Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
212. Serunya



Alhamdulillah akhirnya novel ini sampai juga di bab angkanya wiro sableng 212. Jangan lupa tinggalkan like comment dan favorit kalian ya, untuk mendukung karya ini agar tetap eksis.


Happy reading all


Ayana kemudian langsung menghajar kedua preman itu tanpa ampun dan Ayana sudah ga tahan melihat kelakuan mereka berdua yang sok dan sangat bertentangan dengan hati nuraninya.


Setelah berhasil menghajar kedua preman itu sehingga membuat mereka meninggalkannya Ayana pun kemudian segera pergi dari tempat itu karena dia khawatir para preman tadi akan kembali ke sana dengan membawa rekan mereka yang lain.


" Biasanya orang-orang seperti mereka hanya berani main keroyokan!" Ayana pun segera bergegas untuk meninggalkan tempat itu untuk mencari keamanan bagi dirinya sendiri.


Bukan karena takut dan tidak berani untuk menghadapi mereka. Tetapi dia khawatir dengan keadaan janin yang ada dalam perutnya yang belum stabil.


" Kalau bukan kamu yang ada di perut Mama. Mama pasti akan melawan mereka semua sampai titik darah penghabisan. Tetapi adanya nyawamu yang menjadi taruhan. Oleh karena itu Mama memilih untuk melarikan diri dari mereka!" ucap Ayana bermonolog dengan dirinya sendiri dan bergegas pergi dari tempat itu yang sangat berbahaya baginya saat ini.


Benar saja apa yang di khawatirkan oleh Ayana 10 menit setelah ayahnya meninggalkan tempat itu datang sekitar 20 orang ke tempat itu.


" Ke mana perempuan itu ya? Tadi ada di sini!" ucap salah satu dari laki-laki yang tadi dihajar oleh Ayana.


" Kau itu betul-betul memalukan gayamu seperti preman tetapi kau kalah oleh perempuan! Sungguh benar-benar merusak reputasi geng kita!" ucap ketua geng yang tampaknya menjadi pimpinan mereka.


" Kau tidak tahu dia itu seorang perempuan yang mahir dengan Taekwondo. Sementara kami berdua dalam keadaan mabuk berat. Bagaimana kami akan bisa melawan dia?" tanyanya sambil meringis.


" Alah alasan saja kau! Kalau kalah si kalah saja. Kau gunakan mabuk berat segala buktinya kau bisa mencari kami semua. Akan tetapi kenapa kau tidak bisa mencari kemenangan untuk dirimu sendiri dari perempuan itu?" tanya yang lain.


" Sudah jangan saling menyakiti maupun saling memaki yang jelas sekarang kita harus mencari perempuan itu dan memberinya pelajaran agar tidak tentang petenteng di daerah kita!" ucap laki-laki yang dipercaya sebagai ketua dari geng itu.


" Apakah perlu kalau kita menyebarkan anak buah kita untuk mencari perempuan itu?" tanyanya lagi.


" Tidak usah nanti kalau ketahuan Tuan Ferguso kalau kita mengeroyok seorang perempuan bisa habis kita!" ucap salah satu yang dianggap sebagai pemimpin oleh mereka.


" Lalu sekarang Apa yang akan kita lakukan?" tanya yang lainnya yang merasa kesal saat sedang tidur malah dibangunkan dan ternyata target sudah kabur dari sana!


" Kami benar-benar ngantuk besok saja lagi kita mencarinya!" ucap yang lainnya.


" Ya sudah besok lagi kita akan mencari sekalian kita hajar perempuan itu yang sudah mencoreng nama baik geng kita dengan mengalahkan dua anggota milik kita!" ucap pemimpin itu memerintahkan kepada anak buahnya untuk kembali ke pos masing-masing dan beristirahat.


" Kau benar-benar memalukan! Kau menyuruh kami kemari hanya untuk melihat pepesan dan omong kosong dan juga kebodohanmu!" ucap rekan yang lain yang merasa kesal karena waktu istirahatnya terganggu.


" Sudah jam berantem! Cepat kalian tidur! Karena besok kita mempunyai pekerjaan yang sangat berat untuk mencari perempuan itu dan menghajarnya dan memberikan pelajaran kepada dia untuk tidak berbuat macam-macam dengan kelompok kita!" ucap pemimpin mereka dengan mata berapi-api.


" Apa kau tahu kelakuanmu ini benar-benar membuat Kami merasa malu mengakuimu sebagai bagian diantara kami!" ucapnya sambil menatap tajam kepada anak buahnya.


