Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
167. Ketika Kekuatan Cinta Di Uji



"Kamu sekarang di mana Mas?" tanya Laila sambil matanya terus menatap ke mobil di mana Firman saat ini sedang berpelukan dengan Ayana.


"Mas sedang ada di luar. Kenapa memangnya Sayang?" Jawab Firman dengan gugup. Tampak Ayana yang sedang berusaha untuk merebut ponsel Firman.


"Aku mau ke kantormu Mas, tetapi tiba-tiba ketika aku di jalan, aku melihat sesuatu yang tidak menyenangkan. Jadi aku pulang lagi ke rumah. Kamu jangan marah ya Mas kalau aku tidak mengantarkan makan siang untukmu!" ucap Laila yang masih terus memperhatikan interaksi antara Firman dan Ayana di dalam mobil. Terihat mereka berdua seperti ribut dan memperebutkan ponsel yang ada di tangan Firman yang sedang menjawab panggilan dari Laila.


Kemudian terlihat Firman mengeluarkan Ayana dari mobilnya dan terjadi pertengkaran hebat di antara mereka berdua.


"Dengarkan ya! Jangan kau coba-coba untuk membuat hubunganku bersama dengan Laila hancur. Karena itu tidak akan pernah bisa terjadi karena aku mencintai Laila dan dia juga mencintaiku!" ucap Firman sambil menunjuk hidung Ayana dengan telunjuknya. Kemudian Firman meninggalkan Ayana di pinggir jalan sambil menangis.


"Dasar Ayana bodoh! Kau tadi sudah hampir membuat dia bertekuk lutut dan mau memelukmu. Kenapa kau harus ribut tentang telepon itu, sehingga membuat Firman jadi marah padamu?" ucap Ayana geram sambil memukul-mukulkan tangannya ke lantai jalan.


"Ayana? Apa yang kau lakukan di pinggir jalan seperti ini? Hmmmm kau menangis juga. Apakah kau punya masalah?" Tanya Laila pelan, berpura-pura seakan tidak tahu apa-apa setelah lihat adegan yang dramatis antara Ayana dan Firman.


Ayana tersentak ketika dia melihat tiba-tiba saja Laila sudah ada di hadapannya dengan membawa Yuka dalam pelukannya.


"Laila? Kenapa kau ada di sini? Sejak kapan kau ada di sini?" tanya Ayana dengan gugup. Karena dia merasa khawatir kalau Laila melihat semua kejadian yang terjadi antara dirinya dengan Firman.


"Aku baru saja sampai. Tadinya aku mau masuk ke dalam mall, tapi aku melihatmu sedang menangis di jalanan. Makanya aku datang ke sini. Apakah kau sedang menemui masalah Ayana?" ucap Laila sambil memberikan senyum terbaiknya kepada Ayana yang sekarang menatapnya dengan nyalang penuh curiga.


"Apakah kau benar-benar baru datang?" tanya Ayana gugup. Kemudian dengan tertatih, Ayana bangun dan mendekati Laila yang saat ini berdiri di hadapannya.


"Aku benar-benar baru sampai! Kenapa kau tidak percaya padaku? Apa kau memiliki trauma sering dibohongi oleh orang lain? Sehingga kau mengalami kesulitan untuk mempercayai orang lain?" tanya Laila sambil tersenyum mengejek kepada Ayana.


"Bukan seperti itu. Aku hanya terkejut saja karena tiba-tiba saja kau ada di sini!" ucap Ayana dengan gugup kemudian dia mencari sebuah kursi untuk mereka bisa duduk dan berbicara dengan nyaman.


"Ceritalah padaku. Kenapa kau menangis? Apakah kau mengalami sesuatu masalah siapa tahu bisa membantumu!" ucap Laila.


Laila berusaha untuk berempati kepada Ayana. Bagaimanapun Laila tahu, bahwa Ayana telah mengalami begitu banyak waktu sulit dalam hidupnya gara-gara Firman sang suami di masa lalunya.


"Tidak apa-apa! Aku hanya sedang sedikit mengalami masalah dengan Kekasihku bukan masalah besar kau tenang saja!" diketahui oleh Ayana Laila sudah menyetel rekaman suaranya dan merekam semua pembicaraan Ayana hari ini.


