
Setelah acara besar hari itu, di mana penangkapan komplotan para penculik anak-anak berhasil dengan sukses.
Nama perusahaan Abimana grup semakin diperhitungkan oleh semua pihak baik kalangan pemerintah maupun pebisnis. Karena mereka merasa berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Andika dan juga para pengawalnya yang sudah begitu gagah berani mengungkapkan kejahatan yang sudah sangat lama diselidiki oleh polisi tetapi selalu gagal untuk menangkap gembongnya.
Setelah melakukan introgasi kepada para pelaku penculikan yang di janjikan keringat hukuman dari hukuman mati, polisi Dubai bekerja sama dengan Polisi Meksiko untuk menangkap ketua mafia dan para anggota yang menjadi pusat dari para penjahat itu.
Sementara itu Cakra yang sekarang sudah berada di rumahnya dengan dikawal oleh para pengawalnya yang selalu setia bersamanya.
" Terima kasih Pah mah. Atas semua yang sudah kalian lakukan untuk melindungiku!" ucap Cakra sambil memeluk Kesya dan Andika dengan begitu erat. Tampak air mata Cakra mulai mengalir di kelopak matanya yang begitu bening dan sangat tampan.
Andika dan Kesya merasa sangat bahagia sekali melihat Putra mereka kembali ke pangkuan mereka tanpa kekurangan apapun.
Kesya yang sebelumnya marah kepada Andika karena sudah menempatkan Putra mereka di dalam bahaya sekarang dia bisa bernafas dengan lega setelah melihat putranya kembali dengan selamat.
" Maafkan Cakra yang selalu ngeyel dengan keinginanku. Untung saja papa dan para bodyguard selalu waspada. Sehingga diriku tidak menjadi korban para penculik itu!" ucap Cakra dengan suara yang tersekat di tenggorokan. Sangking harunya dengan cinta kasih kedua orang tuanya yang selalu melindunginya dengan ekstra hati-hati.
Sekarang Cakra bisa mengerti. Kenapa kedua orang tuanya menempatkan begitu banyak Bodyguard di sisinya.
Semua itu adalah demi keamanan dirinya sendiri karena begitu besar cinta kedua orang tuanya kepada dirinya.
" Sekarang aku akan mengikuti semua perintah papa dan Mama. Aku juga tidak akan mengeluh lagi tentang para Bodyguard yang berada di sampingku! mulai sekarang aku akan menjadi anak yang baik dan tidak akan mengkhawatirkan kalian lagi!" Kesya dan Andika sangat bahagia. Akhirnya Putra mereka bisa memahami niat baiknya untuk memberikan banyak pengawal di sisinya.
Tidak berbeda dengan Adrian Abimana yang berada di Indonesia. Kesya dan Andhika pun selalu memberikan pengawalan ketat kepada anak sulung mereka yang mereka samarkan menjadi beberapa santri dan ustadz yang selalu siap sedia untuk melayani semua kebutuhan Adrian selama berada jauh dari kedua orang tuanya.
Kyai Ilham dan istrinya, mereka bisa mengerti status seorang Adrian Abimana yang tidak sederhana. Jadi mereka atau pun para santri lainnya tidak pernah mempermasalahkan para pengawal yang berbaur dengan para santri maupun Ustad lainnya dalam rangka melindungi Adrian.
Pihak Pondok malah merasa senang dengan kehadiran para bodyguard profesional itu di pondok mereka yang selalu membantu keamanan pondok dari orang-orang jahil yang selalu mencari masalah dengan pondok pesantren tempat Adrian menimba ilmu.
Adrian tidak keberatan dengan para Bodyguard yang berada di sampingnya. Karena bagaimanapun, Dia sangat mengerti kekhawatiran kedua orang tuanya tentang keselamatannya.
Apalagi mengingat tentang statusnya sebagai pewaris utama dari Abimana grup yang memiliki banyak sekali perusahaan di berbagai negara.
Keselamatan Adrian adalah hal yang paling utama yang selalu dipikirkan oleh Andika yang berada di Dubai.
