Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
59.Honey Moon Ke Dubai



Andika tidak berbohong ketika mengatakan akan mengirimkan jet pribadi untuk kami. Saat aku sampai di bandara, disana ada juga Keluarga Kak Rasyid dan Mamahnya Kesya. Tampaknya Andika juga mengundang mereka untuk mengunjungi Kesya di Dubai. Ya, sudah setahun berlalu sejak kepulangan Kesya terakhir kali.


Waktu begitu cepat berlalu. Melesat bagaikan anak panah dan tidak akan pernah kembali.


Adrian tampak sangat bahagia karena akan pulang ke rumahnya dan bertemu dengan adik kecilnya yang dulu cuma sebentar dia lihat. Ya, Adrian sudah satu tahun tinggal bersamaku. Kini Adrian sudah semakin besar dan sudah hafal beberapa surat. Adrian bahkan sudah mahir dengan juz 30. Aku sungguh bangga dengan perkembangan Adrian yang pintar dan berbakat.


"Wah, begini ya! Rasanya jadi konglomerat! Pakai pesawat gak perlu antri beli tiket, ga perlu nunggu pesawat! Kita yang di tunggu sama pesawat!" ucap Laila sangat antusias.


"Adrian, seberapa kaya papah kamu?" tanyanya lagi. Ilham hanya menggelengkan kepalanya melihat Laila yang tampak terpesona dengan Jet pribadi milik Abimana Group.


"Kami memiliki sebuah Panthouse di Dubai, banyak hotel dan restoran. Ayahku juga membangun apartemen mewah buat orang-orang kaya. Tante kalau mau, nanti Adrian pinta sama Papah untuk di kasih apartemen di Dubai!" ucap Adrian sambil menatap Laila.


"Apa boleh, Adrian?" tanya Laila sumringah, memikirkan sebuah apartemen mewah di Dubai, membuat hati Laila berbunga-bunga.


"Tentu boleh, nanti aku sampaikan sama Om Alvian, pengacaranya Abimana Group agar menyiapkan satu unit untuk Om Ilham!" ucap Adrian tersenyum kepada Ilham.


"Kenapa untuk Om Ilham, kan Tante Laila yang mau?" tanya Laila bingung.


"Tentu Adrian kasihnya sama Om Ilham, nanti kalau Adrian kasih sama Tante, tapi Tante ninggalin Om Ilham, Adrian jadi berdosa sama Om Ilham. Kalau apartemen itu Adrian kasih buat Om Ilham, walaupun Tante nanti ninggalin Om Ilham, apartemen itu tetap milik Om Ilham, Adrian bisa tinggal di sana kalau nanti kangen sama Om Ilham!" jawab Adrian dengan keluguannya.


Laila tersenyum kecut, "Apa kamu gak sayang sama Tante Laila?" tanya Laila.


"Sayang, tapi lebih sayang sama Om Ilham!" seketika semua orang yang ada di sana tetawa.


"Udah Adrian, ayo kita istirahat, biar nanti gak lelah. Ucap Rasyid yang dari tadi hanya memperhatikan kelucuan Adrian.


" Om Rasyid juga mau, apartemen di Dubai? Nanti Adrian bilangin sama Papah, untuk siapkan satu!"


"Tidak, sayang! Om Rasyid tidak butuh. Dahulu saat papah dan mamah Adrian menikah, Om sama Nenek sudah di kasih manstion sama Kakek Adrian." ucap Rasyid agak melemah. Hal itu jadi mengingatkan dirinya dengan pernikahan Ilham dan Kesya yang gagal karena perbuatan Andika yang menculik mereka sekeluarga.


"Maafkan saya Gus Ilham!" ucap Rasyid jadi lesu.


"Lupakan saja, Kak Rasyid. Sekarang kita jalani hidup kita yang baru, tidak usah terlarut dalam masa lalu. Saya dan Kesya memang tidak berjodoh, itu memang kenyataannya. Saya bahagia bisa mengurus Adrian walau cuma sebentar!" Ilham mengelus rambut Adrian yang kini terkulai di pangkuannya. Ilham sangat sayang dengan Adrian. Laila memperhatikan hal itu, tiba-tiba hatinya merasa cemburu dengan bocah imut dan tampan itu. Tatapan penuh cinta Ilham saat menatap Adrian begitu menusuk hatinya.


Setelah beberapa jam terbang, akhirnya mereka sampai juga di Bandara. Kesya dan Andika sudah menunggu kedatangan mereka.


Dua Limosin sudah di siapkan khusus untuk menjemput mereka. Kesya sangat bahagia dengan kedatangan keluarga dari Indonesia. Saat Adrian berjalan ke arahnya, Kesya sungguh senang. "Adrian!" panggil Kesya. Adrian langsung berlari ke pelukannya.


Bayi Cakra tidak ikut menjemput, karena Sedang demam, hanya Andika dan Kesya saja. Amanda saat ini sedang sekolah, jadi tidak ikut menjemput. Kedua orang tua Andika sedang di manstion keluarga menyiapkan sebuah pesta untuk menyambut kedatangan keluarga besar Kesya.


