
Setelah selesai dengan keinginannya. Agus kemudian menatap Ayana yang saat ini sedang pulas karena kelelahan melayani dirinya. Agus bisa melihat bekas operasi caesar di perut Ayana yang mulus.
" Jadi benar kalau dia sudah melahirkan?" tanya Agus mulai merasa bersalah karena telah memaksa Ayana untuk melayani dirinya.
" Maafkan Aku sayang. Aku tidak tahu kalau kau benar-benar telah melahirkan. Pasti rasanya sangat cantik!" ucap Agus sambil mencium perut Ayana yang terdapat bekas jahitan Caesar.
Ayana merasa terkejut ketika dia merasa ada seseorang mencium perutnya.
" Kamu mau apa sih?" tanya Ayana terkejut.
" Aku ingin bertemu dengan putraku!" ucap Agus sambil menatap Ayana yang tampak terkejut.
" Dari mana keyakinanmu bahwa anak yang ku lahirkan adalah putramu?" tanya Ayana sambil menatap Agus.
" Karena akulah yang sudah tidur denganmu di hotel. Akulah yang waktu itu berpura-pura menjadi direktur yang akan membuat memperkosa kamu. Aku yang sudah tidur denganmu. Setelah aku menculikmu dari tangan laki-laki yang kurang ajar itu yang sudah memberikan kami obat perangsang! Laki-laki itu dua kali memberikan obat perangsang untukmu dan dua kali itu pula akulah yang sudah tidur dirimu jadi aku sangat yakin bahwa anaknya adalah putraku!" ucap Agus menjelaskan semua kebenaran kepada Ayana yang langsung terkejut.
" Kenapa kau langsung pergi setelah melakukan itu terhadapku? Kalau waktu itu kau tidak pergi dan menunggu aku bangun. Aku pasti akan berpikir bahwa saat itu aku hamil anakmu. Gara-gara kamu yang langsung meninggalkanku saat itu. Aku sampai berpikir bahwa aku hamil dari laki-laki asing yang tidak diketahui. Itulah yang menjadi alasanku meninggalkanmu saat itu. Aku merasa sebagai wanita kotor karena hamil dari bibit yang tidak diketahui!" ucap Ayana dengan suara gemetar.
" Sudahlah! Aekarang sebaiknya kita berdua memperbaiki hubungan rumah tangga kita. Bagaimanapun sudah ada anak diantara kita!" ucap Agus sambil meraih telapak tangan Ayana kemudian menciumnya dengan lembut.
" Tidak bisa! Kita tetap harus melakukan tes DNA. Aku tidak mau sembarangan mengakui mu sebagai ayah dari anakku!" ucap Ayana menolak keinginan Agus untuk kembali kepadanya.
" Kenapa kau bersikeras bahwa anakmu bukanlah Anakku? Atau kau memang pernah tidur dengan laki-laki lain selain aku?" tanya Agus dengan wajah horornya menatap Ayana.
Ayana seketika kesulitan menelan salivanya sendiri ketika mendengar ucapan Agus yang seakan sedang menghinanya.
" Apa kau pikir bahwa aku adalah wanita kotor yang sembarangan tidur dengan laki-laki lain?" tanya Ayana sambil menatap tajam kepada Agus.
" Aku tidak mengatakan itu. Tapi kenapa kau harus meragukan kalau Anakmu adalah Putraku?" tanya Agus dengan penuh penegasan.
" Baiklah kau boleh menemui Putraku. Tapi kita tetap harus melakukan tes DNA. Itu di lakukan hanya untuk meyakinkan saja. Apakah benar anakku adalah putramu?" tanya Ayana kepada Agus.
" Aku bisa meyakinkan kepadamu bahwa Anakmu adalah Putraku!" ucap Agus dengan penuh percaya diri.
" Baiklah terserah padamu!" ketika Ayana hendak bangun dari tempat tidur tiba-tiba tubuhnya terasa sakit. Tampak Ayana meringus kesakitan.
" Apa kau baik-baik saja?" tanya Agus.
" Ini gara-gara kamu! Aukamu memaksa! Padahal aku baru melahirkan dua bulan yang lalu. Kondisiku belum terlalu Fit untuk melakukan hal seperti itu!" ucap Ayana sambil memukul dada Agus yang masih terbuka karena belum menggunakan pakaian.
" Maafkan aku sayang. Sungguh! Aku melakukan itu karena aku terlalu merindukanmu dan aku lepas kontrol!" ucap Agus sambil memeluk ayahnya dengan lembut.
