Dengan menarik nafas dalam-dalam, Arman pun masuk ke dalam rumah berharap kalau Firman tidak akan mengadu kepada istrinya tentang perbuatannya di luar sana.


" Kamu sudah pulang Mas?" tanya Syafa dengan senyum mengembang di bibirnya menyambut Arman yang saat ini sedang gugup karena takut Firman menemui sang istri dan mengadukan perbuatannya bersama Amelia.


' Ya ampun ternyata begini ya? Perasaan berselingkuh dari istri? Aku sampai gugup dan gemetaran seperti ini karena takut Firman mengadukanku kepada Syafa!' batin Arman sambil berusaha untuk tersenyum kepada Syafa yang menyambutnya dengan senyum bahagia


" Rapatnya dimajukan jadi aku bisa pulang cepat!" ucap Arman sambil mengucapkan kening Syafa dengan lembut.


Arman tahu kalau dia mencintai Syafa. Hanya saja dia membutuhkan tubuh Amelia untuk membantunya mendapatkan klien-klien penting yang biasanya selalu meminta sevice wanita cantik untuk memuluskan tender yang dia ajukan ke perusahaan mereka.


Hingga akhirnya tanpa sadar Arman pun terperangkap di dalam permainan yang dibuat sendiri. Semakin lama dia semakin terjebak dengan pesona seorang Amelia yang sangat pandai menggoda dan menservice dirinya di atas ranjang.


Apalagi kalau mereka pergi ke luar kota. Di jamin mereka layaknya sepasang pengantin baru yang sedang bulan madu. Setelah menyelesaikan urusan resmi mereka pasti akan menghabiskan waktu dihotel untuk bercinta hingga melupakan segalanya.


Arman tahu bahwa dirinya telah terjerat begitu dalam dengan Amelia dan kadang dia pun berpikir kalau sampai Amelia hamil anaknya. Akan tetapi dia pun tidak percaya diri dengan kemampuannya sendiri. Buktinya setelah pernikahannya dengan Syafa lebih dari 3 tahun mereka belum memiliki anak sampai sekarang.


Kadang Arman berpikir. Apakah dia seorang laki-laki yang sehat ataukah laki-laki yang tidak akan bisa memberikan anak untuk pasangannya? Kalau masalah ada kepada Syafa, itu tidak mungkin. Karena sekarang Syara telah memiliki anak yang bernama Rasya. Jadi kalau sampai sekarang mereka tidak memiliki anak masalahnya pasti ada pada dirinya.


Terkadang hal itulah yang membuat Arman menjadi minder dan merasa tidak percaya diri. Mungkin hal itu juga yang akhirnya memicu petualangannya bersama dengan Amelia selama dirinya ada di luar rumah.