Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
266. Berjuang



Ayana dan Agus kemudian ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatan Agus. Karena bagaimanapun Ayana merasa khawatir dengan keadaan suaminya.


" Tenanglah kau tidak usah gugup aku yakin kalau aku baik-baik saja!" ucap Agus sambil menggenggam tangan Ayana yang terasa begitu dingin.


Perasaan Ayana yang sebenarnya sangat aneh ketika saat ini dirinya bersama dengan Agus datang ke rumah sakit bersama.


Entahlah yang jelas perasaan Ayana saat ini benar-benar kacau balau. Semuanya campur aduk jadi satu. Antara rindu, dendam, cinta, kebencian dan juga penyesalan. Semua perasaan itu sekarang mengganggu Ayana.


" Maafkan Aku Mas. Aku pergi dulu kau temui lah dokter sendiri. Aku ada keperluan untuk mencari sesuatu," tanpa menunggu jawaban dari Agus Ayana langsung berlari meninggalkan Agus yang bengong di tempat.


" Aku tahu hatimu pasti merasa sakit dan Kau pasti merasa tidak nyaman untuk berada disampingku. Setelah semua kejadian yang terjadi di antara kita. Maafkan aku sayang yang sudah memberikan perasaan seperti itu kepadamu yang membuatmu menjadi serba salah dalam menyikapi hubungan kita berdua!" Agus pun kemudian masuk ke dalam ruangan dan menemui dokter yang bertanggung jawab untuk memantau kesehatannya.


Salah satu alasan Agus datang ke Australia selain untuk memeriksakan kesehatannya juga untuk mencari Ayana. Sesuai dengan info dari detektif yang dia sewa yang mengatakan bahwa Ayana sekarang tinggal di Australia. Oleh karena itu Agus dengan nekat memberanikan diri datang ke Australia.


Setelah mendapatkan hasil pemeriksaan dari dokter dan berbagai penjelasannya tentang kondisi kesehatannya. Agus pun kemudian menelpon Ayana.


" Sayang kamu di mana? Aku sudah selesai bertemu dengan dokter!" ucap Agus ketika panggilan teleponnya sudah dijawab oleh Ayana.


" Ya sudah aku segera datang ke sana untuk menjemputmu!" panggilanpun di akhiri oleh Ayana.


Sekitar 10 menit kemudian Ayana sudah berdiri di hadapan Agus yang tersenyum melihatnya.


Agus langsung mengecup ringan bibir Ayana ketika mereka bertemu kembali. Pipi Ayana sampai merona karena malu.


" Kita makan siang dulu ya?" tanya Agus yang hanya di tanggapi anggukan oleh Ayana.


Sepanjang perjalanan Ayana hanya terdiam. Berbagai pikiran berkecamuk dalam pikiran Ayana saat ini.


" Kenapa? Apakah ada masalah sayang? Kenapa kau dari tadi diam saja?" tanya Agus kepada Ayana yang hanya menggelengkan kepalanya.


Agus melirik sekilas kepada istrinya yang tampak tidak bahagia.


" Katakanlah padaku kalau kau ada masalah sayang. Kenapa kau diam saja? Hmm?" tanya Agus sambil tetap fokus menyetir.


" Aku tidak apa-apa!" jawab Ayana lesu.


Agus kemudian menggenggam tangan Ayana dan menciumnya dengan lembut.


' Aku tahu kalau kau masih belum menerima aku 100% tapi pecayalah sayang. Aku pasti akan bisa membuatmu jatuh cinta lagi padaku. Aku janji akan selalu membuat kamu selalu di cintai olehku!' bathin Agus.


Tiba-tiba ponsel Ayana berdering, nama Armando tertera di sana.


Agus mengerutkan keningnya, merasa penasaran dengan nama laki-laki yang ada di dalam ponsel sang istri yang saat ini sedang bertelepon dengan istrinya.


" Ya sudah aku sebentar lagi akan ke sana. Kau tunggulah aku sebentar!" ucap Ayana.


Ayana kemudian menutup teleponnya dan meminta kepada Agus untuk mengantarkannya ke sebuah restoran tempat di mana dia berjanji untuk bertemu dengan Armando.


Tanpa banyak bertanya Agus langsung membawa ayahnya ke tempat itu.


Melihat Agus yang ikut turun juga, Ayana pun bertanya, " Kenapa ikut turun juga?"


