Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
287. Ke Jerman



Keesokan paginya Andika langsung terbang dengan menggunakan jet pribadi milik Abimana grup menuju Jerman. Negara yang akan dia tuju untuk segera menyelesaikan permasalahan perusahaannya yang selalu saja menjadi incaran perusahaan milik keluarga Clarkson yaitu suami dari Elena sang mantan kekasih.


" Kali ini aku harus memperingatkan mereka agar tidak macam-macam terus dengan Abimana grup!" ucap Andika dengan geram.


Begitu sampai di Jerman Andika langsung menuju Mansion milik keluarganya yang selama ini di sewakan kepada siapapun yang membutuhkan ketika mansion itu tidak dia gunakan.


Kedatangan Andika yang mendadak sehingga pihak pengelola belum mengosongkan mansion tersebut. Tetapi Andika tidak keberatan untuk tinggal di hotel miliknya.


Di kamar hotel presiden suit, akhirnya Andika tinggal untuk sementara sambil menunggu mansion-nya dikosongkan oleh pihak pengelola yang saat ini masih di tempati oleh penyewanya.


Andika sudah menjelaskan kepada pihak pengelola, bahwa dia hanya akan tinggal sementara di Jerman. Hanya sampai masalah perusahaannya diselesaikan jadi dia tidak masalah kalau harus tinggal di hotel miliknya.


Andika tidak pernah mempersulit para karyawannya. Oleh karena itu mereka sangat senang dengan tabiat Andika yang selalu tidak banyak tingkah walaupun seseorang yang memiliki banyak kuasa di manapun dia berada. Andika selalu mengingat nasehat Kesya untuk selalu merunduk dan merendah tidak boleh sombong dan jumawa hanya karena kekayaan dan harta yang mereka miliki. Kesya benar-benar memberikan dampak positif kepada diri Andika.


Begitu sampai Andika langsung beristirahat dan segera menelpon Kesya agar istri gak bisa tenang di Dubai.


Sementara Andika beristirahat asisten dan sekretarisnya yang ikut dengan dia ke Jerman. Mereka sudah mengatur jadwal yang sangat padat untuknya, sementara dia berada di Jerman.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" ucap Andika memberikan salam kepada Kesya yang sangat senang mendapatkan telpon darinya.


" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh. Apakah kau sudah sampai sayang?" tanya Kesya sambil tersenyum kepada Andika yang sudah merindukannya.


Andika terus menatap Kesya melalui layar kameranya. Andika, mengakui benar-benar, bahwa dirinya tidak bisa jauh dari Kesya.


" Aku rindu padamu sayang. Cepatlah selesaikan urusan Serda. Jadi kau bisa segera menyusulku kemari. Atau serahkan saja kepada pengacara kita dan kau segera datanglah kemari sayang! Aku sangat rindu dengan kamu!" ucap Andika dengan tatapan sendu sehingga membuat Kesya jadi iba padanya.


Kesya sangat mengerti bahwa suaminya tidak bisa jauh dengannya. Mereka selama ini selalu melakukan perjalanan bisnis bersama. Pekerjaan Kesya di Yayasan dan Rumah Sakit bisa dia tangani melalui jarak jauh. Jadi dia tidak pernah merasa bermasalah untuk meninggalkan Rumah Sakit tempat dia bekerja. Rumah sakit itu dihadiahkan oleh Farhan untuk Kesya. Setelah dia lulus dari kuliah kedokterannya.


" Istirahatlah sayang. Kau pasti sangat lelah setelah perjalanan yang panjang. Besok aku akan segera menyelesaikan masalah Serda dan setelah itu akan langsung terbang untuk menyusulmu ke Jerman!" ucap Kesya yang langsung disambut bahagia oleh Andika.


Andika langsung menutup telepon setelah berpamitan dengan Kesya.


Tanpa membutuhkan waktu yang lama, Andika sudah terlelap dalam tidurnya.


Kedatangan Andika ke Jerman sudah diketahui oleh Mark dan Elena. Sehingga mereka sudah mempersiapkan rencana untuk memberikan kejutan kepada Andika, yang selama ini menjadi musuh besar mereka.


