Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
70. Jebakan Untuk Laila



Laila sangat senang mendapatkan telepon dari mantan kekasihnya sewaktu masa SMA mereka berjanji akan bertemu di kafe yang tidak jauh letaknya dari rumahnya.


Laila kemudian memutuskan untuk tidur karena besok dia harus bersiap-siap untuk bertemu dengan mantan kekasihnya tersebut.


Keesokan harinya Laila bergegas mandi dan bersiap untuk bertemu dengan mantan kekasihnya. Karena mantan kekasihnya mengatakan harus segera kembali ke kota asalnya yaitu Jakarta. Pekerjaan dia ada di sana.


"Mah, Laila pergi dulu!" tanpa menunggu jawaban Mamahnya, Laila langsung pergi menggunakan taksi ke tempat perjanjian, dimana pertemuan dirinya dengan mantan kekasihnya akan dilaksanakan.


"Gak sabar ingin ketemu dengan Firman! Gimana sekarang dia, ya? Apakah masih tampan sepeti dulu?" tanya Laila sambil tersenyum. Ya, Laila sekarang merasa hidupnya bebas, setelah bertahun-tahun hidup terkekang sebagai istri Ilham, istri seorang Kiai.


"Aku masih cantik, kok! Aku yakin, Firman masih bisa aku gaet, dengan pesona ku ini!" Laila terus bermonolog sendiri, membuat sopir taksi keheranan melihat dia.


"Kenapa lihat-lihat, Pak?" tanya Laila tidak suka.


"Tidak apa-apa, Mbak! Saya cuma heran, kenapa Mbaknya dari tadi bicara terus sendirian. Saya kira Mbaknya orang gila lo!" ucap sopir itu tanpa berdosa.


"Sialan! Masa iya, cewek cantik seperti saya, bapak kira orang gila? Bapak yang bener aja dong!" semprot Laila merasa kesal. Tapi si Bapak supir malah tertawa melihat penumpangnya misuh misuh.


"Saya nggak mau lagi ya naik mobilnya bapak!" ancam Laila kesal. Supir tersebut hanya tersenyum.


"Sudah sampai Mbak di tujuan kita! Awas ndak boleh ngomong-ngomong sendirian lagi, nanti dikira orang gila! sama seperti saya, mengira Mbak sepeti orang gila!" ucap Pak Supir sambil tersenyum.


"Dasar sinting, gak ada kerjaan!" umpat Laila sambil menendang mobil taksi balak tersebut.


"Awas saja kalau nanti ketemu sopir gila itu lagi!" Laila kesal bukan main. Tapi dirinya harus menjaga image, didepan Firman, dengan segera, Laila membuat senyum di wajahnya. Firman sudah sampai duluan di cafe tersebut.


"Laila!" panggil Firman sambil mengacungkan tangannya. Laila sangat senang melihat firman Yang ternyata tambah ganteng dan berwibawa. Hatinya sudah berdesir tidak karuan mengingat masa lalu mereka yang begitu manis di masa-masa zaman SMA dahulu.


Mereka berdua cipika-cipiki tanpa rasa malu sama sekali. Kalau orang yang tahu bahwa Layla pernah menjadi istri seorang Kyai, pasti tidak percaya dengan apa yang sekarang dilakukan oleh Laila.


"Kamu juga makin cantik Laila! Tambah mateng dan tentu tambah menggoda!" ucap Firman sambil mengedipkan satu matanya, menggoda Laila yang langsung blingsatan.


"Ih kamu bisa aja, deh! Aku biasa aja kok! Saya lihat kamu kok tambah tampan sih sekarang kerjaanmu apa?" tanya Laila sambil menyeruput minuman yang sudah di pesan oleh Firman, tanpa rasa curiga.


Firman tadi telah menambahkan sebutir obat perangsang ke dalam minuman tersebut. Firman sekarang menatap Laila dengan nanar Firman tersenyum licik menunggu reaksi obat tersebut. ' Aku tidak akan melepaskan kamu lagi Layla bukan kupastikan kamu akan bertekuk lutut di kakiku!' ucap Firman.


Tiba-tiba saja Laila merasa Kepalanya pusing dan berat, "Fir, ko tiba-tiba kepalaku pusing ya? Bisa kamu antarkan aku pulang?" tanya Laila tanpa merasa curiga sedikitpun kepada Firman. Mantan kekasihnya yang dulu dia putuskan tanpa alasan.


