Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
169. Amukan Amarah Firman



Firman melangkahkan kakinya begitu dia masuk ke rumah miliknya. Dia langsung mencari Laila di kamarnya. Alangkah kecewanya Firman ketika dia tidak bisa mendapatkan istrinya di manapun.


"Bi, di mana istriku? Sejak kapan dia pergi?" Tanya Firman kepada pembantunya menanyakan keberadaan sang istri.


"Nyonya belum pulang sejak tadi siang Tuan katanya Nyonya akan ke kantor Tuan untuk mengantarkan makan siang tapi sampai sekarang belum pulang juga!" ucap pembantunya Firman kepadanya.


"Bi, tolong kau hubungi supirnya Nyonya. Tolong kau tanyakan di mana sekarang mereka berada!" Firman memberikan perintah kepada pembantunya untuk segera menghubungi sopir pribadi istrinya.


"Baik, Tuan! Akan segera saya hubungi dia!" tidak lama kemudian tampak pembantunya Firman sedang sibuk menghubungi sopir sang istri.


Firman yang tidak sabar mendapatkan kabar terbaru tentang istrinya dia langsung mendekati pembantunya.


"Bagaimana? Apa katanya?" tanya Firman dengan tidak sabar.


"Katanya sekarang Nyonya sedang dalam perjalanan ke rumah kedua orang tuanya Nyonya!" ucap pembantunya Firman memberikan informasi terbaru tentang Laila.


"Apa? Lancang sekali Dia meninggalkan rumah tanpa izin padaku!" ucap Firman dengan geram.


"Saya Permisi Tuan! Karena banyak pekerjaan yang harus saya lakukan di dapur!" ucap pembantunya Firman kemudian meninggalkan Firman sendiri di ruang tamu.


"Laila pasti marah padaku. Makanya dia pergi ke rumah kedua orang tuanya tanpa ijin kepadaku! Ini semua gara-gara Ayana. Awas saja! Saya pasti akan memberikan dia pelajaran!" ucap Firman dengan geram.


Firman kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi sekretarisnya.


"Putuskan semua kontrak dengan perusahaan Ayana dan pastikan kau hancurkan perusahaan itu!" ucap Firman memberikan perintah kepada sekretarisnya.


"Memangnya apa yang terjadi Tuan? Kenapa kita harus menghancurkan perusahaan itu? Bukankah kita sudah lama menjalin kerjasama dengan perusahaan mereka?" tanya sekretarisnya Firman berusaha mengkonfirmasi perintah atasannya.


"Kau kerjakan saja perintahku! Nggak usah banyak cerewet! Aku tidak butuh semua pendapatmu. Segera lakukan perintahku atau besok kau siap-siap untuk saya tendang dari perusahaan saya!" ucap Firman dengan geram kemudian dia langsung menutup telepon tersebut.


Setelah Firman memberikan perintah kepada sekretarisnya. Selama berjam-jam Firman hanya bolak-balik di ruang tamunya. Dia berpikir apa yang akan dia lakukan terhadap Laila yang sekarang melarikan diri ke rumah kedua orang tuanya bersama putri mereka.


"Apa Aku susul dia saja ya? Tapi pasti Laila akan mengamuk kepadaku! Aish! Benar-benar Ayana selalu membuat keributan dalam hidupku!" Firman terus mondar-mandir di ruang tamunya kemudian tiba-tiba saja dia terdiam seperti mengingat sesuatu.


"Mungkin kalau aku menghubungi Ilham dan meminta dia untuk membantuku. Laila pasti mau luluh hatinya!" Firman kemudian mencari nomor telepon Ilham, mantan suami sang istri yang selama ini selalu bisa memberikan nasehat yang baik untuk Laila.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" ucap Firman memberikan salam kepada Ilham yang ada di seberang sana.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ada apa anda menghubungi saya tengah malam seperti ini?" tanya Ilham seperti tidak senang dengan panggilan dari Firman.


"Bantuan apa yang bisa saya berikan kepada anda? Bukankah selama ini anda selalu memusuhi saya?" tanya Ilham heran.


"Saat ini saya sedang ada masalah dengan Laila dan dia pergi ke rumah kedua orang tuanya. Apakah anda bisa menghubungi Laila agar dia mau kembali ke rumahku?" tanya Firman dengan gugup.


