
Setelah menyelesaikan pekerjaannya. Ayana bersiap untuk pergi ke rumah sakit dan memeriksakan kondisi tubuhnya saat ini. Karena dia sangat takut apabila dirinya hamil.
" Aku harus memastikan dulu keadaanku sebelum aku bertemu dengan Agus!" ucap Ayana dengan keyakinan yang menggebu di hatinya.
Begitu sampai di parkiran perusahaan Sugandi group. Ayana langsung menstarter mobilnya dan pergi ke rumah sakit.
Selama di perjalanan Ayana terus berpikir tentang keadaan dirinya dan pernikahannya bersama Agus yang gak jelas statusnya sekarang.
" Ya Tuhan Apa yang harus kulakukan kalau sampai aku hamil?" tanya Ayana sambil mengelus perutnya yang rata.
Begitu sampai di rumah sakit Ayana langsung mendaftarkan dirinya di bagian administrasi untuk bisa memeriksakan tentang keadaan dirinya apakah sedang hamil atau tidak.
Ayana melihat begitu banyaknya ibu-ibu yang saat ini sedang mengantri untuk pemeriksaan kehamilan mereka. Hampir 50% dari mereka tampak didampingi oleh suami mereka masing-masing.
' Ya Allah! Sungguh beruntungnya mereka karena memiliki suami yang peduli dengan mereka dan menginginkan anak dalam pernikahan mereka!' batin Ayana dengan terus menetap kepada pasangan-pasangan yang tampak berbahagia sedang menunggu kelahiran buah cinta mereka.
Ayana langsung bangkit dari duduknya ketika namanya dipanggil oleh suster.
" Sendiri saja Bu di mana suaminya?" tanya Suster sambil tersenyum kepada Ayana.
" Suami saya sibuk suster!" ucap ayana sambil tersenyum kepada suster tersebut yang langsung mempersilahkan ya untuk bertemu dengan dokter kandungan.
" Apakah ada keluhan Bunda?" tanya sang dokter.
" Saya ingin mengetahui apakah saya sedang hamil atau tidak Dokter!" ucap ayana kepada sang dokter cantik itu.
" Mari berbaring Bunda. Akan saya periksa dengan USG!" ucapnya sambil tersenyum kepada Ayana.
" Wah! Selamat yah bunda! Karena Anda sedang hamil. Usia kandungan Bunda sudah mencapai 1 bulan!" ucap sang dokter sambil tersenyum kepada Ayana.
" Usia kehamilan mencapai 1 bulan?" tanya Ayana tampak lingling sehingga membuat sang dokter merasa bingung.
" Maaf dokter! Saya selama ini tidak pernah mengecek ataupun mencatat masa haid saya. Karena itu saya terkejut mendengarkan kabar berita ini!" dusta Ayana kepada dokter tersebut.
Karena sejujurnya Ayana sedang merasa bingung. Bagaimana dirinya bisa hamil 1 bulan. Kalau kejadian dia tidur bersama Agus adalah satu bulan yang lalu?
" Memang biasanya begitu Bunda. Bukan hanya Bunda yang mengalaminya. Banyak wanita lain juga yang mengalaminya! Saya bisa melihat yah di layar monitor baahwa kondisi bayi baik-baik saja dan tampak sehat!" ucap sang dokter melaporkan apa yang dia lihat di dalam monitor.
Ayana hanya melihat titik yang tergambar di monitor itu yang dikatakan sebagai calon anaknya. Tanpa terasa air mata mengalir di pipinya.
Waktu kejadian Agus yang menyelamatkan Ayana dari tangan Edrick yang hendak menjebaknya dengan obat perangsang. Agus pada saat itu langsung meninggalkan Ayana begitu saja di kamar hotel. Tanpa mau untuk menunjukkan dirinya. Sehingga Ayana tidak tahu kalau dirinya telah bersama dengan agus lebih dari 2 bulan yang lalu.
Waktu itu keadaan Ayana tidak sadar karena pengaruh alkohol dan juga obat perangsang. Sehingga dia tidak menyadari apa yang sudah dilakukannya bersama Agus di dalam kamar hotel yang sengaja di buat remang-remang oleh Agus.
