
Ayana langsung berpamitan ketika melihat Agus datang ke kediaman Humairoh.
" Baiklah Bibi. Saya permisi dulu. Dengan ini saya sudah menyerahkan perusahaan yang bukan menjadi hak saya. Karena pernikahan saya bersama dengan Agus tidak berjalan dengan lancar. Kalau bibi bersedia untuk mengembalikan kembali kepada Agus saya akan mengucapkan terima kasih kepada bibi!"
ucap Ayana sambil bangkit dari duduknya.
Agus mengurutkan keningnya ketika dia melihat Ayana yang langsung pergi begitu melihat dirinya datang.
Saat ini hati Agus berdebar-debar dan dia tidak juga mau untuk menatap Ayana. Karena perasaannya saat ini masih jengkel dan marah kepada istrinya yang telah berani mempermainkannya.
' Aneh banget! Kenapa dia berperilaku seperti tidak mengenalku?' tanya Agus kepada dirinya sendiri. ketika melihat ayahnya yang hanya melintas saja tanpa melirik maupun menyapa dirinya.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! Apa kabarnya Bi?" ucap Agus begitu bertemu dengan Humairoh dan mencium telapak tangannya sebagai penghormatannya kepada orang yang lebih tua dari dirinya.
" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh! Ayo Silakan duduk kita bisa bicara!" ucap Humairoh sambil menatap kepada Agus yang sekarang duduk di hadapannya.
" Apakah kalian berdua sedang bermasalah? Kenapa tadi tidak saling menyapa? Apakah kalian lupa kalau kalian itu adalah suami istri?" tanya Humairoh merasa heran kepada Agus dan juga Ayana.
" Sejak malam pernikahan memang sudah aneh. Kalau bibi kau tahu, kami berdua sudah berpisah. Sejak hari pertama pernikahan kami!" ucap Agus sambil menundukkan kepalanya tidak berani menatap Humairah.
" Bibi benar-benar tidak mengerti. Apa yang terjadi di antara kalian? Apakah ada suatu perselisihan ataukah beda pendapat di antara Kalian?" tanya Humairoh dengan mengerutkan keningnya ingin mendapatkan jawaban kejujuran dari seorang Agus.
" Entahlah Bi mungkin saja karena Ayana memang tidak percaya bahwa saya bisa membahagiakannya! Karena level saya yang berada di bawahnya sehingga dia cenderung merendahkanku!" ucap Agus sambil menundukkan kepalanya dia tidak berani untuk menatap Humairoh.
Sampai saat ini Agus belum berani untuk mengatakan tentang identitas dirinya yang sesungguhnya sebagai pewaris dari Bagaskoro Sejahtera Group karena hal itu memang belum pasti mengingat ayahnya belum memberikan pengumuman secara resmi. Agus tidak ingin mendahului takdir dengan mengaku sebagai pewaris dari perusahaan ayahnya.
Memang Agus tahu bahwa ayahnya hanya memiliki dirinya sebagai seorang anak. Akan tetapi. Siapa yang tahu kalau ternyata di luar sana ayahnya mungkin saja memiliki anak yang lain. Anak yang mungkin dipersiapkan sebagai pewarisnya. Agus tidak ingin berspekulasi dan juga tidak ingin mengambil kesimpulan bahwa dirinya adalah pewaris perusahaan ayahnya sebelum benar-benar resmi diangkat oleh sang ayah.
Agus membaca dan melihat banyak para pengusaha yang memiliki anak rahasia di belakang pernikahan resmi mereka dan akhirnya mengangkat mereka sebagai pewaris perusahaan karena merasa tidak puas dengan anak sah dari istri yang ada di rumahnya.
" Rasanya Ayana tidak mungkin melakukan hal seperti itu. Pasti karena ada alasannya!" ucap Humairoh merasa gamang dengan dirinya sendiri.
Waktu itu dirinya yang menjodohkan Agus dan Ayana. Humairah berharap agar Ayana bisa hidup bahagia bersama pria pilihannya yang dianggap sebagai laki-laki bertanggung jawab dan juga mampu membimbing Ayana menjadi wanita yang mandiri dan juga bisa diandalkan.
" Apakah kau tahu Agus? Barusan Ayana menyerahkan perusahaan Sugandi kembali ke tanganku!" ucap Humairoh memberitahukan kepada Agus tentang keperluan Ayana menemuinya.
Agus mengangkat satu alisnya kemudian dia menatap Humairoh dengan lekat.
" Kenapa?" tanya Agus.
