Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
263. Haruskah?



Setelah menyelesaikan pekerjaannya Ayana pun kemudian meninggalkan kantor dan pergi menuju sebuah restoran untuk makan malam di sana.


Siapa yang menduga, di tengah perjalanan tiba-tiba saja mobil Ayana mogok. Disaat Ayana sedang merasa kebingungan untuk menyelesaikannya, tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang mendekatinya.


" Apakah mobilmu baik-baik saja?" tanya seorang pria dengan menggunakan masker topi dan kacamata hitam ketika melihat ayahnya yang berhenti di tengah jalan.


Ayana mengerutkan keningnya ketika melihat laki-laki tersebut mendekatinya.


" Apakah kau mengerti tentang mesin?" tanya Ayana kepada laki-laki itu.


" Yah aku mengerti sedikit mesin mungkin aku bisa membantumu untuk menyelesaikan masalahmu," laki-laki itu pun kemudian mendekati mobil Ayana dan berusaha untuk mengoperasikan kembali mobil tersebut yang tiba-tiba saja mogok di tengah jalan.


Setelah bersi baku dengan kabel-kabel dan kawan-kawannya. Akhirnya laki-laki misterius itu pun selesai mengeksekusi mobil Ayana hingga akhirnya bisa dikendarai lagi oleh pemiliknya.


" Akhirnya selesai juga!" ucap laki-laki itu dengan gembira.


Ayana senang karena akhirnya mobilnya kembali bisa dinyalakan. Dia pun kemudian turun dari mobilnya dan ingin mengucapkan terima kasih kepada orang asing yang mau menolongnya menservis mobilnya yang tiba-tiba saja mogok di tengah jalan.


" Terima kasih banyak atas pertolonganmu. Oh ya namaku Ayana. Siapa namamu?" tanya Ayana sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan penyelamatnya.


Kenapa saya di sini mengatakan bahwa laki-laki itu sebagai penyelamat Ayana?


Saat ini Ayana sedang berada di sebuah jalan yang sepi tanpa penghuni maupun mobil lainnya yang lewat. Kalau pria itu tidak mau turun untuk menolongnya, sudah pasti Ayana akan kesusahan sendirian di tempat itu.


" Tidak masalah kok. Baiklah aku sekarang pergi ya, sebaiknya kau segera meninggalkan tempat ini. Mengingat sebentar lagi sudah hampir malam jangan sampai kau terjebak di jalanan tanpa siapapun!" ucap laki-laki itu tanpa mau menerima uluran tangan dari Ayana untuk bersalaman.


Tanpa mengatakan apa-apa lagi, laki-laki asing itu pun langsung meninggalkan Ayan dalam bengongnya. Karena uluran tangannya ditolak mentah-mentah dan tidak disambut sama sekali oleh pria itu.


Ayana akhirnya hanya pasrah saja menerima hal itu dan Ayana langsung masuk ke dalam mobilnya tanpa memperdulikan pria arogan yang tadi cuek terhadapnya.


" Benar-benar pria yang aneh! Dia yang datang dan turun untuk menolongku. Tetapi dia juga yang menolak aku ketika aku meminta bersalaman dengannya untuk mengucapkan rasa terima kasihku. Oh Ya Tuhan! Apakah ada lelucon yang begini luar biasa!" monolog Ayana ketika dia sudah ada di dalam mobilnya.


Ayana langsung meninggalkan lokasi dan tidak lagi memperdulikan laki-laki asing yang tadi sudah menolongnya untuk memperbaiki mobilnya.


Sementara itu laki-laki yang tadi menolong Ayana sekarang sudah masuk ke dalam mobilnya dan melepaskan masker kacamata dan juga topinya.


" Ya ampun hampir saja penyamaranku diketahui oleh Ayana!" ucap laki-laki tersebut sambil terus mengelus dadanya yang sejak tadi berdebar sangat kencang ketika dia berhadapan dengan Ayana secara langsung.


Laki-laki asing yang ternyata adalah Agus, sekarang dia mulai menyalakan mobilnya dan mengikuti mobil Ayana secara hati-hati. Hal itu dia lakukan agar Ayana tidak pernah mencurigainya.


