Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
219. Kenapa?



Humairoh segera mengejar suaminya yang pergi dari kediaman Agus tanpa memperdulikannya.


" Mas! Tunggu dulu!" Humairoh berusaha untuk mengejar Rahmat tetapi tampaknya Rahmat tidak memperdulikan panggilannya.


" Kenapa?" tanya Rahmat yang tiba-tiba berhenti di hadapan Humairah yang tadi mengejarnya hampir saja tadi Humaira menabrak Rahmat yang berhenti tiba-tiba.


" Kenapa, apa?" tanya Humairoh tidak mengerti.


" Kenapa kau membohongiku tentang keberadaan Ayana?" tanya Rahmat dengan mata berapi-api.


" Maafkan aku Mas. Waktu itu Ayana memintaku untuk merahasiakan keberadaan dia. Aku takut kalau Agus mendengarkan pembicaraan kita. Oleh karena itu aku sengaja berbohong mengenai keberadaan Ayana!" ucap Humairoh menjelaskan kepada suaminya.


" Lalu kenapa kau tidak mengklarifikasi semuanya ketika kita sudah berada di rumah?" tanya Rahmat kesal.


" Aku lupa mas maafkan aku ya sayang?" ucap Humairoh dengan wajah tak berdosanya yang selalu berhasil dan sukses menaklukkan hati seorang Rahmat.


" Bukan karena kau tidak percaya padaku? Apakah kau takut aku akan menceritakan keberadaan Ayana kepada Agus?" tanya Rahmat dengan pertanyaan yang menohok hati Humairah.


" Bukan seperti itu! Aku benar-benar tidak pernah berpikir seperti itu! Percayalah padaku Mas!" ucap Humairoh sambil menggenggam tangan suaminya.


" Sudahlah lupakan saja semuanya tidak penting juga kan?" tanya Rahmat.


" Maksudnya?"


" Iya aku tidak penting kan buatmu? Makanya kau tidak mempercayaiku mengenai keberadaan Ayana saat ini!" ucap Rahmat ketus dan jengkel.


" Sungguh Mas bukan seperti itu kenyataannya. Aku tidak mengatakan yang sejujurnya, benar-benar karena waktu itu Ayana memohon kepadaku untuk merahasiakan keberadaan dia dari semua orang. Kalau aku bilang sama kamu, maka janjiku kepada Ayana pasti akan terlanggar!" ucap Humairah sedih.


" Sudah aku mau pulang terserah kau mau melakukan apa!" ucap Rahmat kesal.


" Ayolah Mas aku tidak suka melihatmu marah seperti ini!" ucap Humairah.


" Aku akan memaafkanmu kalau kau mengajakku untuk bertemu dengan Ayana!" ucap Rahmat langsung membeti skakmat kepada Humairoh.


" Maafkan Aku Mas aku benar-benar tidak bisa melakukan itu!" ucap Humairoh sambil meninggalkan Rahmat dan pergi ke kantornya sendiri.


" Kenapa sekarang semuanya menjadi rumit begini?" tanya Humairoh.


" Sudahlah! Biarkan saja mungkin dengan berpisah sementara kami bisa menyelesaikan semuanya dengan baik-baik!" ucap Humairoh yang akhirnya memutuskan akan pergi ke apartemen miliknya yang dekat kantor saat ini.


Apartemen itu biasanya hanya digunakan oleh Humairoh kalau dia ingin tidur balik saat jam makan siang.


Kalau dirinya merasa lelah dan sakit ataupun ingin beristirahat. Pasti tinggal di apartemen itu sampai tubuhnya merasa kembali Fit untuk bekerja.


Seperti hari ini setelah selesai bekerja. Humairah langsung pergi ke apartemen itu tanpa menghubungi Rahmat sama sekali.


Rahmat yang sekarang menghabiskan waktunya dengan menjadi sopir taksi yang menggantikan Agus. Dia tidak menyadari bahwa sekarang Humairah tidak pulang ke rumah mereka berdua.


