
Setelah Cakra meninggalkan mereka. Kesya langsung menatap Andhika yang masih belum mengerti kenapa istrinya tampak begitu marah kepadanya.
" Sebenarnya papa ini kenapa sih? Ed itu hanya anak kecil dan tidak mungkin juga kalau dia adalah seorang penjahat!" ucap Kesya merasa kecewa kepada suaminya yang sudah menyakiti hati putranya karena mencurigai teman yang dia bawa ke rumah mereka.
Andika kemudian menggenggam telapak tangan istrinya dan menciumnya dengan lembut.
" Papa tahu kalau Cakra memiliki hati yang sensitif dan juga empati yang sangat tinggi kepada orang lain. Papa percaya bahwa itu semua pasti adalah karena kau yang sudah mengajarkan kebaikan terhadap Putra kita. Tetapi sayang di dalam hidup ini, kita tetap harus waspada untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang buruk yang pasti akan selalu ada dalam kehidupan kita!" ucap Andika menjeda omongan dia.
" And?"
" Ingatlah bahwa keluarga Abimana grup bukanlah keluarga sederhana seperti keluarga kebanyakan di luar sana. Sayang! Kau harus mengingat, bahwa aktivitasku di dunia bisnis pasti akan mengundang banyak musuh maupun lawan yang tidak sedikit! Oleh karena itu kita tetap harus waspada dengan semua hal yang berhubungan dengan keluarga kita! Terutama putra kita!" ucap Andika penuh keyakinan.
Walaupun Kesya tidak setuju dengan pemikiran Andika. Tetapi dia pun tidak bisa menyepelekan apa yang dikatakan oleh suaminya yang pastinya memiliki banyak pengalaman di dunia bisnis.
" Ya sudah Pah. Kita mulai aktifkan kembali CCTV yang ada di seluruh rumah kita untuk menjaga keamanan Cakra. Jangan sampai masalah yang terjadi beberapa tahun yang lalu kembali terulang di dalam rumah kita!" ucap Kesya pada akhirnya.
Walaupun sebenarnya Kesya tetap merasa ragu dengan semua hal yang dikatakan oleh suaminya. Tetapi sekali lagi, pemikiran Andika ada baiknya tetap diperhatikan. Kalau hanya sekedar waspada dan jaga-jaga. Tidak ada salahnya kan?
Kesya kemudian menghubungi kepala pelayan yang bekerja di rumah mereka. Meminta kepada beliau untuk kembali mengaktifkan seluruh CCTV yang berada di kediaman Abimana.
" Tetapi aneh juga ya sayang? Kalau benar seperti yang dikatakan oleh papa. Kenapa tidak melakukan kejahatan terhadap Putra kita, ketika kita selama dua minggu lamanya meninggalkan Cakra di rumah saja bersama dengan para karyawan lainnya?" tanya Kesya.
Andika langsung mencium bibir istrinya yang sangat menggemaskan baginya.
" Karena Bodyguard yang kita kerahkan untuk menjaga Cakra bukanlah Bodyguard yang main-main sayang. Mereka adalah para mantan Kopassus yang memiliki kemampuan di atas rata-rata yang tidak akan bisa dilawan oleh para penjahat manapun!" ucap Andika sambil tersenyum kepada istrinya.
Sejenak Kesya mulai memikirkan semua perkataan suaminya.
" Sudahlah Pah. Mama pusing sekali karena ingin beristirahat. Papa suruh saja anak buahmu untuk segera menyelidiki tentang Ed. Supaya kita tidak perlu berpikiran negatif lagi terhadap anak kecil seperti Ed. Mama yakin Cakra pasti merasa terluka hatinya dengan kata-kata Papa tadi yang telah mencurigai temannya sebagai seorang penjahat!" ucap Kesya yang memilih membaringkan tubuhnya di atas ranjang di samping suaminya.
Saat Andika hendak mengikuti sang istri untuk tidur, tiba-tiba saja pintu kamar mereka diketuk oleh pembantu mereka.
" Tuan dan Nyonya. Makan malam kalian sudah kami persiapkan di meja makan!" ucapnya dari balik pintu.
Mendengar pemberitahuan dari pembantunya Andika baru mengingat kalau dirinya dan sang istru belum malam sejak kedatangan mereka dari Jerman tadi siang.