" Aku akan menyiapkan seorang wanita cantik untuk menggodanya. Sehingga rumah tangganya akan hancur berantakan!" ucap Mark dengan begitu percaya diri.


Akan tetapi Elena malah menertawakan ide suaminya yang dia rasa sudah basi dan tidak akan berhasil kepada Andika.


Karena dia sudah mencobanya beberapa kali dan semuanya gagal total.


" Andika adalah seorang laki-laki yang tidak mudah ditaklukan! Kita butuh strategi yang sangat matang untuk bisa membuatnya melupakan istrinya!" ucap Elena dengan senyum liciknya.


' Aku akan menemuimu Andika. Aku akan lihat apakah kau masih mengingatku atau kah tidak. Aku sangat merindukan kamu Andika!' ucap Elena dalam hatinya.


Elena memang sangat mencintai Andika kalau bukan karena ikut campur ibunya Andika tidak mungkin Elena mau melepaskan Andika begitu saja.


Oleh karena itu Elena sangat membenci ibunya Andika yang sudah memisahkan dia dengan cintanya.


Dahulu hubungan Andika dan Elena sangatlah baik kalau bukan karena ibunya yang tidak merestui mereka mereka pasti sekarang sudah menjadi suami istri yang bahagia.


Hingga sekarang pun Elena tidak mengerti alasan ibunya Andika tidak pernah merestui hubungannya dengan Andika.


Tentu saja Farhan dan istrinya tidak pernah membiarkan wanita sembarangan mendekati Putra mereka.


Tanpa sepengetahuan Elena mereka sudah mengirimkan detektif handal untuk menyelidiki latar belakang perempuan itu.


Jadi tidak ada kesempatan bagi Elena untuk menipu keluarga Abimana yang terhormat.


Keesokan harinya Elena langsung mencari keberadaan Andika. Tanpa sepengetahuan Mark, Elena pergi menemui Andika di hotel tempat dia menginap.


Jantung Elena berdebar sangat kencang. Ketika dia berdiri di depan kamar Andika. Hanya Tinggal selangkah lagi dia akan bertemu kembali dengan laki-laki yang paling dicintai. Akan tetapi tidak bisa dia miliki karena perbuatan ibunya Andika yang sudah membuat ikatan perjanjian untuk dia tidak pernah mendekati Adik lagi.


" Mau apa kau datang kemari?" tanya Andika dengan kesal ketika dia membuka pintu kamarnya dan ternyata Elena yang datang.


Elena berusaha untuk menetralkan perasaannya yang saat ini sedang campur aduk antara benci rindu dan dendam yang bercampur di dalam hatinya.


" Apakah kau tidak mengizinkanku untuk masuk ke dalam kamarmu sayang? Bukankah kita sudah 10 tahun lebih tidak bertemu? Apa kau tidak merindukanku?" tanya Elena sambil memeluk Andika yang langsung mendorong tubuhnya hingga tersungkur ke lantai.


Andika sangat muak sekali melihat kelakuan Elena yang begitu murahan menurutnya.


" Apa kau tidak punya malu? Kita berdua sudah memiliki keluarga masing-masing. Menurutku, tidak pantas kalau kau berperilaku seperti itu Elena!" tegur Andika dengan mata berapi-api.


Mendengar perkataan Andika Elena tertawa terbahak-bahak. " Selamanya di hatiku kau adalah cinta pertamaku dan aku akan selalu mencintaimu. Asal kau tahu saja. Kalau kau mau menerimaku untuk menjadi istri kamu, aku pasti rela meninggalkan segalanya di belakangku!" ucap Elena kembali mendekati Andika dengan tatapan penuh menggoda.


Sekali lagi Andika menjauhkan dirinya dari Elena yang terus saja berusaha untuk mendekatinya.


" Perhatikan tingkah lakumu Elena! Jangan kau mempermalukan dirimu sendiri!" teriak Andika sangking kesalnya.


Melihat Andika yang mulai jengkel, Elena hanya bisa tertawa bahagia. Karena ternyata dia masih memiliki andil di dalam perasaan Andika dengan kemarahan tersebut itu membuktikan kalau Andika belum pernah melupakannya. Melihat kemarahan Andika itu adiknya Andika masih belum melupakan sakit hatinya ketika dulu dikhianati oleh Elena.