Walaupun Humairoh seorang milyarder dan memiliki banyak perusahaan tetapi Rahmat menolak untuk mengambil salah satu perusahaan yang dimiliki oleh istrinya.


Rahmat memilih untuk menjadi sopir taksi menggantikan Agus yang sudah mundur dan fokus dengan perusahaan milik ayahnya.


Keahlian Rahmat hanyalah menyupir Oleh karena itu dia hanya bisa melakukan pekerjaan itu.


Ketika Humairoh memintanya untuk menjadi salah satu direktur dari perusahaan yang dia miliki dengan tegas Rahmat menolaknya.


" Aku adalah seorang laki-laki yang harus mempunyai harga diri aku tidak mau menikmati hasil kerja kerasmu begitu saja aku akan menghidupi diriku sendiri dan juga memberikan sedikit nafkah untukmu sebagai seorang suami yang wajib memberikan nafkah untuk istrinya!" ucap Rahmat ketika itu dengan penuh keyakinan dan harga diri yang super tinggi.


Hal itulah yang sampai saat ini menjadi daya tarik seorang rahmat dan pesona seorang rahmat bagi Humairoh.


Rahmat tidak pernah datang ke perusahaan milik istrinya dengan mengaku sebagai keluarga Humairah ataupun mengaku sebagai suami dari Humairah. Apabila Kebetulan dia datang ke kantor milik sang istri.


Pada pukul 12.00 malam Rahmat pulang dan sampai di rumahnya. Tetapi dia tidak mendapatkan Humairoh di sana.


Rahmat melihat ponselnya dan sama sekali tidak ada pesan apapun panggilan yang berasal dari Humairah.


" Ke mana dia sampai jam segini belum juga pulang dan tidak ada pesan apapun untukku!" ucap Rahmat kesal sambil terus menimbang ponselnya. " Apakah aku perlu menghubungi dia?" tanya Rahmat.


Mungkin di atas dunia ini hanya seorang Rahmat yang tidak bisa takluk di hadapan Humairah. Sehingga membuat Humairah selalu merasa tertantang oleh suaminya.


Humairoh yang saat ini sudah terlelap dalam tidurnya. Dia sama sekali tidak membuka ponselnya selama seharian ini karena begitu sibuknya di antara semua kegiatan yang dia lalui hari itu.


Sementara itu Rahmat di kediamannya tidak bisa tidur sama sekali. Beberapa pesannya sampai saat ini masih centang satu.


Berkali-kali dia menghubungi Humairoh melalui panggilan lokal pun tetap tidak diangkat sama sekali. Sehingga membuat Rahmat merasa cemas dengan keadaan Humairah saat ini.


" Apakah dia marah dengan kejadian tadi siang? Seharusnya bukankah aku yang marah sama dia? Kenapa ini jadi terbalik?" tanya Rahmat dengan frustasi melihat kelakuan istrinya.


" Entah sedang apa dia. Jam segini belum juga pulang!" ucap Rahmat sambil terus melihat ponselnya.


Rahmat terus mondar-mandir di ruang tamu berharap Humairoh untuk pulang tetapi sampai jam 2 malam tidak juga kunjung datang.


Rahmat bahkan sampai tertidur di sofa karena lelahnya dia menunggu.


Ketika matahari mulai menyusup melewati celah-celah tirai. Rahmat pun bangun dengan kepala pusingnya karena semalaman tidur di sofa yang ada di ruang tamu.


Rahmat bangun dan kemudian mengambil air wudhu untuk melaksanakan salat subuh.


Setelah selesai Rahmat kemudian memeriksa kamarnya barangkali Humairoh sudah pulang.


" Rupanya dia benar-benar tidak pulang!" ucap Rahmat dengan lemas duduk di atas kasur yang ada di dalam kamarnya.


