
Martha langsung menghajar Steven ketika dia melihat adiknya yang begitu menikmati hidupnya. Setelah dia membuat cacat seseorang.
" Dasar kau b******* brengsek! Kau bisa ya, bersenang-senang di sini, huh? Sementara korban kesenangan bodohmu itu sekarang sedang sekarat di rumah sakit!" ucap Martha dengan terus menghajar Steven yang kebingungan melihat kakaknya yang seperti kesetanan terhadap dirinya.
Elena dan Mark yang baru saja pulang dari Prancis tampak panik ketika mendengar keributan di lantai atas antara Martha dan Steven yang saat ini sedang bertarung.
" Martha Steven hentikan semua perbuatan kalian itu!" teriak Mark dengan emosi yang membuncah di dadanya.
Bagaimana tidak marah coba? Baru saja sampai di rumah. Istirahat saja belum, setelah melakukan perjalanan yang amat sangat melelahkan. Pulang-pulang malah melihat anak mereka saat ini sedang bertarung entah memperebutkan apa.
Steven dan Marta yang terkejut melihat kedua orang tuanya sudah berdiri dambang pintu seketika menghentikan kegiatan mereka.
Elena mendekati Martha yang masih memegang kerah pakaian Stevan dan tidak mau melepaskannya.
" Apa kau berlatih taekwondo untuk bisa menghajar adikmu seperti ini Martha?" tanya Elena dengan tatapan kecewa melihat putrinya yang seperti kehilangan akal dan tidak memperdulikan keadaan adiknya yang sudah babak belur.
Martha menatap ibunya lekat kemudian dia pun melepaskan Steven dengan membanting adiknya ke lantai.
" Anak kesayangan Mama yang manja itu, dia sudah membuat kehidupan Edward berada dalam bahaya anak paman Mundo sekarang terbaring di rumah sakit dalam keadaan koma sampai sekarang gara-gara dia telah di hajar oleh Steven dan teman-temannya saat di sekolahan tadi siang!" ucap Martha dengan suara gemetar karena hatinya benar-benar sangat sakit melihat keadaan Edward yang sampai saat ini belum jelas kondisinya.
Mendengar perkataan putrinya Mark dan Elena terkejut setengah mati.
" Apa benar itu Steven?" tanya Mark sambil menatap tajam kepada putranya yang sekarang sedang tergolek lemas di lantai setelah dihajar habis-habisan oleh Martha.
Elena yang merasa sedih melihat keadaan Steven dia pun kemudian membantu Steven untuk duduk di atas ranjang dan memeriksa keadaan putranya.
" Pah ayo kita bawah Steven dulu ke rumah sakit sekalian kita tengok Edward. kita pastikan dan Konfirmasi apa yang dikatakan oleh Martha tentang Edward!" ucap Elena bicara kepada Mark yang tampak marah kepada Steven.
Elena juga marah dengan putranya karena sudah membuat anak orang lain berada dalam bahaya akan tetapi jiwanya sebagai seorang ibu tidak bisa membiarkan putranya saat ini sedang terluka oleh karena itu pikirannya saat ini hanya tertuju untuk membawa Steven ke rumah sakit agar segera mendapatkan perawatan.
Setelah Steven berada di dalam mobil dan siap untuk berangkat ke rumah sakit, tampak Elena menatap Martha yang dari tadi terus menundukkan kepalanya. Bagaimanapun dia juga merasa sedih melihat Steven yang sekarang tak berdaya gara-gara perbuatannya yang sudah menghajar adiknya itu.
" Dengarkan Mama Martha! Kalau kejahatan harus selalu kau balas dengan kejahatan juga, maka di dunia ini tidak akan ada lagi kebaikan yang akan bekerja!" ucap Elena menasehari Martha sambil terus saja menggelengkan kepalanya melihat putrinya yang sekarang tampak merasa sedih.
Sementara Mark yang sedang fokus menyetir, dia pun tampak marah sekali wajahnya. Entah apa yang membuatnya marah. Tetapi yang jelas, saat ini perasaannya tidak tenang melihat Steven yang sejak tadi diam saja tak bergerak.
Steven satu-satunya pewaris keluarga Clarkson yang sangat berharga baginya. Bagaimana mungkin Mark bisa tahan, ketika melihat putranya yang berharga berada dalam bahaya seperti sekarang.
