Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
220. Katakan!



Humairoh menatap Endrik yang saat ini sedang melihat ke arahnya dengan tatapan penuh pertanyaan.


" Katakan padaku Tante di mana Ayana?" tanya Endrik pada Humairah.


" Maafkan aku. Siapa kamu? Kenapa kau mencari keponakanku?" tanya Humairah.


" Nama saya Esrick Tante. Saya adalah teman Ayana. Saya biasanya yang selalu menemani Ayana kemanapun dia pergi!" ucap Edrick sambil tersenyum kepada Humairoh.


Humairoh terlihat memikirkan sesuatu.


" Ah.. Kau adalah Edrick?" tanya Humairoh dengan menatap tajam ke arahnya.


" Benar Tante! Saya adalah sahabat terbaik Ayana!" ucap Edrick dengan penuh percaya diri.


" Katakan!" ucap Humairah dengan tajam.


" Apa Tante?" tanya Edrick heran.


" Apakah kamu orang yang sudah menjebak Ayana? Sehingga membuat dia melakukan sesuatu yang tidak seharusnya?" tanya Humairah dengan mata melotot.


" Maksud tante?" tanya Edrick.


" Sudah berapa kali kau menjebak Ayana dan berapa kali kau tidur dengannya?" tanya Humairoh sekali lagi.


" Apa maksud Tante?" tanya Edrick penasaran.


Tampak Humairoh menelpon seseorang.


" Cepat kalian datang ke basement apartemen Ku!" perintah Humairoh kepada seseorang di seberang sana.


" Tidak ada. Aku hanya bertanya saja kok! Santailah. Cepat jawablah!" ucap Humairah.


" Saya benar-benar tidak mengerti sebenarnya tante ingin bertanya apa? Saya datang mencari Tante adalah karena ingin bertanya tentang Ayana. Kenapa malah Tante bertanya kepada saya hal-hal yang aneh yang saya tidak mengerti?" tanya Edrick dengan wajah yang tak berdosanya.


" Ayolah kau tinggal menjawab saja pertanyaanku tidak usah bertele-tele!" ucap Humairoh sambil tersenyum kepada Edrick.


" Apa yang harus saya jawab Tante? Sementara saya tidak mengerti pertanyaan tante!" tanya Edrick masih berakting tidak paham dengan pertanyaan Humairah.


' Jangan-jangan Tantenya Ayana tahu kalau aku pernah melakukan sesuatu terhadap Ayana. Tetapi semua usahaku selalu gagal dan selalu laki-laki yang bernama Agus itu yang panen dari apa yang aku tertanam. Dasar sial!' bathin Edrick kesal.


" Cepat jawab pertanyaanku! Kenapa kau malah melamun?" tanya Humairoh dengan tidak sabar.


Tidak lama kemudian datang satu buah mobil laki-laki menggunakan pakaian hitam-hitam yang menghadap kepada Humairah.


" Ada apa Nyonya Humairoh memanggil kami semua?" saya pemimpin mereka kepada Humaira.


" Cepat tangkap laki-laki ini dan bawa ke rumahku lamaku sekarang!" perintah Humairoh kepadanya.


Melihat para Bodyguard yang berbadan besar dan berpakaian hitam-hitam Edrick langsung merasa ketakutan.


" Ayo ikutlah dengan kami secara baik-baik sehingga kami tidak perlu untuk melakukan kekerasan kepadamu!" ucap sang bodyguard.


" Apa maksudmu huh? Aku punya salah apa sehingga tante harus melakukan ini padaku?" tanya Edrick sambil menatap tajam kepada Humairoh yang sekarang sedang menatapnya.


" Kenapa kalian lambat sekali? Cepat bawa dia ke rumah lama saya. Saya akan tunggu dia di sana!" Humairoh pun kemudian langsung masuk ke dalam mobilnya sendiri dan melaju ke kediaman lamanya di saat dia menjadi istri Rahmat yang sederhana.


" Kau mau mengakui perbuatanmu kepada Ayana atau perlu kulakukan tindakaan kekerasan terhadapmu?" tanya Humairoh dengan tatapan datar kepada Edrick.


" Saya benar-benar tidak mengerti apa maksudmu! Kenapa kau tega sekali untuk melakukan ini padaku?" Edrick masih keukeuh tidak mau mengakui apa yang sudah dia lakukan kepada Ayana.


" Hajar dia sampai dia mau mengakui apa yang sudah dia lakukan kepada Ayanaku!" perintah Humairoh kepada semua anak buahnya yang sedang berdiri mengelilingi Edrik yang tampak mulai gemetar dan ketakutan.


Kemudian tanpa perintah dua kali. Mereka pun langsung menghajar Edrick tanpa memberikan ampun. Sampai akhirnya Edrick pun menyerah kepada mereka.


" Ampun tante! Baiklah saya akan mengakui semuanya Tante. Tapi tolong hentikan semua ini Tante. Saya bisa mati karena ini!" ucap Edrick sambil meringis menahan kesakitan.


" Kan kamu yang memilih untuk mendapatkan Itu semua! Saya sudah memberikanmu pilihan, tetapi kau tetap berbohong dengan mengatakan tidak mengerti apa-apa!" ucap Humairoh dengan tatapan sinisnya menatap Edrick yang mulai ketakutan.


