Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
312. Kembali ke Indonesia



Setelah liburan yang menyenangkan selama hampir satu minggu. Saatnya untuk mereka kembali ke Indonesia. Tampak Kesya yang masih belum puas berkumpul dengan Adrian.


Begitu berat Kesya untuk melepaskan putranya ke Indonesia, tetapi yang lain harus segera kembali ke Indonesia. Karena sekolah sudah dimulai dan Kyai Ilham pun sudah ditunggu oleh santri yang lainnya.


Kesya dan Qonita tampak akrab satu sama lain. Bahkan mereka telah sepakat untuk kelak menjodohkan Adrian dan Syifa. Walaupun rencana itu tidak diketahui oleh suami mereka maupun kedua anak mereka.


" Ingatlah untuk selalu rahasiakan ini dari suami kita berdua. Mereka pasti akan kaget kalau sampai tahu, kalau kita merencanakan hal seperti ini terhadap putra dan putri kita sekarang!" ucap Kesya berisik di telinga Qonita ketika dirinya mengantarkan rombongan ke bandara.


Sekali lagi Andika melarang Kesya untuk mengantar Adrian ke Indonesia. Tetapi untuk kali ini Kesya menolak keinginan suaminya karena dia berniat untuk menemui ibunya yang sudah lama tidak bertemu.


Ibunya Kesya tidak ikut bersama dengan rombongan. Karena dia sudah sepuh dan tidak kuat untuk berjalan terlalu jauh apalagi sampai melintasi negara.


Karena sang istri begitu ngotot untuk ikut ke Indonesia. Ahirnya mau tidak mau Andika pun mengalah dan dia pun ikut bersama dengan istrinya ke Indonesia.


" Cakra ingin ikut juga!" ucap Cakra yang juga ingin jalan-jalan ke Indonesia.


" Kau tinggallah di sini bersama dengan kakek dan Kak Amanda. Kasihan mereka kalau tidak ditemani. Kami berdua hanya mengantarkan Kakak Adrian ke pondok!" ucap Andika melarang Cakra untuk ikut bersama mereka.


Akhirnya Cakra pun hanya bisa cemberut menerima penolakan dari ayahnya.


Sepanjang perjalanan mata Andika terus saja memperhatikan Kesya dan Kyai Ilham.


Entahlah Andika sendiri tidak mengerti dengan perasaannya sendiri dia sampai saat ini masih merasa curiga dengan perasaan Kyai Ilham terhadap istrinya.


Padahal dia tahu mereka berdua hanya berinteriaksi seperlunya saja. Hatinya ga bisa berbohong kalau dia cemburu dengan Kyai Ilham dan Kesya. Kesya tahu itu makanya dia selalu berusaha untuk membatasi diri ketika bertemu dengan Kyai Ilham.


Sementara itu Mark yang sekarang sudah kembali ke Jerman dia tampak mendatangi apartemen yang ditempati oleh Manda.


Hampir sebulan dia tidak menghubungi Manda sejak dia kembali dari Prancis bersama Elena.


Masalah yang disebabkan oleh Steven dan juga Martha. Benar-benar telah menyita pikirannya sehingga dia tidak memiliki waktu untuk sekedar memikirkan tentang Manda.


Mark terkejut ketika dia hendak masuk ke dalam apartemen, ternyata pintunya sudah diganti passwordnya.


Mark mengerutkan keningnya. Dia kemudian menelpon Manda tetapi ternyata nomornya sudah tidak aktif lagi.


" Apa yang dilakukan perempuan ini?" tanya Mark merasa bingung.


Ketika Mark melihat pegawai yang biasa dia pekerjakan untuk membersihkan apartemen miliknya melintas di depannya. Dia pun kemudian memanggilnya.


" Ya Tuan. Ada yang bisa saya bantu?" tanya wanita paruh baya itu kepada Mark.


" Apakah anda tahu password terbaru dari Apartemen ini?" tanya Mark mulai gelisah.


Pegawai itu menggelengkan kepalanya sehingga membuat Mark semakin resah.


" Setahu saya apartemen ini sudah dijual oleh Nyonya Manda sejak 1 bulan yang lalu." ucapnya.


Mark langsung pergi ke manajemen gedung untuk bertanya secara langsung dan ingin mengkonfirmasi semua berita yang dia dengar dari cleaning service tadi.


Mark sebenarnya tidak masalah kalau Manda benar-benar menjual apartemen itu karena memang sudah dia berikan atas nama Manda. Hanya saja yang dia tidak sukai. Kenapa Manda tidak berbicara apa-apa kepadanya? Bahkan tidak minta izin sama sekali bahkan sampai sekarang Manda sangat sulit untuk dia hubungi.