" Aku harus segera pulang. Kasihan putraku pasti butuh ASI!" ucap Ayana khawatir.
Agus kemudian menggendong Ayana untuk masuk ke dalam kamar mandi dengan telaten Agus melayani Ayana.
Ayana sampai tersipu ketika melihat Agus yang begitu memanjakan dirinya.
" Kenapa aku merasa bahwa kau sekarang sangat berbeda seperti ketika aku meninggalkanmu dulu? Apakah ada sesuatu hal yang tidak kuketahui tentangmu?" tanya Ayana ketika Agus sibuk menyabuni tubuhnya.
" Apakah kau sudah memberi nama untuk Putraku?" tanya Agus penasaran.
" Hmmmm!" jawab Ayana yang tampak keenakan di layani oleh Agus.
Ketika Agus melirik kepada ayahnya ternyata Ayana memejamkan matanya.
Agus langsung menyambar bibir Ayana dan menciumnya dengan lembut.
Ayana tersentak sedekah Dia merasa bahwa bibirnya saat ini sedang di kecup oleh sang suami.
Hampir saja Agus lepas kendali kalau Ayana tidak mengingatkannya.
" Kau harus ingat kalau aku baru saja melahirkan. Apa kau sedang berusaha untuk membunuhku?" tanya Ayana dengan Ketus ketika Agus berniat untuk melakukannya lagi.
Tampak Agus tersenyum melihat Ayana yang mulai menunjukkan sifat aslinya suka protes dan marah-marah kepadanya.
" Habisnya kamu sangat menggemaskan dan selalu membuatku merasa sangat candu terhadapmu!" ucap Agus sambil mengecup bibir Ayana sekali lagi.
" Cepatlah mandinya. Aku takut kalau putraku menangis dan membutuhkan ASI. Kasihan Bibi Humairoh dan juga Paman Rahmat, mereka pasti kerepotan mengurusnya!" ucap Ayana protes kepada Agus yang sejak tadi terus menahannya untuk berendam bersama dirinya di bathtub hotel.
Agus tampak terkejut mendengarkan nama Humaira dan rahmat disebutkan oleh Ayana.
" Apa kau sedang mengatakan kalau Bibi Humairoh mengetahui tentang lokasimu dan juga kehamilanmu?" tanya Agus sumbang.
Sejujurnya saat ini Agus merasa bahwa dirinya sedang dibohongi oleh Humairoh dan Rahmat yang mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui tentang Ayana.
' Ternyata selama ini Bibi Humairoh telah membodohiku. Dia pasti merasa senang ketika melihat aku kesetanan mencari Ayana tetapi tidak menghasilkan apapun. Mungkin itu adalah hiburan untuknya karena sudah berhasil membodohiku.' bathin Agus merasa kesal kepada Humairah.
' Aku harus menanyakan alasannya. Kenapa bibi Humairo sampai tega melakukan hal seperti ini kepadaku!' bathin Agus.
" Hei! Ayo cepatlah! Aku sudah kedinginan nih!" ucap Ayana sambil menepuk bahu Agus yang tampak sedang melamun.
" Sebentar aku akan mengambil handuk dulu. Sebelumnya kau bilaslah dulu busa-busa itu dibawa shower. Agar tidak kotor!" perintah Agus sambil mengangkat tubuh Ayana. Kemudian menyalakan shower untuk membersihkan busa sabun yang menempel di tubuh Ayana.
Setelah selesai mandi dan berpakaian lengkap. Mereka pun kemudian makan malam dan langsung kembali ke kediaman Ayana untuk bertemu dengan Putra mereka.
Humairoh merasa terkejut ketika dia mendapatkan Agus dan Ayana bersama kembali.
" Halo Bibi Humairah apa kabarnya?" sapa Agus dengan tersenyum ramah.
Tampak Humairoh merasa gugup ketika melihat senyum Agus kepadanya.
" Di mana Putraku? Aku ingin bertemu dengannya!" ucap Agus menyadarkan lamunan Humairoh.
Humairah kemudian mengantarkan Agus ke ruangan bayi di mana saat ini Rahmat sedang menemani bayi kecil tersebut.
" Aku akan memaafkan Bibi karena sudah menipuku selama 1 tahun ini. Dengan mengatakan kalau Bibi tidak mengetahui keberadaan Ayana!" ucap Agus ketika mereka berjalan berdampingan ke ruangan Bayi.