Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
270. Wisuda



Setelah Ayana dinyatakan sehat. Dia pun kemudian keluar dari rumah sakit. Ayana sekarang tinggal di kediaman Agus dan menjadi istri yang sesungguhnya.


" Besok adalah wisuda Agnes. Apa kau ingin datang ke sana sayang?" tanya Agus ketika mereka sedang sarapan di ruang makan.


" Apakah kehadiranku akan diterima oleh Agnes dan juga tante Andien?" tanya Ayana merasa ragu-ragu.


Agus menggenggam telapak tangan istrinya, kemudian menciumnya dengan lembut.


" Percayalah aku yakin kalau Agnes pasti bisa menerima!" ucap Agus berusaha untuk menguatkan Ayana.


" Bagaimanapun pasti Agnes dan juga kakaknya, mereka pasti merasa tidak senang dengan kehadiranku. Mereka pasti mengira gara-gara aku mereka telah kehilangan ayah yang mereka cintai. Mereka kehilangan keluarga harmonis yang selama ini mereka banggakan!" ucap Ayana merasa sedih.


Agus mencium telapak tangan Ayana, kemudian dia tersenyum kepada istrinya.


" Perceraian paman Pradipta dan tante Andien bukanlah karena masalah kamu sayang. Tetapi karena paman Pradipta telah mengetahui bahwa tante Andien selama ini ternyata telah banyak membuat sesuatu yang salah untuk bisa membuat mereka bisa bersatu menjadi suami istri di masa lalu! Sudahlah Sayang jangan kau pikirkan. Karena semua itu bukanlah kesalahanmu! Agnes juga sudah mengerti bahwa semua itu adalah karena ibunya yang sudah menipu ayahnya!" ucap Agus berusaha untuk menenangkan Ayana dan tidak merasa bersalah lagi dengan pernikahan ayahnya dengan Andien yang kandas setelah ayahnya mengetahui tentang dirinya di atas dunia ini.


Nagaimanapun Ayana masih ingat, setelah dia mengunjungi ayahnya anaknya meninggal karena kecelakaan yang di lakukan oleh Agus.


Sungguh sangat berat sekali derita yang dialami oleh Ayana saat ini. Trauma dan cinta saling bertabrakan di dalam hatinya.


" Ya sudah sayang. Ayo cepatlah, kita harus bersiap-siap untuk ikut ke acara wisudanya Agnes!" ucap Agus kepada Ayana yang tampak berkaca-kaca matanya.


Agus tahu bahwa ayahnya pasti sedang mengingat kembali kejadian tentang meninggalnya Axel setelah mereka mengunjungi Ayah kandungnya.


Setelah mereka bersiap-siap, mereka pun kemudian langsung berangkat ke lokasi acara wisuda Agnes. Ternyata sangat ramai sekali di sana.


" Halo Kak! Ayana aku senang sekali karena Kaka mau datang ke acara ini!" ucap Agnes sambil memeluk Ayana yang masih tampak merasa canggung, ketika dia berhadapan dengan adik tirinya.


" Terima kasih karena kau mau menerima kehadiranku di sini. Oh ya di mana Ayah kita?" tanya Ayana sambil mengedarkan matanya ke sekeliling dan mencari keberadaan ayah dan juga ibunya.


" Mereka berdua belum datang!" ucap Agnes.


" Lalu di mana ibumu? Apakah dia juga tidak datang?" tanya Ayana merasa heran.


" Mama dan Kakakku tidak mau datang karena mereka merasa khawatir kalau ayah dan istrinya akan datang. Dia juga takut kalau Agus dan Ka Ayana datang ke sini. Tampaknya mereka belum bisa menerima semua yang terjadi di antara kita!" ucap Agnes merasa sedih.


" Mungkin Ibuku merasa malu karena dulu pernah berusaha untuk menipu Agus ketika dia amnesia dengan mengakui bahwa Aku adalah istrinya Agus!" ucap Agnes berusaha untuk tegar dan kuat.


