Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
68. Kedatangan Santri Baru



Ayo kita kembali melihat kehidupan Ilham dan Adrian Abimana di pondok pesantren. Hari ini Pondok kedatangan seorang santri baru yang berasal dari Jakarta dia adalah anak dari seorang Kyai yang terkenal di Jakarta. Nama anak tersebut adalah Fathu Al Ghazali.


Adrian merasa senang sekali karena akan mendapatkan teman baru. Hari itu Adrian dan Fathu bertemu di aula pondok, mereka ditempatkan satu kamar oleh Kyai mereka. Duo ganteng yang kelak akan dipertemukan dalam novel "Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai" ini sedang membereskan barang-barang yang di bawa oleh Fathu di lemarinya.


"Aku senang deh, punya teman baru. Perkenalan namaku Adrian Abimana. Biasanya aku tinggal dengan Om Ilham, tapi kata Om Ilham, mulai sekarang aku akan tinggal bersama kamu di kamar ini!" ucap Adrian antusias.


Ya, duo ganteng itu memang diberikan kamar khusus oleh Ilham, tidak di tempatkan bersama Santri lainnya. Adrian dan Fathu akan langsung di Didik oleh Kiai Ilham sendiri. Ilham dan Fathu masih duduk di bangku kelas empat SD dan Amanda sekarang sudah masuk kelas 1 SMP.


Amanda ditempatkan di asrama Putri bersama santri lainnya. Ilham ingin agar Amanda bisa berbaur bersama santri yang lainnya. Sifat Amanda yang pendiam jadi harus di stimulasi dengan berbaur dengan masyarakat. Pondok adalah contoh masyarakat kecil yang sangat bagus untuk melatih kedisiplinan dan kejujuran. Melatih keberanian, kebersamaan dan banyak hal bisa di pelajari di pondok pesantren. Pondok pesantren adalah tempat yang sangat bagus untuk mendidik anak-anak menjadi pribadi yang berakhlak Karimah.


"Adrian, kenapa kita tidak ditempatkan di asrama putra seperti yang lainnya?" tanya Fathu merasa heran.


"Kamu adalah santri yang di tugaskan oleh Om Ilham untuk menemani aku. Kemarin aku memang meminta Om Ilham untuk memberikan aku seorang teman, karena aku bosan hanya bermain dan belajar bersama Om Ilham!" ucap Adrian dengan senyum simpul.


"Ko kamu manggil Pak Kiai kita dengan Om? Gak baik, loh! Gak sopan!" tegur Fathu kecil tidak suka.


"Kenapa tidak suka? Om Ilham memang Om aku! Beliau yang meminta aku panggil Om, kok kamu malah yang sewot sih?" Adrian mulai tidak suka dengan cara Fathu bicara kepada dirinya.


"Tapi tetap saja, sebagai seorang santri kita harus memanggil Kiai kita dengan Pak Kiai!" Fathu juga tidak mau kalah oleh Adrian yang kini sudah berkacak pinggang.


"Eh, eh, eh! Ini duo gantengnya Om, kenapa pada berantem begini? Ada masalah apa?" tiba-tiba Ilham sudah berada di sana, memisahkan mereka berdua yang sudah adu mata. Bersiap adu jotos. Adrian yang biasa di layani sebagai Tuan Muda di Dubai, tidak terima ada orang lain yang membantah ucapannya. Begitu juga dengan Fathu, yang sudah terbiasa omongannya adalah Titah selama di pondok pesantren milik ayahnya, merasa tidak terima dengan arogansi Adrian yang begitu mendominasi.


"Ini Om! Anak baru ini, dia berani mengatur-atur aku! Masa dia marah sama aku, gara-gara aku panggil Om Ilham, dengan panggilan " Om!" dia maksa aku suruh manggil Om Ilham dengan sebutan "Pak Kiai" dia lancang sekali, Om!" Adrian mencak-mencak, dengan mata merah.


"Pak Kiai, anak nakal itu harus di kasih arahan yang benar, supaya dia belajar sopan santun kepada yang lebih tua!" ucap Fathu lebih tenang dan berwibawa. Ya, Fathu adalah anak seorang Kiai, jelas memiliki ketenangan yang lebih teruji dari pada Adrian yang seorang Tuan Muda dari keluarga konglomerat yang sudah biasa hidup penuh pelayanan dari para pelayan di rumahnya.


"Sudah, sudah!Jangan berdebat lagi! Sini, dua gantengnya Om Ilham!" Ilham lalu duduk di atas kasur Adrian, menarik duo ganteng itu ke pangkuannya. Ilham mencium pucuk kepala kedua bocah imut tersebut.


