Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
217. Aku menginginkan Seorang Bayi Lagi!



" Apakah aku semenarik itu sehingga bisa membuat seorang Humairoh Sugandi tergila-gila padaku dan rela meninggalkan segalanya untukku?" tanya Rahmat seakan tidak percaya.


" Benar sayang! Kau benar-benar semenarik itu. Bahkan kau selalu sukses untuk membuat malam-malam ku tidak pernah tenang karena aku selalu takut kalau kau sedang bersama dengan gadis lain!" ucap Humairoh sambil mengecup bibir sang suami.


Rahmat tersenyum mendapatkan kemesraan yang selalu diberikan oleh Humairah kepada dirinya. Walaupun usia mereka berdua tidaklah muda lagi.


" Aku sedang menyetir sayang kau jangan mengganggu fokusku kalau kita sampai kecelakaan kasihan kedua anak kita tidak akan memiliki orang tua lagi!" ucap Rahmat memberikan peringatan kepada Humairah yang mau melakukan aksi yang bisa membuatnya ketar-ketir.


Humairoh hanya tersenyum mendengarkan apa yang dikatakan oleh Rahmat dan mengurungkan niatnya.


" Ketika kita sudah ada di rumah. Akan aku yakinkan bahwa kau tidak akan bisa lari dariku!" ancam Humairoh sambil tersenyum kepada Rahmat yang hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan kelakuan Sang istri yang selalu absurd di matanya.


" Kita ini sudah tua sayang! Kenapa kau selalu berperilaku layaknya anak muda?" tanya Rahmat sambil mengelus pipi sang istri yang sangat dia rindukan selama satu minggu.


" Usia boleh tua sayang! Akan tetapi jiwa kita harus selalu muda agar hidup kita selalu bahagia dan awet muda!" ucap Humairoh mengulas senyum kepada sang suami yang selalu membuatnya merasakan ketenangan ketika berada di sampingnya.


Walaupun Rahmat adalah seorang laki-laki yang sederhana dan tidak memiliki banyak harta. Akan tetapi sikap dan pribadi Rahmat yang selalu menenangkan hati Humairah itu sudah lebih dari cukup.


Humairoh bukanlah gadis yang kekurangan harta dia hanya gadis yang kekurangan kasih sayang dan cinta kasih dari kedua orang tuanya yang selalu sibuk dengan bisnis dan bisnis milik keluarga Sugandi.


Ketika Humairoh dikeluarkan dari keluarga Sugandi karena lebih memilih untuk menikah dan tinggal bersama Rahmat. Dia tidak menyerah sama sekali. Dengan otak cemerlangnya dan dengan uang yang selalu diberikan oleh Rahmat setiap bulannya yang tidak seberapa jumlahnya. Dia memulai meniti perusahaannya dengan penuh kerja keras dan dedikasi tinggi. Sehingga akhirnya bisa berhasil dan sukses hingga seperti saat ini tanpa bantuan maupun embel-embel keluarga Sugandi.


Humairoh berhasil membangun kerajaan bisnisnya sendiri dengan kemampuan dan kemandirian yang dia miliki. Dia berhasil menciptakan brandnya sendiri.


Setelah mereka berdua sampai di Mansion milik mereka. Humairo langsung mengejar suaminya dan tidak membiarkan Rahmat untuk lari darinya.


" Kau adalah milikku bukan sayang? Untuk malam ini tentu saja!" ucap Humairoh sambil menatap sayu kepada suaminya.


" I am always yours to forever, my wife!" ucap Rahmat berbisik di telinga sang istri yang saat ini sedang menginginkan dirinya untuk berolahraga malam di atas ranjang mereka.


Tidak bertemu selama satu minggu memang menjadi hal yang sangat berat untuk kedua orang yang saling mencintai itu. Akan tetapi mereka berhasil melewatinya dengan kekuatan cinta yang mereka miliki saat ini.


Selama kepergian Humairoh ke Australia. Rahmat disibukkan dengan mengurus Agus yang berada di rumah sakit. Sementara Humairoh disibukkan dengan mengurus Ayana untuk bisa survive tinggal di Australia tanpa harus merasa takut bisa terlacak oleh keluarga Sugandi maupun keluarga Agus.