" Aku lapar sayang. Aku ingin makan juga. Kai nanti bisa menemui temanmu. Tolong jangan khawatirkan aku. Aku akan menunggumu tanpa mengganggu kamu!" ucap Agus sambil tersenyum kepada Ayana.


" Baiklah, terserah kau!" Ayana pun kemudian melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam restoran. Tetapi siapa yang menyangka ternyata Agus malah berdiri disampingnya dan langsung merangkul pundaknya dengan begitu mesra.


" Eh?" Ayana mau proses, tetapi Agus malah mengecup bibirnya sehingga membuat Ayana menjadi malu dan salah tingkah di buatnya.


Laki-laki yang bernama Armando tampak mengerutkan keningnya melihat Ayana yang datang dengan seorang laki-laki yang sangat tampan dan memperlakukan Ayana dengan begitu intim dan juga mesra.


" Hai maaf kalau aku terlambat ya?" ucap Ayana menyapa Armando.


" Ya, ga apa-apa. Aku juga baru sampe kok!" ucap Armando tersenyum kepada Ayana.


" Baiklah sayang! Kau bicaralah dengan temanmu. Aku akan duduk di sebelah sana menunggumu!" ucap Agus yang kemudian langsung mencium bibir Ayana dan mengelus bibirnya dengan penuh cinta. Ayana sampai memerah pipinya gara-gara Agus yang sejak tadi terus mengumbar kemesraan di hadapan publik. Malu dan canggung.


Armando menatap keduanya. Banyak sekali pertanyaan di dalam kepalanya yang akan dia sampaikan kepada Ayana. Tetapi dia masih enggan karena sejak tadi Agus walaupun berpisah meja tetapi terus memperhatikan mereka berdua, sehingga membuatnya merasa tidak nyaman.


" Siapa laki-laki yang datang bersamamu tadi Ayana?" tanya Armando dengan penasaran.


" Suamiku. Dia datang dari Indonesia untuk berobat dan kebetulan kami bertemu di sini." ucap Ayana yang mulai menyantap makanannya.


Ayana menghentikan makannya kemudian dia menatap Armando.


" Dulu kami memiliki masalah dan aku berniat untuk bercerai dengannya. Oleh karena itu aku kembali ke Australia dan berpisah dengannya. Baru kemarin kami bertemu kembali setelah berpisah hampir 6 bulan lamanya," ucap Ayana menjelaskan kepada Armando.



visualisasi Armando Light


" Itu artinya kalian tidak jadi bercerai? Aku lihat dia memperlakukanmu dengan begitu mesra!" ucap Armando tampak tidak senang.


" Sudahlah kau mau bicara apa? Kau tadi bilang mau membicarakan sesuatu yang penting bukan? Cepatlah! Suamiku sudah menungguku dari tadi!" ucap Ayana masih meneruskan makanannya yang tadi di pesan oleh Armando.


Armando menelan salivanya dengan menatap Ayana semakin dalam.


" Aku tadinya mau melamarmu Ayana. Tapi ternyata kau sudah punya suami. Sekarang Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan" ucap Armando sambil menunduk sedih.


Ayana terkejut sampai menjatuhkan sendoknya.


" What?" tanya Ayana bengong.


" Iya. Aku tadinya ingin melamarmu dan menjadikanmu istriku di akhir musim panas ini. Tetapi sekarang aku jadi bingung. Apakah akan melanjutkan lamaran itu ataukah menghentikannya!" ucap Armando begitu sedih membuat Ayana jadi tidak enak.


Dengan terburu-buru Ayana pun meminum air minumnya.


" Aku kelihatannya tidak bisa menerima lamaran kamu. Karena kemungkinan aku akan kembali bersama suamiku. Dia kemaren mengatakan bahwa dia akan melamarku lagi dan akan menikahiku kembali. Sebetulnya aku belum memutuskan akan menerima lamaran dia atau tidak. Akan tetapi aku pun tidak bisa menolak pesonanya. Dia mempunyai kelemahanku yang membuatku selalu takluk kepadanya," ucap Ayana tampak tersipu malu membuat Armando merasa sangat cemburu ketika mendengarnya.


" Ayana tolong kau pertimbangkan perasaanku sebelum kau menerima lamaran dia kembali. Dia sudah pernah menyakiti hatimu satu kali, maka tidak akan ada yang bisa menjamin bahwa dia tidak akan menyakitimu lagi. Aku akan selalu berusaha untuk memberikan kebahagiaan untukmu. Percayalah padaku Ayana!" ucap Armando sambil menggenggam tangan Ayana.


