
Setelah berpamitan dengan Laila dan juga ibu mertuanya. Firman kemudian meninggalkan rumah sakit dan pergi menuju ke kantor Polisi untuk melaporkan tentang kasus tabrak lari ayah mertua.
"Aku yakin kalau orang itu sengaja ingin menabrak Ayah Mertuaku. Aku harus menyelidiki kasus ini secara tuntas dan memberikan pelajaran kepada orang itu yang sudah berbuat sesuka hatinya!" gumam Firman dengan dan jengkel dengan kelakuan orang tersebut yang telah menabrak Ayah mertuanya tanpa mau bertanggung jawab.
Begitu sampai di kantor polisi Firman langsung mengajukan laporan tersebut dan langsung ditangani oleh petugas.
"Baiklah Pak kami akan langsung mengirim petugas untuk menyelidiki kasus ini dan kami juga akan mengamankan semua CCTV di sekitar tempat kejadian dalam radius 1000 meter untuk memudahkan Kami menemukan identitas penabrak itu sehingga kasus ini bisa segera diselesaikan!" ucap petugas tersebut kepada Firman.
"Baik Pak saya juga akan membantu semampu saya. Tolong kabari saya apabila ada kabar terbaru tentang kasus ini!" ucap firman kepada petugas tersebut kemudian dia langsung meninggalkan kantor polisi.
Firman kemudian menghubungi sekretarisnya untuk menanyakan perintah yang kemarin dia berikan kepadanya.
"Bagaimana dengan perintahku untuk kau menghancurkan perusahaan milik keluarga Ayana? apakah sudah kau lakukan?" tanya Firman dengan suara dingin dan datar.
Firman memang hanya bersikap lembut dan hangat ketika berdekatan dengan Laila dan juga keluarganya. Di luar itu, Firman adalah sosok yang menakutkan dan juga selalu menjadi momok bagi para relasi bisnisnya.
Sikap Firman yang tegas dan juga bertangan dingin yang membuat dia selalu dipandang tinggi oleh para rekan bisnisnya. Sehingga mereka tidak berani untuk macam-macam dengan Firman.
Firman tidak segan-segan untuk menghancurkan sebuah perusahaan. Apabila perusahaan tersebut mencari masalah dengan dirinya. Sama seperti yang saat ini sedang dia lakukan terhadap Ayana.
"Tenang saja Tuan! Itu semua sedang dalam proses. Sekarang para investor sudah mulai melarikan diri dan menarik uang mereka dari perusahaan itu. Kemudian para rekan bisnisnya pun sudah menarik kembali kontrak mereka dan membatalkannya!" ucap sekretarisnya Firman melaporkan hasil pekerjaannya selama satu hari satu malam ini demi menyenangkan hati atasannya.
"Bagus! Kalau kau berhasil melaksanakan tugas itu, maka akan ada bonus besar yang akan saya berikan kepadamu dan juga timmu untuk menghancurkan perusahaan Ayana!" janji Firman kepada sekretarisnya sehingga membuat sekretarisnya merasa senang dan semangat untuk melaksanakan tugas yang diberikan oleh bosnya.
"Tenang saja Tuan! Sebelum anda kembali ke Surabaya, akan saya pastikan perusahaan itu sudah failed!" janji sekretarisnya Firman sehingga membuat Firman merasa sangat senang dengan pekerjaannya.
"Pastikan kau membeli perusahaan itu setelah di nyatakan bahwa perusahaan itu mengalami failed!" ucap Firman memberikan perintah baru kepada sekretarisnya.
"Ya ampun Tuan! Apakah anda tidak punya pekerjaan lain? Untuk apa Anda membeli perusahaan yang sudah hancur? Kenapa kemarin tidak Anda akuisisi langsung saja? Sehingga tidak membuat para karyawan menjadi kehilangan pekerjaan mereka?" ucap sekretarisnya Firman merasa gemes dengan kelakuan bosnya yang selalu sesuka hatinya.
"Terserah saya dong! Mau melakukan apa. Uang-uang saya kok kamu yang repot sih? Kau kerjakan saja tugas yang saya berikan padamu. Kalau saya puas maka saya akan memberikan bonus untukmu!" ucap Firman dengan nada tinggi sehingga membuat sekretarisnya menjadi ciut nyalinya untuk meneruskan pendapat dirinya kepada Firman.
Setelah Firman menutup panggilan telepon tersebut sekretarisnya Firman langsung melaksanakan tugas baru yang diberikan oleh Bosnya itu.
"Ya ampun punya bos bener-bener bikin pusing sekali. Kemarin dia suruh saya hancurkan. Nah, sekarang Dia menyuruh saya untuk membelinya. Ah mau dia sebetulnya apa? Dasar orang kaya yang sudah bingung membuang uangnya ke mana. Seenak-enak jidatnya saja melakukan sesuatu terhadap perusahaan orang lain yang susah payah dibangun oleh mereka dan sekarang entah bagaimana nasib para karyawannya. Ya Tuhan! Semoga aku tidak ke limpahan dosa itu juga, karena aku telah menjadi bagian dari hancurnya sebuah perusahaan!" Sesal sekretarisnya Firman saat ini sambil meraup wajahnya dengan kedua tangannya.