"Fathu, Tidak masalah Adrian memanggil Pak Kiai dengan panggilan Om, Pak Kiai tidak marah, karena memang Adrian adalah anak dari teman Pak Kiai, Fathu kalau mau panggil Om juga tidak apa-apa!" Ilham mengelus rambut kedua bocah itu. Mereka masih melotot satu sama lain.


Dua bocah yang sama ego dan keras kepalanya tersebut masih belum mau mengalah satu sama lain. Adrian melipat kedua tangannya di dada dan menolehkan kepalanya ke samping kiri. Sementara Fathu melipat kedua tangannya dan menolehkan kepalanya ke samping kanan.


Ilham yang melihat tingkah bocah menggemaskan itu hanya bisa tersenyum, "Adrian kalau mau akur dengan Fathu, Om Ilham akan ajak Adrian untuk jalan-jalan ke taman, liburan besok!" ucap Ilham sambil tersenyum kepada Adrian, mendengar kata jalan-jalan, mata Adrian langsung berbinar, begitu juga dengan Fathu.


"Ya, kalian berdua akan Om ajak untuk jalan-jalan! Tapi dengan satu janji!" Ilham menatap dua bocah yang kini menatap antusias dirinya.


"Janji apa, Pak Kiai?"


" Janji apa, Om?" kedua bocah itu mengucapkan kata-kata itu bersama-sama, membuat Ilham tergelak bahagia.


"Om akan senang sekali kalau Adrian dan Fathu bisa menjadi teman yang baik! Pak Kiai akan bahagia sekali kalau Fathu bisa jadi bermain dengan Adrian tanpa berkelahi!" Ilham lalu mengelus rambut keduanya.


"Kami janji, Om!"


"Kami janji, Pak Kiai!" kembali, kedua bocah itu bicara dengan kompak, akhirnya mereka tertawa bersama.


Pada liburan keesokan harinya, Ilham menepati janjinya untuk membawa kedua bocah tampan itu jalan-jalan ke taman. Menggunakan motor, karena Ilham ingin menciptakan suasana santai untuk mereka bertiga.


"Om, aku ingin main perosotan itu!" tunjuk Adrian senang.


"Pak Kiai, saya juga ingin main itu!" tunjuk Fathu tidak mau kalah. Ilham lalu menghentikan motornya di tempat yang tadi di tunjuk oleh Adrian dan Fathu.


"Wah, tempatnya bagus! Fathu, ayo kita berlomba!" Adrian langsung berlari ke tempat yang dia sukai, Fathu mengejar Adrian, duo ganteng itu pun hanyut dalam kebahagiaan.


Ilham yang sudah resmi bercerai dengan Laila, kini hidup nya memang lebih santai, waktunya dia habiskan untuk bersama dengan Adrian dan Fathu. Fathu ini anak dari temannya Ilham ketika dirinya dahulu kuliah di Mesir.


Kiai Jamaluddin, teman sekaligus kakak bagi Ilham yang seorang anak tunggal. Mereka tinggal satu kamar sewaktu di Mesir. Oleh karena itu, Ilham yang tidak memiliki anak, menganggap duo ganteng itu sebagai anaknya sendiri.


Duo ganteng itu, yang menemani hari-hari Ilham yang sunyi tanpa seorang istri. Dengan telaten Ilham mendidik mereka dan bersabar ketika duo ganteng itu mulai berkelahi karena masalah receh, ya. Masa kecil Adrian dan Fathu penuh dengan cinta dan kasih sayang yang dicurahkan oleh Ilham untuk mereka berdua.


Adrian dan Fathu tumbuh menjadi duo ganteng yang di puja dan di puji oleh teman-teman mereka di pondok pesantren, selain mereka berdua yang selalu kemana-mana bersama Kiai mereka, kehebatan Adrian dan Fathu sungguh menjadi pesona tersendiri bagi teman-teman mereka yang lain, khususnya para santri putri. Setiap ada acara yang mengharuskan kamera beraksi, pasti wajah kedua bocah tampan ini selalu ramai menjadi sorotan.


Adrian anak seorang konglomerat dari Dubai, Fathu anak seorang Kiai terkenal dari Jakarta. Yang di besarkan dan dia asuh langsung oleh Kiai Ilham yang tampan dan bersahaja. Tidak ada magnet yang melebihi pesona ketiga pria tampan yang berbeda generasi tersebut.