Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
310. Ke Dubai



" Pah, Mama akan menjemput Adrian dulu. Jangan sampai nanti dia bersedih karena kita tidak menjemputnya!" ucap Kesya yang sedang bersiap-siap untuk menjemput Adrian.


Andika mendekati istri tercintanya kemudian memeluknya.


" Adrian bilang Kyai Ilham dan istrinya juga ikut. Lebih baik, biarkan sekretarisku saja yang menjemput mereka sayang. Nanti kita siapkan saja pesta penyambutan mereka di sini!" ucap Andika sambil mencium bibir istrinya yang terkejut dengan keputusan suaminya yang terkesan sedang cemburu.


" Sayang sudah bertahun-tahun lamanya kau masih juga cemburu kepada Kyai Ilham? Dia sudah punya istri dan anak. Aku pun sudah menjadi istrimu begitu lama. Tolonglah sayang! Kau untuk percaya kepada kami berdua. Kami tidak mungkin berbuat macam-macam di belakangmu!" ucap Kesya dengan wajah cemberut.


Andika memeluk Kesya semakin erat dari belakang kemudian dia menaruh dagunya di bahu sang istri.


" Aku tidak sedang cemburu sayang. Aku juga tidak mau kalau kau dan terlalu lelah dalam perjalanan dan juga mempersiapkan semua hal yang ada di sini. Biarkanlah sekretarisku yang akan jemput mereka ke Indonesia. Kau, Nyonya Abimana, cukup bersiap di sini untuk menyambut kedatangan mereka! Hmmm?" tanya Andika menanyakan kesanggupan Kesya tentang keinginannya.


Walaupun Kesya sedikit kecewa dengan pengaturan sang suami. Akan tetapi akhirnya dia pun tidak mau membantah keinginan sang suami yang selalu saja harus menang.


Terkadang Andika memang selalu egois. Karena dia tidak mau kalau keinginannya tidak dipenuhi oleh sang istri.


Kalau Kesya sampai membantahnya, pasti sepanjang hari Andika akan uring-uringan dan akhirnya berakibat kepada para karyawan yang mendapatkan getahnya.


Semua pekerjaan akan dianggap salah dan semua hal akan menjadi bulan-bulanannya untuk melampiaskan emosi.


" Baiklah aturlah sekretarismu untuk menjemput Putra kita dan pastikan semuanya perfect. Mama tidak mau kalau sampai Adrian nanti marah gara-gara ada yang tidak Adrian sukai!" ucap Kesya memberikan peringatan kepada Andika.


" Ya sayang! Tenanglah! Aku kan yang tahu kalau sekretarisku itu adalah sekretaris yang handal dan selalu bisa melakukan pekerjaannya dengan sempurna. Kita bisa mempercayakan tugas itu kepadanya!" ucap Andika sambil tersenyum kepada Kesya yang mau mengalah kepadanya.


Setelah berpamitan kepada istrinya. Andika kemudian berangkat ke kantor dan memerintahkan sekretarisnya untuk segera berangkat ke Indonesia dalam rangka menjemput Adrian yang hendak berlibur di Dubai bersama teman-temannya dan juga Kyai Ilham beserta keluarganya.


Andika juga sudah merencanakan umroh bersama untuk mereka semua yang akan ikut di dalam rombongan tersebut.


" Semua sudah siap bukan?" tanya Andika kepada asistennya yang sudah dia perintahkan untuk menyiapkan semua acara yang sudah disusun demikian rapi.


Sementara itu Kesya tampak merasa tidak senang karena dia tidak bisa mengunjungi Indonesia yang sudah sangat dia rindukan.


Akan tetapi dia pun tidak mau menentang keinginan suaminya. Karena tugas seorang istri memang adalah tunduk dan menurut kepada suaminya.


Untuk melampiaskan kekecewaan di hatinya dan bisa melupakan kesedihannya. Kesya kemudian menyiapkan pesta meriah untuk menyambut Adrian dan juga teman-temannya yang akan berkunjung ke rumah mereka.


" Perfect!" ucap Kesya ketika dia melihat pesta yang demikian sempurna yang sudah berhasil disiapkan dan sekarang hanya tinggal menunggu putranya datang.


Kebetulan Amanda dan Farhan pun akan datang ke Dubai. Karena mereka mengetahui bahwa Adrian akan kembali dalam rangka liburan panjang bersama teman-teman lainnya.


Kesya sudah mengkonfirmasi bahwa ada 4 orang teman pondoknya Adrian yang ikut dalam rombongan dan termasuk keluarga Kyai Rasyid beserta keluarga Rasyid dan ibunya juga akan ikut bersama mereka tetapi tidak jadi karena tiba-tiba saja ibunya merasa kurang sehat. Jadi dia tidak ikut dengan mereka. Rasyid hanya meninggalkan sang ibu dengan perawatnya yang selalu setia bersama sang ibu.


