Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
261. Mencoba Mengingat Masa Lalu



Andika dan Keisha pun kemudian meninggalkan Perancis Setelah itu mereka kembali ke Dubai karena pekerjaan banyak sekali yang harus dikerjakan oleh Andika.


Dalam bulan ini Andika sudah meninggalkan perusahaan banyak hari. Mengantarkan Adrian ke Pondok Pesantren dan sekarang mengantarkan Amanda ke Prancis untuk melanjutkan kuliahnya.


Bagi Andika keluarga adalah segalanya dan dia selalu meluangkan waktunya untuk keluarga tercintanya.


" Semoga saja Serda tidak akan mengejar kita sampai ke Dubai, Papa tidak pernah memberikan nomor telepon atau apapun kepada dia kan?" tanya Kesya.


Andika menatap Kesya dengan lekat. Dia merasa beruntung karena memiliki seorang istri yang selalu mengerti tentang kesulitannya selama ini.


" Aku tidak pernah memberikan nomor telepon ke dia sayang. Kan tadi waktu kita bertemu hanya sibuk untuk berargumen, nggak ada waktu untuk memberikan nomor telepon satu sama lain!" ucap Andika sambil menggenggam tangan Kesya.


Kesya melihat banyak sekali beban di pundak sang suami dia merasa kasihan terhadap Andika yang harus menanggung begitu banyak beban di pundaknya.


Dia sangat tahu Andika sebenarnya merasa lelah dan ingin melepaskan beban tersebut. Hanya saja semua itu adalah tanggung jawabnya yang tidak bisa dia pungkiri ataupun dia hindari.


" Maafkan aku ya sayang, karena aku selalu memberikan masalah di dalam rumah tangga kita. Sejak dulu kau selalu sabar dengan apapun yang menimpa kehidupanku," ucap Andika dengan wajah tertunduk.


Andika benar-benar sedih karena tidak pernah sehari pun kehidupannya dilalui dengan tenang. Selalu banyak masalah yang datang silih berganti dalam hidupnya.


" Sabarlah Pah. Semakin pohon tinggi maka semakin besar pula angin yang menerjangnya kita dilimpahi banyak kemewahan dan kelebihan dibandingkan orang lain, maka masalah dalam hidup kita pun akan semakin banyak." ucap Kesya sambil meremas tangan Andika. Kesya berusaha untuk memberikan kekuatan kepada suaminya yang saat ini sedang sedih karena mengingat masalah tentang Serda yang menginginkan mereka bercerai untuk bisa menikahi perempuan itu.


" Sabarlah Pah. Mama yakin tidak akan selamanya mendung itu berarti hujan. Kita harus bersabar dan semakin kencangkan kebersamaan kita. Jangan sampai kita terpengaruh dengan apapun yang katakan oleh Serda. Percayalah Pah! Sampai kapanpun Mama tidak akan pernah melepaskanmu karena Mama sangat mencintaimu dan Mama tidak mau kalau kedua anak kita sampai kekurangan kasih sayang kedua orang tuanya," ucap Kesya sambil tersenyum kepada Andika.


Andika merasa terharu sekali dengan apa yang dikatakan oleh Kesya. Dengan begitu dia merasa begitu kuat dan merasa yakin untuk menghadapi masalah tentang Serda yang dikhawatirkan akan datang ke Dubai dan memberikan masalah ke dalam hidup mereka berdua nantinya.


Sebagai seorang pengusaha, Andika sangat percaya bahwa setiap masalah pasti ada penyelesaiannya. Hanya saja masalah yang diberikan oleh Serda benar-benar membuat kepalanya sangat pusing.


" Bagaimana mungkin ada seorang perempuan yang menunggu janji 15 tahun lamanya itu benar-benar sangat konyol!" ucap Andika benar-benar frustasi.