" Aku benar-benar tidak tahu kalau ada kejadian seperti itu! Semoga kau tidak merasa terganggu dengan ketidakhadiran ibu dan juga kakakmu! Kami ada di sini dan kami akan selalu mendukungmu!" ucap Agus sambil menepuk bahu Agnes yang tampak berkaca-kaca matanya.


" Cepatlah masuk ke dalam auditorium nanti kalau terlambat. Kau pasti akan merasa rugi karena tidak bisa lihat yang bening-bening di dalam sana!" ucap Ayana sambil tersenyum mencoba untuk menggoda Agnes yang mulai rilex dengan kebersamaan mereka.


Agnes kemudian masuk ke dalam Auditorium dan bergabung dengan teman-temannya yang lain yang juga melaksanakan wisuda pada hari itu.


Hati Agnes merasa sedih karena kedua orang tuanya tidak ada yang hadir di dalam acara yang penting untuk hidupnya.


Di saat nama Agnes dipanggil hatinya merasa sangat sedih. Tetapi dia pun bahagia karena akhirnya dia lulus kuliah dan memulai kehidupan barunya sebagai seorang yang dewasa. Mulai hari itu Agnes berjanji bahwa dia akan hidup mandiri tanpa harus menggantungkan dirinya kepada kedua orang tuanya yang sekarang telah berpisah.


Agnes sudah lama tidak bertemu dengan ibu maupun kakaknya yang merasa kecewa kepada Agnes yang berhubungan baik dengan ayahnya dan juga Ayana.


Ibu dan kakaknya merasa kecewa karena menganggap Agnes sebagai penghianat bagi mereka.


Setelah acara wisuda selesai Agnes menemui Agus dan Ayana yang menunggunya di tempat mereka bertemu pertama kali di tempat acara wisuda.


Agnes merasa bahagia karena ayahnya dan juga Humairah mau hadir di sana.


" Papa!" Agnes menangis di pelukan ayahnya karena merasa terharu ayahnya mau hadir di acara wisudanya.


Walaupun dia merasa sedih karena Ibu dan kakaknya tidak mau hadir di sana.


" Selamat ya nak! Semoga dengan ilmu yang kau miliki kau bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa!" ucap Pradipta kepada Agnes yang tengah menangis dalam pelukan ayahnya.


" Bagaimana kalau kita makan malam bersama di restoran milik mama?" tanya Humairah saat semua sudah mulai tenang.


Memang di acara yang sakral seperti itu, telah membuat orang menjadi sensitif dan agak melankolis itulah yang sedang terjadi kepada Agnes saat ini.


" Apakah calon menantu Papa tidak datang?" tanya Pradipta mencoba untuk menggoda putrinya yang tersipu malu.


" Mas Arya masih ada di Swiss dia belum bisa untuk datang ke Indonesia. Karena dia masih harus menyelesaikan proyeknya yang belum selesai!" ucap Agnes menjelaskan tentang kekasihnya yang belum lama dia kenal di media sosial.


" Apakah orang tuanya ada di Jakarta?" tanya Humairah sambil menatap Agnes yang tampaknya masih belum nyaman dengan kehadiran Humairah di antara mereka.


" Orang tuanya ada di Jakarta Tante. Hanya saja hubungan kami belum sampai sejauh itu. Kami masih dalam tahap saling mengenal satu sama lain. Dia pun belum pernah memperkenalkan saya kepada kedua orang tuanya!" ucap Agnes menjelaskan semuanya dengan jujur.


Mereka pun kemudian sampai di restoran milik Humairoh. Restoran yang sangat mewah dan juga berkelas.


Ketika mereka memasuki area restoran tampak restoran yang begitu lengang dan suasana yang romantis tercipta di sana dengan bertabur bunga-bunga di sepanjang jalan.


" Pah ada apa ini? Kenapa restorannya terasa begitu aneh?" tanya Agnes sambil menatap kepada ayahnya yang langsung mengkedikan bahu karena tidak mengerti.


" Kita masuk saja ke dalam sayang. Siapa tahu ada kejutan yang sedang menunggumu di sana!" ucap Humairoh sambil menggenggam tangan Agnes yang tampak gugup.


