Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
328. Bahagia itu sederhana



Farhan dan Amanda kemudian meninggalkan mansion dan pergi menuju kantor Abimana grup cabang Prancis yang di kelola oleh Farhan. Adapun kantor yang dikelola oleh Amanda adalah cabang yang lain yang kapasitasnya lebih kecil dari kantor yang sekarang didatangi oleh mereka berdua.


Perusahaan yang dipegang oleh Amanda adalah perusahaan fashion sesuai dengan bakat dan juga kesenangan Amanda.


Perusahaan yang dulu dibuat oleh neneknya yang diniatkan untuk diberikan kepada Merry. Putri Farhan bersama selingkuhan kakeknya di masa mudanya dulu. Tetapi tidak jadi diberikan kepada Merry. karena Merry lebih memilih untuk tinggal di Indonesia bersama dengan suami dan keluarga kecilnya dan sudah hidup berbahagia di sana.


Terakhir kali mendengar kabar tentang Merry, Farhan mendengar bahwa Merry sekarang sudah memiliki tiga orang anak yang sangat cantik dan tampan.


" Kakek apakah kakek pernah menghubungi tante Merry lagi?" tanya Amanda ketika mereka dalam perjalanan menuju kantor.


" Sekitar satu minggu yang lalu, tante Merru menghubungi kakek. Kenapa memangnya?" tanya Farhan masih fokus dengan MacBook di tangannya karena dia harus memeriksa berkas-berkas yang dikirimkan oleh asisten dan juga sekretarisnya di kantor.


Kehidupan Farhan kalau sudah berada di kantor benar-benar sangatlah sibuk dan tidak memiliki waktu senggang untuk memikirkan hal-hal yang tidak penting.


Jadi tidak heran. Walaupun Farhan hidup sendiri, tanpa seorang istri. Tetapi dia tidak pernah menghabiskan waktunya untuk bermain di luar bersama dengan perempuan nakal yang membutuhkan kekayaan dari seorang Farhan yang kaya raya.


Farhan sudah menikmati kenakalan di masa remajanya sekarang di masa tuanya dia hanya ingin hidup tenang dan bersih. Tidak mau memberi masalah untuk dirinya sendiri dengan berurusan dengan gadis-gadis muda yang hanya butuh uangnya saja.


Hidup Farhan sekarang sudah bahagia sekali bersama dengan Amanda. Sang cucu tersayang yang sudah memberikan lebih banyak kebahagiaan untuk dirinya dari pada gadis nakal yang ada di luar sana yang suka menggodanya untuk naik ke atas ranjangnya.


Farhan hanya menghabiskan waktunya dengan Al-quran'an, dzikir dan sholawat. Ketika sebuah hasrat itu datang dan selalu menggoda imannya sebagai seorang laki-laki yang normal. Walaupun usianya sudah senja tapi Farhan tetap pria normal.


" Lihatlah kakek. Gadis-gadis itu tampaknya merasa iri denganku karena melihatku yang menggandengmu yang begitu tampan! Hahaha!" ucap Amanda tertawa tergelap menggoda kakeknya yang sejak tadi terus menjadi pusat perhatian pada gadis yang lewat di hadapan mereka.


Saat ini Amanda dan Farhan sedang makan siang bersama di restoran. Setelah tadi mereka ke kantor Farhan sebentar untuk memeriksa laporan-laporan yang diberikan oleh asisten dan sekretarisnya.


" Aaah, sudahlah! Kau seperti orang yang tidak punya kerjaan saja sih? Mengurusi mata orang lain!" ucap Farhan sambil terus menggelengkan kepalanya. Melihat tingkah laku Amanda yang begitu usil menggoda gadis-gadis yang tadi memperhatikan mereka berdua. Gadis-gadis yang berpikir bahwa mereka adalah pasangan. Sungguh konyol!!


Amanda hanya terkikik mendengarkan ucapan kakeknya. Bagaimanapun kakeknya memang masih tampan dan rupawan. Apalagi nama besar Abimana grup yang akan menjadi jaminan kekayaan dan kemewahan seumur hidup mereka. Jadi wajar kalau masih banyak perempuan muda dan cantik yang tertarik kepada Kakeknya yang tampan.