" Ya, Bi sebentar lagi kami turun!" jawab Andika yang langsung membangunkan Kesya yang tampak memejamkan matanya.
Karena dirinya merasa lapar, Andika pun kemudian keluar kamar dan menemui Cakra bersama Edmundo yang sudah menunggunya di meja makan.
" Bagaimana kabar kalian para jagoan tampan?" tanya Andika sambil menatap Ed dan Cakra satu per satu.
Cakra tampak tersenyum kepada ayahnya merasa senang kepada Andika yang tetap memperlihatkan keramahtamahan kepada temannya yang akan tinggal bersama dengannya.
" Ed, bisa tinggal bersama dengan Cakra sebagai asisten dia. Nanti Om akan menggaji kamu sesuai dengan pekerjaan yang kamu lakukan. Pastikan kamu melakukan pekerjaanmu dengan baik yaitu menjaga Cakra sebagai tuanmu! Apa kau faham?" tanya Andika tanpa melihat ke arah Cakra yang tampak merasa tersinggung dengan ucapan ayahnya kepada temannya.
" Kenapa Cakra? Papah kan hanya mencoba untuk memberikan pekerjaan kepada Ed. Apa salahnya sayang?" tanya Andika bingung.
Ketika Cakra hendak memprotes sang ayah. Ed langsung menyentuh telapak tangan sahabatnya.
" Tidak apa-apa Cakra. Ayahmu sudah begitu baik hati memberikan pekerjaan kepadaku. Tentu aku merasa sangat bersyukur sekali dengan semua berkah ini!" ucap Ed mengulas senyum kepada sahabatnya yang sudah menolong dan membantunya.
Cakra akhirnya hanya diam karena dia pun merasa tidak nyaman untuk menentang ayahnya sendiri.
" Terima kasih Om. Karena Om sudah mau dan bersedia untuk memberikan pekerjaan kepada saya. Saya berjanji akan menjaga tuan muda Cakra dengan baik!" janji Edmundo sambil menatap tajam Andika yang sejak tadi terus memperhatikan dirinya.
Cakra merasa malu dan juga kesal karena ayahnya sudah memperlakukan temannya dengan sangat buruk.
Andika mengerti bagaimana sekarang perasaan Cakra terhadapnya. Tetapi dia harus segera menjelaskan semuanya agar Cakra tidak menjadi marah terhadap dirinya.
" Dengarkan papa sayang. Alasan kenapa Papa memberikan pekerjaan kepada Ed untuk menjadi teman, bodyguard dan juga sebagai asistenmu. Itu karena Papa ingin memberikan uang maupun makanan kepada Ed secara terhormat. Bukan hanya mengandalkan belas kasihan kita terhadap orang lain! Apa kau faham jagoan?" tanya Andika sambil mengelus pucuk kepala putranya.
Terlihat Ed sudah mengerti dengan apa yang disampaikan oleh Andika. Akan tetapi Cakra tetap merasa tidak terima kalau sahabatnya dijadikan sebagai pembantu di kediamannya.
" Terima kasih banyak Om atas kepercayaan Om. Karena Om mau memberikan tugas yang sangat mulia ini kepada saya! Saya berjanji kalau saya pasti akan menjadi teman, bodyguard maupun perisai bagi tuan muda Cakra dari orang-orang yang ingin membahayakannya!" janji Ed dengan mata berkaca-kaca.
Andika merasa bangga dengan kelapangan hati yang dimiliki oleh Edmundo, ketika dia tadi menyampaikan penawaran tersebut kepada Ed. Andika sama sekali tidak berniat untuk menghina remaja tanggung itu dengan menyuruh dia menjadi asisten Cakra.
" Om senang kalau Ed bisa memikirkan positif tentang tawaran pekerjaan dari om tadi! Percayalah Ed. Ketika kau menerima uang dari hasil kerja kerasmu sendiri, hal itu jauh lebih membahagiakan daripada kau yang hanya menerima sedekah dari orang yang merasa kasihan kepadamu!" ucap Andika sambil tersenyum kepada Ed.
Ed tersenyum bahagia, karena dia yang merasa bahagia dengan kehadirannya di kediaman Abimana dan diterima dengan baik oleh kedua orang tuanya Cakra yang dia sangat tahu merupakan keluarga terkenal yang sangat berpengaruh di dunia bisnis.