
Kesya yang saat ini bernama Amelia, masih belum paham dengan apa yang di sampaikan oleh Ilham.
"Katakan padaku, siapa Anda sebenarnya? Apakah Anda kenal dengan saya?" Amelia menatap Ilham dengan seksama, mencoba mengingat sesuatu, semakin mencoba, kepalanya terasa sakit dan pusing sekali.
"Kamu tidak apa-apa?" Ilham mencoba mendekati Kesya, tetapi dilarang oleh Kesya, sehingga Ilham kembali ke tempat duduknya.
"Jawab saja pertanyaan saya, jangan bertele-tele, ini waktu istirahat saya, dan Anda malah datang mengganggu, tidak sopan sekali," Kesya sudah pasang wajah juteknya.
"Nama saya Ilhamuddin El fahrizi. Saya adalah calon suami kamu, seharusnya kita sudah menikah satu tahun yang lalu, tetapi satu Minggu sebelum pernikahan kita, mobil yang kita tumpangi saat menghadiri pernikahan Kak Rasyid, mengalami kecelakaan, saya pingsan waktu itu, koma selama satu Minggu. Tetapi kamu menghilang sudah satu tahun lebih, oh ya, nama kamu yang sebenarnya adalah Kesya Aprilia, seharusnya sekarang kita sudah menikah dan menetap di Mesir, karena kamu mendapatkan beasiswa di sana, di bidang kedokteran," Ilham diam, matanya masih menatap lekat wajah Kesya.
Mencoba melihat reaksi dan ekspresi dari wajah Kesya. Walaupun bercadar, tapi Ilham sangat hapal dengan sorot mata Kesya. Ilham sangat yakin bahwa wanita yang ada di hadapannya adalah Kesya.
"Jangan percaya apa yang dia sampaikan, nama kamu adalah Amelia, kamu tidak ada hubungan dengan dia sama sekali," tiba-tiba Andika sudah ada di depan pintu dan menatap Ilham dengan nanar, Andika menarik tangan Kesya agar ikut dengannya. Tetapi Kesya menolak dan menyuruh Andika untuk duduk di depannya.
"Bisa jelaskan semuanya sama aku gak? Apa benar yang dia katakan tadi?" Kesya atau Amelia merasa bingung. Mana yang jujur kepada dirinya.
Semakin berusaha mengingat masa lalunya, Kesya semakin sakit kepala, melihat itu. Andika tidak tega. Dia langsung menggendong Kesya dan membawanya ke mobil. Niatnya mau membawa Kesya ke rumah sakit miliknya.
Ilham menghentikan langkah Andika dan merebut Kesya dari gendongan. Ilham langsung membawa Kesya ke mobil dan melaju dengan kencang. Andika tidak tinggal diam.
Aksi kejar-kejaran seperti di film-film Hollywood pun terjadi. Ilham yang pernah kehilangan Kesya, tidak mau kehilangan dia untuk yang kedua kalinya. Ilham tahu bahwa saat ini Kesya sedang amnesia, oleh karena itu dia tidak mengenalinya. Ilham akan membawa dia ke pondoknya.
Setelah sampai. Ilham langsung membawa Kesya ke kamarnya, dan berpesan kepada santrinya agar jangan memperolehkan orang asing masuk ke pondoknya. Pintu gerbang pondok segera di kunci dan semua santri berjaga-jaga.
Ilham menatap Kesya yang saat ini pingsan. Tekanan yang terlalu besar dan tiba-tiba, membuat otaknya tidak sanggup menerima sehingga dia jatuh pingsan.
"Aku sangat bahagia sayang, akhirnya aku bisa menemukan kamu juga," Ilham mencium telapak tangan Kesya.
Untuk meyakinkan hatinya bahwa wanita yang ada dihadapannya adalah Kesya, dengan pelan-pelan Ilham membuka cadar itu, dahulu Ilham pernah melihat wajah Kesya satu kali saat mereka sama-sama masuk ke kolam ikan, sampai sekarang Ilham masih mengingat wajahnya Kesya.
Mumpung Kesya masih pingsan. Jadi dengan leluasa Ilham bisa menatap wajah kekasihnya yang selama setahun amat dia rindukan.
Ilham ingat dengan penuturan Rasyid. Bahwa Kesya memiliki tanda lahir kebiruan di telapak kakinya, tanda itulah dahulu yang menjadi patokan saat Rasyid mengindentifikasi jenazah yang di samarkan sebagai Kesya oleh penjahat yang mencelakai mereka.
