Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
230. Kau adalah istriku!



Ayana sudah gemetar tubuhnya ketika mendapatkan Agus yang terus mendesaknya sehingga dia terjatuh kata ranjang yang ada di dalam kamar hotel tersebut.


" Tolong anda kendalikan dirimu Tuan! Anda pasti salah mengenali orang!" ucap Ayana masih bersikeras ingin berakting bahwa dia tidak mengenali Agus. Akan tetapi Agus yang sangat familiar dengan suara maupun lekuk tubuh Ayana tidak bisa dibohongi lagi.


" Mau berapa lama lagi kau berakting tidak mengenaliku, huh?" ucap Agus mulai merasa kesal kepada istrinya.


Mata Ayana mulai berkabut merasakan sakit hati dengan perlakuan Agus kepadanya saat ini. Bagaimana pun dia baru saja melahirkan 2 bulan yang lalu dia masih belum terlalu Fit untuk melakukan aktivitas semacam itu.


" Lepaskan aku!" ucap Ayana sambil meringis karena tubuhnya merasakan sakit.


" Tolong menjauh dariku. Aku baru saja melahirkan! Bisakah kau menghargai seorang wanita?" tanya Ayana dengan suara yang terdekat di tenggorokannya karena merasa sedih dan juga merasa terhina dengan perlakuan Agus kepadanya.


" Jadi benar menurut dugaanku kalau kau saat itu hamil ketika meninggalkanku?" tanya Agus sambil bangkit dan duduk di sebelah Ayana yang tampak sesegukan menahan tangisnya.


" Aku tidak mengerti apa yang kau katakan. Aku sekarang juga akan pergi dan semua rencana kerja sama kita sebaiknya di akhiri saja. Aku tidak butuh seorang klien gila macam kamu yang tidak bisa menghargai seorang wanita!" ucap Ayana yang mulai merasa kesal sambil membereskan pakaiannya yang tadi sempat berantakan gara-gara kelakuan Agus.


" Maafkan Aku. Aku hanya ingin mengkonfirmasi apakah Kau Istriku atau bukan!" ucap Agus sambil menundukkan kepalanya.


" Lalu?" tanya Ayana dengan suara gemetar.


" Kau adalah istriku! Hatiku mengatakan itu tanpa ada keraguan dan aku yakin bahwa kau memang benar-benar ada istriku!" ucap Agus sambil melirik ke arah Ayana yang sudah bersiap untuk meninggalkan kamar hotel.


" Apakah aku bisa bertemu dengan Putraku?" tanya Agus ketika Ayana berniat untuk meninggalkannya.


" Dia bukan putramu dan aku bukan istrimu!" ucap Ayana tetap bersikeras menyangkal dirinya sebagai istri dari Agus.


Ayana terkejut ketika tiba-tiba saja Agus melemparkan bantal ke arahnya dengan penuh emosi.


" Mau berapa lama lagi kau berpura-pura tidak mengenaliku? Walaupun kau mau pergi dan bersembunyi di ujung dunia aku pasti akan bisa menemukanmu dan mengenalimu! Camkan itu!" ucap Agus sambil memukulkan kepalan tangannya ke tembok di hadapan Ayana. Ayana tampak ngeri melihat darah yang mengalir di telapak tangan Agus.


" Aiya! Kenapa kau melakukan hal seperti itu?" tanya Ayana merasa tidak tega melihat telapak tangan Agus yang terus mengalirkan darah segar.


" Berhentilah bergerak aku akan mengobati lukamu!" ucap Ayana sambil menggenggam tangan Agus yang tampak mengalirkan darah.


Ayana mendudukkan Agus di sofa kemudian dia pergi ke kotak P3K yang ada di dinding kamar hotel.


Dengan telaten Ayana mengobati Agus yang terus menatapnya dengan penuh kerinduan.


" Kau sekarang semakin cantik dan semakin matang. Apa kau tahu kalau aku sangat merindukanmu?" tanya Agus sambil menatap Ayana yang masih fokus mengobati tangannya yang berdarah.


" Apakah aku harus berdarah-darah dulu, baru mendapatkan perhatian darimu?" tanya Agus dengan suara gemetar.


" Kau Jangan geer! Ini adalah bentuk keprikemanusiaanku kepada sesama mahluk Tuhan yang ada di muka bumi. Kalaupun ada kucing di hadapanku yang berdarah aku pasti akan menolongnya!" ucap Ayana dengan ketus tanpa melirik kepada Agus sama sekali.