Ketika sekretarisnya Firman sedang asyik melamun. Tiba-tiba saja Ayana dengan mencak-mencak berdiri di hadapannya.
"Eh! Katakan padaku di mana bosmu yang brengsek itu? Kurang ajar sekali Dia! Karena berani-beraninya macam-macam dengan keluargaku. Apa maksud dia mempengaruhi investor dan juga klien kami untuk menarik diri dari perusahaanku?" ucap Ayana menyemburkan semua kemarahannya di hadapan sekretarisnya Firman.
"Maafkan saya non Ayana! Saya hanya menjalankan tugas yang diberikan oleh Tuan Firman. Sekarang saya sudah mendapatkan tugas baru yaitu untuk membeli perusahaan anda!" ucap sekretarisnya Firman sambil melipatkan kedua tangannya di dada dan mengedipkan lehernya setinggi mungkin, penuh dengan kebanggaan.
"Kalian memang orang-orang brengsek! Apa kalian tahu berapa juta orang yang harus kehilangan pekerjaannya gara-gara perbuatan bosmu yang kurang ajar itu?" sengit Ayana sambil berkacak pinggang di hadapan sekretarisnya Firman yang saat ini sedang menatapnya dengan intens.
"Sebaiknya Anda salahkan diri anda sendiri Nona Ayana. Suruh siapa Anda berani sekali bermacam-macam dengan Tuan Firman? Bahkan Anda juga berani untuk mendekati istrinya dan berniat menghancurkan rumah tangganya bersama Nyonya Laila. Itu adalah pelajaran yang harus anda terima karena anda sudah lancang mengganggu bos saya!" ucap sekretarisnya Firman dengan fasih dan juga lantang sehingga membuat Ayana menjadi tambah geram.
"Kurang ajar! Sungguh berani sekali kau mengata-ngataiku huh? Kau lihat saja akan kupastikan perusahaan ini akan menerima akibat dari yang sudah dia lakukan terhadap kami jangan kalian pikir bisa bertindak sewenang-wenang dengan keluargaku!" ucap Ayana dengan mata berapi-api dan penuh kemarshan. Tapi sekretarisnya Firman tidak gentar sama sekali menghadapi Ayana yang sedang mengamuk seperti kerbau gila.
"Silakan Anda lakukan apapun yang anda mampu Nona Ayana. Tapi yang jelas, kami pasti akan bisa melawan Anda. Lihatlah! Hanya dalam waktu satu hari saya berhasil membuat perusahaan anda bangkrut bukan? Itulah kehebatan perusahaan kami dan juga jaringan saya!" ucap sekretarisnya Firman dengan penuh kebanggaan dengan kemampuannya yang luar biasa.
"Dasar kau ular berbisa! Kau sama jahatnya seperti bosmu yang tidak punya otak itu. Kau lihat saja, aku pasti akan menuntut balas atas semua perbuatan kalian!" ucap Ayana penuh dengan kebencian menatap sekretarisnya Firman yang ada di hadapannya yang tampak gagah dan tidak merasakan takut sama sekali kepadanya.
"Dengar ya, nona Ayana! yang ular berbisa di sini tuh anda! Anda sudah tahu kalau Bos saya itu sudah menikah dan punya anak. Apa coba maksudnya Anda menggoda dia, huh? Apakah anda sudah tidak laku lagi, sehingga Anda harus menggoda seorang laki-laki yang beristri? Anda harusnya ngaca Nona! Anda masih beruntung, Tuan Firman hanya membuat perusahaan anda bangkrut tetapi anda masih bisa bernyawa hingga hari ini!" ucap sekretarisnya Firman sambil menatap tajam kepada Ayana.
Tampak rasa jijik di matanya ketika melihat perempuan cantik yang saat ini sedang mencak-mencak di hadapannya dengan tidak tahu malu. Sekretarisnya Firman tahu sejarah tentang Ayana yang sejak selama beberapa hari ini terus berusaha untuk mendekati Firman dan juga istrinya.
"Kamu camkan itu! Saya pasti akan datang untuk membentuk balas padamu dan juga bosmu yang kurang ajar itu!" ancam Ayana kemudian dia meninggalkan sekretarisnya Firman dengan penuh amarah dan emosi di dadanya.
"Saya tunggu aksi anda nona Ayana untuk menyemburkan racun anda. Dasar ular berbisa tidak tahu malu!" maki sekretarisnya Firman sangking jengkelnya dia melihat seorang perempuan seperti Ayana yang tidak punya malu sama sekali.