Ilham membuka kaos kaki Kesya dan mencari tanda lahir berwarna kebiru-biruan di telapak kaki Kesya, dan dia menemukan itu. Ilham sangat bahagia sekali. Wanita itu memang Kesya.
"Itu memang Kesya Ilham, coba kau arahkan ke kaki dia, aku mau melihat tanda lahir itu," Ilham menuruti permintaan Rasyid. Rasyid seketika menangis disana. Bersyukur karena akhirnya adiknya telah di temukan.
"Tapi Kesya amnesia Mas, apa bisa Mas datang kesini? Kondisi Kesya tampaknya riskan untuk melakukan perjalanan jauh," Ilham melihat Kesya mulai membuka matanya. Tatapannya nanar, saat menyadari bahwa wajahnya tidak bercadar.
"Mas Rasyid kakakmu, apa kau ingin bicara dengannya?" Ilham memberikan ponselnya pada Kesya yang masih bingung dengan keadaan dirinya saat ini.
"Kesya.. sayang.. akhirnya kamu kembali. Mas sangat rindu sama kamu, tunggu Mas ya, Mas sama mamah segera ke sana," panggilan langsung di akhirnya tanpa menunggu jawaban Kesya. Rasyid terlalu bersemangat mengetahui adiknya telah diketemukan.
"Bisa jelaskan gak padaku, apa yang terjadi sekarang?" Kesya masih bingung. masih belum dapat mencerna semua yang terjadi hari ini pada dirinya.
"Dimana Andika?" matanya mencari-cari sosok Andika, yang selama setahun ini selalu bersama dengannya. Andika selalu melindungi dirinya dan selalu bersikap sopan padanya.
Hati Kesya sebenarnya tersentuh dengan semua yang Andika lakukan untuk dirinya, tetapi tidak tahu kenapa, ada semacam tabir tertutup yang menghalangi dirinya untuk jatuh cinta kepada Andika, Kesya sendiri tidak paham dengan situasi tersebut.
"Kamu ada di pondok pesantrenku," Ada perasaan cemburu di hati Ilham, saat Kesya mencari Andika, bagaimanapun Ilham mencoba mengerti, Andika selama ini sudah mengurusi Kesya, jadi wajar kalau Kesya mencarinya.
"Kenapa kamu membawa saya ke sini? Kamu sangat ceroboh sekali, antarkan aku ke tempat Andika, aku tidak mau berada di sini bersama kamu," Kesya berdiri dan menggunakan cadarnya kembali, bersiap untuk pergi.
Ilham menghalangi Kesya dan mengunci pintu kamarnya. Dengan nekat Ilham mengambil kunci dan memasukan ke kantong celananya.
"Aku tidak tahu kenapa kamu melakukan ini, tapi aku mohon, biarkan aku pergi dari sini, Andika pasti sekarang sangat cemas karena aku pergi terlalu lama," Kesya memohon pada Ilham tapi hal itu malah membuat Ilham jadi hilang kendali.
"Kamu itu calon istri aku. Aku tidak akan pernah membiarkan kamu bersama laki-laki lain, kamu paham atau tidak?" Ilham menyugar rambutnya dengan kasar. Ada luka di hatinya saat ini.
Selama satu tahun ini, dia sudah mencari keberadaan Kesya seperti orang gila, tapi begitu bertemu. Kesya malah selalu mencari pria lain, dan tidak mau memperdulikan dirinya. Sudah dia jelaskan apa yang terjadi, tapi Kesya sepertinya tidak perduli dengan apa yang dia katakan.
Ilham sangat terluka dan sedih, oleh karena itu dia kehilangan kesabaran dan lepas kontrol. Kesya menatap nanar pada ilham. Ada rasa sakit dan sedih yang tiba-tiba hadir di hatinya. Kesya sendiri masih bingung.
Niatnya Kesya, dia akan bertanya kepada Andika tentang apa yang di sampaikan oleh Ilham. Kesya harus mendengarkan dari pihak Andika juga. Kesya ingin mendengar apa alasannya Andika menutupi jati dirinya yang sebenarnya.
Apa alasannya kenapa Andika membawa dirinya sangat jauh sampai ke Kalimantan. Semua misteri itu akan dia tanyakan pada Andika.