Agus yang memperhatikan interaksi mereka berdua dari kejauhan tampak tidak senang ketika melihat Armando yang menggenggam tangan istrinya.


" Apakah sudah selesai Sayang urusanmu dengan dia?" tanya Agus menatap horor kepada Armando menggenggam tangan Ayana di hadapannya.


" Aku belum selesai makan kau selesaikanlah makananmu!" ucap Ayana tanpa melirik kepada Agus.


" Ayo makan di mejaku saja. Kalau kau sudah selesai dengan dia!" ucap Agus yang langsung menarik tangan Ayana untuk meninggalkan meja yang sudah dipesan oleh Armando.


Armando sampai tertawa melihat kelakuan Agus yang sangat kekanakan di matanya.


" Maafkan aku Armando. Aku pergi dulu ya!" mau tidak mau Ayana pun mengikuti Agus karena dia tidak mau ada keributan di restoran orang lain.


Apalagi beberapa pengunjung lainnya yang sudah mulai memperhatikan mereka berdua.


Agus merasa senang karena Ayana tidak banyak protes ketika dia menarik tangannya untuk kemeja yang tadi dia pesan.


" Makanlah sayang. Aku memesan makanan kesukaanmu!" ucap Agus sambil tersenyum penuh kemenangan ketika dia melirik kepada Armando yang merasa kesal karena Ayana telah dia culik kemejanya.


Armando yang merasa jengkel dia pun kematian langsung pergi untuk membayar makanannya dan meninggalkan restoran itu dengan perasaan kecewa dan amarah di hatinya.


" Sungguh kekanakan sekali suami Ayana. Bagaimana mungkin aku bisa tidak mengetahui kalau Ayana sudah punya suami? Sungguh memalukan bisa-bisanya aku jatuh cinta kepada seorang perempuan yang mempunyai suami!" tidak ada habisnya Armando mengutuk dirinya sendiri karena dia telah kecolongan mencintai seorang wanita bersuami.


Sungguh perasaan mencintai sepihak itu sesuatu yang sangat melelahkan. Apalagi bila kita menyadari bahwa kita tidak bisa untuk memilikinya. Itulah perasaan yang saat ini sedang dirasakan oleh Armando.


Sementara itu Ayana dan Agus tampak menghabiskan makanan mereka. Setelah itu mereka kembali ke apartemen Agus.


" Aku pulang dulu ya. Jangan lupa untuk diminum obatmu, agar kesehatanmu bisa pulih kembali!" ucap Ayana ketika dia berniat untuk meninggalkan apartemen Agus.


Tetapi Agus langsung menarik Ayana ke dalam pelukannya.


" Please Sayang jangan tinggalin aku ya? Kau tinggal di sini bersamaku. Biarkanlah rumahmu ditempati oleh kedua orang tuanya. Aku benar-benar tidak bisa hidup tanpa kamu. Bagaimana kalau malam-malam penyakitku kamu tidak akan ada yang menolongku kalau kau tidak ada di sini. Hmmm?" tanya Agus sambil mencium bibir Ayana dengan begitu lembut. Melayangkan Ayana dalam cinta yang membara.


" Tapi aku harus mengatakan kepada orang tuaku. Walaupun aku akan tinggal di sini, bukankah kau harus meminta izin dulu kepada mereka?" tanya Ayana ketika Agus melepaskan pagutan mereka.


" Untuk malam ini tinggallah disini sayang. Besok pagi aku akan menemui ke dua orang tua kamu untuk mengatakan kalau kamu akan tinggal di sini bersama dengan ku!" ucap Agus sambil menggendong Ayana ala Bridal style. Ayah mah sangat terkejut sehingga dia berteriak dan memukul dada Agus yang selalu membuat dia terkejut dengan kelakuannya yang selalu melakukan apa-apa tiba-tiba.


" Iyh selalu aja kayak gitu bikin kaget?!" protes Ayana sambil menyembunyikan wajahnya dalam dada Agus yang bidang.


Agus hanya tertawa melihat Ayana yang tersipu malu dan tampak begitu cantik di matamu. Ciuman penuh hasrat pun tidak terelakkan dari keduanya. Sampai mereka pun akhirnya berakhir memadu kasih di atas ranjang sampai kelelahan.