Agus melakukan hal itu agar Ayana tidak bisa melihat wajahnya dan curiga dengan dirinya. Apabila tiba-tiba Ayana menyadari kehadiran di kamar hotel tersebut.
Setelah melakukan pemeriksaan itu. Ayana langsung keluar dan pergi dari rumah sakit.
" Bagaimana mungkin aku bisa hamil 1 bulan? Sementara aku baru berhubungan dengan suamiku satu bulan yang lalu. Ini benar-benar sangat memusingkan. Siapa yang begitu lancang telah menanamkan benihnya di dalam rahimku tanpa sepengetahuanku?" Ayana bermonolog dengan dirinya sendiri. Karena merasa pusing dan tidak percaya dengan apa yang terjadi kepada dirinya sendiri.
" Aku akan pergi dari Jakarta dan keluar negeri. Aku akan kembalikan perusahaan Sugandi kepada bibi Humairah dan fokus membesarkan anak yang ada dalam perutku saat ini! Agus tidak boleh tahu kalau aku sedang hamil sekarang atau dia akan berpikir bahwa aku adalah seorang perempuan murahan yang hamil dari laki-laki yang tidak jelas!" ucap Ayana mengambil keputusan untuk hidupnya.
" Aku akan segera bertemu dengan bibi Humairah dan menyerahkan perusahaan Sugandhi Group kepadanya. Aku akan segera berangkat keluar negeri dengan alasan untuk melanjutkan kuliah. Agar Mama dan di bibiku tidak curiga dengan kehamilanku!" ucap Ayana dengan penuh keyakinan.
Ayana langsung pergi ke kediaman Humairoh dan berniat untuk menyerahkan perusahaan Sugandi kepada bibinya dan segera bersiap- siap untuk pergi ke luar negeri untuk melarikan diri dan menyembunyikan perihal kehamilannya dari keluarganya dan juga suaminya.
" Aku akan kembali ke indonesia setelah luma tahun dan mengakui anakku sebagai anak hasil adopsi!" ayana tersenyum dengan rencana yang sudah disusun dengan matang.
Begitu sampai di kediaman Humairah, Ayana langsung menyampaikan niatnya untuk pergi keluar negeri demi melanjutkan kuliahnya.
" Kenapa begitu mendadak Ayana? Perasaan kemarin kamu begitu terobsesi untuk kembali mendapatkan perusahaan Sugandhi. Kenapa sekarang kamu menyerah dan memilih untuk kembali kuliah? Apakah ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku?" tanya Humairoh sambil menatap Ayana dengan lekat.
Selama ini hubungan Humairoh dan Ayana memang sangat dekat. Hadi Humairoh bisa melihat kalau ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh keponakannya.
" Jujurlah kepada Bibi Ayana! Biar Bibi bisa membantumu. Kalau kau hanya diam dan memendamnya sendiri. Bagaimana Bibi bisa tahu masalahnya?" tanya Humairoh sambil terus menatap keponakannya yang sangat dia sayangi seperti putrinya sendiri.
' Apakah sebaiknya Aku bercerita kepada bibi dan menanyakan tentang pendapatnya? Aku yakin kalau Bibi pasti tahu apa yang harus kulakukan saat ini!' batin Ayana sambil terus menatap kepada Humairoh yang masih menatapnya dengan tajam.
" Sebenarnya____, sebenarnya___" kata-kata Ayana terpotong oleh kehadiran Agus yang tiba-tiba saja masuk ke dalam rumah Humairoh.
Ayana kesulitan menelan salivanya sendiri ketika dia melihat suaminya berdiri di hadapannya.
' Ya Tuhan! Untung saja aku tadi tidak mengatakan kepada Bibiku kalau saat ini aku sedang hamil. Kalau tidak, Agus pasti akan mendengarkannya! Betapa memalukannya karena sekarang aku hamil anak dari laki-laki yang tidak aku ketahui!' batin Ayana sambil terus menatap Agus dengan sedih yang sekarang sedang mendekat ke arah mereka berdua.
" Ya Sudah Bibi. Aku menyerahkan kembali perusahaan Sugandi kepadamu. Karena aku harus segera berangkat ke luar negeri untuk melanjutkan kuliahku aku permisi Bi!" ucap Ayana sambil memeluk bibinya dengan erat tampak air mata mengalir dari pipinya.