"Maafkan aku Laila! Tetapi kekasihku itu tidak suka apabila aku mengenalkannya kepada orang lain. Karena dia ingin hubungan kami tetap menjadi rahasia!" ucap Ayana sambil menundukkan kepalanya seakan dia tidak berani menentang tatapan lain lah yang begitu tajam menyorot kepada dirinya.


'Semoga Laila akan berpikir bahwa aku berhubungan dengan Firman dan dia akan meninggalkan Firman dengan sukarela jadi aku tidak perlu melakukan banyak usaha untuk memisahkan mereka berdua!' bathin Ayana sambil sekilas menatap Laila yang saat ini sedang memeriksa keadaan Yuke.


'Tampaknya Ayana sedang menancapkan kukunya di hatiku kita akan lihat seberapa banyak dia melakukan usaha itu dan apakah dia akan berhasil dengan tujuannya untuk merebut mas Firman dariku?' batin Laila sambil sekilas melirik kepada Ayana.


Dua wanita yang pernah menjadi masa lalu Firman. Satu orang yang tetap menjadi masa lalu Firman. Satu orang lagi yang kini sudah menjadi masa depannya. Mereka berdua kini berhadapan sebagai Rival tetapi mereka sama-sama berpura-pura tidak mengetahui tentang apa yang terjadi di antara mereka.


"Ayo kita ke dalam mall saja. Kita berdua bisa bicara di cafe yang ada di sana. Saya rasa itu jauh lebih baik daripada kita bicara di pinggir jalan seperti ini!" ucap Laila pelan.


Laila memberikan penawaran kepada Ayana untuk berbicara di dalam Cafe yang ada di mall di hadapan mereka berdua. Karena memang tidak etis untuk berbicara di pinggir jalan apalagi saat ini dirinya sedang membawa Yuke, bayi mungil yang belum genap satu tahun usianya.


"Maafkan aku Laila, tapi aku harus segera meninggalkan tempat ini. Karena aku ada meeting di kantorku. aku pulang dulu Laila!" ucap Ayana lalu bangkit dari duduknya dengan tubuh yang limbung dan hampir terjatuh. Karena saat ini perasaan Ayana memang sedang kacau. setelah dia mendapatkan penolakan dari Firman untuk kesekian kalinya.


"Hati-hati Ayana! Jangan sampai kau terjatuh, maka itu akan membuatmu malu sebagai seorang CEO yang terkenal!" ucap Laila sambil membantu Ayana yang tadi hendak jatuh karena tubuhnya limbung dan hilang keseimbangan.


"Terima kasih Laila karena kau sudah menolongku. Baiklah aku pulang dulu karrna aku sudah ditunggu oleh sekretarisku untuk rapat di kantor! Maafkan aku sekali lagi. Karena meninggalkanmu di sini sendirian!" Ayana kemudian dia berpamitan kepada Laila dan langsung menuju mobilnya yang berparkir tidak jauh dari tempat mereka berada saat ini.


Laila menatap kepergian Ayana dengan mata sendu. Tampak ada kesedihan di mata Laila saat ini. "Kasihan sekali Ayana! Sepertinya dia belum bisa melupakan Mas Firman di dalam hidupnya. Ya Tuhanku! Apa yang harus aku lakukan? Aku juga tidak mungkin untuk melepaskan Mas Firman untuk di miliki oleh Ayana. Bagaimana mungkin aku membiarkan putriku tanpa seorang ayah?" ucap Laila yang kini bermonolog kepada dirinya sendiri.


Tanpa Laila ketahui, sopir pribadinya telah melaporkan semua yang terjadi baru saja, antara Laila bersama dengan Ayana kepada Firman. Sopir pribadi Laila memberikan foto pertemuan antara Ayana dan Laila di depan mall tersebut kepada Firman.


Firman mengerutkan keningnya ketika dia melihat foto antara Laila dan Ayana yang tampak akrab di depan mall yang tadi dia kunjungi bersama dengan Ayana.


"Bukankah ini Mall yang baru saja Aku datangi bersama Ayana? Ya Allah! Apakah Laila melihat apa yang kulakukan bersama dengan Ayana ketika di mobil?" tanya Firman dengan wajah memucat Dia sangat ketakutan apabila Laila melihat ketika dirinya memeluk Ayana di dalam mobilnya.


"Ya Allah! Aku harus segera menjelaskan kepada Laila. Jangan sampai dia akan salah paham gara-gara melihat kejadian itu!" ujar Firman dengan wajah penuh kekhawatiran tentang istrinya, Laila!