Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
282. Kelakuan Andika Abimana



" Aku akan selalu berusaha untuk mempertahankan rumah tangga kita dan tidak akan membiarkanmu meneteskan air mata karena perbuatan jahatku dengan khianat terhadap kamu!" ucap Andika memberikan senyum terbaiknya kepada Kesya sang istri yang telah mendampingi dirinya lebih dari 18 tahun.


Adrian bahkan sekarang sudah kelas 2 SMA dan sudah siap untuk dijenguk lagi ke Indonesia.


" Bagaimana kalau kita menjenguk Adrian sayang? Sekalian kita bersihlahturahmi ke saudara kita yang ada di Indonesia? Papa yakin kalau Mama pasti merasa rindu dengan Adrian sehingga pikiranmu menjadi selalu terganggu dengan hal-hal yang tidak penting." ucap Andika memberikan ide kepada Kesya.


Tetapi Kesya menggelengkan kepalanya.


" Tidak sayang. Sekarang di rumah sakit milik kita dan yayasan kanker yang dulu Papa dan Mas Ilham bentuk sedang sangat sibuk sekali dengan kegiatan amal. Rasanya selama 1 bulan ke depan jadwalku akan penuh di rumah sakit!" ucap Kesya sambil menyuapi Cakra yang tampak begitu lahap makan.


Walaupun Cakra sudah besar tetapi Kesya selalu memanjakan anak itu. Sehingga dia selalu mengawasi semua kegiatannya dan memastikan semua kebutuhan putranya terpenuhi dengan baik.


" Biarkanlah Cakra makan sendiri dia sayang. Dia sudah besar loh sayang. Kau fokuslah denganku saja. Aku juga butuh kamu loh sayang!" ucap Andika merangkul sang istri yang tersenyum kepadanya.


Kesya sekarang bisa bernafas lega setelah mengetahui bahwa sekretaris Andika ternyata pulang kampung dan hendak menikah di sana. Kesya merasa bahwa drama sekretaris dan atasannya bisa dia buang jauh-jauh di dalam pikirannya.


" Malu sama Cakra Pah!" ucap Kesya sambil menahan tangan Andika yang mulai sulit di kondisikan.


Andika kemudian bangkit dari tempat duduknya dan mengambil ponselnya.


Terlihat Andika sedang menghubungi asistennya, " Bisakah kau ke ruanganku sebentar?" tanya Andika dengan datar.


Yah begitulah sosok Andika Abimana. Dia terlihat begitu dingin dan datar ketika berhadapan dengan orang asing. Kelembutan dan kehangatannya hanya dia berikan kepada Kesya dan keluarganya kecilnya.


Sekitar 5 menit kemudian asisten Andika pun masuk dengan penuh hormat.


" Tolong kau ajak jalan-jalan putraku. 2 jam lagi baru kau bawa kemari lagi!" perintah Andika kepada sang asisten yang langsung mengambil alih Cakra yang sudah selesai dengan makan siangnya.


Sang asisten yang mengerti apa yang diinginkan oleh Andika pun tanpa banyak bicara langsung mengajak Cakra keluar dari ruangan dan membawanya ke sebuah mall yang tidak jauh dari perusahaan.


Kesya sampai menggelengkan kepalanya melihat kelakuan suaminya yang sampai mengungsikan putranya sendiri hanya untuk bermesraan dengan dirinya.


" Sekarang tidak ada Putra kita di sini sayang. Jadi kalau tidak bisa menolak lagi keinginanku, hmmm?" tanya Andika sambil membuka Niqab sang istri lalu membawanya ke ruangan private yang biasa dia gunakan kalau ingin istrahat di kantor atau harus lembur karena pekerjaan yang menumpuk.


Kesya hanya menuruti keinginan suaminya. Karena dia pun sebetulnya memang merindukan suaminya yang sudah tiga hari berada di kantor. Karena sangat banyak sekali pekerjaan yang harus dia bereskan setelah kemarin selama satu minggu mereka ke Prancis untuk menengok Amanda dan Farhan di sana.


Andika biasanya kalau pekerjaannya lewat jam 12.00 malam tidak selesai, maka dia akan tidur di ruang privat itu. Daripada harus lelah bolak-balik ke rumah dan Kesya sangat mengerti kesulitan suaminya dan tidak pernah protes dengan hal itu.