" Baiklah tante Maafkan saya!" ucap Edrick dengan air mata yang berderai dan menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


" Saya memang pernah dua kali menjebak Ayana dengan memberikan obat perangsang kepadanya. Akan tetapi saya selalu gagal untuk melakukannya. Karena selalu ada seseorang yang menghentikan perbuatan saya dan dia yang selalu mendapatkan tubuh Ayana!" ucap Edrick.


" Apa maksud kamu?" tanya Humairah Dengn tatapan membunuhnya.


" Waktu itu saya menjebak Ayana dengan memberikan obat perangsang kepadanya. Setelah saya mengerjai seorang CEO yang menghina Ayana dengan mengajak tidur dia. Setelah misi saya sukses, saya mengajak Ayana ke klub malam untuk merayakan keberhasilan saya. Tetapi ketika Saya hendak melakukan sesuatu kepada Ayana. Laki-laki yang saya temui di hotel itu datang dan langsung menghajar saya. Laki-laki itu membawa pergi Ayana dari tangan saya!" ucap Edricik dengan terbata-bata dan ingatan yang agak-agak kabur. Karena kejadian itu sudah lama jadi ada beberapa bagian yang dia lupakan.


" Kapan kejadian itu?" tanya Humairah kesal.


" Kurang lebih sekitar 2 atau 3 bulan yang lalu. Saya sudah lupa waktu tepatnya Tante. Karena itu kejadian yang sudah sangat lama. Mungkin Ayana masih mengingatnya. Karena itu adalah hari bersejarah dalam hidupnya untuk dia mengerjai seorang CEO yang hendak mengajak dia tidur di hotel karena menawarkan sebuah tender untuk dia!" ucap Edrick.


" Siapa CEO itu? Apa kau tahu?" tanya Humairah penasaran.


" Entahlah tante saya kurang mengetahuinya. Tapi yang jelas, ada nama Sejahtera sejahteranya di dalam nama perusahaan itu!" ucap Edrick meringis kesakitan.


" Lalu yang kedua?" tanya Humairah lagi.


" Yang kedua adalah di apartemen Ayana. Aaktu itu saya sudah hampir bisa mendapatkan dia. Akan tetapi Ayana menghajar saya habis-habisan dan setelah itu saya tidak tahu apa-apa lagi Tante. Karena saya pergi dari apartemen itu setelah dihajar oleh Ayana dengan takwondo dia!" ucap Edrick sambil menundukkan kepalanya.


" Kau sudah tahu kalau Ayana adalah seorang pemegang sabuk hitam. Tapi kenapa kau berani untuk mencari gara-gara dengan dia? Kau yang memang ingin cari mati!" ucap Humairoh.


" Karena aku penasaran dengan dia Tante! Sudah lama saya mengincar dia dan menjadikan dia sebagai tujuan hidup saya. Akan tetapi saya selalu gagal dan gagal untuk mendapatkannya dengan cara baik-baik ataupun cara curang!" ucap Edrick sambil menundukkan kepalanya.


" Bawa dia ke rumah sakit. Pastikan tidak ada polisi yang menangani kasus ini. Kalau dia sampai berani melapor polisi. Habisi saja dia. Kalian harus selalu mengawasi laki-laki b******* ini untuk tidak melakukan hal yang membuat keponakanku merasa tidak nyaman! Apa kalian paham?" tanya Humairah kepada anak buahnya yang langsung membawa Edrick ke rumah sakit setempat.


Awalnya petugas medis merasa curiga dengan tubuh Edrik yang penuh luka-luka. Akan tetapi anak buah Humairoh pintar membuat alibi. Dengan mengatakan bahwa dia adalah korban dari tawuran yang dilakukan oleh organisasi mereka.


Edrick yang memang sudah diancam oleh mereka sebelumnya saat di mobil, dia tidak berani mengkonfirmasi apapun kepada petugas medis. Karena dia pun takut dengan mereka yang membuat nyawa saat ini sedang berada di ujung tanduk.


Setelah mendapatkan pengobatan dan perawatan dari rumah sakit. Edrick kemudian diantarkan oleh mereka ke rumah kedua orang tuanya.


" Jangan banyak macam! Kau harus merasa bersyukur karena Nyonya Humairoh meminta kami untuk mengobatimu ke rumah sakit!" ucap mereka kesal.


Edric langsung meninggalkan mereka dan masuk ke dalam rumahnya dengan hati-hati. Karena dia tidak ingin kedua orang tuanya melihat keadaannya saat ini yang babak belur sekujur tubuhnya.


Petugas medis sebenarnya menyuruh Edric untuk menginap di rumah sakit sampai pulih keadaan dia. Akan tetapi Edric tidak mau karena dia ingin beristirahat di rumahnya sendiri dan tidak ingin membuat kedua orang tuanya khawatir karena dia tidak pulang semalaman.


Setelah sampai di kamarnya Edrik langsung membaringkan tubuhnya yang terasa sangat pegal-pegal dan juga sakit-sakit walaupun obat sudah mengurangi rasa sakit di sekujur tubuhnya.