" Dan sialnya kita malah bertemu lagi dengan perempuan gila itu yang menginginkan perceraian kita berdua agar aku menikahinya. Dia sedang bermimpi disiang bolong rupanya. Bagaimana mungkin aku melepaskan wanita yang kucintai hanya untuk memenuhi janji konyol yang bahkan aku sudah lupa bagaimana dulu aku bisa memberikan janji tersebut kepada dia! Ya Tuhan, ini benar-benar membuatku sangat gila!" ucap Andika sambil mengepalkan kedua tangannya dan memukul sofa yang saat ini dia duduki.


" Sabarlah Pah. Sudahlah ayo sekarang kita tidur saja. Papa wajahnya pucat sekali loh, Mama khawatir dengan kesehatanmu sayang!" Kesya kemudian menarik tangan Antika untuk masuk ke dalam kamar mereka berdua agar sang suami bisa beristirahat tanpa harus memikirkan banyak masalah yang saat ini sedang menghantui pikirannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu Agus yang masih hilang Ingatan dia merasa bingung dengan kehidupannya sendiri.


Dia merasa bahwa ada sesuatu yang hilang dalam hidupnya. Akan tetapi dia tidak mengerti dan tidak mengingat sesuatu yang hilang tersebut.


" Aku bukanlah istrimu Agus. Aku adalah sepupumu. Semua yang dikatakan oleh ibuku adalah kebohongan. Ibuku merencanakan untuk merebut perusahaanmu Oleh karena itu dia mengarang cerita tentang kita berduayang menikah. Istrimu yang sesungguhnya bernama Ayana. Ayana Sugandi! Dia adalah seorang wanita yang hebat yang telah memberikanmu seorang anak bernama Axel. Akan tetapi sekarang bayi tampan itu sudah meninggal, gara-gara kecelakaan yang kau buat pada malam yang kecelakaan itu." ucap Agnes menjelaskan semuanya kepada Agus agar Agus bisa memahami kehidupannya yang sesungguhnya.


" Apakah yang kau katakan benar bahwa aku telah membunuh Putraku sendiri?" tanya Agus dengan mata berkaca-kaca.


Agnes merasa kasihan kepada sukunya yang tampak begitu sedih mendengar kenyataan tersebut.


" Percayalah Agus bahwa kau tidak meniatkan kecelakaan itu. Kau hanya merasa emosi karena Ayana yang meminta bercerai padamu sehingga kau akhirnya lepas kontrol dan lebih memilih untuk bunuh diri bersama dengan membuat kecelakaan mobil itu. Akan tetapi kalian berdua tetap hidup tetapi Axel yang harus meninggalkan dunia ini!" ucap Agnes dengan kesedihan terpampang di wajahnya.


Agus merasa sangat sedih dengan apa yang disampaikan oleh Agnes kepadanya Itu adalah sebuah kenyataan yang dia lupakan Karena dia mengalami Amnesia.


Ayana sudah kembali ke Australia dan memutuskan untuk bercerai dengan Agus. Akan tetapi pengadilan belum memutuskan status perceraian mereka karena sampai sekarang Agus masih belum mengingat tentang pernikahan mereka berdua.


" Agnes tolonglah aku antarkan aku untuk bertemu dengan Ayana Aku ingin meminta maaf kepadanya karena sudah membuat Axel meninggal karena kebodohanku. Walaupun aku tidak mengingat kejadian pastinya, tetapi perasaanku benar-benar sedih ketika aku mengingat tentang Axel. Aku yakin kalau ceritamu semuanya adalah benar dan aku percaya bahwa aku memang yang telah mengakibatkan kecelakaan tersebut. Ayana sekarang pasti sangat membenciku, karena sudah membunuh putra kami berdua.


" Sabarlah Agus. Semua hal yang terjadi pada manusia kalau Tuhan tidak mengizinkannya tidak akan mungkin terjadi. Kita sebagai manusia harus selalu berusaha untuk memperbaiki kehidupan kita tetapi tidak semuanya harus kita sesali. Jadikanlah semua itu sebagai itibar dan pelajaran agar kita tidak mengulangi lagi perbuatan buruk tersebut! Selalu mawas diri dan selalu memperbaiki diri, agar hidup kita semakin hari semakin berkualitas!" ucap Agnes berusaha untuk menghibur Agus yang tampak bersedih hatinya mengingat tentang Exel yang kini telah meninggal.