" Kalau sampai terjadi apa-apa dengan adikmu, maka Papa tidak akan pernah memaafkanmu Martha!" ucap Mark dengan suara baritonnya yang membuat Martha menjadi gemetar ketakutan.
" Tapi dia harus diberikan pelajaran Pah! Bukan hanya Edward yang menjadi korban nya! Kalau Papah mau tahu, di sekolahan sana, ads banyak anak-anak malang lainnya yang sudah menjadi korban dari keburutalan anak Papah yang berharga itu!" ucap Martha dengan air mata yang mengalir di pipinya.
Jujur! Saat ini Marta benar-benar sakit hati dan juga sangat kecewa dengan ucapan ayahnya yang seakan membela perbuatan jahat Steven yang sudah merundung Edward yang saat ini sedang koma di rumah sakit.
Saat ini, Martha tidak bisa membayangkan. Bagaimana perasaan kedua orang tua Edward yang saat ini sedang bersedih melihat keadaan Putra kebanggaan mereka yang diharapkan akan membawa perubahan baik bagi keluarga Mereka ternyata harus meregang nyawa karena perbuatan adiknya yang berandalan.
" Tetapi bukan begitu caranya Martha. Dengan kau menghajar Steven seperti ini, itu sama saja kau sedang berusaha untuk memutus keturunan Clarkson kalau sampai terjadi apa-apa dengan adikmu!" ucap Mark dengan nada keras dan juga marah.
Elena kemudian menenangkan suaminya dengan terus mengelus punggung suaminya agar bisa tenang dan tidak marah lagi.
" Sudahlah Pah. Jangan marah lagi. Sekarang kita doakan saja semoga Steven dan juga Edward bisa melewati masa kritis mereka!" ucap Elena pelan.
Elena terus berusaha menghibur dan juga menenangkan suaminya. Tetapi dia tetap saja menatap Martha dengan perasaan kecewa terhadap putrinya yang selama ini selalu saja menggunakan kepalan tangannya untuk menyelesaikan masalah.
" Mulai besok mama melarangmu untuk ikut berlatih taekwondo lagi! karena kau memiliki kemampuan bela diri sehingga membuatmu menjadi jumawa dan tinggi hati terhadap saudaramu!" ucap Elena dengan suara yang tidak bisa dibantah oleh siapapun.
Martha menarik nafasnya dalam-dalam jujur saat ini dia sangat marah terhadap kedua orang tuanya yang seperti membela Steven yang jelas-jelas sudah salah karena sudah membuat anak orang lain dalam bahaya.
" Mama tahu maksudmu baik sayang. Kau ingin memberikan keadilan untuk Edward dan keluarga dia. Tetapi tidak semua hal harus diselesaikan dengan kepala tangan Martha!" ucap Elena kembali berusaha untuk menasehati putrinya yang tampaknya tidak terima dengan ucapan mereka berdua.
" Nanti kami akan bertanggung jawab untuk semua pengobatan Edward dan juga akan memberikan kompensasi yang besar untuk kedua orang tuanya agar mereka tidak membawa masalah ini ke pengadilan!" ucap Mark tanpa perasaan sama sekali yang membuat Martha benar-benar geram dan sakit hati.
" Kalian pikir uang bisa menyelesaikan segalanya huh? Apakah kalian bisa untuk menyelesaikan perasaan kedua orang tua Edward yang saat ini sedang sedih melihat Putra mereka yang terancam cacat seumur hidup gara-gara Putra kalian yang berharga itu huh?" ucap Martha mulai menangis sedih karena melihat kedua orang tuanya yang begitu egois dan tidak pernah melihat kesusahan orang lain.
Martha sangat tahu bahwa kedua orang tuanya adalah orang kaya raya yang memiliki segalanya. Mereka bisa membeli segalanya dengan uang yang mereka miliki. Akan tetapi sayang, kedua orang tuanya minim sekali dengan empati dan tidak bisa merasakan penderitaan orang lain.
" Penderitaan kedua orang tua Edward akan terobati. Ketika mereka berdua melihat uang ribuan dolar di depan mata mereka. Sudah cukup Martha dengan kelakuan konyol kamu dengan sifat sok pahlawanmu!" ucap Mark mulai kesal dengan Martha yang sejak tadi terus menggeram penuh amarah kepada kedua orang tuanya sendiri.