Setelah mereka selesai melepaskan segala rindu dendam mereka karena berpisah selama satu minggu. Rahmat kemudian mencium kening sang istri dengan penuh cinta dan kasih.


" Terimakasih sayang!" ucapnya lembut.


" Sayang kalau kita punya anak lagi. Apakah kau mau?" tanya Humairoh sambil menatap Rahmat.


" Aku belum tua oke sayang? Usiaku baru 40 tahun. Kalau dari ilmu reproduksi aku masih punya kesempatan untuk hamil lagi. Kalau aku masih menginginkannya!" ucap Humairoh sambil cemberut kepada Rahmat.


" Ya ampun sayang! Kau ini ada-ada saja! Sudahlah kita fokus saja untuk mengurus anak-anak kita. Saat ini dan masalah Ayana dan Agus pun cukup membuat Kepalaku merasa sangat pusing!" ucap Rahmat sambil meninggalkan Humairoh untuk pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya setelah aktivitas bercinta mereka berdua.


Humairoh mengikuti sang suami dan menyiapkan semua kebutuhannya.


" Tapi aku merindukan suara bayi! Ayolah sayang! Aku menginginkan seorang bayi lagi!" rengek Humairoh sambil bergelayut mesra di leher sang suami yang hanya bisa menggelengkan kepala.


" Kau itu ada-ada saja!" ucap Rahmat geli.


" Tidak aku tidak ada-ada saja! Sayang Aku benar-benar menginginkan seorang bayi lagi!" ucap Humairoh terus mengejar suaminya.


Rahmat terus menggelengkan kepalanya tidak setuju dengan apa yang diinginkan oleh istrinya yang menurutnya sangat lucu dan juga aneh.


" Lebih baik kita fokus saja dengan masalah Ayana dan Agus bantu mereka untuk menyelesaikan masalah mereka!" ucap Rahmat memilih untuk tidur.


" Cepatlah tidur besok kita harus datang ke rumah Agus untuk menengoknya!" perintah Rahmat kepada istrinya.


" Apa kau tahu? Kau sangat menggemaskan ketika kau melakukan hal seperti itu!" ucap Humairoh sambil mengerlingkan matanya kepada sang suami.


" Sudahlah jangan merayuku lagi. Ayo kita tidur Aku benar-benar sangat lelah!" ucap Rahmat sambil menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya dan tidak memperdulikan lagi apapun yang dikatakan oleh Humairah.


Akhirnya Humairoh pun tertidur pulas dalam pelukan sang suami.


Sementara itu Ayana yang saat ini sudah berada di Australia dan sudah mendapatkan identitas barunya sebagai Angelina. Saat ini Ayahnya bekerja di perusahaan Humairoh sebagai CEO baru.


" Selamat atas jabatan Anda yang baru Nona Angelina!" ucap rekan-rekan sejawat di kantor.


" Terima kasih kepada kalian semua yang sudah menerima saya di kantor ini saya akan berusaha untuk memberikan yang terbaik dan tidak mengecewakan pemilik perusahaan ini!" ucap Ayana memberikan sambutan dalam acara yang dibuat oleh para karyawan dalam menyambut kedatangannya sebagai CEO baru di perusahaan itu.


Karena Humairoh takut Agus dan suaminya curiga tentang keberadaan Ayana jadi Humairoh hanya memberikan arahan melalui video call kepada para pemegang saham dan dewan direktur yang ada di perusahaannya yang ada di Australia pada saat pengangkatan Ayana sebagai CEO baru.


Melihat penampilan Ayana yang luar biasa tidak ada yang menolak kehadirannya di perusahaan itu.


Apalagi di minggu pertama dia menjabat sebagai CEO Ayana langsung membuktikan dirinya dengan berhasil memenangkan tender besar bagi perusahaan.


Kemampuan Ayana dalam mengelola bisnis memang acuan jempol bukan kaleng-kaleng. dan Humairoh tidak salah menunjuk Ayana untuk menjadi CEO di perusahaan itu.