Ketika dia mulai masuk ke dalam ruangan yang sudah di siapkan oleh Humairoh, di sepanjang jalannya terdapat foto-foto dirinya di saat bepergian bersama dengan Arya di kota Swiss.


" Apa semua ini Pah?" tanya Agnes tambah tidak mengerti dengan apa yang saat ini sedang terjadi.


Agnez terus melangkahkan kakinya semakin dalam dan ketika sampai di dalam ruangan. Agnez melihat di ujung jalan sana, Arya sedang berdiri dengan senyum tampannya dan membentangkan kedua tangannya.


Agnes pun langsung berlari ke dalam pelukan Arya yang langsung tersenyum melihat kedatangannya.


" Semua ini, apa artinya?" tanya Agnes merasa tidak mengerti dengan situasi yang sedang terjadi.


" Will you marry me?" tanya Arya sambil berjongkok di hadapan Agnes yang masih tampak terkejut dengan semua yang sedang terjadi saat ini.


Agnes kehabisan kata-kata karena dia merasa sangat bahagia dengan keindahan malam ini yang entah siapa yang sudah mengatur semuanya dia pun tidak tahu.


Satu yang Agnes ketahui bahwa malam ini kekasihnya melamar dia untuk menjadi istrinya.


" Jawab dong masa dilamar nggak dijawab sih?" ucap Ayana menggoda Agnez dengan senyum manis yang membuat pasangan itu akhirnya tersipu malu.


" Yess!" ucap Agnes sambil tertunduk malu.


Arya pun langsung memeluk Agnes karena bahagia.


Mereka pun kemudian melaksanakan makan malam bersama. Di mana kedua orang tua Arya dan juga saudara-saudaranya pun hadir di acara lamaran tersebut.


" Tidak kusangka kalau kau ternyata telah membohongiku. Kau mengatakan tidak bisa hadir di acara wisudaku. Ternyata kau malah menipuku dan melakukan hal seperti ini di belakangku!" ucap Agnes tampak protes kepada Arya sang kekasih yang dari tadi terus saja menggenggam telapak tangannya.


" Ini adalah ide dari Mas Agus dan kak Ayana. Mereka yang ingin memberikan kejutan untukmu sebagai hadiah wisudamu. Aku menjadi bagian dari kado untukmu dari mereka berdua!" ucap Arya sambil tersenyum.


" Kau adalah kado yang paling indah yang pernah aku miliki!" ucap Agnes merasa bahagia sekali tidak ada hentinya dia tertawa dan tersenyum malam itu untuk semua kebahagiaan yang sudah hadir di dalam hidupnya. Walaupun tanpa ibu kandungnya dan juga kakaknya yang masih belum menerima tentang perceraian sang ibu dan ayahnya.


Mereka pun kemudian makan malam bersama dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan.


Rencana pernikahan pun disiapkan secara matang dan disetujui oleh kedua belah pihak tampak kedua orang tua Arya yang begitu akrab dengan Humairah yang merupakan seorang bisnis women yang terkenal di Jakarta.


" Saya tidak tahu loh jeng kalau ternyata Agnes ini masih ada hubungan denganmu!" ucap ibunya Arya tersenyum kepada Humairah.


" Iya tidak apa-apa, Oh ya bagaimana tentang proyek kita yang ada di Amsterdam? Apakah akan dilanjutkan ataukah dihentikan? Yang Saya dengar dananya kemarin sempat tersendat karena korupsi salah satu direktur yang bertanggung jawab dengan proyek itu." tanya Humairoh kepada ayahnya Arya.


Tampak laki-laki paruh baya itu menarik nafasnya dalam-dalam. Seperti sedang memikul beban berat di pundaknya.


" Proyeknya memang dihentikan untuk sementara waktu. Kami masih menunggu investor yang akan bertanggung jawab untuk meneruskan proyek tersebut. Kami sudah berusaha untuk menindak direktur yang korupsi itu, tetapi dia malah kabur dan sampai sekarang masih buron!" ucap ayahnya Arya sambil menundukkan kepalanya.