Bagaimanapun Agus merasa khawatir dengan Ayana. Bagaimana kalau sampai mobil itu mogok lagi di tengah jalan? Agus tidak tenang kalau belum melihat Ayana sudah sampai ke apartemennya dengan selamat.


Setelah memastikan Ayana berada di dalam apartemennya dengan selamat. Agus pun kemudian meninggalkan apartemen Ayana dan kembali ke apartemennya sendiri.


Agus memutuskan untuk datang ke Australia karena dia ingin memastikan perasaannya saat ini. Dia ingin memastikan. Apakah dia bisa mengingat kembali masa lalunya bersama dengan Ayana ataukah masa lalu itu akan hilang sama sekali dalam ingatannya.


Begitu sampai di apartemennya, Agus pun langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Agus kembali mengingat semua kejadian yang selama satu hari full dia memperhatikan Ayan tanpa sepengetahuan dari Ayana sendiri.


" Aneh! Kenapa tidak ada satupun potongan memori yang aku ingat, ketika tadi aku bisa melihatnya secara dekat?" tanya Agus kepada dirinya sendiri.


Agus kemudian bangkit dari kasur itu dan pergi menuju balkon yang langsung menghadap ke kamar Ayana yang ada di seberang jalannya.


Agus memang sengaja memilih tempat itu, agar dia bisa secara diam-diam terus memperhatikan Ayana dari kejauhan tanpa Ayana mencurigai kehadirannya.


Disaat Agus sedang asyik menikmati bulan di atas balkonnya. Dia melihat Ayana yang juga keluar dari kamarnya dan duduk santai di balkon kamarnya.


" Ya ampun aku tidak mengingat tentang dia. Tetapi aku tidak mengerti kenapa jantungku selalu berdebar setiap kali melihat dia." Agus kemudian hanya berani menatap Ayana dari kejauhan.


" Jangan katakan kepadaku, kalau aku jatuh cinta kepadanya satu kali lagi. Aku tidak bisa mengingatnya, tetapi kenapa jantungku masih berdebar setiap kali melihat dia?" tanya Agus merasa keheranan dengan dirinya sendiri.


Sementara itu Ayana di seberang sana juga sedang kebingungan. Ketika dia mengingat tentang laki-laki asing yang bersedia membantunya di tengah jalan untuk menyelesaikan masalah mobilnya yang mogok begitu tiba-tiba.


" Ayana! Apakah kau bersedia untuk makan malam dengan kami di restoran yang tidak jauh dari apartemen kita?" tanya Humairoh berdiri di samping Ayana yang tampak masih asik melamun memikirkan kejadian tadi siang yang membuat dia masih bertanya-tanya.


Ayana bangkit menyambut ibunya yang berada di dalam kamarnya.


Tetapi Ayana tercengang, ketika dia melihat ke depan, dia melihat ada seorang laki-laki yang terus menatapnya dengan begitu lekat dari kejauhan. Ayana mengerutkan keningnya. Tetapi dia tidak ada waktu untuk memikirkan tentang orang tersebut karena ibunya di dalam sudah menunggunya.


" Kalian boleh pergi makan malam berdua saja. Aku nanti akan makan seadanya saja yang ada di rumah," ucap Ayana sambil tersenyum kepada ibunya yang sudah bersiap untuk pergi keluar untuk makan malam bersama dengan ayahnya.


Humaira sebenarnya merasa tidak tega kalau membiarkan Ayana sendirian di rumah. Tetapi dia pun tidak mau memaksakan kehendaknya kepada putrinya yang saat ini masih belum bisa berdamai dengan masa lalu yang menyakitinya.


" Apa kau yakin sayang tidak ikut kami untuk makan malam di luar? Siapa tahu kau bisa bertemu dengan orang baru yang bisa membuatmu melupakan masa lalu yang pahit itu!" ucap ayahnya Ayana sambil menatap putrinya dengan lekat.


Ayana hanya tersenyum menanggapi perkataannya.