Kalau bukan karena terpaksa, mana mungkin Firman mau menghubungi Ilham karena selama ini Firman selalu menganggap Ilham sebagai Rival cintanya terhadap Laila.


"Maafkan saya Mas Firman. Tetapi itu bukan ranah saya untuk ikut campur dalam urusan rumah tangga kalian. Bicarakanlah baik-baik dengan Laila. Anda sebagai suaminya pasti lebih kenal sifat Laila. Sebaiknya anda datang saja ke sana dan bujuk dia untuk kembali ke rumah anda!" ucap Ilham memberikan nasehat kepada Firman.


"Tapi Laila pergi dalam keadaan marah Pak Kyai. Bagaimana mungkin dia akan menerima saya untuk datang ke sana?" tanya Firman.


"Masalah dalam sebuah rumah tangga. Sebaiknya diselesaikan oleh orang berdua tidak boleh ikut campur oleh orang lain. Itu malah tidak akan baik kelihatannya. Anda sebagai seorang laki-laki seharusnya bertanggung jawab terhadap istri anda!" ucap Ilham dengan nada tegas.


"Mungkin benar yang dikatakan oleh Pak Kyai. Baiklah saya akan segera menyusul istri saya ke rumah mertua saya. Terima kasih atas saran anda Pak Kyai!" setelah berbicara dengan Ilham Firman kemudian langsung bergegas menyiapkan berbagai keperluannya untuk menyusul Laila ke Jawa Timur.


"Aku harus menghubungi sekretarisku dulu. Dia harus memastikan perusahaan Ayana harus hancur ketika aku kembali dari rumah mertuaku!" ucap Firman bermonolog dengan dirinya sendiri.


Firman kemudian mencari nomor ponsel sekretarisnya dan memastikan kalau perintahnya harus dilaksanakan secepatnya.


"Ketika aku kembali di Jawa Timur kalau sampai aku masih melihat perusahaan itu berdiri kau bersiap-siaplah untuk aku tendang dan kau akan kupastikan masuk ke blacklist sehingga kau tidak akan bekerja di manapun!" ancam Firman kepada sekretarisnya sehingga membuat sekretarisnya gemetar ketakutan dengan ancaman atasannya.


"Baik Tuan anda bisa pergi dengan tenang Saya pasti akan memastikan perusahaan Nona Ayana besok sudah hancur!" ucap sekretarisnya.


Setelah memastikan bahwa perintahnya akan terlaksana oleh sekretarisnya. Firman langsung bergegas pergi ke rumah mertuanya untuk menyusul istrinya di sana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Ya Tuhan kesurupan setan apa lagi ini Tuan Firman? Tadi pagi ponsel 20 juta Dia banting tanpa pikir panjang. Sekarang dia dalam sehari ingin menghancurkan perusahaan orang lain. Benar-benar kesetanan apa dia ini?" ucap sekretarisnya Firman di seberang sana. Setelah dia menutup panggilan dari atasannya. Tampak dia sangat frustasi.


Sekretarisnya Firman langsung menghubungi semua jaringannya untuk mematuhi perintah yang diberikan oleh Firman yaitu harus segera menghancurkan perusahaan Ayana dalam sekejap.


"Pastikan kalian memutuskan semua hubungan kontrak kerja kalian dengan perusahaan tersebut atau kami akan memastikan bahwa kontrak kerjasama kalian bersama perusahaan kami tidak akan berumur panjang!" ancam sekretarisnya Firman kepada seseorang di seberang sana yang dia hubungi untuk memutuskan hubungan kerja bersama perusahaan milik Ayana yang sekarang sedang menjadi musuh atasannya.


"Ya Tuhan Semoga saya tidak ketiban dosanya menghancurkan perusahaan orang lain!" doa sekretarisnya Firman sambil terus mengelus dadanya yang sesak. Karena dia melayani kesetan Firman yang selalu membuat dia pusing tujuh keliling.


"Memang cuma Nyonya Laila yang bisa membuat otak Tuan Firman berpikir dengan sehat. Lihatlah baru ditinggalkan sehari saja dia sudah menghancurkan satu perusahaan! Betul-betul gila memang nih orang!" rutuk sekretarisnya Firman sangking jengkelnya Dia dengan kelakuan atasannya yang super luar biasa gilanya. Sehingga membuat Dia kelapakan di buatnya.