Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
74. Amanda Hilang ke mana?



Sebelum pergi ke Indramayu rombongan berhenti dulu di Jakarta. Untuk kemudian nanti bertolak ke Indramayu, menggunakan mobil yang sudah disediakan oleh Abimana grup. Kesya mengingat janjinya terhadap Amanda yang akan mempertemukan anak tersebut dengan Mamahnya.


Mertuanya Kesya sebenarnya keberatan dengan ide Kesya untuk mempertemukan Manda dengan Amanda. Tetapi demi menjaga perasaan Kesya akhirnya mereka semua setuju. Bagaimanapun sebuah janji adalah hutang yang harus di tepati. Kini mereka semua ada di hotel milik Abimana Group, Andika tadi sudah menelpon Manda dan juga suaminya, bahwa Amanda ingin bertemu.


Ketika rombongan tersebut sampai di hotel. Manda dan suaminya sudah menunggu beserta seorang balita kecil berusia 1 tahun. Balita yang sangat tampan. Amanda langsung berlari ketika melihat Manda, sang Mama sudah duduk disana, menunggunya datang.


Air mata keduanya merebak menahan segala kesedihan dan kerinduan. Selama bertahun-tahun tidak bertemu. Lihatlah betapa kebaikan Kesya itu melimpah ruah terhadap ibu dan anak tersebut. Padahal sudah jelas di dalam sebuah perjanjian yang dulu di tanda tangani oleh Amanda, bahwa Manda menyerahkan Amanda kepada pengasuhan Keluarga Abimana dengan syarat agar Manda melupakan Amanda untuk selamanya.


Menghilang dari kehidupan Amanda untuk selamanya. Tetapi Kesya dengan berbaik hati bahkan mengantarkan Amanda untuk bertemu dengan ibu kandungnya.


"Terima kasih, sayang! Untuk semua kebaikan yang sudah kamu limpahkan kepada putri kecil kita!" Andika kemudian mencium kening Keisha Ilham menyaksikan semua peristiwa itu. Ya ada rasa bangga, rasa haru, rasa sedih dan rasa marah. Segalanya bercampur aduk di dalam hati Ilham. Tetapi Ilham sadar, itu bukanlah haknya. Sehingga Ilham hanya bisa melihat dari kejauhan bersama rombongan yang lainnya sedang menikmati makan siang mereka di restoran yang ada di hotel tersebut.


"Amanda, Papa sama Mama Kesya menunggu di sana, ya? Kalian nikmati waktu kalian bersama. Ingat Manda, 2 jam dari sekarang, kamu antarkan Amanda ke kamar nomor 301 Kami tunggu di sana, oke?" ucap Andika sambil mengusap pipi Amanda yang kini sedang bermain dengan adik barunya, kelihatanya anak dari suaminya Manda yang baru. Amanda sangat bahagia.


"Nikmatin waktu kamu sama Mamah Manda, ya?" Kesya lalu mencium pipi gadis kecil itu, Manda tampak terharu, melihat bagaimana Andika dan Kesya memperlihatkan anaknya yang telah dia serahkan kepada mereka.


"Jangan khawatir kami pasti akan mengirimkan Amanda tepat waktu!" Janji Manda, keluarga kecil tersebut lalu pergi jalan-jalan, menggunakan mobil Limosin yang sudah di sediakan oleh Keluarga Abimana.


Kesya dan Andik bergabung dengan yang lain, menikmati makan siang bersama. Rombongan tersebut kemudian pergi menuju Mushola yang ada di hotel tersebut untuk melaksanakan salat zuhur bersama.


Mamanya Kesya tampak sangat bahagia sekali, bermain dengan cucu-cucunya, yang kini kumpul semua. Sampai tidak terasa bahwa waktu telah berlalu begitu cepat. Bahkan 2 jam telah berlalu, tetapi Amanda belum juga datang, sehingga membuat resah Andika dan Kesya.


"Mas coba hubungin sopir limosin yang tadi membawa mereka! Tanyakan keberadaan mereka di mana!" Kesya Sudah mondar-mandir dari tadi merasa khawatir dengan Amanda yang indah 3 jam dari waktu yang dijanjikan masih juga belum kembali.