Ibunya Kesya selama ini tinggal bersama dengan Rasyid dan Qonita di Indramayu. Karena usia beliau yang sudah mulai sepuh dan mulai sakit-sakitan, jadi sudah tidak bisa ditinggalkan sendiri di Jakarta.


Sementara beliau pun tidak mau diajak oleh Kesya untuk tinggal di Dubai karena dia tidak mau meninggal di sana. Ibunya Kesya ingin dimakamkan di samping suaminya yang dia cintai. Kalau sampai tidak ada umur lagi suatu saat nanti.


Maklumlah kesibukan Andika yang luar biasa membuat mereka menjadi tidak punya waktu terlalu banyak untuk sekedar plesir maupun berjalan-jalan.


Siang itu dua mobil Limosin masuk ke dalam pelataran kediaman Abimana. Kesya dan yang lain sudah berdiri the depan pintu untuk menyambut kedatangan Adrian dan yang lainnya yang tampak begitu senang naik jet pribadi milik Abimana grup.




Visualisasi kemegahan kediaman Abimana.


" Wah Adrian rumahmu benar-benar sangat mewah. Aku tidak menyangka kalau ternyata aku berteman dengan anak sultan seperti dirimu!" ucap Ahmed begitu takjub ketika dia turun dari limosin dan melihat kediaman Abimana yang super mewah baginya.


Sementara itu Fathu hanya bisa gelengkan kepalanya melihat tingkah temannya yang terkesan baginya.


Walaupun orang tua Fathu bukanlah seorang pengusaha. Akan tetapi Ayahnya adalah seorang kyai besar yang memiliki banyak santri dan juga usaha kecil-kecilan yang dikelola oleh saya dan ibunya.


Selain itu Ayahnya Fathu juga sering dipanggil untuk ceramah dengan tarif panggilan yang besar. Sering pula masuk ke televisi untuk mengisi acara-acara tausiah.


" Adrian! Kenalkan aku dengan adikmu itu. Bukankah kau bilang kalau kau mempunyai seorang adik yang sangat tampan!?" tanya Fathu begitu excited ketika mereka disambut dengan pesta yang begitu meriah oleh keluarga Adrian yang berada di Dubai.


Pesta taman yang cantik telah dipersiapkan oleh Kesya dan Amanda untuk menyambut Adrian dan rombongan lainnya.


" Assalamualaikum! Apa kabarmu Kesya?" tanya Kyai Ilham ketika mereka bertemu untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun lamanya tak bersua.


Andika langsung memeluk pinggang istrinya dengan begitu posesif ketika Kyai Ilham menyapa sang istri yang tampak canggung dengan kelakuan Andika yang kekanakan.


" Waalaikumsalam Kyai. Alhamdulillah kami sekeluarga baik-baik saja!" ucap Kesya mengulas senyum kepada Kyai Ilham dan juga pada Qonita.


" Bagaimana kabarnya Kak Rasyid dan Kak Zahra?" tanya Kesya ketika dia menyapa kakaknya dan juga kakak iparnya.


" Alhamdulillah kami baik-baik saja Kesya. Bagaimana pula dengan keluargamu?" tanya Rasyid sambil memeluk Kesya. Seorang Abang yang sangat merindukan adik satu-satunya yang sekarang menikah dengan orang tajir dan tinggal di luar negeri. Sehingga membuat mereka sangat jarang bertemu.


Semua orang tampak bahagia dengan pesta yang sudah dipersiapkan oleh Kesya, sehingga akhirnya mereka pun kelelahan dan pergi ke kamar hotel yang sudah dipersiapkan oleh Andika dengan bantuan sang asisten yang sangat handal.


Teman-teman Adrian disatukan dalam satu kamar. Kemudian keluarga Kyai Ilham dan Kyai Rasyid ditempatkan dalam suatu apartemen terpisah agar mereka merasa nyaman dengan privasi tersendiri.


" Wah senang sekali akhirnya kita bisa tinggal di apartemen!" ucap Syifa dengan begitu bahagia, wajah cantiknya begitu imut dan sangat menggemaskan sekali.


" Ini adalah apartemen milik kita yang dulu dihadiahkan oleh Adrian ketika dia masih kecil. Selama ini selalu di sewakan kepada seorang mahasiswa yang sedang kuliah di Dubai. Uangnya selalu dikirim langsung ke rekening Abi!" ucap Kyai Ilham menerangkan kepada Qonita dan Syifa yang tampak begitu takjub sekali.


Qonita bahkan tidak bisa berkata-kata dengan hadiah yang diberikan oleh Adrian kepada suaminya.


" Abi, ketika kecil Adrian pasti sangat menyayangimu ya?" tanya Qonita sambil tersenyum kepada Kyai Ilham yang langsung mengangguk dan tersenyum pula.