" Maafkan kami tapi benar tadi perempuan itu ada di sini dia pasti melarikan diri karena takut dengan kita!" ucapnya sambil takut-takut.


" Baik Tuan kami akan segera pergi!" ucap mereka semua dan meninggalkan laki-laki itu sendiri.


" Benar-benar menjenguk kan mereka itu laki-laki tapi sama sekali tidak mempunyai nyali!" ucapnya.


Tiba-tiba ponselnya berdering sehingga membuat dia akhirnya mau tidak mau mengangkatnya juga.


" Ferguso! Cepatlah kau pulang karena ayah ada keperluan untuk berbicara!" ucap laki-laki yang ada di seberang sana.


" Baiklah Pak saya akan segera pulang!" ucapnya dengan tergesa-gesa karena dia sangat tahu kalau ayahnya paling benci kepada orang yang tidak menghargai waktu.


Dengan kecepatan tinggi ferguso langsung menancap mobilnya untuk bertemu dengan ayahnya yang berada di kediaman utama.


" Anak buahmu melaporkan kalau kau hendak menghajar seorang perempuan apakah itu benar?" Ferguso tampak kesulitan menelan salivanya sendiri mendengarkan.


" Maafkan Papa. Papa mendengarkan kabar burung entah itu dari mana? Bahkan kami tidak bertemu lagi untuk bertarung. Dari mana bapak tahu kalau saya kalah?" tanya Ferguso merasa kesal.


" Sudah cepat bereskan semua permasalahan yang ada di sana dan segera kau kembali ke kediaman kita karena Papa ingin berbicara!" ucap ucap laki-laki bernama ferguso Aditya yang menolak untuk pergi ke kediaman utama.


" Lakukan apapun yang kau inginkan. Tapi yang jelas kau harus menyelesaikan masalah itu jangan sampai nanti menjadi masalah semakin besar!" ucap Ayahnya Ferguso di seberang sana.


" Baik Papa tidak usah khawatir! Saya pasti akan membereskan semuanya" ucap Ferguso tersenyum kepada sang ayah.


Sementara itu Ayana yang masih tetap bersembunyi tampak terkejut mendengarkan nama laki-laki itu yang begitu terkenal di Perancis.


" Jangan-jangan laki-laki itu adalah klien dari perusahaan Papaku yang ada di Prancis bagaimana ini?" Agus benar-benar panik dengan pikirannya sendiri sehingga dia tidak ingat untuk makan siang maupun untuk mandi malam.


" Apa yang harus kulakukan kalau dia benar-benar adalah klien dari perusahaan Papah yang ada di Prancis?" tanya Ferguso terus berusaha untuk bermonolog.


" Sudahlah! Lebih baik aku segera pergi dan tempat ini dan mendapatkan kontrakan yang bagus agar aku bisa istirahat dengan baik!" ucap ayana memutuskan lahirnya diapun langsung meninggalkan tempat itu menuju ke pusat kota dan berusaha untuk mendapatkan sebuah kontrakan agar malam ini dia bisa tidur dengan nyenyak.


" Wah kalau begini caranya aku Jadi menyesal kenapa tadi tidak menerima saja tawaran dari laki-laki tampan tadi untuk tinggal di rumahnya?" ucap Ayana sambil mengurus perutnya yang terasa lapar dan matanya yang mengantuk.


" Ya ampun benar-benar perjuangan yang sangat melelahkan Bagaimana mungkin aku bisa terdampar di sini dan menjadi seorang gembel yang tak memiliki apapun?" Ayana terus bermonolog dengan dirinya sendiri berusaha untuk bisa Tegar dan tenang dalam menghadapi permasalahannya saat ini.


" Semuanya demi anakku! Kalau tidak anakku akan mati karena disuruh untuk digugurkan oleh Agus karena pasti dia tidak akan mau atau menginginkan anak dari laki-laki lain?" ucap Ayana dengan sangat jengkel dengan nasibnya saat ini.


" Ayana Ayo kita pulang sayang. Aku mohon kau kembalilah padaku. Dan terimalah aku kembali menjadi suamimu!" tiba-tiba saja Ayana seperti merasa mendengarkan suara Agus yang begitu dekat di telinganya.


Ayana kemudian mengedarkan pandangannya dan mencari keberadaan Agus saat ini.


" Ya ampun Australia begini luas dan banyak penduduk bagaimana caranya aku bisa pergi dari sini?" tanya Ayana benar-benar merasa frustasi.