" Nanti bawalah proposal proyek tersebut ke kantor saya. Siapa tahu nanti saya bisa mencoba untuk meninjau ulang proyek itu. Semoga saja tim perusahaan saya bisa membantu sehingga proyek itu bisa dilanjutkan lagi sesuai rencana awal!" ucap Agus memberikan harapan kepada ayahnya Arya yang tampak bahagia mendengarkan perkataannya.


" Baik nak Agus. Besok saya akan membentuk tim baru untuk proyek itu. Kemarin memang sempat kami bubarkan tim yang sudah dibentuk. Karena Kami merasa pesimis untuk bisa menemukan investor baru yang bisa menyokong pembiayaan dari proyek tersebut. Semoga saja tim kami akan membuat Nak Agus terkesan dan bersedia untuk bekerja sama dalam pembangunan hotel yang ada di Amsterdam!" ucap ayahnya Arya.


" Sudah ayo kita selesaikan makan malam kita saja. Kalau membicarakan bisnis itu tidak akan pernah ada habisnya!" ucap Pradipta menghentikan semua pembicaraan bisnis yang dirasa sudah cukup menurutnya.


Pradipta sudah mengetahui tentang proyek tersebut dan memang terjadi banyak sekali masalah di dalamnya. Oleh karena itu banyak investor yang menarik investasi mereka dalam proyek tersebut.


Pradita sendiri sudah menyarankan kepada Humairah untuk menarik investasi tersebut dari perusahaan ayahnya Arya. Tetapi sampai saat ini Humairoh Bro memberikan jawaban apapun tentang sarannya.


Setelah acara makan malam itu selesai. Mereka pun kemudian pulang ke rumah masing-masing.


Agnes merasa bahagia sekali karena kehidupan baru akan segera dia mulai.


Berdasarkan kesepakatan bersama dalam acara makan malam keluarga tadi. Bahwa pernikahan mereka berdua akan dilaksanakan tiga bulan dari sekarang.


Humairoh sudah menyepakati bahwa dia akan mengurus semua acara dan persiapan mengenai rencana pernikahan Agnes dan Arya yang akan dilaksanakan di hotel milik Humairah yang ada di daerah Kemang.


" Tolong kau pertimbangkan lagi untuk memberikan investasi ke perusahaan ayahnya Arya! Papa sungguh benar-benar enggak usah khawatir kalau ternyata di sana banyak masalah yang akan menambah kepusingan kepala!" ucap Pradipta kembali ketika mereka sudah berada di kediamannya.


Humairo hanya tersenyum menanggapi perkataan suaminya.


" Tenanglah sayang. Aku tahu kok apa yang sedang kulakukan saat ini. Aku ini seorang investor. Aku pasti tidak akan mau rugi tidak perduli itu adalah keluarga kita ataupun orang asing. Aku akan mendatangi lokasi proyek tersebut dan meninjau ulang tentang proposal maupun proyek itu. Kau tidak usah khawatir, aku akan baik-baik saja." ucap Humairoh tersenyum kepada Pradipta yang saat ini sedang khawatir dengan keadaan Humairoh.


" Jangan karena mereka adalah keluarga dari calon suami Agnes. Sehingga membuatmu menjadi tidak objektif dalam penilaianmu tentang proyek itu. Aku mohon agar kau mempertimbangkan kembali masalah proyek itu. Karena aku tidak mau kalau nanti ada masalah ke depannya akan mempengaruhi pernikahan kita berdua!" ucap Pradipta kembali mengingatkan Humairoh.


Humaira tersenyum kepada Pradipta yang begitu mempedulikan dirinya dan juga perusahaannya.


" Tenanglah nanti aku akan berdiskusi dengan Agus dan melihat apa saja yang bisa kita lakukan dalam proyek itu. Mas tidak usah khawatir. Perusahaan Agus juga bukanlah perusahaan biasa. Perusahaan mereka sudah berpengalaman dalam hal investasi!" ucap Humairoh meyakinkan Pradipta agar bisa tenang dan tidak khawatir lagi masalah itu.


" Ayo kita istirahat Kau pasti sangat lelah kan?" tanya Humairah kepada Pradipta yang langsung mengangguk dan menariknya ke dalam pelukannya.