Agus kemudian mengurus semua administrasi rumah sakitnya. Dia berniat untuk kembali ke kediamannya yang akan diantarkan oleh Agnes sebagai sepupunya.


Agus menatap rumah yang dikatakan Agnes sebagai rumahnya. Di sana banyak sekali foto-fotonya yang terpajang bersama dengan kedua orang tuanya. Akan tetapi Agus tidak menemukan satupun foto tentang Ayana maupun tentang pernikahan mereka berdua.


" Kenapa tidak ada foto pernikahanku dengan Ayana kalau memang kami berdua menikah?" tanya Agus sambil mengerutkan keningnya merasa bingung dengan hidupnya sendiri.


Agnes mendekati Agus dan berusaha untuk membuatnya rileks agar kepalanya tidak pusing kalau terlalu dipaksakan untuk mengingat sesuatu.


" Duduklah dulu Agus, aku takut kalau kamu sakit lagi. Nanti aku akan menceritakan semuanya padamu!" perintah Agnes kepada Agus yang tampak masih bingung dengan kehidupannya yang menghilang dalam memorinya sama sekali.


Agus menuruti apa yang dikatakan oleh Agnes yang sangat dipercaya adalah orang jujur yang akan membawanya ke kehidupan lamanya yang menghilang dalam ingatannya.


" Dulu kalian menikah hanya pernikahan Siri yang tidak didaftarkan ke pengadilan agama Jadi kalian tidak memiliki foto pernikahan, maupun cincin pernikahan bahkan surat pernikahan pun kalian tidak punya!" Agus terbelalak mendengarkan fakta tentang pernikahannya bersama dengan Ayana.


Agnes menangkap keheranan di wajah Agus tentang apa yang dia jelaskan.


" Dulu kamu dijodohkan dengan Ayana. Tetapi kalian tidak saling mencintai. Ayana menikahimu hanya untuk mendapatkan kembali perusahaannya yang diselamatkan oleh Bibinya dan Bibinya itu meminta syarat untuk Ayana agar menikahimu. Barulah dia mengembalikan perusahaannya kembali ke tangannya. Begitulah caranya kalian bisa menikah." ucap Agnes menceritakan proses pernikahan Agus dan Ayana yang sangat ingin diketahui oleh Agus.


Agus tampak mengerutkan keningnya dan berusaha untuk mencerna dan mengingat semua cerita yang dikatakan oleh Agnes tentang hidupnya bersama dengan wanita yang bernama Ayana.


Agnes mengerti bahwa Agus masih bingung dan belum mengerti dengan semua cerita yang dia katakan tentang masa lalu Agus.


" Sudahlah Agus. Sebaiknya kau sekarang istirahatlah. Jangan terlalu dipikirkan tentang masa lalumu ya? Sekarang yang penting kau harus memulihkan kondisimu dulu. Masalah ingatanmu sedikit demi sedikit Aku percaya Kau pasti akan mendapatkannya kembali. Aku akan berusaha untuk mengingatkanmu satu persatu yang aku ketahui akan aku beri tahu kepadamu. Tetapi kita tidak bisa melakukan hal itu secara instan. Mari hal itu dilakukan dengan bertahap, agar nantinya kepalamu tidak menjadi pusing dan berimbas buruk kepada kesehatanmu." ucap Agnes.


" Kamu benar setiap kali aku mencoba untuk mengingat masa laluku kepalaku rasanya berdenyut sakit sekali. Entahlah banyak potongan-potongan ingatan yang berputar di kepalaku. Tetapi semua itu sangat sulit untuk aku rangkai kembali untuk menjadi sebuah kejadian yang bisa aku pahami. Entahlah Agnes aku benar-benar bingung. Apakah kehidupanku yang dulu tidak akan kembali lagi kepadaku? Ataukah aku memang benar-benar harus membuangnya dan memulai kehidupanku yang baru?" tanya Agus dengan frustasi sambil memegang tangan Agnes yang merasa sangat prihatin dengan keadaan sepupunya nggak begitu menyedihkan.