Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
245. Ide licik Andini



Adini langsung menghubungi Agnes untuk datang ke rumah sakit.


" Ada apa sih mah? Kok tiba-tiba sekali Mama menyuruh Agnes ke sana?" tanya Agnes merasa bingung dengan ibunya.


" Agus sekarang sedang di rumah sakit dan dia sedang membutuhkanmu. Tolong kau segera ke sini dan bantulah Mama karena Mama benar-benar kehilangan akal untuk bisa mengendalikan dia!" dusta Andini kepada putrinya yang langsung menyetujui keinginannya untuk datang ke rumah sakit.


" Baiklah Mah sekarang juga saya ke sana!" ucap Agnes akhirnya menyerah kepada ibunya dan segera datang ke rumah sakit untuk menemui Agus dan juga ibunya.


Andini merasa bahagia sekali melihat Agnes yang datang.


" Ayo kita segera temui Agus. Oh ya, Mama ingin bicara sesuatu yang serius denganmu!" Andini kemudian mengajak Agnes ke sebuah taman yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah sakit.


Agnes yang merasa bingung dengan kelakuan ibunya hanya bisa menggelengkan kepalanya.


" Mama nih aneh katanya mau menemui Agus malah membawaku kemari!" mau tidak mau Agnes pun kemudian duduk bersama dengan ibunya di bangku taman.


" Mama mempunyai sebuah kondisi yang harus diduskuaikan dengan kamu. Oleh karena itu Mama membawamu kemari sebelum bertemu dengan Agus!" ucap Andini sambil menatap serius putrinya.


Agnes kemudian terdiam dan berusaha untuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh ibunya tentang Agus.


" Agus mengalami kecelakaan fatal dan sekarang dia amnesia. Kita harus membantu dan menolong Agus untuk bisa mengingat kembali masa lalunya. Kemarin Agus terus menangis dan menjerit mencari-cari keberadaan istrinya. Sementara istrinya sekarang tidak tahu ada di mana. Oleh karena itu Mama mengarang cerita bahwa kau adalah istri Agus." ucap Andini berdusta kepada Agnes.


" Apa Mah? Mama mengatakan kalau Agnes adalah istri Agus? Mama pasti sudah gila ya?" tanya Agnes merasa kesal kepada ibunya.


Andini tidak kehilangan akal untuk membujuk putrinya agar tidak mengamuk kepada dirinya.


" Kamu tolonglah Mama Agnes. Mama juga sudah kepalang basah mengatakan itu pada Agus. Tadinya mama hanya berniat untuk menolong Agus agar tidak lagi mengamuk mencari istrinya yang pergi entah ke mana." ucap Andini sambil memasang wajah memelas untuk mengundang rasa simpatik putrinya terhadap dirinya.


" Tapi yang Mama lakukan ini benar-benar sangat keterlaluan. Bagaimana mungkin mama bisa membohongi Agus dengan mengatakan bahwa aku adalah istrinya? Lalu bagaimana dengan mas Dandi yang menjadi tunanganku? Mama kok tega banget sih memberikan masalah kepadaku?" ucap Agnes dengan frustasi.


" Kita hanya membantu Agus untuk mengingat masa lalunya setelah itu kau bisa kembali ke tunanganmu yang bodoh itu!" ucap Andini dengan sinis.


" Mas Dandi tidak bodoh Mama jangan sembarang bicara! Bagiku Dia adalah seorang laki-laki sejati yang mau berjuang dan berusaha untukmu mewujudkan cinta kami berdua!" ucap Agnes merasa tidak terima karena tunangannya dikatakan bodoh oleh sang ibu yang selama ini memang tidak pernah merestui hubungannya bersama Dandi yang dinilai hanya laki-laki biasa saja tidak kaya raya seperti keluarga mereka.


" Sudah! Ayo cepat kita pergi ke ruangannya Agus. Jangan sampai dia merasa curiga karena istrinya yang tidak juga datang untuk menjenguknya." ucap Andini sambil menarik tangan Agnes untuk mengikutinya masuk ke dalam ruangan Agus.


Begitu mereka berada di dalam ruangan tampak Agus yang menatap Agnes dengan tatapan keheranan.


