
Manda benar-benar tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh putrinya, tentang dirinya yang selama ini telah dia lupakan.
Sewaktu menyerahkan Amanda kepada keluarga Abimana Manda memang menerima semua hal yang disebutkan oleh putrinya. Tetapi sampai saat ini semua itu tidak pernah disentuh oleh Manda. Semuanya masih tersimpan rapi untuk kelak dia berikan kepada putrinya ketika Amanda sudah dewasa.
Tadinya niat kedatangan Manda selain mengembalikan semua itu kepada putribya, dia juga ingin meminta maaf kepada putrinya untuk waktu-waktu yang sudah dia lewati tanpa sang putri tercinta.
Hati Manda benar-benar sakit saat ini. Sehingga dia tidak bisa berkata-kata lagi. Hanya air mata yang terus mengalir tanpa bisa dihentikan. Karena tidak menyangka kalau putrinya bisa mengatakan hal yang begitu keras dan menyayat hatinya.
" Amanda tolong perkatakanmu untuk dijaga sedikit. Bagaimanapun dia adalah ibumu sayang. Tidak pantas kalau kau mengatakan hal seperti itu!" ucap Farhan mencoba untuk menasehati Amanda agar tidak terlalu keras kepada ibunya yang sudah datang jauh-jauh ke Prancis hanya untuk mencari dia.
Akan tetapi Amanda tidak mendengarkan sama sekali ucapan Farhan dia malah menatap sinis ke arah Manda yang saat ini terus menangis terisak di hadapannya.
" Ibu kandung yang rela menjual anaknya sendiri demi kenyamanan hidupnya? Apakah wanita seperti itu layak untuk dijadikan seorang ibu?" tanya Amanda dengan mata berapi-api. Amanda bangkit dari duduknya dan kemudian mengusir Manda dari mantion.
Farhan yang merasa tidak enak terhadap mandah dia pun kemudian menyuruh Amanda untuk masuk kembali ke dalam kamarnya dengan amarah yang sejak tadi terus dia tahan.
" Masuk ke dalam kamarmu Amanda! Bikan seperti ini kakek dan nenek mendidikmu selama ini!" Ucap Farhan dengan menatap tajam ke arah Amanda yang terkejut melihat kakeknya memarahi dia.
Selama mengenal Farhan. Baru kali ini dia melihat kakeknya begitu marah terhadap dirinya. Manda yang sudah merasa tidak tahan lagi dengan semua kata-kata putrinya, dia pun kemudian bangkit dan berniat meninggalkan Mansion akan tetapi Farhan menghentikan langkahnya membuat Manda kemudian menoleh kepadanya.
" Tinggallah di sini sampai makan malam tiba. Tenanglah Manda. Aku akan berusaha untuk membujuk Amanda untuk dapat bertemu dan berbicara denganmu secara baik-baik!" ucap Farhan sambil tersenyum kepada Manda yang masih menangis terisak.
Akan tetapi Manda menggelengkan kepalanya dan menolak tawaran tersebut.
Manda kemudian membuka tas tangan yang tadi dia pegang dan mengeluarkan surat-surat penting di dalamnya kemudian dia menyerahkan kepada Farhan.
" Ini semua adalah barang-barang yang telah aku terima dari keluarga Abimana. Ketika aku dulu menyerahkan Amanda. Tidak ada satu peserpun yang kusentuh selama ini. Aku menyiapkannya untuk diberikan kepada Amanda saat ini. Tolong serahkan kepadanya! Sampaikanlah permohonan maafku kepada Amanda karena sudah menjual dia kepada kalian!" ucap Manda dengan terisak dan tampak begitu sedih sekali dengan perlakuan buruk yang dia terima dari putrinya.
Rencana indah yang sudah dia susun ketika dia masih berada di Jerman. Sekarang semuanya buyar dan hancur berantakan. Setelah melihat kebencian yang terlihat jelas di wajah Amanda terhadap dirinya.
Farhan menatap nanar semua barang yang berada di tangannya yang dulu dengan tangannya sendiri dia telah menyerahkan semua itu kepada Manda. Semua barang itu dia berikan sebagai kompensasi karena Manda yang mau menyerahkan Amanda kepada mereka tanpa banyak keributan.