Terkadang kalau dia sangat merindukan suaminya dan sedang tidak sibuk dengan pekerjaan di rumah sakit dan yayasan Abimana group yang dia kelola, maka Kesya yang akan mengalah dan datang ke kantor untuk menemani sang suami di kantor.


Setelah selesai Mereka pun kemudian membereskan semua sisa-sisa percintaan mereka dan kembali memanggil asistennya untuk membawa Cakra kembali.


" Kok bisa bawa putraku kembali ke kantor!" perintah Andika kepada asistennya.


" Sayang, Aku masih lelah. Aku ingin tidur dulu sebentar di sini!" ucap Kesya yang memilih memejamkan matanya, alih-alih pergi keluar menyambut kedatangan Cakra.


" Terima kasih atas kerja kerasmu. Kau bisa kembali ke ruanganmu!" perintah Andika kepada asistennya yang langsung mengganggukan kepala dan meninggalkan Cakra di ruangan ayahnya.


Tampak Cakra yang begitu bahagia setelah bermain di Timezone hampir 2 jam lamanya.


" Bagaimana jagoanku? Apakah kau suka dengan permainannya?" tanya Andika sambil memangku putranya.


Cakra begitu bahagia cara membuat Andika pun merasa senang.


" Di manakah mama?" tanya Cakra dengan polosnya.


Andika kemudian memberikan kepada Cakra kebebasan untuk menggunakan ponselnya di dalam ruangannya. Sambil menunggu Kesya terbangun dari tidurnya.


" Mama sedang kelelahan sayang dan dia saat ini sedang tidur. Kau bermainlah dengan ponselmu dulu. Papa akan kembali melanjutkan pekerjaan Papa, supaya nanti kita bisa pulang bersama!" ucap Andika sambil mengelus pucuk kepala Cakra yang merasa senang karena diperbolehkan menggunakan ponsel oleh sang ayah.


Andika pun kemudian menyelesaikan semua pekerjaannya dengan bahagia. Setelah selama 3 hari berkutat dengan pekerjaan yang begitu menumpuk dan stres yang begitu panjang. Andika merasa bahagia dengan kedatangan sang istri ke kantornya dan memberikan kebutuhan bathinnya.


Setelah selesai dengan semua pekerjaannya. Andika pun kemudian bangkit dari kursi kebesarannya dan dia berniat untuk segera membangunkan Kesya yang masih tidur di ruang private.


" Apakah kau lapar jagoan?" tanya Andika kepada Cakra yang tampak sudah mulai bosan dengan ponselnya.


Cakra bangkit dari duduk dan kemudian dia mendekat kepada sang ayah yang sedang meregangkan tubuhnya yang tampak kaku setelah duduk berjam-jam di kursi kebesarannya.


" Kita makan malam di rumah saja papa. Aku sangat lelah dan ingin tidur di rumah!" ucap Cakra sambil tersenyum kepada ayahnya.


Andika kemudian berjalan secara perlahan dan masuk ke dalam ruang privat untuk membangunkan Kesya yang sudah mulai membukakan matanya.


" Wah sudah sore ternyata." ucap Kesya yang langsung pergi ke kamar mandi yang ada di dalam ruangan itu.


Setelah selesai mandi dan melaksanakan salat ashar, Kesya pun keluar dari ruangan private dan menemui Putra dan suaminya.


" Apakah pekerjaanmu sudah selesai sayang?" tanya Kesya dengan wajah segar setelah mandi dan sholat.


Andika mengganggu kan kepalanya dan kemudian dia pun bersiap untuk meninggalkan kantor.


" Apakah kau sudah salat asar sayang?" tanya Kesya kepada Andika ketika mereka sudah bersiap keluar dari kantor sang suami.


Andika menggelengkan kepalanya. Kemudian Kesya pun menyuruh suaminya untuk mandi dan sholat Ashar dulu. Sementara dia menunggu sang suami, Kesya pun bertanya kepada Cakra. Bagaimana kegiatannya tadi ketika putranya keluar bersama dengan asisten suaminya.


" Apakah menyenangkan bermain Timezone bersama om?" tanya Kesya sambil menatap lembut putranya.


" Ya, sangat menyenangkan!" ucap Cakra begitu bahagia.


Ketika Kesya melihat Andika yang sudah selesai melaksanakan shalat dan tampak sudah fresh setelah mandi dan shalat. Mereka pun kembali ke kediaman Abimana dengan perasaan bahagia. Kesya selalu bersyukur karena rumah tangganya tetap di lindungi oleh Allah dari malapetaka dan kesedihan.