"Mas, mobil ini sangat bagus!" bisik Laila ke telinga Ilham, Ilham hanya diam saja menanggapi Laila yang begitu euforia dengan apa yang dia lihat dari Abimana Group.


"Ayah, Adrian ingin Papah menyiapkan sebuah Apartemen mewah untuk Om Ilham. Adrian ingin, nanti kalau Adrian rindu bisa tinggal bersama Om Ilham!" ucap Adrian kepada Papahnya.


"Apartemen mewah?" tanya Andika, lalu melihat ke arah Ilham yang nampak bingung juga.


"Gak usah di tanggapi, istri saya tadi hanya sedang bercanda dengan Adrian!" Ilham tampak malu dengan hal tersebut, Ilham melotot ke arah Laila, Laila jadi ketakutan di buatnya.


"Ayah, Adrian yang ingin memberikan Apartemen buat Om Ilham! Ayah bilang Adrian adalah pewaris Abimana Group, kenapa ucapan Adrian tidak punya kuasa? Kalau begitu Adrian tidak mau jadi pewaris Abimana Group!" ancam Adrian sambil cemberut. Andika hanya tertawa mendengar ancaman putra pertamanya.


"Iya, sayang! Ayo kita lihat apartemen mewah yang Adrian hadiahkan untuk Om Ilham!" kemudian Andika meminta kepada supir untuk menuju apartemen milik Abimana Group. Mereka turun di sana. Lalu di ajak oleh Andika untuk masuk. Laila begitu terpesona dengan kemewahan apartemen itu.


"Ya Allah, betapa cantiknya! Adrian, apa benar kalau apartemen ini Adrian kasih untuk Om Ilham?" tanya Laila tidak percaya.


"Ya, Tante! Nanti Tante kasih KTP Tante dan Om Ilham untuk mengurus kepemilikannya. Betul papah?" tanya Adrian sambil menatap Papahnya.


"Iya, sayang! Semuanya bisa istirahat dulu disini. Atau mau langsung ke manstion untuk pesta?" tanya Kesya sambil memeluk Adrian yang sangat dia rindukan.


"Andika, tidak usah di tanggapi permintaan Adrian, dia hanya anak kecil. Saya tidak berharap apapun ketika mengantar Adrian untuk berlibur kesini!" ucap Ilham. Andika hanya tersenyum. Lalu dia menuju nakas di samping sofa.


"Ini surat-surat apartemen ini, sudah atas nama Mas Ilham. Saya memang sudah berniat untuk menghadiahkan apartemen ini, supaya nanti kalau Adrian ingin bersama Mas Ilham, kami jadi tidak repot-repot harus ke Indonesia.


Laila sangat bahagia melihat surat-surat apartemen atas nama Suaminya. 'Begini banget ya, jadi orang kaya! Menghadiahkan apartemen semewah ini seperti memberikan kue donat saja!" bathin Laila merasa takjub.


"Saya jadi malu kalau merepotkan seperti ini!" ucap Ilham menundukkan kepalanya.


"Tidak apa-apa, Mas! Kami sangat bahagia kalau Adrian juga bahagia. Terima kasih sudah mendidik dan mengasuh Adrian di pondok pesantren!" ucap Kesya lalu mencium Adrian.


"Sayang, ayo kita pulang ke rumah kita. Biarkan Mas Ilham dan istri untuk istirahat disini saja. Biar honey mood, Mas Ilham, anggap saja apartemen ini sebagai hadiah pernikahan kalian dari kami. Tolong jangan terlalu terbebani. Kami permisi dulu." Andika dan Kesya serta Adrian menuju lift dan pergi dari apartemen tersebut.


"Kalau butuh apapun, hubungi pihak loby, atau hubungi saya di nomor ini!" Andika lalu menyodorkan sebuah kartu nama, Laila langsung mengambil dengan penuh semangat.


Laila tampaknya sudah silau dengan kemewahan yang terus di tampilkan oleh Abimana Group. Ilham hanya diam melihat kelakuan istrinya yang sudah membuat dirinya malu dihadapan Kesya dan Andika. Tadinya Ilham akan menolak pemberian tersebut, lagi pula dirinya tidak membutuhkan apartemen tersebut. Umy juga tampak geleng-geleng melihat kelakuan Laila.


"Bikin malu saja!" itu yang Umy ujarkan ketika Kesya dan Andika sudah pergi dari apartemen tersebut. Rasyid dan Zahra serta mamahnya Kesya sudah ke manstion ayahnya Andika.


Sekarang Adrian dan Kesya juga menuju ke sana. Tadinya apartemen itu akan dihadiahkan saat mereka akan pulang ke Indonesia, tapi Adrian sudah meminta duluan, jadilah apartemen itu dikasihkan saat itu juga. Demi menjaga muka seorang Adrian Abimana.Pewaris Abimana Group.