Mark sangat kecewa ketika mendapatkan kenyataan bahwa benar apartemen itu sekarang sudah dijual oleh Manda.


Mark kemudian pergi ke bank untuk sekedar memeriksa kartu kredit dan juga kartu debit yang dia berikan kepada Manda.


Sekitar 1 bulan yang lalu, Manda menarik uang sebesar 1 M yang dipindahkan ke rekening pribadi Manda yang tidak diketahui sama sekali oleh Mark.


" Ya ampun wanita ini benar-benar keterlaluan sekali kalakuan nya. Apa yang sedang dia lakukan sebenarnya?" tanya Mark kesana setengah mati. "Apa yang harus aku lakuan? sekarang kepada dia?" Mark benar-benar dilema untuk memutuskan masalah yang saat ini sedang dihadapinya gara-gara Manda.


Kartu debit yang diberikan oleh Mark kepada Manda terhubung dengan akun yang dimiliki oleh Mark dengan perusahaan miliknya.


Manda mengambil dana sebagai besar pasti akan berpengaruh ke perusahaan yang dia kelola. Dengan begitu Elena pasti akan mencium hubungannya dengan Manda.


" Kenapa kalian tidak menghubungiku ketika pemegang kartu itu menarik dana segitu besar huh?" tanya Mark merasa kesal sekali.


Ketika Mark meminta kepada pihak bank untuk menarik kembali Dana yang sudah ditarik ke rekening Manda. Dia harus menerima kenyataan bahwa ternyata semua uang itu sudah ditarik oleh Manda dan sekarang rekening Itu sudah kosong.


Mark benar-benar tidak bisa berkata-kata. Dia seakan sedang ditipu oleh Manda. Perempuan yang mengatakan cinta padanya saat mereka bercinta ternyata hanya tertarik dengan uang saja. Mark benar-benar sangat kecewa Tetapi akhirnya Mark menyadari bahwa mungkin itulah yang memang membuat Manda bertahan dengannya.


" Selama satu bulan aku tidak mendatanginya ataupun menghubungi dia. Dia pasti marah kepadaku. Sehingga dia melakukan itu untuk membalas dendam karena aku sudah tidak adil kepadanya. Baiklah nanti aku akan bertanya kepadanya ketika aku bertemu dia!" dengan langkah gontai Mark akhirnya kembali ke kediamannya menemui Elena.


Mark memutuskan untuk menceritakan semuanya kepada Elena. Karena bagaimanapun juga, uang yang diambil oleh Manda bukanlah jumlah yang sedikit. Pasti akhirnya akan tercium juga oleh Elena. Daripada Elena mengetahui dari orang lain, Mark memutuskan untuk menceritakan sendiri petualangannya bersama dengan Manda selama ini.


Mark sudah bersiap untuk menerima semua konsekuensi dari kesalahan yang sudah dia lakukan kepada istrinya dan juga keluarga kecilnya.


Ketika Elena melihat suaminya yang tidak bersemangat membuat dia pun terheran.


Elena sekarang sudah meninggalkan dunia modeling dan tidak pernah pergi ke luar negeri. Oleh sebab itu waktunya 100% berada bersama dengan keluarganya. Oleh karena itulah yang membuat Mark tidak pernah bertemu lagi dengan Manda di luar sana lebih dari sebulan lamanya sejak kepulangan dia dari Prancis terakhir kali.


Elena tampak heran melihat suaminya yang seperti tidak bersemangat. Tidak seperti biasanya, Mark selalu memiliki energi positif dalam hidupnya.


" Ada apa sayang? Apakah ada masalah?" tanya Elena ketika dia melihat suaminya yang sedang menelungkupkan tubuhnya di atas ranjang mereka.


Sejak pulang kerja sampai jam makan malam Mark hanya diam di kamar dan tidak mengatakan apapun kepadanya.


Walaupun tekad Mark sudah bulat untuk menyampaikan semua hal tentang Manda. Tetapi dia menyadari ketika berhadapan dengan Elena bibirnya tidak sanggup untuk berkata apapun.


Membuat Mark benar-benar sangat frustasi selama seharian ini. Uang 1 M untuk Mark tidak terlalu besar. Hanya saja Dia sangat ketakutan kalau sampai Elena menangkap transaksi tersebut dan bisa mencium penghianatan yang dia lakukan selama ini di belakang istri nya. Hal itulah yang membuat Dia sangat pusing dan frustasi.


Bagaimanapun Mark sangat mencintai Elena dan dia juga sayang dengan kedua anaknya yang sangat berharga. Mark tidak siap untuk kehilangan Elena dan kedua anaknya kalau sampai masalah pengkhianatannya terungkap ke publik.