" Sudahlah sayang. Ayo kita pergi sekarang sana. Biarkan saja Ayana diam di rumah. Dia sudah di luar seharian pasti sudah merasa lelah. Nanti Mama akan bawakan spaghetti untukmu barangkali di tengah malam Kau akan kelaparan!" ucap Humairoh sambil mengelus pipi putrinya yang tersenyum kepadanya. Untuk mengantarkan kepergian mereka berdua ke restoran tempat mereka akan menghabiskan malam berdua.


" Hati-hatilah dan kalian nikmatilah malam ini berdua tanpa gangguan dariku!" ucap Ayana sambil Melambaikan tangannya ketika kedua orang tuanya meninggalkan apartemen.


Ayana kemudian menutup pintu balkonnya dengan hati-hati. Di saat itulah dia kembali melihat laki-laki yang sejak tadi terus saja memperhatikannya dari kejauhan.


" Aku heran, kenapa laki-laki itu sejak tadi berdiri saja di situ dan terus melihat ke arah sini?" ucap Ayana bermonolog dengan dirinya sendiri sambil dia mengunci pintu balkon dan berniat untuk tidur.


Sementara itu Agus yang melihat Ayana sudah mematikan lampu kamarnya dia pun masuk ke dalam kamar.


Pada saat Agus berniat untuk tidur, tiba-tiba saja ponselnya berdering dan ternyata Agnes lah yang memanggilnya.


" Ada apa Agnes? Kenapa kau tiba-tiba saja menelponku?" tanya Agus to the point.


" Tidak apa-apa. Aku hanya ingin mengetahui kabarmu. Bagaimana? Apakah kau sudah berhasil bertemu dengan Ayana ataukah belum?" tanya Agnes benar-benar penasaran dengan kehidupan sepupunya yang saat ini berada di Australia.


Agus membaringkan tubuhnya di atas ranjang berusaha untuk merilekskan pikiran dan juga tubuhnya.


" Aku sudah bertemu dengan Ayana, tetapi aku tidak berani untuk bertemu secara langsung. Aku masih menyembunyikan diriku dari Ayana. Entahlah Agnes! Aku merasa benar-benar belum berani untuk berhadapan secara langsung dengannya! Sampai sekarang aku belum mengingat apapun tentang Ayana. Tetapi ada hal yang aneh yang aku rasakan," ucap Agus sambil memejamkan matanya.


" Hal aneh apa?"


" Jantungku selalu berdebar dengan kencang, ketika aku melihat Ayana. Walaupun itu hanya dari kejauhan. Aku benar-benar tidak mengerti dengan situasiku saat ini!" ucap Agus merasa frustasi.


Agnes terdiam untuk beberapa saat lamanya dan tidak mengatakan apapun.


" Apakah itu artinya aku kembali jatuh cinta kepadanya?" Tanya Agus pelan.


" Aku tidak tahu apakah itu artinya kau sedang jatuh cinta kembali ataukah mungkin kau hanya merasa bersalah atas perkara Exal yang meninggal gara-gara pertengkaran kalian di masa lalu. Kenapa kau tidak mengkonfirmasi tentang perasaanmu sendiri dengan bertemu langsung dengan Ayana? Aku rasa dengan kamu yang amnesia bisa membuatmu untuk berdekatan dengan Ayana tanpa ada hambatan apapun!" ucap Agnes.


" Apakah begitu menurut kamu?"


" Mungkin saja Tuhan memberikan kesempatan kedua kepadamu untuk mengetahui benar-benar perasaanmu terhadap Ayana setelah kau mengalami Amnesia sekarang. Kalau kau memang benar-benar jatuh cinta lagi kepada Ayaba, maka itu artinya bahwa kalian berdua memang berjodoh dan Kau layak untuk memperjuangkan cinta itu!" ucap Agnes memberikan analisisnya kepada Agus.


" Apakah kau berpikir seperti itu?"


" Ya setidaknya itulah yang saat ini ku pikirkan kau bisa menimbang kembali perasaanmu ketika bertemu dengan ayahnya lagi nanti! Ingatlah bahwa cinta pasti akan menemukan jalannya untuk kembali! Apakah kau percaya dengan cintamu kepada Ayana?" tanya Agnes benar-benar penasaran dengan perasaan Agus kepada Ayana saat ini.