" Nenek sudah pergi meninggalkan kita begitu lama. Apakah kakek tidak ada pikiran untuk menikah lagi?" tanya Amanda penasaran sekali dengan Kakeknya.


" Kakek tidak mau memberikan nenek tiri untukmu sayang. Takutnya nanti terjadi drama bawang merah dan bawang putih di dalam kediaman kita. Tidak ya sayang. Kakek tidak mau memberikan waktu sulit untukmu!" Amanda terdiam sejenak mendengarkan alasan kakeknya Kenapa walaupun neneknya sudah meninggal lebih dari 10 tahun tetapi kakeknya masih betah menjomblo.


" Sudahlah Amanda. Tolong hentikan semua percakapan yang tidak penting itu. Sebaiknya sekarang kita fokus untuk makan. Karena Kakek harus segera kembali ke kantor. Ada masalah mendesak yang harus pakai urus sekarang!" ucap Farhan mengingatkan kepada Amanda untuk mulai menghabiskan makanannya daripada menghabiskan waktunya untuk memperhatikan gadis-gadis yang terus memperhatikan mereka berdua.


Amanda pun kemudian fokus dengan makanan siangnya. Kemudian setelah mereka selesai makan siang. Amanda pun kemudian lebih memilih untuk pergi ke kantornya sendiri dengan diantarkan oleh sopir kakeknya.


" Baiklah kakekku sayang. Kau selesaikanlah masalahmu di kantormu. Amanda pun akan pergi ke kantorku sendiri yang tampaknya sudah banyak pekerjaan yang menungguku di sana. Setelah aku semedi di dalam kamarku sangat lama sekali!" ucap Amanda dengan raut wajah kelakar yang membuat Farhan menggelengkan kepalanya dengan tingkah konyol cucunya.


Setidaknya Farhan merasa bahagia sekali ketika melihat cucunya yang sekarang sudah mulai tersenyum kembali.


" Baiklah sayang nanti telepon lah kakek kalau kau sudah siap untuk pulang!" ucap Farhan sambil mencium kedua pipi cucunya yang selama ini selalu memberikan kebahagiaan untuk dirinya dan membuat dirinya tidak perlu memikirkan hal-hal aneh di luar sana.


Farhan benar-benar bersyukur dengan kehadiran Amanda di dalam hidupnya.


Amanda benar-benar mengalihkan dunianya kepada hal-hal yang positif. Farhan selalu berusaha untuk membahagiakan cucu kesayangannya.


" Kakek berharap semoga kau hidup berbahagia dan akan menemukan laki-laki yang akan mencintaimu selamanya!" ucap Farhan sendu ketika dia melihat Amanda yang pergi meninggalkan kantornya dengan diantarkan oleh sopir pribadinya.


Setelah melihat Amanda sudah meninggalkan kantornya. Farhan pun langsung masuk ke dalam ruangannya dan melihat berkas-berkas yang tadi dikirimkan oleh asistennya melalui emailnya.


" Kenapa bisa? Harga saham perusahaan kita terus melonjak turun seperti ini?" tanya Farhan dengan raut wajah yang begitu khawatir. Keningnya tampak mengerut sangat dalam. Farhan terus memperhatikan file-file yang ada di hadapannya yang tadi diberikan oleh asistennya.


" Perusahaan Clarkson sejak satu minggu ini sangat agresif menyerang perusahaan kita Tuan. Mereka membuat produk yang sama persis dengan produk yang kita hasilkan. Akan tetapi mereka menjualnya dengan harga yang begitu murah!" ucapnya.


Farhan terkejut mendengarkan perkataan asistennya yang melaporkan kembali tentang kegiatan perusahaan Clarkson yang selama beberapa waktu lalu kembali memberikan masalah untuk perusahaan mereka.


" Apa maksudnya ini apakah ingin berperang kembali dengan perusahaanku?" tanya Farhan merasa bingung sekali.


Padahal seingatnya terakhir kali dia bertemu dengan Mark waktu Mark berpamitan untuk kembali ke Jerman. Mereka berdua terlibat pembicaraan yang akrab dan juga hangat. Tidak ada tendensi kebencian ataupun kemarahan di wajah Mart ketika itu.


" Apa yang sebenarnya terjadi Mark? Kenapa kau melakukan hal seperti ini lagi kepada Abimana grup?" tanya Farhan frustasi.