" Semua harta ini adalah milikmu yang sudah aku serahkan sebagai kompensasi untukmu yang sudah merawat cucuku dengan baik. Kau tenanglah! Amanda sudah memiliki segalanya dan aku bisa memastikan bahwa dia tidak akan kekurangan apapun selama berada di kediaman Abimana!" ucap Farhan menyerahkan kembali semua yang tadi diberikan oleh Manda untuk Amanda.
Tetapi Manda menggelengkan kepalanya dan dia tidak mau menerima harta itu. Karena dia merasa ketakutan dengan kebencian di mata putrinya yang merasa telah dijual oleh ibu kandungnya sendiri karena dia menyimpan harta tersebut.
" Tidak Tuan. Aku mohon! Tolong kau agar serahkan itu kepada putriku dan katakan bahwa aku benar-benar merasa sangat bersalah karena dulu telah melepaskan dia dari pelukanku untuk tinggal bersama dengan kalian. Itu adalah kesalahan besar dalam hidupku yang sampai sekarang masih ku sesali!" ucap Manda dengan air mata yang terus mengalir di kelopak matanya.
Farhan benar-benar merasa bersalah karena sudah memisahkan ibu dan anak sampai seperti itu. Dia menarik nafasnya dalam-dalam. Kemudian melihat ke arah Manda yang sudah bersiap untuk meninggalkan Mansionnya.
" Tolong izinkan sopirku untuk mengantarmu!" ucap Farhan ketika dia mengantarkan Manda keluar Mansion.
" Tidak usah Tuan. Karena saya membawa mobil sendiri! Terima kasih karena sudah merawat Amanda dengan sangat baik dan menyayanginya. Maafkan saya!" ucap Manda berusaha untuk tersenyum dan tetap tegar dalam menghadapi kehidupannya yang selalu saja menghempaskannya ke dalam jurang kesedihan yang tiada berujung.
Ketika Manda mulai memberikan sebuah harapan kepada sesuatu. Dia selalu saja menerima sebuah kenyataan yang begitu menyayat hati dan membuat dia sedih sampai kesulitan untuk bernafas.
" Apakah aku seburuk itu sehingga aku tidak layak untuk bahagia di atas dunia ini?" tanya Manda dengan air matanya yang terus mengalir tanpa dia bisa hentikan.
Melihat penolakan dan kebencian dari Amanda, benar-benar telah menghancurkan hati dan juga kepercayaan diri Manda yang susah payah telah dia bangun ketika dia melangkahkan kakinya untuk meninggalkan Jerman dan datang ke Prancis demi bertemu dengan sang putri tercinta.
Malam itu Manda menghabiskan waktunya hanya dengan alkohol dan terus menangis di sebuah club malam di kota Paris. Manda sampai menangis terus ketika dia mengingat kisah hidupnya yang selalu penuh dengan onak duri dan penderitaan.
Setiap kali Manda merasakan kebahagiaan, pasti akan selalu direnggut dengan penuh kekejaman yang membuat Manda pada akhirnya jatuh dan menyerah dengan kalah telak. Hatinya sangat hancur luar biasa.
Setelah malam semakin beranjak larut Manda pun kemudian memutuskan untuk meninggalkan klub malam untuk kembali ke apartemennya.
Manda yang telah mabuk dia tidak menyadari. Ketika ada seseorang terus saja mengikutinya dan memperhatikan semua gerak geriknya.
Laki-laki itu terus mengikuti Manda sampai ke apartemennya. Setelah itu dia terlihat menghubungi seseorang dari sebrang sana dan melaporkan tentang Manda kepadanya.
" Tidak Tuan! Dia sendirian saja sepanjang malam di club ini. Saya memperhatikan dia, dia hanya menangis selama berada di club ini. Bahkan pulang pun dia hanya sendirian saja. Tampaknya dia juga tinggal di apartemen ini sendirian." ucap lelaki itu melaporkan semua yang dia lihat tentang Manda kepada orang yang ada di dalam ponselnya. Laki-laki yang menyewa jasanya untuk mencari Manda di seluruh dunia.