Rahmat kemudian membaringkan tubuhnya dan berniat untuk tidur kembali.


" Biarlah aku kerjanya nanti siang saja. Setelah aku tidur mataku masih mengantuk!" ucap Rahmat dan mulai memejamkan matanya dengan damai.


Sementara itu Humairoh yang sudah bangun dari tidurnya. Dia sudah bersiap-siap untuk pergi ke kantor yang jaraknya tidak terlalu jauh dari apartemennya saat ini.


" Biarlah aku sarapan di jalan saja sangat merepotkan kalau harus masak untuk diri sendiri!" ucap Humairoh sambil mempersiapkan dirinya untuk berangkat ke kantornya.


Setelah merasa sempurna dengan penampilannya. Humairoh kemudian langsung pergi ke kantor dengan menggunakan mobilnya.


Sopir pribadi Humairoh saat ini sedang pulang kampung karena istrinya sedang melahirkan. Oleh karena itu Humairoh menggunakan mobilnya sendiri tanpa seorang supir yang melayaninya.


" Wah menyenangkan sekali berangkat pagi-pagi ke kantor dengan mengendarai mobilku sendiri!" ucap Humairoh sambil tersenyum manis.


Humairoh meninggalkan ponselnya di dalam apartemen. Karena tadi dia meninggalkan ponsel itu untuk dicarge. Tetapi dia lupa untuk mengambilnya ketika dia keluar dari apartemen.


Itulah yang menjadi sebab ketika Rahmat menghubunginya sama sekali tidak diangkat oleh Humairah. Karena posisi ponsel Humairoh yang mati total kehabisan daya.


" Nanti siang aku akan berangkat ke Australia untuk menemui Ayana dan memastikan posisinya di sana aman dan tidak mengalami kesulitan!" Humairoh dengan penuh semangat karena dia akan bertemu dengan Putrinya lagi setelah selama dua minggu mereka berpisah.


" Nanti aku akan mengajak Ayana untuk periksa kehamilan!" tiba-tiba saja Humairoh terdiam.


" Oh tidak! Aku tidak boleh mendatangi Ayana kalau tidak tempat persembunyian Ayana pasti akan diketahui oleh Agus!" ucap Humairoh merasa terkejut dengan pikirannya sendiri saat ini


" Aku sangat yakin kalau Agus pasti mengikutiku untuk mengorek keberadaan Ayana saat ini!" ucap Humairoh bermonolog kepada dirinya sendiri.


" Bagaimana ini kalau begitu aku akan mengalami kesulitan untuk menemui Ayana." Humairoh dengan keadaan yang saat ini benar-benar menjengkelkan baginya.


" Aku harus mencari solusi jitu untuk meninggalkan Indonesia tanpa membuat curiga Agus maupun suamiku!" ucap Humairoh sambil terus berpikir.


" Ah aku bisa menggunakan alasan untuk menemui Mr. James yang ada di Australia dalam rangka membicarakan tentang kerjasama perusahaan kami yang baru!" ucap Humairoh merasa bahagia karena akhirnya dia bisa menemukan solusi untuk bisa menjenguk Ayana di Australia tanpa harus membuat curiga suaminya maupun Agus yang pasti saat ini sedang mengarahkan seluruh anak buahnya untuk selalu mengawasi dirinya.


" Yakinlah Humairah bahwa kau harus melindungi putrimu. Dulu kau sudah menelantarkannya Sekarang saatnya kau untuk melindungi putrimu dari segala marabahaya!" ucap Humairoh.


" Aku senang sekali Akhirnya bisa melihat putriku lagi!" tiba-tiba saja Edrick datang menghampiri Humairoh.


" Maafkan saya tante. Apakah tante mengetahui keberadaan Ayana saat ini?" tanya Edrick kepada Humairah sambil menatap Humairah.


" Sebenarnya apa yang kau lakukan?" tanya Humairah dengan bingung sambil menatap Edrick.