" Ayana mengatakan padaku kalau dia ingin melanjutkan kuliahnya di luar negeri! Dan dia menyerahkan kembali Sugandi grup kepadaku sebagai pemilik yang sesungguhnya. Katanya karena pernikahannya denganmu tidak berjalan lancar dia tidak merasa berhak untuk memiliki perusahaan itu!" ucap Humairoh menyampaikan apa yang dikatakan oleh Ayana kepada dirinya pada Agus.
" Yah benar! Itu yang dikatakan oleh Ayana kepadaku!" ucap Humairah.
" Apakah Ayana mengatakan akan pergi ke mana? Maksudku__ dia akan sekolah___ Maksudku, dia akan melanjutkan kuliahnya ke mana?" tanya Agus dengan gugup karena saat ini pikirannya benar-benar blank.
" Ayana tidak mengatakan apapun dia hanya mengatakan kalau dia ingin kembali kuliah dan ingin meninggalkan Indonesia!" ucap Humairoh menjelaskan tentang keadaan keponakannya kepada Agus.
" Bibi merasa aneh tidak sih? Kelakuan Ayana benar-benar tidak seperti biasanya!" ucap Agus sambil menatap Humairoh.
Humairoh tampak berpikir sejenak Karena dia sudah mengingat-ingat apa yang dikatakan oleh Agus.
" Kau benar Agus! Wajah Ayana tampak pucat dan setiap kali berbicara denganku dia selalu mengelus perutnya. Apakah kau berfikir bahwa Ayana sedang hamil?" tanya Humairoh kepada Agus.
" Hamil?" tanya Agus merasa bingung.
" Ya! Jangan katakan padaku. Kalau kalian belum melakukan apapun semenjak pernikahan kalian!" ucap Humairoh dengan tatapan penuh intimidasi terhadap Agus.
" Tidak bi! Maksudku tidak seperti yang Bibi katakan atau bibi pikirkan!" ucap Agus gugup.
" Kami pernah melakukannya dua kali Bi!" ucap Agus perlahan sambil menundukkan kepalanya.
" Kalian menikah sudah hampir 4 bulan, dan hanya melakukan itu dua kali?" Humairoh tampak menggelengkan kepalanya merasa bingung dengan kedua orang yang telah dia jodohkan.
" Kalian berdua sungguh sangat aneh! Kenapa kalian tidak mau menjalani pernikahan kalian secara normal seperti harapan kami semua?" tanya Humairoh sambil terus menggelengkan kepalanya merasa tidak percaya dan juga kecewa dengan pasangan itu.
" Maafkan saya Bi. Mungkin ini adalah kesalahan saya yang pergi begitu saja dari hidup Ayana. Karena saya yang merasa tersinggung dengannya yang tidak mau mengikutiku dan pindah ke kediamanku!" ucap Agus mengatakan semua kebenaran tentang rumah tangganya yang kacau balau.
" Kenapa tidak kau katakan kepada Bibi sejak kemarin-kemarin? Sehingga Bibi bisa mengantisipasi segalanya dan mencoba mencari solusi untuk kalian berdua!" ucap Humairoh menyesali apa yang dilakukan oleh Agus maupun Ayana yang selama ini hanya diam saja dan tidak memberitahukan apapun kepada dirinya.
" Kalau seperti ini, sekarang Bibi merasa bersalah. Seakan Bibi telah menjerumuskan hidup kalian ke dalam lembah yang tidak berdasar!" ucap Humairoh merasa menyesal dengan apa yang terjadi kepada mereka berdua.
" Entahlah saya juga bingung harus bagaimana untuk menyikapi rumah tangga kami berdua! Bukankah Bibi melihatnya sendiri? Ayana bahkan tidak mau menyapaku tadi. Ketika kami berdua bertemu." ucap Agus menunduk sedih.
Humairoh bisa melihat bahwa Agus saat ini sedang merasakan kepedihan. Mengenai keadaan rumah tangganya yang rumit bersama dengan Ayana.
" Maafkan Bibi! Tampaknya semua ini adalah kesalahan bibi yang sudah ceroboh dengan menjodohkan kalian berdua tanpa pernah mendampingi kalian. Agar bisa membimbing dan menasehati sehingga sama-sama bisa memahami sikap hidup, sifat dan karakter kalian masing-masing!" ucap Humairoh menyesali apa yang sudah terjadi di antara Ayana dan Agus.
" Tidak bi! Apa yang terjadi di antara kami bukanlah salah Bibi. Tapi murni kesalahan kami yang hanya memikirkan diri kami sendiri dan tidak pernah memikirkan sumua secara keseluruhan!" ucap Agus dengan mata berkaca-kaca.
Agus merasa semua hal yang terjadi ke dalam rumah tangganya bersama Ayana adalah karena perbuatannya.