" Aw..pelan-pelan!" ucap Agus sambil meringis ketika lukanya yang terbuka mendapatkan alkohol untuk dibersihkan oleh ayahnya sebelum diberikan obat antiseptik.


" Badanmu saja yang besar! Baru terkena alkohol saja kau sudah meringis seperti itu!" ucap Ayana sambil menjebikan bibirnya.


" Bukan hanya badanku yang besar loh! Burung perkututku juga besar dan panjang!" ucap Agus sambil meringis kepada Ayana berusaha untuk menggoda sang istri.


" Apaan?" ucap Ayana sambil menekan luka Agus sampai Agus meringis karena kesakitan gara-gara kelakuan istrinya.


" Jangan berbuat kasar kepada suamimu! Aw.. sakit itu sayang! Aiya.. dosa tahu! Kau sengaja menyakitiku!" protes Agus kepada Ayana dengan wajah menahan sakit.


" Biarin! Suruh siapa kau bicara yang tidak senonoh terhadapanku huh?" tanya Ayana dengan tatapan horor kepada Agus yang langsung meringis penuh kebahagiaan. Karena akhirnya setelah sekian lama dia bisa berbincang lagi dengan sang istri tercinta.


' Istri tercinta?' bathin Agus bertanya dalam hatinya mengenai perasaannya yang sesungguhnya kepada Ayana.


Saat Ayana sedang fokus untuk memberikan obat di telapak tangan Agus, laku Ayana mulai memasangkan perban di telapak tangan Agus. Tiba- tiba saja Agus menarik tengkuk Ayana dan ******* bibir Ayana yang sejak tadi menjadi fokus tatapannya.


Ayana yang terkejut tidak bisa melakukan banyak hal dengan kelakuan Agus yang sangat di luar perkiraannya.


Lama kelamaan, ciuman Agus semakin dalam dan menuntut. Bahkan tangannya sudah mulai menyingkap bluss Ayana dan mencari tempat favorit dirinya ketika dahulu dirinya dan Ayana pernah menghabiskan malam bersama. Agus semakin bersemangat ketika mendengar Ayana mulai melenguh dan menikmati cumbuannya.


Akan tetapi Agus merasa kecewa ketika tiba-tiba saja Ayana menjauhkan dirinya.


" Kenapa?" tanya Agus kecewa.


" Maafkan aku aku harus segera pulang sekarang. Bayiku pasti sudah menungguku!" ucap Ayana bergegas bangun dengan nafas yang memburu.


Agus mengejar Ayana dan tidak membiarkan istrinya meninggalkannya lagi. "Please! Jangan tinggalkan aku lagi!" ucap Agus dengan suara memelas sehingga membuat Ayana menjadi tidak tega dibuatnya.


Tetapi tiba-tiba saja Ayana mengingat kembali bahwa ada kemungkinan bahwa putranya bukanlah anak Agus dan dia merasa takut kalau Agus akan menghinanya sebagai perempuan murahan karena telah mengandung anak dari laki-laki lain. Yang Ayana sendiri tidak tahu siapa laki-laki itu.


Ayana mengeraskan hatinya untuk terus menolak kehadiran Agus di dalam kehidupannya Karena bagaimanapun dia tidak ingin sampai menerima penghinaan dari laki-laki yang pernah menjadi suaminya dan hadir dalam kehidupannya untuk sesaat. Namun begitu berarti. Karena Agus mau menerima dirinya yang suda tidak virgin ketika malam pernikahan mereka dahulu.


" Tolong biarkan Aku pergi! Dan kau bisa melupakanku sebagai istrimu. Kau bisa segera mengurus surat perceraian kita berdua." ucap Ayana dengan suara yang tersekat di tenggorokannya karena tiba-tiba hatinya merasa sedih harus kehilangan Agus lagi dalam hidupnya.


Mendengar kata perceraian dari mulut Ayana membuat Agus menjadi gelap mata. Agus langsung menarik tangan Ayana dan membopongnya ke atas ranjang.


" Aku akan membuktikan bahwa kau memang benar-benar istriku dan aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi!" ucap Agus sambil melepas semua pakaian Ayana dan juga pakaiannya. Agus sudah benar- benar gelap mata dan tidak perduli sama sekali dengan jerit tangis Ayana yang menggema di kamar hotel itu.


Tetapi tidak lama kemudian jeritan itu berubah menjadi lenguhan dan ******* manja dari bibir Ayana yang membuat Agus semakin bersemangat untuk memacu diri dan meraih kenikmatan bersama sang istri yang selama satu tahun dia cari dengan susah payah dan penuh kesabaran.