Agus hanya mengurutkan rekeningnya karena merasa tidak percaya dengan keterangan yang diberikan oleh Andini mengenai Agnes sebagai istrinya.


" Apa benar kalau kau adalah istriku? Kenapa aku merasa bahwa kita tidak sedekat Itu? Entahlah! Aku merasa bahwa kau bukanlah istriku!" ucap Agus merasa sanksi dengan pengakuan Andini yang mengatakan bahwa Agnes adalah istrinya.


" Sudahlah Agus kau jangan ngeyel! Masa kau tidak percaya dengan tantemu sendiri?" tanya Andini mulai kesal.


Agnes yang berada diantara mereka berdua tampak bingung. Apakah dia akan membantu sang ibu ataukah akan mengakui bahwa dia bukanlah istri dari Agus.


" Aku sebenarnya adalah____" ucapan Agnes langsung dipotong oleh Andini dengan terburu-buru karena dia merasa khawatir kalau putrinya akan mengungkapkan kebenaran yang sedang dia usahakan untuk disembunyikan dari Agus.


" Kalian itu sepupu. Akan tetapi kalian saling mencintai. Oleh karena itu, Kau datang memohon kepada tante untuk bisa menikahi Agnes. Masa Kau melupakan hal yang seperti itu Agus? Kau sungguh keterlaluan!" ucap Andini sambil cemberut kepada Agus.


Agus kemudian menatap Agnes dia berusaha untuk menanyakan apakah yang dikatakan oleh tantenya adalah sebuah kebenaran.


Agnes yang tampak masih bingung dia akhirnya hanya bisa mengangguk saja karena bagaimanapun dia harus menyelamatkan harga diri ibunya di hadapan sepupunya.


" Apakah kita akan pulang sekarang?" tanya Agnes kepada ibunya.


" Mama akan memindahkan Suamimu ke rumah sakit yang lain agar bisa mendapatkan perawatan yang lebih baik! Besok Mama akan mengatur kepergian kalian berdua ke Swiss dan kalian bisa menjalani perawatan di sana!" ucap Andini sambil tersenyum kepada Agnes yang langsung melotot kepadanya.


" Swiss?" tanya Agus dan Agnes merasa terkejut.


" Ya kalian berdua akan ke Swiss bersama. Karena mama tidak mau kalau sampai kenangan buruk Agus yang ada di Indonesia akan mengkontaminasi ingatannya. Nanti kalian di sana akan menikah kembali untuk membuat pernikahan kalian lebih sakral lagi!" ucap Andini sambil tersenyum kepada mereka berdua.


" Kenapa?" tanya Agus kebingungan.


" Dulu kalian menikah tanpa restu dari Mama Jadi kalian hanya menikahi bersama seorang ustadz saja tanpa ada surat-surat resmi. Jadi sekarang tante ingin kalian menikah secara resmi di hadapan penghulu dan juga Catatan Sipil sehingga pernikahan kalian akan resmi secara negara dan agama!" ucap Andini sambil tersenyum karena merasa bahagia akhirnya cita-citanya untuk menjadikan Agus sebagai menantu bisa terwujud.


" Mama kok kayak gitu sih? Hal itu kan tidak sesuai dengan yang kita bicarakan tadi!" protes Agnes yang merasa telah dikhianati oleh ibunya yang ternyata memiliki rencana lain selain yang dikatakan kepadanya.


Andini hanya menggelengkan kepala sambil memberikan kode kepada Agnes untuk tidak mengatakan apa-apa.


" Ya sudah Agnes pergi dulu Mah. Agned mau mempersiapkan kepulangan Agus dari rumah sakit ini!" dusta Agnes kepada ibunya walaupun Sebenarnya dia berniat untuk melarikan diri dari rencana jahat yang sedang disusun oleh ibunya.


' Aku tidak akan pernah mau menjadi bagian dari kejahatan Mamaku. Aku tahu pasti Mama sedang merencanakan sesuatu yang tidak baik kepada Agus yang saat ini sedang Amnesia!' batin Agnes merasa tidak nyaman berada di dalam ruangan itu bersama sang ibu yang saat ini sedang berusaha untuk menipu Agus mengenai pernikahan dirinya bersama sang sepupu.