"Iya Laila sayangku, dengan senang hati Mas pasti akan mengantarkanmu. Mas papah ya, hati-hati! Jangan sampai nabrak-nabrak!" Firman lalu membawa Laila menuju mobilnya titik Firman mengarahkan mobilnya menuju sebuah hotel yang sudah dia pesan sebelum datang ke cafe tersebut. "Kamu mulai sekarang akan menjadi milikku Laila! Sekarang kamu tidak akan bisa lari lagi dariku! Aku pastikan bahwa kamu tidak akan bisa lari lagi dariku seperti dulu!" ada nada amarah di dalam ucapan Firman ya Firman masih merasa sakit hati dengan perbuatan Laila dahulu yang meninggalkan dirinya tanpa alasan dahulu. Firman sampai frustasi gara-gara Laila yang pergi meninggalkan dia tanpa mengatakan apapun.


Setelah sampai ke dalam hotel Firman langsung menggendong Laila ala bridal style. Firman meletakkan Laila di kasur Firman terus menatap tubuh Laila yang masih terpejam. Firman mengelus pipi halus Laila, tubuh Laila mulai menggelinjang, obat perangsang tampaknya mulai bekerja. Laila mulai membuka pakaiannya satu persatu. "Panas!" rancau Laila masih menutup matanya.


Firman mengambil ponselnya kemudian merekam aksi Laila tersebut. Firman akan menggunakan rekaman tersebut untuk membuat Laila takluk dan menurut kepadanya melakukan apapun yang dia mau.


Firman lalu mendekati tubuh Laila yang sudah polos. Menjelajahinya satu persatu setiap inci tubuh Laila. Firlman juga membuat beberapa foto romantis antara dirinya dan Laila. Firman merasa bahagia akhirnya bisa mendapatkan tubuh wanita yang pernah sangat dia cintai di masa lalunya yang belum usai dihatinya.


Laila yang berada dalam pengaruh obat perangsang, tidak menyadari apa yang sedang dia lakukan. Petarungan sengit antara Laila dan Firman di rekam oleh Firman. Ya, Firman sudah bertekad akan menjerat Laila dengan foto-foto dan video mesum mereka berdua.


Keesokan harinya, ketika terbangun Laila merasa kepalanya sangat pusing. Laila mengedarkan pandangannya ke segala penjuru Laila menjerit ketika mendapatkan tubuh Firman yang memeluk tubuhnya dengan erat. Firman menggarap tubuh Laila seharian. Segala rindu dendam nya selama ini dia lampiaskan semuanya, tanpa perasaan. Laila sampai pingsan. Dan baru terbangun sekarang.


"Mas Firman bangun! Apa yang kau lakukan padaku? Kenapa kita bisa ada di sini?" Laila sudah panik bukan main. Firman yang melihat bahwa Laila sudah bangun, langsung memeluk tubuh Laila tanpa merasa berdosa.


"Kemarin kamu sendiri lho, sayang! Kamu minta aku membawamu ke sini! Kamu juga minta aku untuk menolong kamu membebaskan dari penderitaan hasratmu. Kamu loh yang maksa-maksa aku untuk melayani hasrat kamu!" Dusta Firman. Laila menatap Firman dengan Frustasi.


"Kamu bohong! Tidak mungkin aku melakukan hal seperti! Yang aku ingat, saat itu aku minum minuman yang kamu sediakan! Tiba-tiba kepalaku pusing, apa yang sudah kau lakukan padaku? Apa yang kau masukkan ke dalam minuman itu cepat jujur padaku?" Firman tergelak, tertawa terbahak-bahak melihat kepanikan di raut wajah Laila. Mantan kekasihnya yang dulu pernah memberikan luka hati yang sangat dalam untuk dirinya.


"Lihatlah!" Firman kemudian membuka ponselnya dan memperlihatkan video-video yang sudah dia buat mengenai kejadian itu. Laila sangat panik melihat foto dan Video mesum antara dirinya bersama Firman. Melihat keliaran dirinya di dalam video tersebut Laila sudah sangat frustasi. Laila menjambak rambutnya sendiri dan firman merasa sangat bahagia melihat penderitaan mantan kekasihnya tersebut.