"Ya, sayang! Tunggu, Mas tanya dulu pihak hotel, Mas tidak tahu nomor telepon aupir tersebut." Andika kemudian pergi keluar menuju resepsionis, meminta untuk bertemu dengan Manajer yang bertanggung jawab di hotel tersebut. Resepsionis tersebut tidak tahu, bahwa Andika adalah pemilik hotel tersebut, sehingga dia tampak tidak terlalu melayani permintaan Andika.


"Cepat kau panggil manajer mu ke sini! Katakan Andika Abimana mencarinya!" rasa khawatir karena Amanda yang tidak kunjung tiba, dan melihat sikap resosionis yang tanpa malas melayani permintaannya, sehingga membuat Andika kehilangan sabar. Resesionis tersebut yang tidak mengetahui bahwa Andika adalah owner dari hotel tersebut tampak misuh misuh dan ngomel-ngomel.


"Maaf, Pak! Ini di lobby ada seorang pria mengaku bernama Andika Abimana bersikeras ingin bertemu dengan Anda. Mohon segera kemari, Pak! Karena beliau terus-terusan marah-marah dari tadi!" ucap Resepsionis tersebut, sambil melirik sinis kepada Andika.


Dari arah lift eksekutif, tampak seorang pria paruh baya dengan penampilan parlente, tampak tergopoh-gopoh mendekati Andika yang mukanya sudah tegang dan penuh dengan kemarahan. "Pecat segera, resepsionis tidak punya adab tersebut!" ucap Andika langsung menunjuk muka resepsionis yang sejak tadi membuat darahnya mendidih dengan sikaf cueknya dan merendahkan.


Manajer hotel yang baru saja tiba langsung gemetaran wajahnya sudah ketakutan melihat amarah yang begitu besar di wajah Andika. "Kamu, cepat bereskan semua barang-barang kamu, pergi kepihak HRD dan personalia, ambil gaji terakhir dan pesangonmu di hotel ini. Segera cepat! Enyah dari hadapan kami!" ucap Manager tersebut dengan amarah yang tinggi juga.


'Entah apa yang sudah dilakukan oleh resepsionis tersebut, sehingga membuat owner hotel ini begitu marah terhadapnya. Ah, sial! Kenapa aku tidak tahu lebih dulu, bahwa Pak Andika dan keluarganya sedang berkunjung ke hotel ini?' sesal Manager tersebut.


"Maafkan Tuan atas kelalaian pegawai kami. Oh ya Tuan Apa ada yang bisa saya bantu?" manajer tersebut membungkukkan badannya sehingga membuat Andika mulai reda amarahnya.


Sementara itu, resepsionis yang dipecat secara mendadak oleh Andika, sudah berderai air matanya. Badannya sudah gemetar, masih bingung kenapa laki-laki yang dari tadi tampak marah-marah itu,cmempunyai kuasa untuk memecat dirinya hanya dalam waktu satu detik.


"Kenapa kau malah diam? Bukannya cepat pergi ke bagian administrasi malah melotot di sini seperti orang gila saja! Hardik manager tersebut. Resepsionis tadi segera pergi, kejadian itu menjadi tontonan para tamu dan karyawan.


"Entah apa yang sudah kau lakukan kepada owner hotel ini, sehingga membuat beliau begitu marah kepadamu. Sudah! Kau sana pergi, ke bagian administrasi! Jangan memperpuruk keadaan lagi. Cepatlah pergi?! Saya doakan semoga kau mendapatkan pekerjaan yang lebih baik!" ucap Manager tersebut kini suaranya lebih halus karena sudah berhasil menenangkan hatinya yang tadi kacau balau dan bingung.


"Tadi aku mengirim seorang sopir Limosin untuk mengantarkan Putriku untuk pergi jalan-jalan bersama dengan ibu kandungnya. Segera Kau dapatkan informasi, siapa sopir tersebut dan berikan segera nomor teleponnya kepadaku. Cepat! Saya berikan waktu 10 menit mulai dari sekarang!" Ucap Andika, lalu duduk di sofa yang ada di lobby. manajer tadi sangat terkejut dengan permintaan Andika. Dia segera berlari menuju ruang CCTV untuk mencari hal yang dimaksud oleh Andika.


Karena dia sendiri bingung bagaimana caranya menemukan laki-laki yang dimaksud oleh Andika. 'supir Limosin?' Manager tersebut mendesah frustasi. Tidak tahu maksudnya Andika. Apalagi waktu yang diberikan hanya 10 menit saja, tanpa petunjuk sama sekali.