Kalau sampai terjadi apa-apa dengan Adrian maka keseimbangan perusahaan pasti akan terganggu karena hilangnya sang pewaris.
" Apakah kau belum mendapat kabar dari kedua orang tuamu?" tanya Kyai Ilham yang saat ini sedang bertemu dengan Adrian setelah setoran hafalannya.
Rencananya Adrian akan mengajak Fathu untuk bermain ke rumahnya yang ada di Dubai. Adrian terlihat sangat tidak sabar untuk bertemu kembali dengan kedua orangtuanya dan juga adiknya yang sudah berpisah hampir 3 tahun lamanya.
" Nanti kami akan melihat jadwal pondok dan juga kegiatan lainnya. Kami juga sangat merindukan ke orang tuamu yang sudah sangat lama tidak bersilaturahmi ke pondok." ucap Kyai Ilham sambil menatap Adrian yang tampak bahagia karena mengetahui kyainya akan ikut bersamanya untuk berlibur.
Setelah itu Adrian berpamitan kepada Kyai Ilham untuk bermain dengan Syifa yang sejak tadi terus menarik tangannya.
Syifa sangat manja dengan Adrian dan selalu mengajaknya untuk bermain.
Melihat kedekatan Syifa dan Adrian membuat Kyai Ilham merasa senang. Karena niatnya untuk menjodohkan mereka berdua sudah mantap.
Kisah cintanya dengan Kesya yang kandas begitu saja gara-gara Andika yang telah mencuri Kesya pada hari pernikahan mereka membuat Kyai Ilham masih merasa sangat penasaran sehingga dia ingin melanjutkan hubungan itu dengan anak-anak mereka.
' Semoga niatku ini akan dimudahkan oleh Allah dan menyambung tali silaturahmi antar keluarga kami jangan sampai terputus!' doa Kyai Ilham dalam hati ketika dia melihat interaksi antara Adrian dan Syifa yang begitu lekat dan dekat.
Adrian yang sekarang sudah kelas 3 SMP sementara Syifa yang masih SD kelas 3 tampak seperti adik kakak yang begitu akur dan saling melindungi satu sama lain.
" Kak Adrian! Katanya kau mau kembali ke Dubai? Apakah kau hendak mengajakku juga?" tanya Syifa dengan begitu manja kepada Adrian yang sudah dia anggap sebagai kakaknya sendiri.
Tampak Fathu mendekati mereka berdua yang sedang asyik bermain. Adrian memang sering dipercaya oleh Kyai Ilham dan Qonita untuk mengasuh Syifa ketika beliau sibuk mengajar para santrinya.
Mereka percaya bahwa keamanan Syifa pasti terjamin ketika dekat dengan Adrian. Karena Adrian adalah sosok yang sangat baik dan juga selalu dilindungi oleh para bodyguardnya yang selalu siap sedia di samping nya.
" Tenanglah Syifa. Kita pasti nanti akan bersama-sama berkunjung ke kediaman Adrian kita akan berlibur keliling Dubai!" ucap Fathu tampak senang sekali.
Syifa yang masih kecil itu, tampak bersorak begitu bahagia mengingat dirinya akan pergi berlibur bersama dengan Adrian dan juga Fathu yang selama ini selalu mengasuhnya dengan baik.
" Benarkah Kak Fathu juga akan ikut dengan kami?" tanya Syifa seakan tidak percaya bahwa mereka akan pergi bersama ke Dubai.
" Tunggulah sampai liburan sekolah datang dan kita akan bersenang-senang untuk kita bisa berlibur di rumahku! Nanti aku akan mengajakmu untuk keliling Dubai dan juga beberapa negara lainnya di Timur tengah!" janji Adrian kepada mereka berdua yang sontak kegirangan dan merasa senang.
Adrian pun sudah merasa tidak sabar untuk bisa kembali ke Dubai dan berlibur bersama dengan teman-temannya. Apalagi ketika dia mendengar bahwa Kyai Ilham dan istrinya pun akan ikut dengan mereka. Kebahagiaan di hatinya seakan naik berkali lipat.
" Tenanglah Aku tidak akan mengecewakan kalian!" Janji Adrian.